[Fanfiction] Our Love Story (Chap 16 – Togetherness)

 

Tittle              : Our Love Story – Togetherness

Length             : Multi chapter – chapter 16

Author             : missdorky & littleyounghae

Cast                :

  1. Lee Donghae
  2. Cho Kyuhyun
  3. Park Eunyoung (OC)
  4. Lee Younghyun (OC)
  5. etc^^

Genre              : Romance, Family

Rated              : PG-17

Notes              : FF ini merupakan project kolaborasi pertama dari dua penulis (littleyounghae dan missdorky) . FF ini salah satu cara untuk menunjukan cara kami dalam berimajinasi dan menuangkannya ke dalam sebuah cerita…^^ Enjoy and feel the story… Happy Reading, don’t forget to give comments and We will appreciate it… ^^

Disclaimer        : Cast FF ini yang jelas bukan milik kami tapi Cerita FF ini murni dari otak kami berdua…. susah payah menggabungkan dua ide jadi satu karya, so… don’t be plagiator… and don’t be a silent reader.

A/N                 :

Annyeonghaseyo….^^
Akhirnya Chapter 16 publish juga, setelah penuh perjuangan, kontroversi dan tingkat kegalauan yang panjang. Kami, khususnya admin Littleyounghae mau minta maaf nih, karena mungkin sejenak kehilangan rasa percaya diri yang benar2 drop dalam dunia menulis jadi berimbas ke OLS dan my best partner, Missdorky, huwaaa… mianhae T.T
Kami menyadari, OLS pasti banyak kekurangannya. Seperti yang kami katakan di hampir setiap chapter, FF ini sangat biasa, ide biasa, simple, dan mungkin membosankan (Pasti banyak yang setuju…). Silahkan komentar apapun, kasih saran apapun. Terima kasih yang sudah memberi komentar, kasih saran, maupun yang masih bersembunyi dalam kegelapan di chapter sebelumnya. Dua penulis amatir ini hanya ingin berbagi cerita, Dua penulis amatir ini hanya ingin berbagi cerita, dengan cara kami, imajinasi kami. Dan akhirnya kami Cuma mengucap Gomawo dan Happy reading….^^

Previous Chapter >>>> Chapter 15 – Will the Dreams come true (again)?

************************************************************************************

 

“But let there be spaces in your togetherness and let the winds of the heaves dance between you. Love one another but make not a bond of love, let it rather be a moving sea between the shores of your souls.”

– Kahlil Gibran Quote –

 

“Keputusan ada di tanganmu, Jagi. Kita tetap melanjutkan perjalanan atau…. aku akan mengikuti keputusanmu,” sanggah Kyuhyun cepat. Younghyun semakin bingung, pasalnya Jino baru saja menghubunginya dan sepertinya keadaan darurat sedang terjadi di Seoul.

 

“Oppa… kita…” Younghyun terdiam tak melanjutkan kata-katanya.

“Ayo Jagi, kita tidak punya banyak waktu… mungkin Jongjin juga membutuhkan pertolongan kita sekarang,”

“Baiklah…” Younghyun sedikit menjeda ucapannya. “Kita kembali ke panti, oppa..”

—–^ Togetherness ^—–

Heningnya malam menyergap kamar rawat Donghae, yang ia huni bersama isterinya, Eunyoung. Eunyoung terlihat sibuk membolak-balikan majalah baby, yang ia dapat dari perawat tadi siang untuk mengisi kebosanan selama menemani Donghae di rumah sakit.

Malam itu, Donghae telihat diam dan cenderung pasif. Biasanya namja pecinta anak kecil itu akan terus berceloteh bersama yeoja yang tengah mengandung anaknya itu. Namun malam ini, Donghae hanya berbaring, menumpu kedua tangannya di belakang kepalanya sambil menatap langit-langit kamar yang berwarna putih.

Jagiya,” ucapnya penuh penekanan. Eunyoung sedikit terusik oleh suara suaminya itu yang tiba-tiba. Ia meletakkan majalahnya di meja nakas, kemudian memandang Donghae dengan tatapan heran.

“Kau tahu langit malam ini seperti apa? Apakah terang karena sinar rembulan atau redup karena mendung pertanda akan hujan,” tanya Donghae tanpa menoleh pada Eunyoung. Ia miringkan kepalanya, hingga kini ia bisa melihat suasana luar dari balik jendela besar yang belum tertutup gorden.

“Tadi saat aku membeli makanan untukmu, langit terlihat redup. Pertanda akan hujan sepertinya, oppa,” jawab Eunyoung. Ia ubah posisinya dari bersandar di head bed menjadi berbaring miring menghadap Donghae.

“Ah begitu rupanya. Sepertinya musim penghujan akan segera tiba, akan sulit bagi kita untuk keluar rumah,” Donghae mendesah berat. Entah kenapa ia terlihat menyesal akan musim penghujan yang akan segera tiba.

“Ada apa, oppa?? Kau mengkhawatirkan sesuatu?” cemas Eunyoung. Ia membelai pipi Donghae lembut, seraya tersenyum manis untuk menutupi perasaan gundah suaminya itu.

Aniya Jagi, aku hanya merindukan Jongjin. Namja kecil itu, baru saja ia berada di sini, sekarang ia sudah kembali ke panti. Hatiku seakan teriris saat tahu bahwa sepeninggal aku dan Kyuhyun waktu itu, ia tinggal di panti,” lagi-lagi Donghae mengeluh. Namja satu ini memang tidak bisa melihat orang lain susah, terlebih lagi ia sangat menyayangi Jongjin sejak pertama kali mereka bertemu.

“Aku juga merindukannya, mungkin saat ini Jongjin bersiap untuk tidur. Dan kau Hae oppa, ini sudah waktunya untuk tidur, sayang,” ucap Eunyoung dengan suara semanis mungkin. Donghae terkejut, lantas ia putar tubuhnya menghadap Donghae dan kini mata mereka berada di garis lurus yang sama.

“Aku tahu Jagi, mari kita tidur, baby dalam sini juga butuh istirahat kan?” Eunyoung bersemu merah, saat tangan hangat membelai perutnya lembut. “Baby cepat lahir ya, appa tak sabar menanti jagoan kecil appa ini,” Donghae menyusupkan tangannya untuk memeluk Eunyoung.

Suasana hening kembali menyergap kamar dengan nomor 315 itu. Hujan yang tiba-tiba turun menambah kerapatan pelukan sepasang suami isteri itu, karena dinginnya malam bertambah beberapa celcius dari suhu normal di kota Seoul.

Ketukan kecil terdengar lirih. Donghae dan juga Eunyoung sama-sama tak mendengarnya, karena derasnya hujan yang seakan meredam ruangan itu. Perlahan kenop pintu terbuka, dan suara debuman cukup keras dari daun pintu yang terbentur dinding.

Sontak Donghae dan Eunyoung tersadar dan mereka menoleh untuk melihat siapa yang datang. “Omo!”  pekik Eunyoung. Ia segera turun dari ranjangnya.

Omma! Appa! Di mana mereka, aku tidak bisa menemukannya, apa kau melihatnya noona, Hae hyung?Namja kecil, berambut ikal cokelat, berpipi chubby, bermata besar, terisak di depan pintu dengan mengenakan pakaian rumah sakit yang sama dengan milik Donghae.

“Jongjin-ah!” Eunyoung mendekat, menuntun namja kecil itu untuk masuk dan menaikannya ke atas ranjang.

Hyung, aku takut…” Jongjin merangsek masuk ke dalam pelukan Donghae. Dan isak tangisnya terdengar lebih kencang dari pada saat ia datang tadi.

“Kau kenapa bisa ada di sini Jin-ah??” tanya Donghae, masih heran mendapati Jongjin kini menangis di dekapannya. Padahal siang tadi ia pamit untuk kembali ke panti.

“Aku..aku di jemput kembali oleh Omma dan Appa tadi… makanya.. uhuk..uhuk.. aku ada di sini, hyung,” Jongjin menjelaskan perihal keberadaannya sambil menangis dan terbatuk-batuk.

Ssssh Uljima Jin-ah!” Eunyoung mengusap punggung Jongjin. Sejak tadi Jongjin terus terbatuk-batuk.

Noona, apa omma dan appa akan meninggalkanku lagi? Aku takut! Aku takut hujan dan petir, aku uhuk..uhuk.. takut sendiri,” lanjut Jongjin dengan suara parau. “Aku mengantuk, hyung,

“Tidurlah, Jin-ah kalau kau mengantuk… omma dan appa tak akan meninggalkanmu,” bisik Donghae di telinga Jongjin. Tak lama, namja kecil itu sudah kembali terbuai kedalam mimpinya. Donghae dan Eunyoung hanya bisa bertukar pandang, melihat Jongjin kini ada di antara mereka.

‘Brak’

Pintu terbuka kembali. “Young-ah, apa kau melihat Jong..” Younghyun datang, ia hendak bertanya pada Eunyoung dengan raut wajah panik. Namun wajah itu seketika kembali tenang saat melihat namja kecil yang tengah tertidur pulas di pelukan Donghae. “Syukurlah, Jin-ah ada bersama kalian, aku mencarinya kemana-mana,”

Donghae dan Eunyoung kembali terhenyak dengan kedatangan Younghyun, dan mereka saling berpandangan satu sama lain. “Hyunnie, apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Eunyoung, yang sejak tadi penasaran, memberanikan diri menanyakannya pada Younghyun.

“Tadi kami terburu-buru kembali ke Seoul karena Jino menghubungi Kyu oppa, bahwa omma sakit… tapi di tengah perjalanan, kami mendapat kabar dari Ibu panti bahwa Jongjin… Ah Chakamman,”

Younghyun segera merogoh ponselnya yang berdering dari dalam tasnya. “Oppa, iya.. aku sudah menemukan Jongjin.. ada di kamar Donghae oppa.. Iya aku ada di sini sekarang..”

“Lalu Hyunnie??” penasaran Eunyoung.

“Lalu kami membawanya kembali ke Seoul karena sepeninggal kami, Jongjin terus menangis… kau bisa lihat kan mata anak itu sembab dan suaranya sangat parau, bahkan di saat perjalanan kemari ia tak sadarkan diri karena demam tinggi..” Donghae yang mendegar itu, segera menyentuh kening Jongjin dengan punggung tangannya. Lantas ia mengangguk membenarkan ucapan Younghyun.

Jagiya! Syukurlah…” Kyuhyun masuk dengan raut khawatir sama seperti Younghyun saat ia datang tadi. “Panasnya masih belum turun..” ucap Kyuhyun, setelah meraba kening Jongjin.

Omma, Omma jelaskan dulu… apa maksud omma berbohong padaku, dan juga Kyu hyung dan Hyunnie noona… Issh Omma!” Suara manja dari pemilik wajah agyeo masuk ke dalam ruangan itu. Namja itu terus saja menyebut omma-nya.

“Kalau omma tidak berbohong padamu, kau tak akan pulang Jino-ya!” Siwon masuk, menginterupsi namja yang sibuk berceloteh itu. “Kau juga yeobo, bercandamu keterlaluan, hampir saja aku terkena serangan jantung mendadak tadi,” Siwon berucap seraya menggelengkan kepalanya.

Appa benar, aku juga… dan lagi, karena kebohongan omma tadi, omma hampir menghilangkan satu nyawa…” Jino memajukan bibirnya dan menjatuhkan dirinya di sofa dengan kasar.

Aissh, anak ini,” kesal wanita paruh baya dengan penampilang simple nan elegan yang dari tadi berdebat dengan Jino tanpa mengenal tempat.

Yeobo, sssstt… ini ruangan Donghae. Isshh,, tidak kau, tidak Jino, ternyata sama saja. Dan lihat, ada namja kecil sedang tertidur di sana,” Siwon yang jengah dengan perdebatan isteri dan anak bungsunya segera protes dan menginterupsi.

Kim Jihyun, Omma Kyuhyun dan Jino, menyunggingkan senyum ramahnya pada Donghae dan Eunyoung. Sejenak ia berubah kembali menjadi isteri Dokter Siwon yang elegan dan ramah. Donghae dan Eunyoung membalasnya dengan menundukan kepalanya sopan.

Mianhae, omma tidak tahu kalau ada namja kecil ini yang akan ikut menjadi korbannya…” Jihyun, mendekati Jongjin yang tengah terlelap di dekat Donghae. Eunyoung turun dari ranjangnya, lebih memilih mendekati Jino, membiarkan Omma Kyuhyun lebih dekat dengan Jongjin.

