[Fanfiction] Wedding….

Wedding poster

 

Title                : Wedding….

Author             : Missdorky

Cast                 :

  • Lee Donghae
  • Park Eunyoung

Length              : Oneshoot

Genre               : Romance

Rate                 : PG-15

Disclaimer        : Saya hanya mencoba hal baru. Ini murni ide saya. Dan sepertinya klasik banget ckckck x_x

A/N                 : Hai, saya datang kembali dengan Oneshoot super duper Kyuhyun #eh maksudnya super duper gaje. Bahasa ancur, ide klasik, alur cepet, biasa-biasa aja deh pokonya haha. ThanKyu buat Littleyounghae yang namanya beserta suami, saya pinjam tanpa seijin anda hihi. Special buat Littleyounghae yang lagi seneng(?) gegara si namja Mokpo abis tepe-tepe di Thailand kemarin akkkk *plak*. ThanKyu juga udah jadi beta-reader, editor, plus tim sukses hehe :D Gaya baru, pov baru, hope you like it :* Yang mau baca silahkan. Perhatikan tulisan italic dan warnanya *plak* happy reading! Kalo ga mau juga gapapa saya ga maksa. Karena sudah ada pembaca setia saya, my lovey dovey partner, Mrs. Lee, :$  Okelah saya mau hanimun(?) Dulu sama suami  #dirajamSparKyu. Bye bye~ *lambai2barengKyu* 

Summary          : No matter what will happen, I always love you. Promise! I love you, Jagiya~ Love you my bride,🙂

 

Kau terdiam seraya mematut tubuhmu sendiri di depan cermin. Kau bisa melihat refleksi bayanganmu dengan jelas. Mata bulat, hidung bangir, bibir tipis, dan dagu indah. Ya seperti yang ia katakan padamu saat itu. Kau tersenyum mengingatnya, dan kau bisa melihat senyummu sangatlah manis. Sama seperti yang selalu ia katakan. Saat kau marah padanya, ia akan memintamu untuk tersenyum padanya.

Ia pernah mengatakan, bahwa ia ingin sekali melihat senyum manismu. Sungguh kau sangat merindukannya, dahulu, sekarang, nanti, lusa, minggu depan, bulan depan, atau tahun yang akan datang kau akan tetap merindukannya. Bahkan mencintainya hingga akhir hayatmu. Kau sudah berikrar, ia adalah orang yang sangat berarti untukmu, dan juga cinta terakhirmu.

Sepi. Tak ada seorangpun yang menghuni ruangan itu selain dirimu. Hening. Hanya ada suara deruan nafasmu yang teratur dan detak jarum jam yang seirama dengan detak jantungmu. Kau sentuh dadamu perlahan, dada kirimu kini dapat merasakan hangat yang tersalurkan dari telapak tanganmu. Gumaman tercipta dari bibir tipismu. “Kau akan selalu ada di sini, Jagi-ku”

Suara knop pintu dibuka. Kau alihkan pandanganmu pada seorang yeoja yang baru saja masuk dan mengalungkan lengannya di lehermu. Adikmu, Lee Younghyun, yang senantiasa selalu bersamamu, menemanimu melewati semua ini. Kau genggam erat lengan Younghyun yang kala itu memelukmu dari belakang. “Oppa,” panggilnya.

“Humm?” Kau hanya ber-humm saja menjawab singkat dan tersenyum kecil.

“Sampai kapan oppa akan mengurung diri di sini? Tamu undangan sudah banyak yang datang, ppali!” lirih Younghyun. Kau bertanya-tanya dalam hati, Mengapa suara adikmu terdengar begitu lirih cenderung sendu. Kau berdecak lantas membalikkan tubuhmu hingga berhadapan dengan Younghyun. Kau amati lekat wajah Younghyun, dan benar saja, hanya raut muram yang terlihat.

“Sebentar lagi oppa akan keluar! Kau ini tidak sabar sekali. Oppa  yang akan menikah, kenapa kau yang tidak sabar hah?” Kau cubit hidung bangirnya yang persis seperti milikmu. Kau tak bisa menahan tawamu, saat melihat adikmu memajukan bibirnya. “Mana senyum manismu, sayang? Oppa belum melihatnya hari ini?” Kau mengumpat dalam hati. Suaramu sedikit bergetar saat mengatakan kalimat itu. Mimik Younghyun mulai berubah, ‘mianhae’ ucapmu dalam hati.

Perlahan Younghyun tersenyum. Ia tahu kau merasa bersalah. Bukan, tp karena suaramu yang bergetar. Kau tahu, itu bukan senyum tulus. Tapi tak apa dari pada kau tak melihatnya sama sekali. “Oppa aku tunggu di luar oke!” Younghyun berlalu. Punggungnya mulai menghilang di balik pintu.

Hari ini memang hari bahagiamu, kalau bisa disebut seperti itu. Kau sentuh kembali dada kirimu, mencoba mengingat bagaimana pertemuan kau dulu dengannya.

 

Sore itu, kau harus rela meninggalkan cafe plus bakery milik mendiang orang tuamu pada asisten sekaligus sahabatmu, Kim Kibum. Kau menyerahkan tugas yang sudah kau emban selama tiga tahun ini padanya. Kepergianmu meninggalkan cafe bukan tanpa alasan. Younghyun baru saja menghubungimu, kalau ia terjebak hujan dan kini berada di taman. Kau yang panik segera mengambil kunci mobil audi-mu dan melaju menuju taman. Younghyun tidak akan kuat bila terkena air hujan, ia alergi air hujan dan akan terserang flu berat hingga berhari-hari.

 

Tidak membawa payung adalah kebiasaan utama seorang Lee Younghyun, pikirmu. Matamu sibuk mencari keberadaan Younghyun. Walau jarak taman dan cafe tak begitu jauh, tapi apabila di tempuh dengan berjalan kaki akan terasa cukup jauh. Tunggu! Kau melihat seorang yeoja duduk di bangku kayu, di bawah pohon yang rimbun sambil menghentak-hentakan kakinya. Dengan riang mulutnya bergerak-gerak seperti tengah melantunkan sebuah lagu. Di pangkuannya ada seekor anjing putih kecil yang duduk manis merasakan belaian tangan kiri yeoja itu, dan tangan kanannya ia gunakan untuk menadahkan air hujan.

 

Kau tersenyum. Tak sadar kau menghentikan laju mobilmu, memarkirnya di pinggir jalan. Segera kau ambil payung lipat yang selalu ada di mobilmu. Jantungmu berdegup kencang melebihi irama langkah kakimu. Wajahmu memanas walau udara cukup dingin saat melihat wajah cantiknya, yang menurutmu bagai ‘malaikat’. Cantik? Oh tidak. Kau bergulat dengan pikiranmu, untuk mendekskripsikannya. Cantik atau manis? Namun kau akhirnya memutuskan kalau ia, cantik dan juga manis. Babo Lee Donghae!

 

“Umm halo, ah hai.. A-aku Lee Donghae,” ucapmu saat kau sudah berada di dekatnya. Kau tidak tahu cara menyapa yeoja yang baru saja mencuri hati dan perhatianmu di tengah hujan seperti ini. Lebih tepatnya, kau sangat gugup. Wajahmu memerah malu karena perkenalan singkatmu disambut tawa kecil yeoja itu.

 

“Hai, aku Park Eunyoung. Apa yang membawamu ke sini? Semenjak aku suka bermain di taman ini, belum pernah ada namja yang memperkenalkan dirinya padaku.” Ucapnya santai. Lembut dan sangat berkarakter.

 

“A..aku hanya ingin duduk di sampingmu!”

‘Babo Lee Donghae’, rutukmu dalam hati karena kau terus mengulang kesalahan di hadapannya. Eunyoung kembali tertawa. Ia geser tubuhnya dan memberikan space untuk kau duduk.

 

Dengan sungkan kau mulai duduk. Kau arahkan pandanganmu ke depan, seperti yang Eunyoung lakukan. Tanganmu pun tanpa seperintah otakmu, mulai terangkat, menadahkan air hujan yang menetes dari sela-sela dahan yang hendak mengenai wajahnya.

“Ah kau bisa basah kalau terus berdiam di sini!” Kau bagi payungmu dengannya. Walau pohon cukup rimbun untuk menghalau air hujan tapi tetap saja sesekali air hujan merembas, dan menetes ke tanah.

 

Ia menghentikan humming-nya, terdiam. “Tidak apa, aku suka hujan. Dan akan menunggu hingga hujan reda baru aku akan pulang,”

 

“Menunggu hujan reda? Walau hujan akan berhenti kala langit mulai gelap?” Tanyamu tak percaya. Eunyoung mengangguk. Yeoja misterius, dan menarik bagimu. Tak lama ia mulai ber-humming lagi, kau tahu lagu itu. Fox Rain. Lagu yang sering kau nyanyikan bersama keluargamu, terutama bersama adikmu. Kau ikut ber-humming, berkolaborasi bersama Eunyoung. Hingga part yang selalu di tunggu-tunggu Younghyun tiba, kau tersenyum mengingatnya.

 

Younghyun? Kau pukul keningmu pelan. Kau akhirnya melupakan adikmu. Dan ponselmu berdering dengan ringtone ‘Fox Rain’ yang membuat Eunyoung terkejut. “Yeoboseyo. Jinjja? Aku lupa huft. Oke aku pulang sekarang.” Kau tergesa-gesa berdiri. “Mian Eunyoung-ssi aku pamit dulu. Besok aku akan kembali ke sini lagi.”

 

“Baiklah Donghae-ssi,” ucapnya singkat.

 

“Kita bertemu di sini umm… pukul lima sore, ya tepat lima sore oke?” Putusmu setelah kau lirik jam di tanganmu yang menunjukkan pukul lima. Kau segera berlari tapi kau hentikan langkahmu dan kembali pada Eunyoung. “Kau bisa pakai payungku, jangan menunggu hujan berhenti. Kau akan sakit. Besok aku akan datang untuk mengambil payungku.”

 

“Gomawo Donghae-ssi,” kau mendengar teriakannya. Tapi kau tak menoleh, hanya melayangkan tanganmu. Telpon dari Kibum yang mengabarkan Younghyun tiba di cafe dalam keadaan basah kuyup membuatmu harus segera sampai di cafe secepatnya.

 

*********

 

Kau buka matamu yang tadi sempat terpejam sejenak. Kembali kau tatap refleksi bayangan tubuhmu. Kau hanya bisa menghela nafas, betapa bodohnya kau waktu itu. Tapi kau bisa berbangga hati, karena kebodohanmu waktu itulah yang membuatmu berkenalan dengannya. Dan kau harus berterimakasih pada Younghyun, karena dia lah kau bisa bertemu dengan ‘malaikat’-mu.

‘Tap tap tap’ suara rintik hujan membentur atap teras di jendela besar ruangan itu. Rintik hujan tersebut makin lama kian deras. Gelapnya langit yang mendung, mengibaratkan suasana gundah gulana. Lantunan lagu Fox Rain seketika singgah di pikiranmu, lagu ‘wajib’ kau denganya. Tanganmu menggapai payung lipat berwarna pink yang ada di meja rias. Menciumnya lantas mendekapnya erat.

Our Umbrella, Jagi. Kau menamainya ‘Taemin’. Semua barang yang kau punya kau pasti akan menamainya. Kau sangat lucu, Jagi. Asal kau tahu, aku cemburu pada Taemin, kau selalu memanjakannya melebihi kau memanjakan diriku.” Kau memajukan bibirmu. Taemin baginya adalah yang utama di banding dirimu. Karena tanpa Taemin kau mungkin akan basah, begitu katanya.

Pertemuan kedua dan pertemuan yang tak akan pernah kau lupakan seumur hidupmu. Pertemuan yang membawa Eunyoung dalam pelukanmu hingga saat ini. Kau kecup sekali lagi payung itu, dan memori-mu kembali berputar. Ke pertemuan konyolmu waktu itu.

 

Kau mengetuk-ngetukkan setir mobil dengan jari telunjuk untuk menghilangkan gugupmu. Tak sabar sekaligus nervous bercampur jadi satu. Akankah Eunyoung akan menunggumu di tempat kemarin? Atau ia lupa bahkan sengaja melupakan pertemuan hari ini. Dalam hati kau berdoa agar kau di pertemukan kembali denganya. Terkabul! Eunyoung duduk di bangku yang sama seperti kemarin sore. Kau lirik jam tanganmu, pukul empat lebih lima puluh lima menit.

 

Lagi-lagi kau terpana. Eunyoung mengenakan dress putih selutut, sama cantik sekaligus manisnya seperti kemarin. Yang berbeda adalah hari ini hujan tidak turun. Lantas mengapa Eunyoung masih ber-humming lagu Fox Rain. “Kau datang, Donghae-ssi? Aku tidak lupa membawa ‘Taemin’-mu. Ini,” Eunyoung menyodorkan payungmu. Dan kau hanya menggantung mulutmu, terkejut. “Mianhae, aku menamai payungmu sebagai Taemin. Warnanya cantik, berwarna pink, tapi seorang namja yang memilikinya, jadi aku beri nama Taemin.”