Suasana tiba-tiba hening, semua mata teruju pada Jihyun yang tengah membelai rambut Jongjin lembut. Tangan halusnya, menyusuri surai ikal namja kecil itu hingga ke wajahnya. Mulutnya tak henti-hentinya mengulum senyum. “Ini namja yang bernama Jongjin? Aigoo yeobo, mirip sekali ia dengan Kyu kecil. Matanya, rambutnya, bahkan wajahnya saat tertidur, sangat mirip dengan Kyuhyun. Tegakah kau membiarkan namja semanis ini tak memiliki orang tua, sayang?”

Siwon terkejut atas perkataan Jihyun. Sebelum mereka bersama-sama datang ke ruangan itu, sebenarnya Kyuhyun sudah mengutarakan keinginanya untuk mengadopsi Jongjin sebagai putra mereka, namun Siwon masih tetap pada pendiriannya, ia masih belum bisa menerima seseorang yang tidak sedarah dengannya untuk masuk ke dalam silsilah keluarga.

“Tapi yeobo… Jongjin…” Siwon mencoba menyanggah Jihyun.

Appa, aku mohon… ini demi kebahagian aku bersama Younghyun,” Kyuhyun merangkul Younghyun yang tertunduk. Ia tahu, Younghyun sangat menginginkan Jongjin, dan ia sangat tahu Younghyun sedikit tertekan akan keadaannya yang tak akan pernah bisa memberikan keturunan untuk keluarga Cho.

Oppa, kau tidak boleh berkata seperti itu… kau tidak boleh menentang keputusan appa..” Lirih Younghyun seraya mencengkeram tangan Kyuhyun erat.

Suasana semakin terasa canggung, Jihyun menatap suaminya itu dengan pandangan memohon. Kyuhyun-pun masih mencoba mencairkan hati Siwon dan Younghyun masih menundukkan kepalanya, ia tak berani menatap ke dalam mata Siwon. Donghae dan Eunyoung serta Jino, hanya bisa terpaku menatap tiga pasang mata yang saling pandang itu.

“Kalau kau sudah yakin atas keputusanmu Kyu, appa merestui kalian berdua,” secercah harapan menguar sempurna di hati Kyuhyun dan Younghyun.

“Benarkah Appa?”  Younghyun mengangkat kepalanya. Memandang Siwon dengan penuh harapan. Siwon mengangguk, ia keluarkan senyum termanis yang ia punya untuk menantunya itu. “Gomawo appa,”

Gomawo appa,” ucap Kyuhyun, reflex ia memeluk Younghyun dan mengecup lembut puncak kepala Younghyun.

Jihyun pun berjalan mendekati Siwon, suami yang sudah menikahinya hampir tiga puluh tahun itu.

Gomawo yeobo! Aku tahu kau tidak sekejam itu,” sebuah rangkulan ia berikan pada suaminya itu, tidak mau kalah dengan pasangan muda di dekat mereka. “Yeobo, kau tidak melupakan keinginanku juga kan? Sena…,” Siwon membelalakan matanya, sementara Jihyun hanya tersenyum jahil menelusuri lekuk hidung Siwon.

“Baiklah, tidak masalah kalau kita juga mengangkat Sena sebagai bagian dari keluarga Cho. Ia sudah seperti puteri kecil kita yang telah tiada, aku juga menyayanginya seperti dirimu,” Siwon hanya bisa pasrah, ia tak bisa menolak lagi keinginan Jihyun.

Donghae dan Eunyoung tersenyum manis melihat keluarga Cho yang sangat berbaik hati membagi kebahagian mereka. Keluarga yang hangat, ramah dan juga sangat baik hati.

Ugh, omma appa..” Namja kecil yang tadi sempat tertidur kini telah membuka matanya, menatap sayu, mencari keberadaan omma dan appa-nya. “Kalian tidak akan meninggalkanku lagi kan?”

“Tidak akan sayang, omma dan appa tidak akan meninggalkanmu,” Younghyun memeluk namja kecil itu dengan penuh sayang, hingga tak terasa air matanya mengalir begitu saja membasahi pipinya.

Omma kenapa menangis,” tanya Jongjin heran. Younghyun hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum tulus pada Jongjin. Jongjin ikut menangis, baru kali ini ia melihat Younghyun menangis, hatinya terasa sakit melihat yeoja yang ia sebut sebagai ‘omma’ menangis di hadapannya.

Uljima Jin-ah! Appa dan omma tidak akan meninggalkanmu. Apa yang kau rasakan sekarang Jin-ah?” Kyuhyun mengusap rambut Jongjin yang terlihat basah oleh keringat.

Jongjin tidak menjawab. Ia tatap mata Kyuhyun dan Younghyun bergantian. Namja kecil itu tidak mengerti sebenarnya apa yang terjadi, hingga couple yang sangat ia sayangi itu terlihat seperti itu. Tak lama wajah Jongjin semakin memucat, matanya beberapa kali mengerjap, dan mulutnya terbuka untuk mengambil oksigen sebanyak-banyaknya. “Omma, uhuk… sakit..” lirih Jongjin sambil memegang dadanya.

Oppa! Sepertinya asma Jongjin kambuh,” panik Younghyun, berusaha menggapai tangan Kyuhyun yang berada di sampingnya. “Oh maafkan omma sayang, membuatmu kembali sakit,” Younghyun membantu mengusap dada Jongjin.

Kyuhyun dengan sigap mencari masker oksigen yang berada di dalam nakas samping ranjang, namun Siwon menahannya, “Berikan inhaler yang biasa ia gunakan Kyu, ia sudah tak terlalu membutuhkan masker oksigen,”

Inhaler Jongjin ada di mobil, oppa!” panik Younghyun. Kyuhyun segera melesat meninggalkan ruangan Donghae dan kembali lagi dalam hitungan menit saja. Ia berikan sediaan aerosol itu pada Jongjin. Perlahan Jongjin mulai bernafas dengan normal.

“Jongjin memiliki asma, Hyunnie?” tanya Donghae yang ikut cemas.

“Iya, oppa.. kami kembali ke panti karena ibu panti bilang kalau asma Jongjin kambuh sepeninggal kami. Aku dan Kyu oppa pun baru mengetahuinya,” jawab Younghyun.

“Sudah, ini sudah malam. Kyu kau bawa Jongjin kembali ke ruangannya, demam tingginya membutuhkan istirahat yang cukup. Kau juga Hae, istirahatlah,” perintah Siwon.

Kyuhyun menggendong Jongjin dengan Younghyun yang mengikuti di belakangnya. Eunyoung kembali ke atas ranjang menemani Donghae beristirahat. Dan Siwon sendiri melenggang bersama Jihyun dengan di ikuti gerutuan dari Jino yang masih tak terima bahwa ia di bohongi.

—–^ Togetherness ^—–

Aroma vanilla dan cokelat menyeruak menusuk hidung siapa saja yang melintas di depan sebuah bangunan cukup besar bergaya artisitik dengan dinding kayu di seluruh sisi dinding luarnya. Restoran yang berlantai dua dan sangat strategis itu, berada tepat di pusat keramaian Gangnam. Hari ini, hari yang sangat ditunggu Younghyun, hari di mana impiannya terwujud. “Happiness” Sebuah nama yang tertera di dinding luar bangunan berwarna cokelat, yang menandakan nama restoran tersebut.

Kesibukan terlihat di dalam restoran bernuansa penuh kehangatan itu. Bagaimana tidak, saat masuk ke dalam, pemandangan bernuansa off white mendominasi, belum lagi interior yang tertata apik. Dan pastinya seutas senyuman akan terkembang saat melihat sudut berwarna baby plue dan pink yang penuh dengan mainan khas anak-anak.

Sejak pagi, Kyuhyun, Changmin, Leeteuk dan juga tidak ketinggalan si kecil Jongjin sibuk mempercantik beberapa sudut restoran dengan pita dan beberapa bunga. Mereka menata kembali beberapa ornament kecil agar terlihat menarik. Sementara itu, Younghyun tengah berkutat di dapur khusus cake, penuh tepung, cokelat dan vanilla, sumber dari aroma yang tercium sampai keluar restoran.

Jongjin kecil tergoda aroma manis yang menggelitik indera penciumannya sejak tadi. Ia menghampiri dapur cake Younghyun dengan penuh penasaran. “Omma, cupcake-nya harum sekali. Boleh aku mencobanya?”

“Boleh sayang, tapi nanti, cupcake-nya masih di dalam oven. Mungkin 10 menit lagi matang,” jawab Younghyun.

Jongjin semakin mendekat ke arah meja marmer yang kini berantakan oleh loyang berbentuk cup, kertas kue, dan segala bahan-bahan kue. Younghyun yang sibuk membuat adonan lagi untuk cupcake selanjutnya, tidak menyadari kalau namja kecil itu sudah berada di sampingnya.

Omma, cokelat itu untuk menghias cupcake?” tangan kecil Jongjin menunjuk choco chips dan permen berwarna-warni yang berada dalam mangkuk di hadapan Younghyun.

Younghyun tersenyum geli melihat mata Jongjin yang tidak lepas memandangi choco chips yang menggiurkan di hadapannya. Ia menghentikan pekerjaannya sejenak, lalu menuju lemari pendingin di sudut ruangan. Tidak lama, Younghyun kembali menghampiri Jongjin dengan senyum simpul memandang lekat namja kecil berambut ikal yang belum lepas memandang cokelat di mangkuk.

“Tadaaa…” satu cokelat berukuran sedang sengaja diperlihatkan Younghyun di depan wajah Jongjin. Jongjin berbinar, meraih cokelat yang ada digenggaman Omma-nya.

“Untukku Omma?” tanya Jongjin polos. Younghyun hanya memberi jawaban lewat anggukan kepalanya.

“Hmm… Tapi jangan sampai Appa tahu oke? Jongjin harus memakannya sedikit-sedikit agar Appa tidak melihat sisa cokelat di mulutmu, Arasso?” Jongjin mengagguk pasti. Dengan tangan kecilnya, ia membuka bungkusnya perlahan dan rapi agar bisa ia simpan kembali di saku kemeja kotak-kotaknya.

“Nah, ya, ketahuan…! Baby, mau satu gigit boleh, Jin-ah?” suara lembut yeoja yang baru saja ikut bergabung di dapur, menginterupsi ‘persekongkolan’ ibu dan anak itu. Younghyun dan Jongjin sedikit terkejut melihat yeoja yang tengah tersenyum di hadapan mereka.

Immo!” Jongjin berseru senang lalu menghampiri yeoja itu dan langsung memeluknya lembut.

“Young-ah? Kau… Chakamman… Kau ke sini? Lalu Hae oppa? Dan, ah, kau nekat ke sini sendiri? Aissh, jinja, Park Eunyoung, sudah ku bilang…”

“Hyunnie… bisa kau bantu aku?” suara tenor namja memanggil Younghyun dari arah dapur dan otomatis menghentikan pertanyaan bertubi-tubi dari bibir manisnya.

Eunyoung dengan sigap, lantas melangkahkan kakinya menuju dapur utama yang letaknya bersebelahan dengan dapur cake. “Andwae!!!” seru Younghyun. “kau duduk saja di sofa depan Young-ah. Kau bisa kelelahan kalau membantu di dapur,” cegah Younghyun yang sontak menghentikan langkah Eunyoung.

“Jin-ah, kau menemani Immo di depan ya sayang?” Jongjin kembali mengangguk mantap sambil menepuk saku kemejanya, tempat persembunyian cokelat miliknya.

Eunyoung mengengus pasrah saat Jongjin menggandeng tangannya keluar dari dapur. Sedangkan Younghyun meninggalkan dapurnya sejenak menghampiri Ryeowook yang sedang berkutat di depan dua buah panci besar yang isinya bergejolak di atas kompor.

“Ada apa, Oppa?” tanya Younghyun.

“Kaldu ini sudah kubuat semalam, dan kupikir kita harus buat kaldu lagi. Kaldu di panci yang satu ini sudah tidak bagus, entah, sepertinya aku lupa memanaskannya lebih awal. Tapi, kita harus menghemat pemakaian daging,” ujar Ryeowook dengan suara yang perlahan merendah. Matanya berputar, sejenak berpikir memecahkan masalah pertama di dapur mereka.

“Aha, aku ada ide, Hyunnie, bisa kau bantu aku menyiapkan beberapa jamur, dua jenis saja, shitake dan champignon. Kita juga perlu ribs, ah, itu juga sedikit saja untuk memperkaya rasa kaldu,” jelas Ryeowook panjang. Tanpa banyak bicara Younghyun mengangguk mengerti lalu menuju tempat penyimpanan bahan-bahan, karena butuh waktu yang cukup untuk membuat kaldu.