 

Kau tersipu malu. Seorang namja memiliki payung berwarna pink. “Ti-tidak apa, nama yang bagus. Jangan panggil aku Donghae-ssi, aku 25th,”

 

“Aku juga, 25th. Baiklah karena kita di line yang sama. Kita bisa memanggil dengan unformal. Donghae-ya, jota! Kita berteman oke,” Eunyoung menunduk mengusap bulu anjingnya yang berada di pangkuannya. Kau sedikit kecewa, karena Eunyoung selalu menatap lurus ke depan  atau menunduk saat ia berbicara denganmu. “Kuharap kau tidak keberatan berteman dengan yeoja buta sepertiku,” ucapnya riang.

 

Deg. Hatimu teriris. Sungguh di luar dugaanmu bahwa Eunyoung adalah yeoja penyandang tuna netra. Mata Eunyoung sangatlah indah, berwarna biru ke-abuan, tidak hitam seperti kebanyakan orang Korea. “Mian aku tidak tahu, ah tapi kau tahu warna payungku,” ucapmu yang meluncur begitu saja.

 

“Kau tidak harus meminta maaf. Karena kau pasti berfikir aku tidak menatapmu saat berbicara padamu.” Bingo! Pikiranmu terbaca olehnya. “Kita tetap berteman bukan, Donghae-ya! Warna pink payungmu, aku tahu setelah aku bertanya pada oppa-ku,”

 

“Ne. Bahkan kita bisa lebih dari sekedar berteman, Young-ah, aku boleh memanggilmu seperti itu.” Kau menatap bagian samping wajah Eunyoung. Lengkuk wajahnya terukir sempurna di matamu. “Aku menyukaimu pada pandangan pertama. Aku.. Aku,”

 

“Kita berpacaran kalau begitu!”

 

“Eh? Berpacaran?”

 

“Eung,” Ia mengangguk mantap. “kau dan aku memulai untuk menjalin kasih. Malam sebelum kemarin kita bertemu, aku bermimpi. Dalam mimpiku itu, aku akan bertemu dengan pangeran sejatiku. Kedengarannya aneh bukan? Tapi aku percaya itu dan ku rasa kau adalah pangeranku.”

 

“Eh?”

 

Eunyoung tertawa. Membuatmu bingung. Eunyoung benar-benar yeoja yang sulit ditebak. “Ah matta! Aku hanya yeoja buta yang percaya mimpi aneh. Mianhae, lupakan ucapanku tadi,”

 

Kau menggelengkan kepalamu cepat. Kau lupa lagi, Eunyoung tak akan melihat gelengan kepalamu. “Aniyo, aku percaya. Aku percaya adanya alien, sama sepertimu yang percaya mimpi. Kita berpacaran oke, saranghae Jagiya!” Kau melompat senang. Kau berhasil menjadi kekasihnya. Eunyoung tersenyum menyambut uluran tanganmu, dan akhirnya kau dengannya melompat bersama-sama.

 

“Nado saranghae, Uri Hwangjanim,”

*********

 

Akhirnya kau putuskan untuk beranjak dari tempat dudukmu. Bukan untuk keluar, melainkan kau ingin melihat hujan dari dekat. Kau buka jendela yang menghalangi penglihatanmu. Hujan cukup deras mengguyur kota Seoul sore itu. Kau lirik jam tanganmu sekilas, lantas mengedarkan pandanganmu pada halaman bangunan gereja yang tengah kau singgahi. Sudah banyak kendaraan para tamu undangan di sana. Waktunya sebentar lagi tiba.

Sebuah kebetulan atau memang sudah digariskan oleh Tuhan. Kau bertemu dengannya pertama kali di saat hujan dan hari pernikahanmu pun hujan tak berhenti sejak tadi pagi. Tanganmu terangkat untuk menikmati guyuran hujan dan kau kembali ke kebiasaan lamamu. Melantunkan lagu Fox Rain.

“Dingin,” katamu saat kau merasakan telapak tanganmu hampir mati beku. Segera kau satukan tanganmu, menggosoknya cepat sambil menguapkannya.

Jagiya, hujan mengiringi pernikahan kita. Kau menyukainya? Dingin, aku akan menghangatkamu saat hujan mulai turun, tak kan kubiarkan kau merasakan dingin di kulitmu.” Kau terus melanjutkan penguapan di telapak tanganmu.

 

Hari itu adalah anniversary-mu dengannya yang ke satu. Kau tak menyangka, hubunganmu dengannya sudah berganti tahun. Kau pun sudah mengenal dekat keluarga Eunyoung, begitu pula ia dengan adikmu. Eunyoung sering menghabiskan waktunya di cafe, menemanimu berkerja sambil bernyanyi di stage kecil di sudut ruangan.

 

Suara malaikatnya persis sempurna seperti wajahnya. Sejak ia suka menyanyi di sini, makin banyak pelanggan yang datang dan semakin ramai cafe kalau hari sudah beranjak sore hari. Kau ingin membagi keuntungan usahamu dengannya, tapi ia menolak dan mengatakan kalau ia senang melakukannya. Betapa beruntungnya dirimu memilikinya. Kau tak akan pernah menemukan yeoja seperti Eunyoung yang memiliki hati yang mulia.

 

Strawberry cheese cake adalah hadiah yang selalu kau berikan padanya setiap kali ia datang ke cafe untuk mengganti ‘gajinya’. Kau tahu Eunyoung penyuka strawberry dan matanya selalu berbinar kalau indera penciumnya menangkap harumnya. ‘Yeepochi?’ Kata itu yang kau hafal betul, selalu diucapkan Eunyoung setiap kau memberikan cakes itu

 

Kau hanya akan mengangguk dan berucap. ‘Sama cantiknya dengan wajahmu, Jagi.’

 

‘Gombal!’ Ia akan mendengus padamu. ‘karena kau sudah membohongiku, aku mau kau suapi aku,’ dengan senang hati dan kau tak akan menolak permintaannya. Karena dengan begitu. Kau bisa menjahilinya dengan mengakhiri suapanmu di mulutmu sendiri.

 

Ah yeoja yang kau nanti-nanti datang. Kau segera menyambutnya. Ia datang bersama puppy, anjing kecil Pomeranian yang selalu menemaninya sekaligus penuntun jalan bagi Eunyoung. Sebenarnya dilarang keras membawa hewan peliharaan masuk ke dalam café milikmu, namun pengecualian untuk Eunyoung. Ia tak akan bisa berjalan kalau puppy tidak bersamanya.

 

“Honey,” panggilnya. Kau genggam telapak tangannya, membantunya untuk duduk di salah satu bangku cafe.

 

“Waaah yeepota~! Onnie kau cantik sekali hari ini. Chukkae,” Younghyun tiba-tiba keluar dan memuji yeoja-mu. Eeeiy tidak di puji pun ia sudah terlihat cantik, bukan?.

 

“Gomawo, saeng-ah,” Eunyoung menutup mulutnya, tersenyum malu.

 

“Chakaman Jagi, aku akan mengambil hadiah untuk hari jadi kita.” Ucapmu dan ‘menitipkan’ Eunyoung pada adikmu sebentar. Segera kau berlari ke dalam guna mengambil hadiahnya dan cakes untuk melengkapinya.

 

“Nona, bisakah aku minta tolong padamu. Tolong kau pindah di meja yang lain. Aku ingin sekali memakai meja ini, karena meja ini adalah meja favorit kekasihku.” Tiba-tiba seseorang berbicara pada Eunyoung dan Younghyun.

 

Kau dengan cepat kembali dari dalam dan melihat ke arah meja Eunyoung. Kau cepat-cepat melangkahkan kakimu menuju yeoja-mu. Namun salah satu pegawaimu memanggilmu karena ada sesuatu yang mendesak. “Boss, Jung ajhuma complain atas cake-nya yang salah. Ia ingin berbicara padamu.” Kau berdecak, lantas bergegas menuju meja receptionist.

 

Selama kau menjelaskan pada pelangganmu atas kesalahan yang dibuat salah satu pegawai delivery-mu, matamu tak lepas memandang meja yang berada di dekat jendela. “Mian, nona ini terlebih dahulu menempatinya. Karena meja ini juga meja favorite-nya.”

 

“Aish!”

 

Kau melihat Eunyoung beranjak berdiri dan mempersilahkannya. Younghyun memandang Eunyoung. “Onnie, kembalilah duduk. Ini hari spesialmu.”

 

“Boss, namja itu adalah namja yang mengamuk sore itu karena ia dicampakan kekasihnya,” Kau menoleh pada Kibum yang tengah berbicara padamu.

 

“Kau tidak bisa seperti ini tuan. Itu bukan urusan kami kalau kau sedang bermasalah dengan kekasihmu.” Suara Younghyun terdengar cukup keras. Ia menghalang yeoja-mu dari namja yang terlihat kacau itu.

 

‘Buk’ aish! Kau mengumpat dalam hati sambil berjalan cepat nyaris berlari. Geram melihat adikmu tersungkur karena baru saja di dorong oleh namja itu. Bahkan kini namja itu hendak memegang lengan yeoja-mu, bersiap melakukan hal yang sama seperti Younghyun. Pegawaimu mulai mendekat dan membantu Younghyun berdiri. Sebelum kau sampai, Eunyoung terdiam, matanya mendadak sayu. Tak lama ia berteriak histeris saat lengannya digengam oleh namja itu.

 

“Jagiya. Ya! Kau apakan yeoja-ku!” ‘Buk’ kepalan tanganmu sukses menghantam pipi kirinya. “Tolong bawa dia keluar,” perintahmu dengan nafas memburu karena emosi.

 

“Onnie, onnie gwaenchana? Namja itu sudah pergi kau tak perlu takut,” Younghyun mengguncang bahu Eunyoung. Rautnya panik melihat Eunyoung histeris. Para pengunjung cafe-pun mulai terusik. Tapi kau tak peduli.

 

“Jagi, Jagiya!” Kau bergantian dengan Younghyun mengguncang bahunya. Berharap Eunyoung sadar dari racauan ketakutannya. Air mata mulai membasahi wajahnya, membuatmu semakin kalut dan panik.

 

“Andwae! Jebal-jebalyo~, akh jangan,” teriak Eunyoung.

 

Kau sentuh lengannya dan beralih menggenggam tangannya erat. Kau tersenyum, melihat Eunyoung mulai melunak. “Honey, ini kau? Ini kau?”

 

“Iya Jagi, ini aku. Gwaenchana?” Ia mengangguk. Kau hapus air matanya dengan punggung telunjukmu. Kau terkesiap, Eunyoung tiba-tiba memelukmu.

 

“Oppa, lebih baik bawa Onnie ke dalam. Sepertinya ia butuh ketenangan.” Kau mengangguk dan menggendong Eunyoung kedalam. Puppy menyalak kecil mengikuti langkah kakimu.

 

Kau membaringkan Eunyoung di ranjang kamar yang berada di cafe-mu dan kau ikut berbaring di sisinya karena Eunyoung tak mau melepaskan pelukanmu. Eunyoung menyembunyikan wajahnya di dadamu dan tangannya menggenggam erat tanganmu yang bebas.

 

“Jagiya, mian namja tadi mengganggumu. Kau aman sekarang,” kau berbisik lembut seraya mengusap rambut lembutnya.

 

“Aku takut,”

 

“Kau tidak perlu takut Jagi. Ada aku di sini,”

 

“Aku takut tangan yang dingin, aku benci tangan itu. Aku suka tangan hangatmu. Aku.. Aku.. Takut, ia akan merenggutku lagi,”

 

“Ssstth, genggam erat tanganku Jagi. Siapa dia?”

 

“Namja yang ingin mengambil kesucianku. Mantan kekasihku. Tangannya dingin sedingin es. Aku takut. Butuh waktu untukku beradaptasi dengan namja lagi,” Kau remas tangan Eunyoung. Kau tak ingin Eunyoung merasakan dingin dari tanganmu. “Saat tangan hangat menggenggamku, aku tahu itu kau, tanganmu selalu hangat, honey!”

 

“Aku akan melindungimu, dan tak akan menyakitimu Jagi, promise!” ucapmu mantap.

 

“Jangan berkata janji. Orang hanya akan mengingkarinya.”

 

“Tidak, aku tidak akan! Aku janji, yaksok.” Eunyoung tak membalas, ia pejamkan matanya dalam dekapanmu. “Aku janji Jagi, saranghae!” Lanjutmu lirih.

*********

Kau tutup kembali jendela itu karena udara semakin dingin dan kau tak mau tubuhmu ikut terasa dingin. Saat kau membalikkan tubuhmu, matamu terpaku pada frame kecil yang menampilkan potretmu dengannya. Potret selca-mu bersamanya, di mana kau mencium pipi Eunyoung yang memerah semerah tomat. Potret yang kau ambil saat kau pergi dengannya ke pulau Jeju.

Entah mengapa, kau tak sumringah melihat foto itu. Kau malah memajukan bibirmu kesal. “Ya! Harusnya kau tersenyum, bukan berekspresi kaget seperti itu. Tapi kau tetap terlihat manis Jagi,”

 

Kala itu adalah Musim gugur. Banyak dedaunan berguguran bagai salju yang turun di musim salju. Daun dari pohon ek dan bunga sakura menutupi jalan setapak yang kau lalui. Bergandengan tangan dan akan selalu dalam posisi itu, kalian berdua menyusuri jalan di mana banyak pasangan muda yang melakukan hal yang sama.