Ryeowook dan Younghyun memang bertugas untuk urusan dapur. Sebenarnya ada salah satu teman Ryeowook yang membantu mereka di dapur, namun hari itu mendadak ada urusan penting. Ryeowook memang ahli dalam dunia kuliner, karena ia memang mengambil sekolah memasak sejak sekolah menengah. Sedangkan Younghyun memang kurang ahli memasak tapi kalau urusan kue, ia bisa diandalkan.

Younghyun dengan telaten mengikuti arahan Ryeowook untuk menyiapkan bahan untuk kaldu. Sejenak ia lupa dengan cupcake-nya, yang seharusnya sudah ia angkat sejak tadi.

Omo! Cupcake-ku… Chakamman oppa,”

Setengah panik, Younghyun sedikit berlari menuju dapur cake sambil berharap cupcake-nya tidak hangus. Namun paniknya menguap setelah ia lihat cupcake-nya sudah tertata rapi di atas meja marmer, dan Eunyoung yang sedang memasukan beberapa cupcake lagi ke dalam oven.

“Hufff… Gomawo, Young-ah, isshh… babo Younghyun,” rutuk Younghyun yang kemudian mendekat. Eunyoung hanya menggelengkan kepalanya, ia sudah menduga kalau Younghyun sedikit lupa, apalagi dalam keadaan panik seperti ini.

ne, cheonmanayo. Hmm… kurasa kalian butuh bantuan, akan sedikit repot mengurus dapur berdua, Hyunnie, biarkan aku membantu ya?” ucap Eunyoung dengan nada memohon.

Younghyun menghela nafas, memang benar perkataan Eunyoung, tidak mudah mengurus dapur hanya mengandalkan dua orang. Meskipun Ryeowook memang ahli tapi ia tidak dapat membayangkan bagaimana repotnya nanti jika tamu sudah datang.

“Hyunnie, berapa banyak jamur yang kau pakai? Ah, iya, tadi kau mulai menyalakan…. Young-ah?” Ryeowook yang menghampiri dapur cake bermaksud bertanya pada Younghyun, namun namja mungil itu ikut heran melihat Eunyoung. Yeoja itu hanya tersenyum sambil melambaikan tangannya menjawab keterkejutan Ryeowook.

Ishhh,, kenapa semua orang terkejut aku datang sih? Aku kan juga pemilik restoran,” kesal Eunyoung menatap Younghyun dan Ryeowook bergantian.

“Oke, kau bisa membantuku di dapur cake, tidak di dapur utama. Kurasa, aku bisa berkonsentrasi di dua tempat, lagipula sebentar lagi Omma datang membantu. Ah, chakamman, biar aku minta Kyuhyun oppa untuk meletakan kursi yang sedikit nyaman di ruangan ini, agar kalau kau lelah, kau bisa beristirahat sejenak,” Younghyun mengamati sekitar, mencari tempat untuk meletakan kursi.

Younghyun lantas meninggalkan Eunyoung yang sedang sibuk diberi pertanyaan oleh Ryeowook, pertanyaan yang sama dengannya tadi yang belum terjawab. Younghyun sedikit berbinar ketika keluar dari dapur. Ia melihat beberapa dekorasi tambahan di beberapa bagian. Senyumannya mengembang saat terpasang bunga Lily di beberapa sudut ruangan dan pita-pita manis namun tidak terkesan berlebihan.

Omma, cupcakes-nya sudah matang? Mana Omma?” Ucap Jongjin yang kegirangan melihat Younghyun keluar dari dapur. Namja kecil itu sejenak meninggalkan kegiatannya yang semua sedang asik menggambar di salah satu meja.

“Eh, nanti Jin-ah, belum selesai, Youngie Immo sedang menyiapkannya. Appa di mana sayang?” Jongjin menunjuk ke arah pintu, lalu kembali fokus dengan kertas di hadapannya.

Ya! Hae-ya! Lee Donghae, biar aku saja yang membawanya, aisshh, jinja, kali ini saja kau dengarkan…”

Oppa!?!” heran Younghyun saat melihat sosok Donghae yang sedang mengangkat papan tulis kecil di depan pintu.

Namja yang kini terlihat semakin tirus itu hanya menyunggingkan senyum dari bibir tipisnya. Ia teruskan langkahnya membawa papan tulis kecil itu ke luar. Kyuhyun hanya bisa mengacak rambutnya kesal, pasalnya Donghae dari tadi tidak bisa diam. Bukannya Kyuhyun melarang, tapi kondisi Donghae yang belum pulih benar bisa membuat sahabatnya itu drop lagi.

“Selesai! Mudah kan? Dan aku tidak lelah sedikit pun , dokter Cho,” ucap Donghae ringan.

Oppa, siapa yang memperbolehkanmu keluar rumah sakit? Seharusnya kau pulang besok kan? Ckckck… Jangan bilang kau membujuk Appa lagi?” lagi-lagi Donghae hanya memamerkan senyuman lebar sambil mengusap belakang rambutnya.

“Hyunnie, kau ternyata sama cerewet-nya dengan Kyuhyun. Aku sudah lima hari istirahat, kurasa itu waktu yang cukup, dan lagi Eunyoung, aaah,,, aku tidak tega melihat ia murung sejak kemarin. Setidaknya ia ingin membantu sedikit dalam pembukaan restoran ini,” jelas Donghae panjang.

Younghyun pun hanya bisa menghela nafas pasrah, ia sedikit merasa bersalah mendengar sikap Eunyoung. Ia memang sengaja tidak memberitahu Eunyoung lebih detail kapan restoran dibuka, dengan maksud agar yeoja itu cukup berkonsentrasi dengan kehamilannya dan juga kondisi Donghae yang sempat menurun beberapa hari lalu.

“Lalu, mengapa kalian tidak memberi tahu kami? Aku atau Kyuhyun oppa bisa menjemput, tidak nekat berdua saja ke sini. Bagaimana nanti kalau…”

“Mereka datang ke sini bersamaku, Hyunnie,” sela Jaejoong yang tiba-tiba menghampiri Younghyun, Kyuhyun dan Donghae.

“Jae oppa? Bagaimana bisa…”

“Aku memang hari ini ke rumah sakit berniat berpamitan dengan staff rumah sakit, Donghae serta Eunyoung, dan kebetulan juga aku ingin ke sini untuk,…. berpamitan dengan kalian. Besok aku berangkat,”

Mwo?” Kyuhyun, Younghyun dan juga Donghae sontak kaget bersamaan.

“Besok oppa? Tidakkan itu terlalu cepat? Aku pikir paling cepat seminggu lagi, atau kalau bisa sebulan lagi,” protes Younghyun mendengar waktu keberangkatan Jaejoong ke Amerika.

Jaejoong tersenyum menatap pasti ketiga orang di hadapannya bergantian. “Mian…

Younghyun mendesah pasrah, begitu juga Donghae dan Kyuhyun yang nampak sedikit berat menerima keputusan Jaejoong.

Ya! Mengapa kalian malah berkerumun dan berbincang di sini? Pekerjaan kita masih banyak!” seru namja tinggi yang tiba-tiba datang dengan membawa kain lap yang ia kibaskan di antara ketiga orang yang masih berdiri tidak jauh dari pintu masuk

“Hey, Shim Changmin! Ini restoranku, mengapa jadi kau yang banyak memerintah?” Kyuhyun membalas seruan Changmin tidak kalah lantang.

Younghyun berdecak kesal dan menatap Kyuhyun dengan tatapan horror. Bukan kali ini memang Kyuhyun dan Changmin beradu mulut, bahkan setiap bertemu ada saja yang membuat kedua namja itu bertengkar kecil.

“Ah, iya, Oppa, aku perlu satu kursi nyaman untuk Eunyoung. Ia bersikeras membantu di dapur, kurasa Eunyoung sudah ahli membujuk seperti suaminya,”

“Biar aku yang bawa, Kyu,” ucap Donghae cepat sebelum Kyuhyun mengiyakan perintah Younghyun.

Andwae, kau duduk diam di situ bersama Jongjin, atau kau kuantar lagi kembali ke rumah sakit sekarang juga!” ancam Kyuhyun.

Donghae mendengus pasrah, dan menggerutu kecil sambil berjalan menghampiri Jongjin yang sedang konsentrasi menggambar sesuatu di salah satu meja. Younghyun kembali menuju dapur dan diikuti Kyuhyun dengan membawa sebuah sofa kecil nyaman. Sedangkan Changmin dan Jaejoong kembali menata beberapa bangku dan membersihkan kaca bagian depan.

Jongjin mengetuk-ngetukan spidol hitamnya di meja, matanya berputar seakan berpikir keras gambar apa lagi yang ia tuangkan di kertas putih di hadapannya. Donghae yang masih menggerutu, menghempaskan tubuhnya di kursi yang berhadapan dengan namja cilik itu. Ia menillik empat kertas yang penuh gambar sang maestro kecil di hadapannya. Pesawat terbang, mobil, gunung dan…. huruf hangul Jongjin. Donghae berdecak kagum, meskipun tulisan hangul-nya belum sempurna, tapi sangat rapi untuk anak seusianya.

“Waaah,, Jin-ah, kau sudah pandai menulis hangul? Eh, iya, kau sudah harus sekolah Jin-ah,”

“Aha!!!, Chakamman, aku tahu mau gambar apa,” Jongjin sedikit mengacuhkan pertanyaan Donghae lalu mulai mengoreskan garis demi garis pada kertas di hadapannya.

Donghae yang penasaran, hanya memperhatikan gerakan tangan Jongjin yang sudah terlihat mahir menggambarkan idenya. Ikan. Jongjin menggambar dua buah ikan besar dan satu ikan kecil.

“Nemo!” ucapnya riang. Ia ulurkan hasil karyanya pada Donghae dengan bangga.

“Nemo? Hmm… sepertinya ada yang kurang,” Donghae memegang dagunya, memperhatikan seksama hasil karya Jongjin.

“Kurang? Apa yang kurang? Appa Nemo, Omma Nemo, dan Nemo kecil. Samchun, Immo dan Baby, mirip kan?” jemari kecil Jongjin menunjuk satu persatu gambar ‘nemo’ sambil tersenyum geli.

“Tapi…Nemo berwarna oranye, bukan putih, hehehe,” Jongjin menepuk keningnya, dan mencari spidol warna di tasnya.

Namja kecil itu mengeluarkan isi tas-nya ke atas meja, lalu mendengus lesu saat ia tidak menemukan spidol oranye untuk mewarnai nemo. Jongjin mengamati gambarnya seksama, bibirnya sedikit maju menganalisa hasil karyanya dan sejenak kembali lesu melirik ketiga gambarnya yang memang polos tanpa warna.

“Ehm…. aku mengganggu?” suara lembut wanita dewasa menginterupsi dan mengalihkan pandangan Jongjin dari kertas-kertas hasil karyanya. Wanita yang lagi-lagi berpenampilan nyentrik untuk wanita seusianya itu merentangkan kedua tangannya dan tersenyum pada Jongjin dan Donghae.

“Aaaa..Grandma!” Jongjin lantas turun dari kursinya, berlari kecil menghampiri Jihyun, Omma-nya Kyuhyun. Jihyun mengangkat tubuh Jongjin lalu mengacak gemas rambut ikal namja cilik itu.

“Oh, Eommonim, Annyeonghaseyo,” Donghae membungkuk sopan pada Jihyun. Ia dan Kyuuhyun sudah bersahabat lama, maka dari itu Donghae juga biasa menganggap Jihyun sebagai Omma-nya mengingat sejak kulliah Donghae memang tinggal sendiri sedangkan orang tuanya di Jepang.

“Tidak perlu formal seperti itu, Hae. Kau tidak ingin menyambutku lebih hangat, hm?” Donghae tersenyum, ia beri Jihyun pelukan hangat layaknya anak dan ibu.

Grandma, di mana Grandpa? Grandpa janji padaku akan datang dan membawa cokelat yang banyak, oooppps!” ujar Jongjin yang tiba-tiba menutup mulutnya. “Grandma, jangan katakan ini sama Appa, pasti Appa melarangku menghabiskan semuanya,” bisik Jongjin.

Jihyun tertawa kecil lalu menurunkan Jongjin yang menatap heran ekpresi Grandma-nya. “Kau mirip sekali dengan Appa-mu, Jin-ah,” ucap Jihyun mengacak gemas rambut ikal Jongjin. “Hhhhh~ Cho Family… Oke, lanjutkan kegiatanmu sayang, Grandma ingin melihat dan membantu pekerjaan Omma-mu di dapur,”

Jihyun lantas melenggang menuju dapur meninggalkan Donghae dan Jongjin yang kembali duduk. Donghae berdecak heran, sedikit kagum dengan wanita paruh baya itu. Penampilannya masih terlihat muda, bahkan banyak yang mengira Jihyun adalah noona-nya Kyuhyun. Begitu juga Siwon, masih gagah dan tegap walau umurnya tidak muda lagi.