 

Beberapa pasang mata melihat kearah kalian. Karena kalian memakai baju couple yang tampak sangat serasi. Kau hentakkan kakimu seirama dengan hentakkan kaki Eunyoung. Sungguh, ini liburan paling indah untukmu. Kau berlibur bersama yeoja yang kau cintai, berdua saja.

 

Kau mengedarkan pandanganmu, hendak mencari orang yang bisa membantu mengambil gambar kau dengannya. Tapi tak ada satupun yang sekiranya bisa membantumu. Akhirnya kau memutuskan untuk melakukannya sendiri. Sedikit merutuk karena kau lupa membawa tripot. Saat kau rasa sudah pas, dan Eunyoung sudah tersenyum lebar kau mulai menghitung.

 

“One two three, cheese~” tapi kau buru-buru mencium pipi Eunyoung sebelum kau menekan tombol ‘klik’ dan hasilnya Eunyoung sangat terkejut. “Jota!”

 

“Ya! Babo,” Eunyoung memukul kepalamu. Tepat sasaran sebelum kau sempat menghindar. “Ulangi lagi!” Ucapnya.

 

“Aw Jagi-ku marah. Ara ara as your wish, one two three, go!” Jitakan kedua berhasil kau dapatkan. Sakit kau rasakan.

 

“Kau mau membuatku kehilangan jantungku hah?” Marahnya, memasang wajah kesal. “Sekali lagi,”

 

“Aigoo~ one two three, cheese!” Klik. Potret normal yang Eunyoung inginkan akhirnya berhasil juga. “Kau suka Jagi? Ayo kita lakukan lagi.” Eunyoung menurut, dan sesekali ia marah padamu karena mengambil gambarnya secara diam-diam. Saat dia melamun, menguap, mengusap perutnya. Suara klik yang tercipta membuat Eunyoung tahu kalau kau tengah bermain-main dengan kameramu.

 

“Kapan kau akan berangkat ke Amerika, Jagi? Bolehkah aku ikut menemanimu. Jebal~” pintamu dengan puppy eyes-mu. Kau sudah sering meminta agar kau diperbolehkan ikut. Tapi Eunyoung selalu menolaknya.

 

“Mungkin lusa. Pamanku yang berada di sana mengatakan, aku bisa menjalani operasi akhir minggu ini. Doakan aku, agar aku bisa melihat senyum manismu seperti yang dikatakan Hyunnie.”

 

Kau mendesah kecewa. “Tentu Jagi, aku selalu berdoa untuk kesembuhanmu.”

 

“Yah walau aku tahu, kemungkinan cocok dengan kornea-ku masih fifty fifty. Andai saja namja dingin itu tak menyiramkan air keras ke mataku, mungkin..”

 

“Ssssh jangan kau ingat terus Jagi. Tuhan selalu punya rencana indah untuk umatnya. Kau percaya kan? Seperti kau mempercayai mimpimu waktu itu.”

 

Eunyoung mengangguk. Kau peluk yeoja-mu erat, mencium keningnya lembut. Kau gumamkan sebuah doa agar Eunyoung berhasil menjalani operasinya. “Kau hati-hati ya sayang, apapun yang terjadi nanti, kau akan tetap menjadi kekasihku,”

*********

Kau lanjutkan kegiatanmu. Kini tanganmu menyusuri wajah Eunyoung yang terbingkai frame. Wajahmu mulai sendu dan air mata mulai membendung di sudut matamu. Kau tarik nafasmu dalam-dalam. Kau tak ingin air matamu jatuh membasahi potretmu dengan Eunyoung. Kau menengadahkan wajahmu melihat langit-langit dan meletakkan frame foto tersebut dengan posisi tengkurap. Seakan kau tak ingin melihatnya.

“Donghae-ya,” terkesiap, suara memanggilmu dengan suara yang cukup berat.

“Oh Yoochun hyung! Masuk hyung,” sapamu cepat. Namja yang kau panggil adalah oppa dari Eunyoung, Park Yoochun. “Sebentar lagi aku akan keluar, para tamu undangan sudah datang,” kau berdiri, merapihkan kancing tuxedo-mu yang belum terpasang. Sebuah tangan menggapai bahumu, dan menekannya agar kau berubah posisi menjadi duduk. Nervous kau rasakan.

“Santai saja, Donghae-ya. Aku tahu kau nervous menghadapi pernikahanmu dengan adikku. Bahagianya, awas saja ya! kau sudah mendahuluiku dengan menikahi Eunyoung,” Yoochun tertawa renyah namun terdengar getir. Kau ikuti aturan mainnya. Karena jujur, kau sangat nervous saat ini. Detik-detik pernikahanmu bersama yeoja yang sangat kau cintai.

“Apa semua sudah datang, hyung?” Tanyamu. Yoochun menganggukan kepalanya.

Gomawo Donghae-ya, kau telah menjaga dan menepati janjimu untuk Eunyoung. Jeongmal kamsahamnida,” Yoochun membungkukkan tubuhnya walau ia dalam posisi duduk saat ini.

Aniyo Hyung, aku yang berterimakasih, karena kau mengijinkan aku memilikinya.” Kau membalas bungkukkan tubuhnya.

“Kartu undangan yang cantik. Kau tahu saja Hae, warna kesukaan Eunyoung,” Yoochun mengambil undangan yang menyantumkan namamu dan namanya di atas meja.

Kau tersenyum simpul, memandang secarik undangan berwarna pink pastel dengan pita di tengahnya sebagai pemanis, “Kau seperti tidak tahu adikmu, hyung, ia selalu notice apapun berwarna pink walau hanya menyentuhnya, aku juga heran ia sensitif sekali dengan warna itu. Pink, yang selalu membuatnya tersenyum,”

Senyumanmu semakin mengembang, teringat wajah kekasihmu dengan rona pink di pipinya, manis.

Oke, aku kira waktunya sudah tiba, Hae!” Yoochun keluar meninggalkanmu sendiri. Kau patut tubuhmu sekali lagi. Perfect. Kau segera keluar menuju altar di mana suara melodi nan indah terus menggaung di sana.

 

“Tandanya ini kau melamarku, honey?” Tanyanya takjub dengan semua yang kau siapkan untuknya. Malam itu, malam tepat sebelum keberangkatannya ke Amerika. Kau melamarnya.

 

Kau sengaja menggunakan balkon cafe-mu untuk menghelat acara lamaranmu. Hidangan dinner seperti beef steak dan red wine tertata indah di meja makan berbentuk lingkaran. Satu batang lilin yang berdiri tepat di tengah meja mempercantik suasana. Di lantai yang tak jauh dari meja terdapat lilin yang berjajar rapih membentuk tulisan ‘I❤ U’ sangat cantik.