Omo! Wookie, Hyunnie, Young-ah apa yang terjadi?” panik Jihyun yang baru sampai di ambang pintu dapur dan melihat Younghyun dan Ryeowook keluar dari dapur membimbing Eunyoung yang meringis sakit sambil memegangi perutnya.

Younghyun hanya menggeleng, ia panik dan hanya berkonsentrasi agar Eunyoung segera berada di tempat yang nyaman. Pemandangan itu mengejutkan semuanya, Jaejoong yang kebetulan sedang merapikan meja dekat dapur, bergegas menggantikan Younghyun membimbing Eunyoung menuju sofa dekat Baby corner.

Semua panik, Kyuhyun dan Changmin mendekat lalu di susul Donghae dan Jongjin yang memang berada cukup jauh dari dapur. Eunyoung sudah terduduk di sofa dengan Jaejoong di sampingnya, terpaksa, karena lengannya dicengkram kuat oleh yeoja yang masih meringis sakit dari tadi.

“Tolong, berikan ia air hangat,” seru Jaejoong dengan nada panik. Younghyun dengan sigap langsung menuju dapur.

Donghae sedikit tercekat melihat Eunyoung masih kesakitan namun ia lebih tercekat saat melihat Jaejoong yang sungguh khawatir sama seperti dirinya. Dan, posisi Jaejoong yang berada di samping yeoja yang sangat ia cintai itu. Raut wajah Kyuhyun pun sama, ia sedikit tercengang saat Jaejoong menyeka peluh di wajah Eunyoung. Sejenak ia tatap Donghae yang masih berdiri mematung di sampingnya. Bingung.

“Hae, Eunyoung butuh dirimu. Mendekatlah, mungkin ia akan sedikit tenang kalau kau di sampingnya,” ucap Kyuhyun menepuk bahu Donghae. Donghae sedikit tersadar dari lamunan-nya, lalu menghampiri Eunyoung dan Jaejoong yang dari tadi hanya jadi pemandangan baginya.

Donghae mendekat, ikut duduk di samping Eunyoung, lalu merangkulnya dan mengelus lembut perut isterinya itu. Cengkraman Eunyoung perlahan melemah di lengan Jaejoong. Younghyun yang kembali dari dapur mengangsurkan segelas air hangat pada Jaejoong untuk membantu Eunyoung untuk dapat meminumnya. Belum sempat Jaejoong meraih gelas dari tangan Younghyun, Kyuhyun sudah terlebih dulu menyambar gelas itu lalu mengarahkannya pada Donghae.

“Bantu istrimu minum, Hae. Kurasa ia sedikit kelelahan berada di dapur, jadi mungkin Baby sedikit memberontak lagi,” ucap Kyuhyun pada Donghae namun tatapan penuh arti dan dingin ia berikan pada Jaejoong yang masih berada di dekat Eunyoung.

Jaejoong sadar arti tatapan Kyuhyun, ia berdiri perlahan lalu menjauh dari Eunyoung dan lebih memilih berdiri di dekat Changmin. Senyuman kecil ia lukiskan di bibir tipisnya, senyuman yang lagi-lagi menertawakan dirinya.

Hyung,” lirih Changmin. Digenggamnya bahu Jaejoong, ia sangat tahu perasaan sepupunya itu dan ia juga cukup tahu kalau tatapan Kyuhyun menyiratkan tidak suka dengan sepupunya itu. Jejoong hanya tersenyum menatap Changmin dan perlahan menyingkirkan tangan Changmin dari bahunya.

“Sudah lebih baik, Young-ah?” tanya Younghyun. Raut panik dan cemas masih terpancar jelas dari wajah cantiknya.

Eunyoung menggangguk, namun masih berdesis lirih saat ia menyesuaikan posisi duduknya agar sedikit lebih nyaman. Donghae masih setia di sampingnya, merangkul tubuh isterinya memberi tenaga lebih, karena ia tahu pasti rasa sakitnya banyak menguras tenaga Eunyoung.

“Hey! Masih banyak pekerjaan yang belum selesai, bagaimana kalau tamu mulai berdatangan dan kita belum siap, aduuh… sssshh..” Eunyoung yang tadinya ingin menghilangkan kekhawatirkan orang-orang di dekatnya dengan mengingatkan pekerjaan mereka, malah kembali merasakan sakit pada area sekitar perut dan punggungnya.

Baby protes, Omma-nya tidak cocok cerewet seperti itu,” Donghae tersenyum geli mencubit kecil pipi yeoja di sampingnya. Diikuti senyuman bahagia dari semua orang, termasuk Jaejoong, yang memandang sepasang suami isteri yang kemesraannya tidak pernah habis  itu.

Mereka kembali melakukan kegiatan sebelumnya yang sempat tertunda. Kyuhyun, Changmin dan Jaejoong kembali menata beberapa meja sambil bersiap menyambut tamu di depan pintu. Jaejoong melangkah pasti, namun sesekali ia berbalik melihat Donghae yang masih sibuk menenangkan Eunyoung dan senyuman ikhlas tersungging kembali di bibir tipisnya.

Ketiga namja tampan itu sudah larut kembali dengan tugasnya, sedangkan Younghyun dan Ryeowook kembali ke dapur. Jihyun, Jongjin dan Donghae masih berada di dekat Eunyoung, berbincang kecil, mengingat selama ini Jihyun jarang sekali bertemu dengan Donghae dan Eunyoung.

“Young-ah, masih terasa sakit?” tanya Jihyun yang kemudian duduk di hadapan Eunyoung dan Donghae, dikuti Jongjin yang langsung duduk di pangkuan Grandma-nya.

“Oh, sudah tidak begitu, Hyun Ahjumma, eh..” ucap Eunyoung agak sungkan. Pasalnya baru kali ini ia berbicara dengan Jihyun secara personal.

“Hey, cukup panggil aku Omma. Suamimu sudah aku anggap sebagai anakku, kau juga saudara perempuan menantuku, anggap lah aku seperti Omma-mu, ne?

“Mmm, ne, Omma..” Eunyoung tersenyum, sejenak ia ingat yeoja yang terakhir kali ia panggil dengan sebutan itu.  “Aigoo, Oppa, bisa lepas rangkulanmu sebentar, pinggangku sedikit pegal,”

“Eh, kenapa? Aku mengerti, pasti kau kelelahan. Nah, kalau sudah seperti ini, pengalaman mungkin bisa membantu. Hae-ya, bisa kau bergeser sedikit?” pinta Jihyun. Ia segera pindah duduk bersebelahan dengan Eunyoung di sofa double, dan lalu membantu Eunyoung untuk duduk memunggungi dirinya.

Dengan cekatan, Jihyun memberikan pijatan lembut di bagian pinggang Eunyoung. Sedikit relaksasi, karena biasanya ibu hamil sering merasakan sakit pada bagian pinggang akibat menopang bayi di perutnya. Eunyoung sedikit tenang, namun wajahnya menahan haru, semakin rindu dengan Omma-nya. Ia menoleh, dan matanya yang berkaca-kaca bertemu pandang dengan Donghae.

Donghae menggelengkan kepalanya, menatap yeoja-nya dengan senyum. Ia tahu pasti tidak lama kemudian Eunyoung akan menitikan air mata dan mulai mengingat tentang kecelakaan itu. Senyuman manis terukir di bibir Eunyoung setelah isyarat dari Donghae dan ia kembali fokus pada relaksasi yang diberikan Jihyun padanya.

“Hae-ya, seharusnya kau lebih sering melakukan ini. Eunyoung pasti akan merasa lebih nyaman dan jarang merasakan sakit seperti ini. Ah, atau jangan-jangan kalian lebih sering melakukan hal yang lebih dari pada ini?” senyuman jahil diberikan Jihyun pada Donghae. Wanita paruh baya yang masih terlihat cantik itu terkikik geli saat sukses membuat seburat rona merah muncul di pipi Donghae.

Mwo? Tidak , mm… bukan, ah, Eommonim, tidak seperti itu juga,” kikuk Donghae yang merasa tersudut dengan tatapan dan senyuman penuh arti dari Jihyun. Lagi, matanya menatap Eunyoung dan mereka beradu pandang, lalu keduanya tersenyum simpul dengan pipi merona.

“Sudah merasa lebih baik, Young-ah?” tanya Jihyun. Eunyoung mengangguk, membalikan tubuhnya dan kembali bersandar di sofa, mengelus lembut perutnya yang sekitar sebulan lagi mungkin kembali mengecil.

Immo, kapan Baby lahir?” tanya Jongjin yang terlihat sangat ingin tahu. Namja kecil itu bahkan beralih ke pangkuan Jihyun dan penasaran ingin mengelus perut Eunyoung.

“Oh, mmm… tidak lama lagi, sebulan lagi, sayang. Kau tidak sabar bertemu adik barumu ini ya?” Eunyoung meraih tangan kecil Jongjin dan meletakannya dia atas perutnya. Ekspresi takjub tergambar jelas di wajah Jongjin.

Immo, apa Baby bergerak? Aku bisa merasakannya, woooww!!!” Eunyoung terkikik geli, memang bayi dalam perutnya sedikit bergerak tadi sewaktu disentuh Jongjin. “Immo, aku punya nama bagus untuknya,” excited Jongjin. Eunyoung sedikit kaget, bahkan dirinya dan Donghae belum menyiapkan nama untuk calon anak mereka.

“Nemo! Kurasa bagus dan lucu. Aku suka Baby, aku suka Nemo!” seru Jongjin dengan wajah berbinar.

Sontak Donghae, Eunyoung dan Jihyun terkejut sambil menahan tawa. Nemo. Nama seekor ikan, tokoh kartun yang amat digemari Donghae dan Eunyoung dan juga Jongjin tentunya. Namja kecil itu terus protes dan menguatkan pendapatnya, tentunya dengan analisa namja umur 6 tahun. Meskipun Donghae dan Jihyun menjelaskan kalau tidak mungkin Nemo menjadi nama bayi yang akan hadir sebulan lagi. Tawa kecil ketiganya sungguh menarik perhatian, ditambah Jongjin yang meminta dukungan Appa-nya yang penasaran menghampiri meja mereka.

—–^ Togetherness ^—–

Jaejoong berkali-kali menyembulkan kepalanya ke luar pintu Restoran untuk melihat ada atau tidaknya pengunjung yang akan datang ke Restoran tersebut. Lagi-lagi hanya helaan nafas dan gelengan kepala yang ia tampilkan pada tiga namja di belakangnya. Sudah lebih dari dua jam restoran mereka di buka namun belum ada pengunjung yang datang.

Appa! Aku bawa cake dari omma,” Si kecil Jongjin datang membawa satu piring kecil cupcakes dengan topping permen warna-warni di atasnya. “Hyungdeul, kalian mau??” tawar Jongjin pada Donghae, Jaejoong dan Changmin yang berdiri di samping appa-nya.

“Kau saja yang makan, Jin-ah,” Ucap Kyuhyun tanpa menatap pada namja kecil yang tengah berbinar-binar itu. Pandangan Kyuhyun masih terpaku pada jalan yang ramai pejalan kaki, tapi tak ada yang satupun yang melirik tempat berlantai dua miliknya itu.

“Umm waktu aku dulu menggalang dana untuk panti, kami turun ke jalan, menghampiri setiap pejalan kaki yang melewati kami dan menyebarkan brosur, lalu menyodorkan satu kotak besar untuk dana sumbangan,” Jongjin memakan cakes pertama sambil bercerita tentang pengalamannya di panti dulu. “Apakah itu bisa kita lakukan untuk restoran kita, appa?”

Jaejoong segera mendekati Jongjin, berlutut di depan namja kecil itu seraya menyunggungkin senyum. Ia cubit kedua pipi tembam Jongjin. “Kau sungguh pintar, Jin-ah! Aku punya ide, kita keluar semua ke jalan untuk promosi,”

ANDWAE!! DENGAN CELEMEK SEPERTI INI??” Kyuhyun, Donghae dan Changmin serempak protes. Mereka menatap horror  warna celemek yang kini mereka kenakan, yakni berwarna Pink.

Jaejoong dan Jongjin tertawa geli melihat kekompakkan yang di perlihatkan tiga namja di depannya. “Memang kenapa kalau Pink? Toh celemek ini celemek untuk pekerja di sini bukan,” Jaejoong menepuk-nepuk pelan perutnya yang tertutup celemek, dengan bangga. “Karena kita tidak punya brosur, Ah Jin-ah, kau bilang sama Omma, hyung minta cakes yang cukup banyak untuk tester, kau mengerti Jin-ah?”

Oke, hyung!” tanpa aba-aba lagi, Jongjin segera melesat menuju omma-nya sambil berlari.

“Ayo, kita keluar!” Jaejoong menggiring ketiga namja yang lebih muda darinya untuk keluar Restoran, hari itu cuaca cukup bersahabat, tidak terik maupun mendung. Walau ketiga namja itu masih menggerutu karena celemek pink yang mereka kenakan, mereka tetap melakukan promosi.

Donghae dan Jongjin bertugas menjaga di depan pintu masuk, karena Kyuhyun melarangnya untuk ikut turun ke jalan. Dua namja yang sama-sama berwajah manis itu bersenda gurau di sela-sela kegitan promosinya. Jongjin berteriak lantang untuk menarik perhatian pelanggan, Donghae tersenyum bangga, bahkan ia mengacungkan kedua ibu jarinya untuk kegigihan Jongjin.

Seorang yeoja kira-kira berumur separuh baya datang dengan menggandeng tangan mungil putrinya. Ibu dan anak itu menghampiri Donghae dan Jongjin yang masih berteriak mencari perhatian. Donghae yang tahu lebih dahulu, memanggil Jongjin yang saat itu belum menyadarinya.

Oppa!” Yeoja kecil yang di gandeng ibunya itu memekik kaget melihat Jongjin berdiri di hadapannya.

“Seungbin-ah, kita bertemu lagi,” Jongjin tersenyum senang melihat gadis kecil yang pernah ia tolong di taman bermain beberapa waktu lalu. “Kau sudah menghabiskan permen yang ku beri, Seungbin-ah?”

“Tidak oppa, aku hanya memakannya satu buah setiap harinya, seperti yang oppa bilang,” Yeoja kecil itu merunduk, merogoh tas selempang yang ia kenakan. “Lihat oppa, permen yang kau berikan masih banyak, aku takut permen ini habis sebelum aku bertemu denganmu lagi,” Seungbin memperlihatkan tas keranjang kecil yang masih berisi banyak permen.

“Bagus, ini oppa kasih cupcakes buatan omma, rasanya enak deh!” Jongjin memberikan satu cupcakes berwarna pink untuk Seungbin.

“Ah, kau namja yang di taman itu, Omma-mu di mana? Ajhumma ingin bertemu,” Park Seulgi, Omma Seungbin mengusap kepala Jongjin lembut. “Seungbin-ah kau belum bilang terima kasih pada oppa, sayang,”

“Gomawo, oppa,” Ucap Seungbin yang sudah menggit cupcakes yang di berikan Jongjin. “Ini enak sekali, oppa!”

“Kalau begitu silahkan masuk.. Younghyun ada di dalam,” ramah Donghae, namja itu ikut masuk kedalam mengantar Seungbin dan omma-nya ke salah satu meja. Dan Jongjin-pun berlari menuju dapur sambil memanggil-manggil omma-nya.

Annyeonghaseyo, Seulgi-ssi…” Younghyun datang. Yeoja yang mengenakan celemek yang sama dengan para namja itu membungkuk sopan di depan Seulgi walau tangannya masih di pegang erat oleh Jongjin. “Seungbin-ah, masih ingat ajhuma??” Tanya Younghyun pada Seungbin yang masih menikmati cakes-nya.

Younghyun dan Jongjin duduk di bangku sebrang di mana Seulgi dan Seungbin duduk. Kedua yeoja dewasa itu terlibat percakapan kecil, sementara Jongjin dan Seungbin asik berceloteh dengan pembahasannya mereka sendiri.

“Kau pelanggan pertama yang datang, Seulgi-ssi,” Seulgi tampak terkejut mendengarnya. Suatu kebetulan atau memang sudah menjadi takdir kalau mereka di pertemukan kembali.

“Benarkah?? Kami membuka toko bunga yang letaknya hanya melewati dua blok dari sini, Younghyun-ssi.. kami juga tidak sengaja datang kalau saja cupcakes buatan restoran ini yang menarik perhatian Seungbin dan memintaku untuk membeli beberapa buah,” Seulgi tersenyum manis melihat puteri-nya yang memang sangat menyukai makanan manis.

“Ya ampun! Ini kebetulan yang tidak di duga-duga… Seungbin-ah, kau mirip sekali dengan Jongjin oppa, suka makanan manis,” Younghyun mengusap kepala Jongjin dengan sayang. Jongjin membalas perlakuan Younghyun dengan menyenderkan kepalanya manja.

“Ung?” Seungbin berkedip-kedip lucu menatap Younghyun. Ia tidak mendengar keseluruhan kalimat Younghyun karena pikirannya sedang tertuju pada cakes di tangannya.

“Ahaha aigoo kau ini manis sekali, Seungbin-ah,” Geli Younghyun seraya membawa tubuh Jongjin dalam rengkuhannya.

Mianhae Younghyun-ssi, kami harus segera membuka toko, nanti kalo ada waktu senggang kami mampir lagi ke sini… Oh iya aku pesan satu kotak cupcakes lagi, Seungbin sepertinya suka sekali. Ini buatanmu kah?” Seulgi bersiap untuk pamit, ia memang tidak bisa berlama-lama, takut nanti ada pelanggan yang sudah datang tapi tokonya belum buka.

“Iya, untuk cupcakes aku yang membuatnya, Ah tunggu sebentar, aku akan ambilkan,” Younghyun beranjak masuk ke dalam dan kembali dalam waktu yang bisa di bilang singkat.

“Berapa semuanya, Jongjin-omma?”  Tanya Seulgi.

“Ah tidak usah, ini untuk Seungbin, sebagai pelanggan manis pertama Restoran ini,” Younghyun menyerahkan satu kotak yang berisikan cupcakes dan di lapisi dengan plastic berlabelkan nama Restorannya.

“Jangan Younghyun-ssi, waktu itu aku sudah berhutang padamu dan Jongjin,”

Gwaenchana, mian aku tidak bisa mengantar ke depan, dapur masih berantakan… Gomawo atas kunjungannya.. Jin-ah antar Seungbin dan Seulgi ajhuma kedepan ya, sayang,” Younghyun kembali ke dapur saat Seulgi dan Seungbin keluar Restoran.

Kyuhyun, Changmin dan Jaejoong masih sibuk mempromosikan Restoran dengan memberikan tester cupcakes yang mereka bawa. Tampak beberap pejalan kaki yang lewat mulai tertarik dan satu persatu mereka masuk ke dalam Restoran. Satu jam berlalu dan kini Restoran mulai ramai. Hanya Kyuhyun dan Jongjin yang masih bertahan di depan, sedangkan Jaejoong, Changmin dan Donghae lebih memlilih membantu di dalam mengingat mereka belum mempunyai pelayan.

Grandpa!” Jongjin berteriak senang melihat Siwon baru saja datang bersama seorang yeoja yang cukup cantik dengan tas jinjing di lengan kanannya.

My Grandchild, apa kabar sayang?” Siwon mengangkat Jongjin kedalam gendongannya. Ia kecup pipi Jongjin yang tembam seperti bakpau.

“Aku baik-baik saja, grandpa! Omma hari ini buat cakes baaaaanyak sekali,” Riang Jongjin. Ia merentangkan tangannya menandakan banyaknya cakes yang di buat omma-nya.

“Benarkah??” Siwon menampilkan wajah terkejutnya. Jongjin mengangguk-angguk pasti. “kalau begitu nanti grandpa mau minta, boleh?” Jongjin mengangguk lagi, cengiran lebar terpatri di bibirnya. “Ah kau antar, Haesi noona ke dalam ya sayang, grandpa ada perlu sama appa Jongjin,” Siwon menurunkan Jongjin.

Yeoja cantik bernama Kim Haesi itu pun tersenyum ramah pada Jongjin dan membungkuk sopan pada semua orang yang ada.

“Siap! Ayo noona kita ambil cakes,” Ajak Jongjin senang, ia gandeng tangan Haesi ke dalam. Kyuhyun tertawa geli melihat Jongjin yang hanya memikirkan cakes saja dari tadi.

Saat Jongjin dan Haesi masuk, Kyuhyun mengajak Siwon untuk duduk di sofa yang berada tak jauh dari pintu masuk. Raut Siwon tampak serius, di tambah sebuah amplop yang ia bawa di tangannya. Kyuhyun yang melihat itu sedikit bertanya-tanya ada apa appa-nya ini mau berbicara berdua saja dengannya.

Yeoja yang datang bersama appa tadi, apakah ia yang akan menjabat sebagai kepala department kejiwaan? Dan namanya, Haesi?” Tanya Kyuhyun penuh selidik, memandang tak suka pada appa-nya yang hanya mengangguk. “Huh, semoga ia tak seperti yang aku bayangkan,” Kyuhyun menggelengkan kepalanya.

“Memang kenapa?” Tanya Siwon juga, ia bingung melihat respon putera-nya yang baru pertama kali bertemu dengan Haesi, dokter kejiwaan baru yang di persiapkan Siwon.

“Tidak! Oh ya apa yang ingin appa bicarakan? Apa ini?” Kyuhyun mengambil amplop coklat yang di ulurkan Siwon. Matanya terbelalak kaget melihat nama Lee Donghae tertera di bagian depan amplop itu. Segera ia buka dan membaca hasil laporannya.

“Donghae harus rawat inap mulai dari sekarang, Kyu.. kita harus merawatnya secara intensif, kanker-nya sudah tidak bisa di tolerir lagi… chemo yang ia terima hanya memperhambat penyebaran sel kanker, tidak bisa menyembuhkannya secara total..”

“Dan sel itu sekarang kembali lagi, appa? Oh Tuhan! Aku tidak bisa menerima ini… appa kau bisa lihat Donghae sekarang,” Kyuhyun menunjuk Donghae yang tengah tersenyum mengantar dua kopi pesanan pengunjung. Kyuhyun masih bisa melihat Donghae baik-baik saja, bahkan terlihat sangat sehat hari ini.

“Ya sel kanker-nya datang kembali, sekarang sudah dalam status lanjut, dan juga menyerang organ vital lainnya, Kyu… ini biasa di alami oleh penderi..”

“Tidak, appa! Tidak untuk Donghae, sahabatku… ia baru saja mendapat kebahagiaan dan ia sedang menanti kelahiran baby-nya,” Kyuhyun meracau. Ia remas hasil pemeriksaan Donghae. Siwon menghela nafas melihat Kyuhyun yang frustasi, ia genggam tangan Kyuhyun yang gemetar memegang amplop itu. “Appa,”

Appa mengerti, nak… kau harus kuat untuk yang lain, appa yakin kau bisa… kau sudah sering menghadapi situasi seperti ini,” Siwon menepuk pelan punggung Kyuhyun. Sebagai seorang appa, ia bisa merasakan kesedihan putera pertamanya itu yang sudah bersahabat lama dengan Donghae.

“Tapi tidak untuk saat ini,” Dengus Kyuhyun. Ia beranjak berdiri meninggalkan Siwon yang masih duduk di depan pintu masuk. Siwon memasukan hasil pemeriksaan Donghae yang di tinggal Kyuhyun kedalam tas kerjanya dan masuk kedalam.

Suasana dalam restoran cukup ramai. Jaejoong dan Changmin sudah selesai mengantar pesanan tamu dan mereka kini duduk di dekat pintu masuk dapur bersama Haesi yang duduk di situ. Terlihat Younghyun juga tampak ikut mengobrol bersama mereka. Donghae datang dari arah dapur membawa dua lemon tea di tangannya.

“Lee Donghae, sudah berapa kali aku bilang, kau tidak usah ikut membantu,” Kyuhyun dengan nada dingin sedikit membentak Donghae yang tidak mengerti menapa Kyuhyun tiba-tiba seperti itu. “Ini pesanan meja nomor berapa,” Nampan yang ada di tangan Donghae segera di ambil alih oleh Kyuhyun.

“Meja nomor dua,” Jawab Donghae singkat.

“Kau tunggu di sana, duduk dan istirahatlah! Biar aku yang mengantarnya,” Ucap Kyuhyun, kini suaranya tampak semakin dingin.

“Kyu kau kenapa?” Belum sempat Donghae mendengar jawaban dari Kyuhyun, Kyuhyun sudah pergi meninggalkannya.

Tak mau memikirkan Kyuhyun yang tiba-tiba bersikap aneh padanya, Donghae duduk bersama Jaejoong dan Younghyun untuk berkenalan dengan dokter baru yang akan menggantikan posisinya di rumah sakit. Sedih rasanya, kalau membayangkan kursi kerjanya yang baru dua tahun ia duduki kini akan segera berpindah tuan.