 

Kau tanya sekali lagi padanya  sambil berlutut. “Would you marry me, my Love?” Ekspresinya begitu terkejut. Kau melihat air mata menetes di pipinya. Ia terharu.

 

“Kau benar-benar melamarku? Aku- aku- yes, I do! I do, I do,” ucapnya beberapa kali. Kau bangkit, menyamakan tubuhmu dengannya. Menyematkan cincin di jari manisnya. Lantas mendekatkan wajahmu dengannya. Sedetik kemudian kau merasakan balasan dari bibir Eunyoung yang sudah kau lumat penuh. Beberapa kali kau hisap bibir bawahnya yang kenyal. Eunyoung mengalungkan lengannya di bahumu. Membalas setiap kecupan yang kau ciptakan.

 

Riuh suara tamu undangan membahana. Tepukan tangan menyambutmu melenggang di atas carpet merah panjang menuju altar. Gugup. Kau sentuh dadamu, untuk meyakinkan dirimu. Kau pasti bisa melakukannya. Dan kau mulai mengangkat dagumu, menampilkan wibawa dan kegagahan seorang mempelai pria yang akan meminang calon mempelai wanitanya.

 

Kau berangkat dengan oppa, atau onnie-mu Jagi?” Tanyamu. Berat rasanya merelakan Eunyoung pergi keluar negeri. Di tambah kau tidak boleh menemaninya.

 

“Bersama Onnie. Yoochun oppa ada tugas keluar kota.” Jawabnya.

“Honey, jangan berwajah muram sepert itu, tanpa melihatnya pun aku sudah tahu.” kau rasakan jemari lembutnya menyentuh setiap lengkuk wajahmu. “Aku pergi untuk melihatmu. Apa kau tak menyukainya?”

 

“Aniyo! Lupakan itu Jagi. Aku punya sesuatu untukmu.” Kau tuntun Eunyoung agar duduk di kursi yang sudah tersedia. Kau letakkan sebuah kotak besar di pangkuannya dan membukanya. Eunyoung mulai meraba-raba. “Tebak apa itu Jagi?”

 

“Kain? Apa ini honey?”

 

“Gaun pengantin yang akan kau pakai nanti. Aku ingin melihatmu mengenakannya. Aku jamin kau akan terlihat sangaaaaaat cantik.”

 

“Gomawo, I love you Honey,”

 

“Love You too,”

 

Riuh tamu undangan seketika berhenti. Yang ada hanyalah alunan melodi dari piano yang mengisi ruangan gereja itu. Kau sudah berdiri di depan altar, menghadap pada pastor yang akan menyatukanmu dengannya.

Degup jantungmu berpacu dengan cepat. Kau harus sampai memegangnya, untuk menenangkannya. Tak lama lantunan piano pun berhenti.

 

‘Honey, message coming!’ Ringtone dengan voice record Eunyoung tertangkap indera pendengarmu. Kau letakkan pulpenmu di atas meja dan mengambil ponselmu. Sebuah MMS masuk. Eunyoung berpose mengenakan gaun pengantin yang baru saja kau berikan padanya semalam. “Wah cantiknya!” Lengkingan Kibum sahabatmu, mengejutkanmu.

 

Kau lirik jam tanganmu, memang sekarang sudah waktunya jadwal keberangkatan Eunyoung ke Amerika. Tak sabar rasanya kau menunggu kepulangannya. Menatap mata baru indahnya.

 

“Silahkan Donghae-ssi, ikrarmu.” Sang-pastor memberikan aba-aba padamu agar kau segera memulainya. Kau lirik jam tanganmu. Tepat pukul lima.

“Aku, Lee Donghae. Akan menjadi suami dari Park Eunyoung. Dalam sehat ataupun sakit. Dalam duka ataupun bahagia. Miskin ataupun kaya. Senantiasa menjaga, menyayangi, mencintai Park Eunyoung sebagai isteriku.” Lantang. Kau mengucapkannya dengan lantang. Suara tangis mulai terdengar. Kecil, kecil, namun tak lama menjadi keras. Kau juga bisa mendengar suara tangis Younghyun, adikmu dengan jelas.

Semua larut dalam haru. Semua larut dalam derai air mata. Pastor di hadapanmu tersenyum padamu. Mau tak mau kau membalas senyumannya yang kala itu bagai obat kuat agar kau tetap berdiri tegar di altar tersebut seorang diri. Ya seorang diri. Kau mengikrarkan janji di hadapan Tuhan  untuknya. Kau menepati janjimu padanya. Janji setia, untuk terus mencintainya dan melindunginya. Kau berhasil memegang teguh janji itu.

 

Lantunan Fox Rain berdendang kembali di ponselmu. ‘Park Yoochun calling’

“Yeoboseyo, hyung!”

 

“Eunyoung mengalami kecelakaan Hae-ya,”

 

“Apa? Baru saja ia mengirimiku pesan,’

 

“Ya dan baru saja pihak kepolisian menghubungiku. Pesawat yang ditumpanginya mengalami gagal mesin dan terjatuh ke dalam jurang. Sekitar sepuluh menit yang lalu.”

 

Sepuluh menit yang lalu. “Chakaman hyung!” Dengan gusar kau membuka inbox-mu dan mendapati pesan yang dikirim oleh Eunyoung, kau terima tepat sepuluh menit yang lalu. “Ini tidak mungkin hyung.”

 

“Kabar terburuk yang aku terima. Kemungkinan tidak ada yang dapat diselamatkan karena pesawat terbakar.”

 

“Hyung, tidak mungkin.”

 

“Aku juga tidak percaya ini Hae-ya. Bahkan adikku itu baru saja mengirim potretnya yang tengah mengenakan gaun pengantin. Aku kehilangan dua adikku sekaligus.”

 

“….”

 

“Kau ada di mana? Aku akan menjemputmu, Hae.”

 

“Aku di cafe. Ya Tuhan,”

 

Frame foto berukuran besar berdiri elok dibantu tiang penyangga untuk menopangnya. Eunyoung tersenyum manis menghadap ke kamera dengan mengenakan gaun pengantinnya. Rambutnya ia gulung dan ia sampirkan di bahu kirinya. Gaun putih berbentuk kemben itu terlihat sangat cocok di kulit susunya. Bibirmu mulai bergetar. Matamu berkaca-kaca memandang sosok yang sangat kau cinta itu.