Donghae merebahkan punggungnya, rautnya tampak lelah dan lagi kondisinya yang memang belum stabil. Ia usap perutnya yang mulai terasa nyeri, hari ini ia sudah menerima serangan sakit itu beberapa kali, tapi ia tetap menutupinya dari semua orang di dekatnya, karena ia tak mau membuat mereka semua khawatir.

Pembincangan makin akrab menjelang sore, sudah tak ada lagi pengunjung yang datang dan Haesi sudah pamit pulang terlebih dahulu bersama Siwon, Jihyun, begitu juga dengan Teuki dan Ryeowook. Eunyoung dan Younghyun memutuskan untuk menutup Restoran lebih awal karena bahan menu mereka juga sudah habis, Ryeowook memang hanya menyediakan sedikit bahan untuk hari itu.

Chukkae! Hari ini penjualan laku keras,” Jaejoong yang mengucap pertama, berdiri sambil bertepuk tangan. “Hasil kerja keras Eunyoung dan Eunyoung berhasil manis,”

“Ah tidak juga, oppa.. kalau tidak ada bantuan dari kalian yang bertugas di area depan mungkin tak akan ada pengunjung yang datang,” Eunyoung menyanggah ucapan Jaejoong. Ia alihkan pandangannya dari Jaejoong ke Donghae yang tampak tenang sejak tadi. Eunyoung mulai khawatir, saat di lihatnya Donghae duduk dengan gelisah dan banyak minum sejak tadi.

“Benar kata Eunyoung, ini usaha kalian semua… bahkan aku dengar tadi ada yang tidak terima keluar menggunakan celemek pink kebanggan restoran ini,” Younghyun melirik Kyuhyun menyindir.

“Ini pasti anak appa yang melapor pada omma-nya,” Kyuhyun memicingkan matanya pada Jongjin.

“Ampun appa, aku tidak sengaja,” Ucap Jongjin takut-takut, bersembunyi di balik Younghyun, mencari perlindungan.

Semua tertawa melihat Kyuhyun yang mulai mengejar Jongjin. Dua namja itu berlari mengelilingi ruangan Restoran yang cukup luas itu. Sementara Kyuhyun dan Jongjin saling kejar-kejaran, Eunyoung semakin di buat khawatir oleh Donghae. Namja yang duduk tepat di sampingnya itu mulai memucat dan tanganya terlihat gemetar saat ia memegang gelas minumnya.

Oppa, kau tidak apa-apa??” Tanya Eunyoung. Donghae menggeleng memberitahu kalau ia tidak apa-apa. “Jangan bohong padaku, oppa.. aku tahu gerak-gerikmu sedari tadi..” Donghae hanya diam saja, tangannya mulai memegang perutnya dan mencengkeramnya erat.

“Akkkh!” Pekiknya, ia sudah tidak tahan untuk tidak mengerang menahan rasa sakit yang sejak tadi ia tahan. Semua mata kini tertuju padanya, bahkan Kyuhyun segera mendekat tak lagi mengejar Jongjin. Eunyoung mulai menangis melihat Donghae mulai menggeliat memegang perutnya.

“Kau sudah meminum obatmu, oppa?” tanya Younghyun berusaha tenang di depan Eunyoung.

Donghae mengangguk, peluh membanjiri wajahnya dan ia menggigit bibir bawahnya keras-keras. “Akkhh! Sakiit…” Erang Donghae lagi. “Jagiya,” Donghae memejamkan matanya, dan tubunya terkulai di samping Eunyoung.

“Kita ke rumah sakit!” Ucap Jaejoong. Kyuhyun segera menggendong Donghae di punggungnya. Semua panik dan segera mengikuti Kyuhyun yang menggendong tubuh Donghae.

Mobil Jaejoong yang terparkir paling dekat segera ia un-lock, Kyuhyun merebahkan tubuh Donghae di bangku penumpang dan ia pun ikut masuk kedalamnya sementara Jaejoong juga sudah bersiap di bangku kemudi.

Changmin yang berada di belakang tahu apa yang harus ia lakukan di saat genting seperti ini. Younghyun menuntun Eunyoung untuk memasuki mobil Changmin, yeoja itu hanya bisa menangis sampai mereka masuk ke dalam mobil. Changmin menggendong Jongjin dan medudukannya di samping kemudi, memakaikan safetybelt dan ia sendiri segera masuk kedalam kursi kemudi.

Suara tangis Eunyoung terdengar semakin pilu, yeoja yang tengah hamil besar itu terlihat sangat shock melihat suaminya kembali tak sadarkan diri. Younghyun merengkuhnya memberi kekuatan. Mobil mereka segera melesat mengikuti mobil di depannya yang membawa Donghae menuju rumah sakit.

—–^ Togetherness ^—–

Hangatnya sinar matahari yang menyusup masuk ke ruang perawatan Donghae menambah suasana hangat sepasang suami isteri itu. Seperti biasa, keduanya larut dengan kegiatan pagi di atas tempat tidur pasien. Eunyoung yang semalam kalut dengan collapse-nya Donghae yang tiba-tiba akhirnya bisa bernafas lega juga.

Pagi ini kesehatan Donghae mulai stabil, namja pecinta nemo itu seperti biasa sudah kembali ceria. Ia bahkan sudah mulai menggoda Eunyoung, membuat isterinya itu merona merah.

Aigooo jagi-ku ini kenapa cantik sekali pagi ini?, rasa-rasanya aku tak pernah melihat isteriku cantik seperti ini,” Eunyoung memajukan bibirnya tak terima. Ia tahu Donghae menggoda-nya, penampilan Eunyoung pagi itu jauh dari kata cantik. Mata sembab, suara parau dan wajah yang sedikit pucat karena semalam tidurnya tidak tenang.

“Hei, kau mencoba menggodaku, hm? Bibirmu…” Donghae tersenyum jahil, merangkul yeoja itu dengan lembut perlahan mendekatkan wajahnya hendak mengecup bibir ranum Eunyoung.

Eunyoung memejamkan matanya, teringat dulu first kiss mereka di taman hiburan. Dan perasaan yang sama muncul, gugup namun Donghae mampu membuatnya nyaman.

Cup~

Mata Eunyoung membulat, sebuah kecupan lembut justru mendarat di pipinya. Donghae tertawa geli, melihat ekspresi isterinya yang heran, kaget dan sedikit kecewa.

“Jangan bilang kau ingin kucium di sini, Jagi” ujar Donghae terkikik geli, menyentuh bibir bawah Eunyoung dengan lembut.

“Aaaaaaa, oppa, mengapa kau tidak bisa se-romantis Donghae oppa… hmmmpt….,”.

Suara yeoja yang cukup melengking itu sukses membuat Donghae dan Eunyoung menoleh. Younghyun, si yeoja itu menhentak-hentakan kakinya dan meronta untuk di lepaskan karena mulutnya di bekap paksa oleh Kyuhyun.

“Bisa diam tidak kau, Jagi,” desis Kyuhyun pelan menatap tak suka Younghyun.

“Ehem,” Donghae sengaja berdehem. Matanya dengan jahil melirik pasangan ‘ajaib’ yang berada di ambang pintu seraya tersenyum geli. Eunyoung-pun tak kalah geli dari Donghae, ia tertawa kecil. Sebuah tontonan yang lucu di pagi hari, pikirnya.

Mendengar suara tawa kecil, sontak pasangan Hyun itu menoleh. Merasa sudah jadi bahan tontonan, mereka-pun memasang cengiran lebar, kaku, sekaligus gugup. Dengan sikap yang masih kikuk dan malu Kyuhyun melepas tangannya dari mulut Younghyun. Sedangkan Younghyun, ia menutupi rasa malunya dengan memberekan tampilannya.

“Bagaimana keadaanmu, Hae?” Kyuhyun segera menanyakan keadaan Donghae, sesaat setelah ia bisa mengontrol sikapnya. Di ikuti Younghyun di belakangnya yang langsung mendekat pada Eunyoung yang tengah duduk di samping ranjang Donghae.

“Seperti yang kau lihat, dokter Cho, aku sehat!” Donghae kembali pada gayanya yang lama. Selalu berusaha membuat orang di sekitarnya agar tak mengkhawatirkannya.

Kyuhyun melipat sebelah tangannya di depan dada dan memegang dagunya, mengangguk-angguk mengerti. “Aku tahu Hae, kau akan menjawab seperti itu,” dingin Kyuhyun.

“Nah itu kau tahu, Kyu… Kenapa kau masih bertanya?” Sindir Donghae sambil menampilkan smirk-nya yang masih kalah jauh di banding Kyuhyun.

“Hanya memastikan,” Ucap Kyuhyun sambil membalas smirk Donghae.

Younghyun dan Eunyoung saling berpandangan satu sama lain. Tak lama mereka berdua tertawa bersama, seakan-akan apa yang di pikirkan mereka sama. Donghae dan Kyuhyun memandang heran isteri mereka.

“Kalian seperti anjing dan kucing saja, tidak pernah berubah,” dua yeoja itu berucap bersama.

“Eh??” Double Young itu kembali kaget bersama.

Semua tergelak dalam tawa, pagi itu di penuhi oleh tawa dari dua couple yang saling kompak satu sama lain itu. Sejenak mereka lupa dengan apa yang baru saja terjadi, mereka membaur dan mengisi pagi itu dengan tawa.

Pagi itu, Younghyun dan Kyuhyun sengaja datang membawa sarapan untuk Eunyoung, karena kalau tidak, Eunyoung akan lupa makan sampai malam, apalagi kondisi Donghae cukup menyita banyak pikiran dan perasaan Eunyoung. Beberapa sandwich tertata rapi di kotak makan cukup besar, porsi yang cukup untuk bertiga, Kyuhyun, Younghyun dan Eunyoung. Sedangkan termos khusus, berisi bubur labu buatan Ryeowook untuk Donghae, setelah sebelumnya berkonsultasi dengan Kyuhyun agar makanan itu bisa dimakan oleh Donghae.

“Kalian curang, tidak bolehkan aku sarapan dengan sandwich yang sama seperti kalian?” Donghae mendengus kesal melihat ayam katsu di selipan roti sandwich yang cukup menggugah seleranya.

“Biar aku temani kau menghabiskan bubur itu, Oppa,” tawar Eunyoung. Ia tuang bubur di dua mangkuk kecil, lalu menyantapnya, berharap Donghae dapat menghabiskan makanannya.

Obrolan keempat sahabat itu cukup hangat. Donghae tersenyum bahagia melihat orang-orang yang berharga dalam hidupnya selain orang tuanya dan Sungmin tentunya. Ia teringat, sudah lama sekali mereka tidak berbincang sambil menyantap makanan seperti ini dengan suasana rumah sakit, namun kali ini bukan di kafeteria melainkan di ruang pasien. Senyum getir terlihat di bibir Donghae, saat mengingat kondisinya, namun cepat berganti karena senyuman hangat yang ditunjukan oleh ketiga orang di dekatnya.

“Jaejoong hyung, sudah berangkat, Kyu? Ah, aku lupa mengatakan terima kasih,”

Ne, sudah. Tadi pagi, sebelum pesawatnya boarding, Jae hyung menelfonku, dan menyampaikan salam untukmu dan Eunyoung,” jawab Kyuhyun.

Donghae mengangguk, ia menghela nafas penuh sesal karena Jaejoong sudah banyak membantunya selama menetap di sini dan ia belum sempat mengucapkan selamat jalan atau bahkan memberinya sesuatu untuk mengucapkan rasa terima kasihnya.

“Jaejoong oppa, sangat baik. Ia sangat mirip Yoonsung oppa,” lirih Eunyoung. Sejak kemarin , ia banyak mengingat tentang keluarganya, apalagi suasana restoran kemarin sangat penuh kehangatan, bahkan ia menemukan sosok omma pada Jihyun.

Donghae menangkap apa yang sedang dipikiran Eunyoung, ia pun merasa sejak kemarin yeojanya itu banyak tersenyum haru, kecuali di akhir, saat ia kembali rapuh dengan sakitnya. Donghae merangkul Eunyoung, menguatkan seraya meminta maaf karena lagi-lagi ia membuat isterinya khawatir dan sedih.

“Ah matta, aku ingin mengajak Eunyoung makan malam, kalau bisa malam ini… Karena menurut ramalan cuaca, malam ini cuaca akan cerah, dan bulan pasti bersinar terang.” Donghae menerawang langit membayangkan suasana makan malam yang sangat romantis. Makan malam yang dirancang dengan suasana taman dengan semilir angin dari pepohonan dan harum bunga yang siap bermekaran di esok pagi.