Jagiya, aku menepati janjiku padamu. Aku harap kau tenang di sana. Aku akan berdoa pada Tuhan, agar di kehidupan yang akan datang kita bisa dipertemukan kembali. Sebagai Lee Donghae dan Park Eunyoung. Saranghae Jagi, jeongmal jeongmal saranghae, yeongwonhi.”

Oppa,” adik kecilmu memanggilmu. Kau hampir terhuyung saat Lee Younghyun menubrukkan tubuhnya di dadamu. Isakannya terdengar miris. Tapi kau justru tersenyum melihatnya. Karena kau berhasil melewati ini semua.

“Aku bangga memililiki adik ipar sepertimu!” Yoochun menepuk bahumu. Kau hanya tersenyum menanggapinya. Kau pun bangga mengenal sosok Park Yoochun. Di banding dirimu, ia seharusnya yang merasa sangat kehilangan. Tapi ia pandai menutupinya dengan kacamata hitam yang saat itu ia kenakan.

“Oppa melakukan yang terbaik kan, saeng-ah?”

“Eung! Kau melakukan yang terbaik oppa.”

*********

“Selamat datang!”

Kau mendengar teriakan salah satu pegawaimu, menyambut tamu yang masuk. Bukan tamu, ia adalah adikmu dengan Kyuhyun, calon adik iparmu. Mereka datang sambil menggendong dua buah hati kembarmu. Dua tahun berlalu setelah ‘pernikahan’-mu dengan Eunyoung, kau memutuskan untuk mengadopsi bayi kembar.

Aigoo, Haeri-ya kau bertambah berat saja. Immo lelah menggendongmu.” Younghyun meletakkan Youngri di meja bar di satu sisi cafe. Kau mendekatinya. Pertumbuhan buah hatimu memang berkembang pesat. Pantas saja adikmu kewalahan menggendongnya, dan lagi Haeri-puteramu itu tak mau di gendong oleh Kyuhyun.

Kyuhyun mengikuti di belakang sambil menggendong Youngri-puterimu. Wajahnya ia tekuk, kau bisa mengira Youngri pasti menangis terus seharian ini. Cafe-mu hari ini menerima booking-an sebuah perusahaan. Kau menugaskan Hyun couple-begitulah kau menyebutnya untuk mengajak double-Ri bermain. “Youngri-ya, kita sampai untuk bertemu appa-mu. Kenapa kau menangis terus sejak tadi hmm? Orang-orang sampai mengira samchun dan immo adalah pasangan muda.”

Kotjimal! Kau yang bilang pada mereka kalau Ri-Ri anak kita. Oh My God, Kyuhyun-ssi.”

Kau tertawa terbahak-bahak. Dua insan di hadapanmu ini memang tidak pernah akur. Selalu cekcok dengan hal-hal kecil sekalipun. Tapi anehnya, mereka bisa bertahan, saling mengisi, melengkapi. Pasangan yang unik.

Aigoo uri baby, appa rindu kalian. Mianhae appa tidak di sisi kalian hari ini.” Kau gendong dua buah hatimu di sisi kanan dan kirimu. Mencium pipinya lembut secara bergantian. “Ayo kita pulang!! Titip uri cafe malam ini ya, dongsaeng cantik-ku,” kau melihat ekspresi kaget adikmu. Seharian ini kau telah menitipkan putera-puterimu padanya dan malam ini kau kembali menitipkan. Walau begitu kau tetap melenggang keluar cafe dengan kedua buah hatimu. Kau tidak perlu khawatir, karena ada Kyuhyun di sampingnya yang siap membantunya.

.

.

FIN

17 Comments (+add yours?)

  1. rizzzkiii
    Dec 04, 2012 @ 18:20:41

    AUTHOR ! NY.CHO ! ARGHT.
    oke *tariknafas*.
    Aku kira ini ada hubungannya dgn OLS .ternyata bukan,.. G nyangka sebagai ‘kau’ itu donghae. Waktu paragraf pertama kubc, kirain eunyoung. Ternyata dipanggil oppa. Terus younghyun murung, sampai sni mungkin readers mikir cuma karna terlalu bhagia atau sedih oppanya mau nikah.
    Suka pertemuan simple haeyoung. Alasan yg bgus pake ngasih payung biar bisa ketemu lg, haha. Tp siapa sangka eunyoung buta? Oh. . Sampai pada donghae terus merenung, blm keluar2, malah ngeliatin hujan, tiba2 aku kepikiran ‘kayanya eunyoung mati, dan yg dinikahin itu mayatnya’ haha. Aku suka eunyoung disini g selemah di OLS. Lanjut pas dia mau ke amerika, yoochun datang, dugaanku makin kuat, pasti dia mati. Dan ternyata. . .benar ! Tp aku meleset, ternyata cuma fotonya dan it yang pakai gaun. Aigo. . .bgian ini mataku udah berkaca2. Bgian hae gendong duo babynya apalagi. . .
    Overall. .keren bgt! Tulisannya makin rapi, gak nemu typo. Bahasanya makin enak, mudah dipahami. Sebenarnya, aku g suka yg menggunakan sudut pandang seperti ini, tp ff ini beda. Aku tetap bc tanpa satu kalimatpun terlewat.. Dan Sdh sepanjang apa komentar ini? Haha. Tadinya aku mau komen dikit2 setiap bc 2 atau 3 paragraf, tp g jadi. Ok, keep writing dan. . . .DITUNGGU OLS NYA ! !

    Reply

    • missdorky
      Dec 04, 2012 @ 19:47:14

      Rizzzkiii kamu yg pertama hihihi ThanKyuuuu~ *bow* ^o^
      Huft aku jg tahan nafas baca komen kamu tadi. Hihi iya ga ada hubungannya sama OLS ini, mian. Tadinya aku mau buat Eunyoung sebagai ‘kau’-nya cuma aku ga ngefeel jadi aku pake Donghae, ternyata aku bisa lebih mengeksplor imajinasiku.
      Ah itu ya, aku mau buat naik turun tadinya, tapi kok ga berhasil, terlalu galau sih Donghae-nya *dijitak* hahaha. Yeeei~ Eunyoung jjang di sini ^^b tapi aku jahat bgt malah memisahkan mereka huhu. Aku suka nama duo baby-nya, Double Ri hehehe😀
      Huwaaaa gomawo Rizki, gomawo udah baca n komen🙂 sebenarnya aku juga ga suka pov model kaya gini. Cuma kemarin aku baca FF yg pake POV ‘You’ kaya gini, kok hasilnya waaao gitu, aku jadi tertarik buat coba satu. Yah ini lah hasilnya >.<
      Haha kalo mau nambah lagi masih boleh kok. Dengan senang hati aku terima hehehe. Huwaa kita di tagih OLS Ny.Lee, gimana nih? sabar ya Rizki, OLS-nya OTW lagi masuk tahap akhir😉
      sekali lagi Gomawoooo~ Rizki *hug* :*

      Reply

  2. Nadhia Kim
    Dec 05, 2012 @ 00:07:50

    eonni~~~
    ini ff bagus banget..
    /lap air mata+ingus/
    jadi sedih bacanya..