Kyuhyun menggeleng tanda tak setuju dengan usul Donghae. Seketika senyum yang sedang terukir di bibir Donghae lenyap, seiring dengan gelengan yang makin intens dari Kyuhyun, walau ia sudah mengeluarkan tatapan memohonnya, namun Kyuhyun tetap dalam pendiriannya.

“Kyuhyun Oppa,” Younghyun berseru lirih, hatinya terasa pilu melihat kedalam mata Donghae yang kian lama kian menghitam dan tampak mencekung.

“Ayolah, Kyu!” Donghae kembali mencoba peruntungannya pada Kyuhyun. Suasana menjadi hening, Eunyoung berusaha tersenyum pada Donghae, mengisyaratkan untuk tidak memint apapun untuk saat ini.

“Tidak, keputusanku sudah mutlak, Hae! aku tidak akan membiarkanmu berada di luar tanpa pengawasanku,” Donghae menundukan kepalanya, ia tahu, ia kalah. Kalah sebelum mencobanya.

 

To Be Continue…

 

Direncanakan FF ini kemungkinan akan selesai dalam beberapa chapter lagi, dan jangan kaget kalau suatu saat di chapter2 selanjutnya, (entah chapter berapa), akan (kembali) berlakukan proteksi, Maaf bukan karena sombong, atau apa, tapi karena alasan tertentu. Mohon dimengerti…. Silahkan di komentari, apapun, Kamsahamnida ^^

136 Comments (+add yours?)

  1. mutia
    May 31, 2012 @ 16:42:40

    hmm,,bca’y udh drii kmrin tpii bru skrg komen’y mian,,soal’y sbuk ngrus bazar d sklah…hhe
    akhr’y itu jongjin dpt izin jga drii siwon apa..hhii
    hae knpa mkin parah,,smoga ada k ajaiban ya biar smbuh…

    Reply

    • littleyounghae
      Jun 01, 2012 @ 09:43:34

      Gwaenchana , ada yg baca aja udh bersyukur ^^, apalagi komen^^

      Jeongmal Gomawo, udh mau baca dan komentar di OLS, semoga chapter2 selanjutnya smpai ending tidak mengecewakan dan membosankan ^^

      me n missdorky

      Reply

  2. Ipsso
    May 31, 2012 @ 17:54:46

    Huft…
    Akhirnya udah part terakhir?
    Kira2 endingnya gmana ya?
    Capek dr part 10 sampek part 16..
    Seru ceritanya..
    Thanks🙂

    Reply

    • littleyounghae
      Jun 01, 2012 @ 09:45:32

      Akhirnya ^^, Chukae udh smpe part 16,,
      Jeongmal Gomawo udh baca dan komentar di OLS^^
      ending? sebentar lagi terjawab kok🙂
      Terima kasih udh suka, semoga chapter selanjutnya tidak mengecewakan dan tidak membosankan^^

      me n missdorky

      Reply

  3. _chaeRim
    Jun 01, 2012 @ 08:57:44

    agak sedikit boring ya thor..
    *garuk2 kepala*
    eemm mianhaaee..
    krn jd agak boring,ak bcnya skip2.. ga bc full..
    mianhaaeee jongmalmianhaeee !! *peluk kaki author*><

    dprotec? ga mslh thor..
    :3 apapun deh.. tetep setia nangkring sini dah ah..
    *emank monyet nangkring* :p
    hwaiting nulisnya ya thoorr !!
    *lempar kyu n junsu,save jae joong*
    thor thor..
    jae joong ma aku aja lah yaakk!
    kesian dy sndirian.. :3*peluk erat jaejoong*

    Reply

    • littleyounghae
      Jun 01, 2012 @ 11:02:18

      thank you masih mau baca dan komentar di FF yg membosankan seperti ini…

      dari awal kita udh bilang ff ini simple, datar dan membosankan beda sm karya author lain yg karya nya selalu daebak,
      maklum dua admin di sini ga bisa nulis, masih amatir jadi ga pernah bikin ff yg bagus, jadi thank you udh mengingatkan,,,
      bisa kamu kasih saran supaya tulisan kita ga boring?

      oke apapun komentarnya, terserah pembaca, karena kita ga akan ada kalau ga ada pembaca,
      sekali lagi terima kasih,

      Reply

  4. DEA
    Jun 02, 2012 @ 14:55:26

    huaaaaaah udah publish >,< aduh aku pengen dong jadi eunyong😛 kekeke~
    udah gak sabar nih endingnya kaya gimana tapi pengennya gak cepet cepet selesai huaaah gimana dong? hahaha

    Reply

    • littleyounghae
      Jun 03, 2012 @ 21:29:54

      huwaaa.. dea , thank you masih mau baca dan komentar ^^

      heuu.. aku pun mau jadi eunyoung, kkkkk~
      endingnya, tunggu beberapa part ke depan, pasti terjawab penasarannya, eh, tp ga pengen cepet2 selesai o.O? never ending story dong?? ya anggaplah dua couple ini lagi main drama, semoga ada storyline berikutnya ^^

      sekali lagi thank you ^^

      me n missdorky

      Reply

  5. JiYa
    Jun 03, 2012 @ 01:07:02

    Aduh tertipu nih sm ulahnya omma Kyu, padahal kan april move udah lewat y? Xixi. Evilnya Kyu turunan dr omma nya ternyata, hehe. Alhamdulillah 1 masalah selesai, Jongjin resmi jg d angkat anak sm kel Cho, begitu pun sm Sena #kasih sun jauh buat appa Siwon *d plototin GD*

    bye bye Jeje, sempet parno Hae bakal naruh rasa curiga gara2 Jeje begitu mengkhawatirkan Eunyoung, udah ga usah d perpanjang, tutup kasus y #ketok palu (geje).

    Tinggal bbrp chap toh? Huah bgmn endingnya nih, gimana nasib Hae? Happy atau sad kah? Atau Jeje akan hadir kembali (msh aja ngeyel, xixi) tp Eunyoung kan cm nganggap oppa pengganti kakaknya. Berharap semua couple berakhir dgn bahagia.

    Kesan2: OLS ini serial ff pertama yg aku suka n slalu ku nanti2 kelanjutannya (walau jujur, aku pasti slalu ketinggalan ngikutin tiap chapter nya, hehe).
    Bahkan Missdorky^^ n Littleyounghae^^ jd duet maut authors favoritku *beneran lho*
    Kalian boleh ngaku sbg penulis amatir, tp bagiku hasil karya kedua adik ku ini (hah ngaku2, haha #plak) udah cukup PROFESIONAL.

    Setiap part yg kalian suguhkan bener2 membuat para pembacanya merasakan tawa, haru biru, lucu bahkan konyol sekalipun. Bener2 kisah yg natural, tdk mengada ngada, mirip dgn kehidupan kita sehari hari.

    Hwaiting n fighting untuk chap2 selanjutnya.

    _salam super from JiYa_
    #bergaya bak pak Mario Teguh.

    >> tambahan:
    -ngiler liat cake nya, bagi dong jongjin^^
    -suka dgn selipan quote2 d tiap awal chap, bisaaaaaa aja nemu quote yg pas buat menggambarkan inti dr tiap chap nya, kerennnn.

    Reply

    • missdorky
      Jun 03, 2012 @ 21:30:18

      Jiyaaa Onnieee… Welcome to Our Blog🙂 huhu akhirnya dapet pencerahan kemarin bisa ketemu Onnie di blog sebelah #Finding Onnie *di jitak* ^^ Kita balesnya rapelan dari Chap sebelumnya di sini aja ya Onn.

      Ommanya Kyu kn baik Onn, kaya menantunya hehe. Iya alhamdulilah satu masalah kelar untuk keluarga Cho. Akhirnya impian Younghyun yg pengen punya anak tercapai sudah dan Sena juga sekarang punya keluaga. Seperti subtitle-nya Onn, Togetherness semua mendapat kebahagian, walau di akhir kembali menangkap kesedihan yg datang dari sakitnya Hae lagi.😦

      Hiyaa Onnie kayanya ketar ketir bgt sama Jeje ya? tenang Jeje ga akan gigit Eunyoung kok hehe. Chara Jeje di sini mang bikin tegang. Donghae kayanya harus lebih kudu harus lebih *ribet* waspada sama auranya Jeje yg memikat itu kkkk. Aku ketawa pas Onnie bilang tatapan Jeje ke Eunyoung ‘Aku padamu’ haha Onnie bisa aja deh. Ampuun Jeje nih ya, kenapa ga kaya Changmin yg udah tutup kasus dari beberapa chap lalu.😀

      Hmm kalo ga meleset sekitar 3-4 chap lagi Onn. Amiin semoga mereka bahagia dan mendapat yang terbaik dari yang terbaik🙂

      Hiyaaa gomawo Onn buat kesan-kesannya. Gapapa Onn kata pepatah mah, lebih baik terlambat dari pada ga sama sekali. Semoga Onnie ga bosen mpe akhir cerita, karena ide cerita ini simple n sederhana bgt malah. Huhu kita terharu *beneran* gomawo Onn, tapi kita masih perlu banyak belajar dan belum pantas menyandang itu. Ini FF pertama kita yg long chapter loh, dan awalnya cuma coba-coba untuk berkolaborasi. Ga nyangka udah sejauh ini, dan kadang suka bingung sama tulisan kita terasa menyatu walau di ketik di dua tempat berbeda dan orang yg berbeda pula. Kita bisa menutupi kekurangan satu sama lain. Pengalaman yg sangat berharga intinya Onn hehe #Jadi curhat😀

      Sip Fitghting, sekali lagi Gomawo Onn, masih mau baca OLS dan berkomentar🙂
      Noona mau?? ini aku kasih satu kotak besaaaaaaaaar spesial buat Noona. Jangan bosen mampir di Restoran aku ya, Noona ^^ Hihi itu kita tanya sama mbah google Onn dan cari yg sesuai sama inti dari setiap Chapnya😀

      Me n Littleyounghae

      Reply

    • littleyounghae
      Jun 03, 2012 @ 21:43:51

      Onnie…. Welcome ^^
      hiyaaa,, jeongmal mianhae membuatmu menunggu *pede bgt di tungguin* aaaahh,, bogoshippo ^^

      baca komen onnie dari chapter 14 smpe chap ini, kenapa kita jadi seneng ^^
      Jeongmal Gomawoyo, onnie masih mau menunggu, baca dan komentar di OLS,,
      sepertinya balesan missdorky udh mewakili semua perasaan kita (dua author),
      Onnie, jadi terharu, beneran kami masih amatir, terutama aku, masih sangat baru di dunia tulis ff bgini , dan dapet project langsung chapter begini ^^
      huwaaa… bener-bener terharu baca kesan2 nya Onnie, ^^ Kita akan selalu memberikan yanmg terbaik , semoga sampai ending demikian^^

      oke, semua sudah terwakilkan sama komentar nya missdorky :’) best partner ever,,^^
      susah seneng bareng2 hehe😀

      sekali lagi, kita ga bosen bilang jeongmal gomawoyo onnie, komentar dan kritik onnie sangat berarti ^^
      semoga ga bosen, dan tidak mengecewakan sampai ending^^
      oh iya, onnie penasaran sm JJ nih ky’a,, hmm… let’s see, gimana nasib JJ nantinya ^^<<< nyebelin😀

      Reply

  6. Citra Elysabeth
    Jun 03, 2012 @ 20:02:14

    aduh sking aq menikmati cerita’ny aq ampk gk tw mesti koment ap..
    aq gk pny kata2 yg bisa mewakili perasaan’qu stlah membaca ni ff slain kata KEREN..
    pendeskripsian’ny jlas jd gambaran’ny jles..
    tiap adegan jg d’deskripsi’in scra jelas n detai..
    dialo yg ad jg gk trlalu brbelit-belit jg pas gt takaran’ny..
    cerita’ny yg d’part ni jg gk monoton..
    ad adegan sedih’ny jg bahagia’ny..
    aplg pas d’restoran baru yg lg grand openning duh gmbaran’ny jelas bgt klo mreka smw lg bahagia..
    gk nyangka trnyata emak’ny kyuhyun justru baik tho aq kira dia mcm mertua yg kejam n jahat (korban sinetron indonesia)..
    trus sedih pas siwon grandpa (ikut jongjin ahh) ksih tw kyuhyun klo kondisi donghae mkin parah..
    aduh..gk kbyang klo ampk ad hal mengerikan ttg kesehatan donghae..
    brasa kyk khidupn nyata..
    ad saat dmna qt hrus sedih n bhagia..
    balance lah pokok’ny..
    klo ni FF d’jd’in dramkor KEREN dech kyk’ny..

    smoga next part’ny lbh bkin surprise lg yaw..
    penasaran..d’tunggu sngat..
    hehehehehehehehehehehe..

    Reply

    • missdorky
      Jun 03, 2012 @ 20:38:52

      Citraaaa… Welcome (again) to Our Blog ^^ Gimana skripsinya. lancar kan?? Fighting! semoga kamu dapet nilai terbaik.🙂
      Kita bls di sini aja ya Citra, rapelan dari chap sebelumnya. Makasih buat komen kamu di chap sebelum ini. Seneng deh, kamu mampir lagi di blog ini.
      Huwaa kita juga ga bisa ngomong apa-apa lagi nih buat bls komen kamu. Masukan yg pengen bgt kita terima udah di borong sama kamu semua. Gomawo, gapapa kok kalo komen kamu itu subjektif, kita akan tetep menerima, toh komentar yg seperti itu malah bagus buat kelanjutan story ini.

      Seperti subtitle-nya Togheterness, semua bisa merasakan kebersamaan di chap ini. Tapi kembali timbul kesedihan dari Donghae.
      Ini ketauan bgt ya Citra, kalo ceritanya naik turun kaya Jet Coaster. Kita mau coba buat yg sedikit berbeda, tapi ide cerita FF ini simple bgt, dan terlalu biasa malah, kita malah ngeri kalo pada bosen bacanya hehe😀 Hiyaa berasa kehidupan nyata, mirip sinetron Indo ya?? marriage life bgt ini story, genre kesukaan kita #curhat

      Untuk cerita yg masih flat feel n penggambaran plus ceritanya, next-chap kita akan lebih perhatiin. Gomawo buat masukannya, gapapa tenang aja, kaya yg udah kita di bilang di atas, ga masalah kalo komen kamu itu subjektif. Oke, semoga next-chap ga lama kita publishnya. Hihi di tunggu aja kejutan berikutnya. Last, Jeongmal Kamsahamnida, semoga kamu ga bosen bacanya yaah🙂

      Me n Littleyounghae

      Reply

      • Citra Elysabeth
        Jun 10, 2012 @ 19:46:05

        ahh..
        aq jg trharu baca’ny..
        mksih yaw..
        slama aq jd reader aq gk prh lho dpt bls’an s’welcome ni dr author’ny..
        sng dech ngrasa koment aq d’baca n d’hargai..

        skali lg mksih..mksih.. ^ ^

        Reply

    • littleyounghae
      Jun 03, 2012 @ 21:24:59

      aaaaaaa… citra bogoshipo *lebay*,, tapi serius kangen kritikan citra ^^

      Thank you mau main ke sini lagi, wah lagi skripsi kah? sukses untuk citra ^^
      hiyaaaa… kita baca komen kamu dari part 10 smpe part ini seneng,, ada kritikan karena memang FF ini masih perlu banyak kritikan, saya jadi bingung mau bales apa,, kami selalu nunggu kritik dari kamu dan readers daebak lain,
      Jeongmal kamsahamnida, kritik kamu kebanyakan membangun dan kita terima dengan baik, solusi yang di dapat juga sangat berguna^^
      heuuu… kami malah justru agak ngeri FF ini membosankan dan terlalu bertele-tele, makanya Chapter 16 ini keluar hampir sebulan lamanya, ada proses up and down mood, takut dan hambatan lain😦 <<< hiyaa jadi curhat..
      tapi kita seneng, ternyata masih ada respon dan menunggu,,

      mungkin seperti missdorky bilang, kita lebih memperhatikan dialog per dialog, pendeskripsian dsb, semoga bisa lebih baik dari sebelumnya,dan semoga readers semua suka dan tidak kecewa, karena ff ini beberapa chapter lagi kemungkinan akan berakhir,😀
      sebenernya cuma bisa berharap pesan-pesan ff ini tersampaikan dengan baik, cerita simple banget ini, haduuuhhh,, entah kenapa jadi berchapter-chapter bgini😀,,

      sekali lagi kami tidak akan pernah bosan untuk biang terima kasih masih mau baca, kasih komentar dan kritik, ^^
      wait for the next chapter ^^

      Reply

      • Citra Elysabeth
        Jun 10, 2012 @ 19:52:19

        miss too mrs. donghae (ikut’an lebay)
        aduh..aq bnr’an trharu dech baca’ny..
        mksih yaw mrs. donghae n mrs. kyuhyun..
        seriusan dech slama aq jd reader aq gk prh lho dpt bls’an s’welcome ni dr author’ny lho..
        author d’sini mnghargai reader’ny skali, aq lht d’koment2 yg lain jg pd d’bls’in..

        skali lg mksih..mksih.. ^ ^

        Reply

  7. kaister
    Jun 05, 2012 @ 03:30:52

    up and down feelny bca part ini ..
    sedih abis ngeliat hae pas adegan youngie ny ksakitan ..
    smpat kpikiran klo hae bkalan ngelepas youngie tuk jae ..
    andwae!!!
    trus pas part kyu ngbentak hae ..
    uwggh care sih maksudny tp uwgh miris kalo ad d posisi hae, serasa jd org gga brguna ..
    trus pas part endingny, huwaaaa~
    kyu masa gga ngijinin sih?
    yya uda dinnerny jd 5an deh, masi di bwah pgawasan kyu kan?
    aduuh gga sbar nggu bayi youngie lahir ..🙂
    ngebayangin jongjin yg teriak.teriak d dpan pintu yg promosiin cupcake buatan hyunah, luuccuu~
    ikutan pake apron pink gga yaah? *malah keliatan jd rok klo dipake jongjin hehe .
    hae gga bkalan knapa.napa kaaan?! slalu ngbyangin hal yg traburuk . huhuhu .

    Reply

  8. Warriorprincess
    Jun 06, 2012 @ 19:39:49

    Kyaa, lama ga buka blog ini stelah test 13 hari tanpa henti =p
    Hya, akhirnya Siwon setuju kalo Jongjin jadi anaknya Kyuhyun sm Hyunnie.
    Yay !
    Haha, lanjutt

    Reply

  9. dianwijaya13
    Jun 12, 2012 @ 20:42:53

    author. . .!!!!!!!!!!!!
    wae. .wae. . .wae. . kenapa tulisan,u begitu D-A-E-B-A-K q menagis.ketawa.senyum2 gaje. . .berhari2 mmbcax bru slesai 4 hri. , , kekekeke *lebay. .
    huwaaaaaaaaaah. . .autho q begitu terharu dengan kehangatan keluarga ini. .. kekeke. . .
    q ska psangan hyun couple. . .meskipun EvilKYU bukan biased. . .
    bias itu YESUNG HEECHUL HANGENG & PARK ajusshi. . kekekekk. ..at all i love all SUPER JUNIOR member. . .. *curhat. . ..
    mianhae admin dan author. . .. bru ad bbrpa komen q. .kekekeke gag smua chpter q kkomenin alna. . .terkdang satu chapter berisi perckpan yang mmbosankan tpi bkin penasaran *apaini
    finally q cma bilang FFx bgus bgt. . .berbakat bikin novel fiksi bgt. . . .*jempolpadanailsemuaampejempolkakijuga. . . . . .(tlong abaikan yang ini)

    gomapta
    *bow

    Reply

  10. oliviaiden
    Jun 13, 2012 @ 19:54:35

    AHHHH!!!! Keren banget !!!!
    Kapan donghae sembuh?? Kapan bayi nya lahir??
    Penasaran abis !!!!! Jangan lama2 pleaseee lanjutannyaa !!

    Ffnya sangat keren !!!

    Reply

  11. ryeomee
    Jun 20, 2012 @ 15:58:39

    kyaaaa bener2 kelurga bahagia, saling dukung…..
    Hae jangan sampe mati pokoknya huaaa gak terima, kasian eunyoung ntar…
    jongjin lo punya appa!! kkk pemikiran gue jongjin itu kayak leo kkk
    okay buat part selanjutnya ditunggu …
    please dont take a long time

    Reply

  12. chotaehee88
    Jun 20, 2012 @ 17:06:08

    Aaaah super bahagia liat hyunnnie-kyu couple akhirnya bisa bahagia.. Cerita donghae buat terharu bgt huhuhuhu

    Reply

  13. nnatia
    Jun 20, 2012 @ 17:24:22

    woaah akhirnya nympe juga ke apdetan terakhir :p

    aigooo aigoo donghae makin menghawatirkan kondisinya😦
    apa beneran donghae udah ga bisa sembuh? ga ada ‘miracle’? jangan meninggal dong ntar endingny.. kasian eunyoung😦

    ga sabarrr pengen dede bayinya cepet keluar😀

    Reply

  14. Ita Dwi Rosita (@dwi_rositaELF)
    Jun 27, 2012 @ 12:57:59

    akhirnya ada waktu buat baca, kkkkkkk~
    makin mau end makin seru cerinya…. tp, donghae ku kenapa masih sakit sakitan terus nihhh…

    yaudah..
    aku tunggu ajjaa update tan yang selanjutnyaaaa

    Reply

  15. yoo
    Jun 27, 2012 @ 15:07:50

    annyeong kyaaa… saya baru menemukan blog ini… dan langsung mw baca our love story chapter17… kok di protect ya? o.O
    so aku beralih ke chapter sebelumny…
    klo mw minta passwordny gmna kah? langsung aq email ya…
    maaf baru pertama kali nya~^^

    Reply

  16. choihaeyong
    Jun 30, 2012 @ 22:37:12

    Benar” keluarga besar yang bahagia🙂
    Gini aja terus thor sampe chap akhir, kan kalo bahagia enak😀

    Reply

  17. nemorella
    Jul 21, 2012 @ 10:33:43

    lompat-lompat nih saya bacanya..ga sabar pengen liat ending nya..heheu.

    firasatku sama nih kayak Kyu..kok agak gimanaa gitu sama penggantinya Hae..
    mudah2an Hae bisa sembuh..ga kebayang gimana kalo Hae meninggal..😦

    Reply

  18. Nope
    Aug 10, 2012 @ 10:15:12

    brharap donghae’a sembuh. . biar semua’a bhagia🙂

    Reply

  19. irin
    Aug 16, 2012 @ 20:54:01

    akhirnya siwon setuju hyun ngadopsi jonjin juga..
    itu jongjin ma kyu bner2 kyak anak bpak deh…gemeeesss ama dua orang itu..bwa pulang aaah,,eh…^^
    thor pleasee donghae jgn dbkin mati..byangin aja uda nyesek..

    Reply

  20. Rista giana
    Aug 21, 2012 @ 20:07:47

    Aku kagum ma ortunya kyupa dgn tangan terbuka mereka menerima jonjin dgn tangan terbuka padahal ku kira keluarga kyupa bkl nolak mentah2 rencana hyun couple,hae oppa kenapa keadaanmu semakin memburuk?smg ada keajaiban untuk kesembuhan hae oppa

    Reply

  21. mendreng
    Aug 28, 2012 @ 16:51:37

    kkk~ kebersamaan yg manis :3 semanis cupcakenya hyun eonni kkk~ jd pengen cupcake deh :3 hae oppa makin kritis TT

    Reply

  22. AnisCLouds
    Aug 31, 2012 @ 19:47:11

    .penyakit ..
    .hush hush hush ..
    .pergi jauh” ..
    .kasian Haeppa ..
    .huwaaaaaa ..
    .ANDWEEEEE ..
    .sehat sehat sehat ..
    .Lanjuttttttttttt ….

    Reply

  23. Icha_sachie
    Nov 20, 2012 @ 07:26:21

    Huwaaaaa,donghae oppa kenapa??koq sakit lagi..

    Kasian eunyoung tu,hadew..

    Reply

  24. WonKyu_ELF
    Feb 17, 2013 @ 13:26:21

    Aigooo, seperti biasa.. Awal2nya bikin happy, tp d closing ttp jd nangis.
    Astaga….!! Donghae oppa kasian banget…😦
    Mdh2an para author s7 sm saran saya utk menyatukan haeyoung couple :”)

    Reply

  25. Wei - Ni
    Mar 02, 2013 @ 13:11:20

    Chukae .. Buat pembukaan cake shop nya ya ..
    Wkkwkwwkwik … Memang salah ya kalo sebar brosur pake celemek pink Ơ̴̴̴̴̴̴͡.̮Ơ̴̴͡»:Dђέђέђέ. Kan manis

    Oo bakal ada direktur specialis kejiwaan ?

    Mwo donghae semakin parah ? Dan harus di rawat inap ? Trus kanker nya mulai menyebar organ vitalnya ? Ottokhe ?

    Reply

  26. HalcaliGaemKyu
    Aug 12, 2013 @ 22:07:27

    Hua.. Jongjin sdh berhasil