    Hae oppa yang sabar yah..
    /pukpukin hae/

    Una tau. pasti double Ri itu nama baby ny YoungHae kan???

    Eonni~~~~
    Una nagih OLS..
    Mana nih OLS nya???

    Reply

    • missdorky
      Dec 05, 2012 @ 02:13:24

      Unaaaaaaa We miss You. ThanKyuuuuuu udah menyempatkan baca n komen😉
      Jinjja? ini FF pertama aku yg modelnya begini loh hehe *ikutanpuk2Hae*
      Iya betul Double Ri baby-nya HaeYoung di FF ini aja tapinya Una😀
      Howaaaa dua aja kita di tagih OLS, Mrs.Lee. Sabar ya, OLS-nya masih OTW *plak* pasti n akan segera tayang kok tenang aja ^0^
      Sekali lagi Gomawo Una *hug* :*

      Reply

  3. 1211dooty
    Dec 05, 2012 @ 08:40:05

    author…. kau tau bagaimana ekspresiku saat baca ff ini?? aku CENGONG!!! … dilandai badai EL Nino… aku bingung, sedih, bahagia pokoknya gado” . but… apapun itu kalau genrenya romance , sad + kayak di tinggal tinggal emang Lee Donghae cast yg TOP… *dijambakfishi ~T_T~

    Reply

    • missdorky
      Dec 06, 2012 @ 18:38:31

      Annyeong^^ aku kayanya baru liat ID kamu di blog ini >.<
      Waaaaao, seriusan di landa badai El Nino *plak* haha Lee Donghae bisa masuk juga kok di comedy romance, ga cuma di sad romance kaya gini. Ah kayanya ini mah authornya yg rada2 sukanya yg mellow2 :S
      ThanKyu udah baca n komen yah chingu😉

      Reply

  4. BaboHae
    Dec 05, 2012 @ 13:20:45

    onnie kenapa ffnya sad gini u.u
    aku pikir yg jdi aku itu eunyoung trnya donghae
    sebenernya sempet bingung knp dihari bahagia malah si younghyun sedih mgkn trharu tp kayanya kok sedih gt
    kirain donghae dijodohin sama cwe lain trnyata eunyoungnya meninggal trs dia ttp nikahin eunyoung
    suka sama pertemuan mrka yg simple tp berkesan bgt
    cinta pada pandangan pertama tp sayang malah ga bersatu😦

    Reply

    • missdorky
      Dec 06, 2012 @ 18:46:29

      Heeyoung? woaaaaa kamu muncul dengan ID baru hihi. Littleyounghae yg sebenernya notice ini kamu. Miss you miss you, readers2 lama kita😉
      Huhu aku juga ga ngerti kenapa aku buat FF sedih kaya gitu, hanya mengikuti gerakan tangan n imajinasiku. Wah kamu kaya littleyounghae pas pertama kali baca, komennya sama ‘Aku pikir Kau-nya itu Eunyoung’ mian bikin kamu bingung. Tapi itu yg coba aku tampilin hehe *plak* aku jg bingung kenapa jadinya begitu :S
      Hu’um itu part yg aku suka juga, sama waktu Eunyoung ngajak pacaran hehehe😀 udah takdir itu, Tuhan selalu punya rencana indah untuk umatnya, siapa tahu di kehidupan lain mereka ketemu *okeh melenceng bgt* >.<
      Thankyu Erna, udah menyempatkan baca n komen *hug* :*

      Reply

      • BaboHae
        Dec 07, 2012 @ 22:25:34

        haha iya ini heeyoung pake id baru ><
        ya ampun trnya onnie littleyounghae tau ya
        kirain ga ada yg tau
        ceritanya nyentuh bgt
        hae yg mau nerima kekurangannya eunyoung trs ttp megang janjinya buat nikahin eunyoung walaupun eunyoungnya meninggal

        Reply

        • missdorky
          Dec 08, 2012 @ 14:29:06

          Jotaaaaa^^ Iya dong, kita kan punya arsip. Tapi Littleyounghae yg duluan notice klo itu kamu😉
          Kangeeeen sama readers lama, ga nyangka kamu muncul hihi, ThanKyu again ^^
          Iya Hae-nya aku buat jadi namja sejati di sini, huwaaa kereeeeeeen Hae oppa *authorlebay*😀

          Reply

  5. misschogyu
    Dec 06, 2012 @ 14:03:50

    ku awalnya bingung ini sudut siapa? kau itu ternyata donghae dan itu aku(reder) sedngan ak cewe agak awkward aja .well dari awal ceritanya dibuat penasaran jadi lanjut terus pas schol eh udah abis -_- hehe.. oke aku lanjut lagi yaa…

    Reply

  6. T.S.A.G
    Dec 06, 2012 @ 22:03:23

    hhuuaaa !! author !!! *nangis sesenggukan* ini nyentuh! wah parah!
    pokoknya tetep semangat buat author ! fighting! *triak bareng Yesung Oppa*

    Reply

  7. sangtaedubu
    Dec 08, 2012 @ 23:28:27

    awalnya pas liat pov’a pke kmu mau ngga dterusin bacanya…tp stelah dcoba baca mnarik jga…nyampe kelar dah akhirnya haha

    dalemm bget nih maknanya thor😉
    kereeeen ^_^

    Reply

    • missdorky
      Dec 09, 2012 @ 18:26:28

      Wah, POV-nya meragukan ya? mang ini juga pertama kalinya aku buat FF pake POV ‘kau’ kaya gini. sebenernya aku juga ga suka n takut readers kurang suka bacanya, cuma aku tertarik aja buatnya😀 ThanKyu udah menyempatkan baca dan komen, chingu ^0^

      Reply

  8. KyuLatte
    May 02, 2013 @ 23:27:32

    annyeong.. aku reader baru^^
    duhh author,, ini ff.. menggetarkan..😥
    aku udh nyium bau2 mencurigakan wktu yoochun malah tersenyum getir,, sketika dkpala langsung bermunculan prasangka2.. mskipun sad, but so sweet.. :’)

    Reply

  9. sicca
    May 26, 2013 @ 18:45:56

    anyeonggg aku reader baru disini salam kenal ^^
    baca ff ini buat aku nangis sendiri deh..
    kata-katanya keren… sumpah ceritanya romance and sad banget🙂

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

@fanfict_palace

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Memories

December 2012
M T W T F S S
« Aug   Feb »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
%d bloggers like this: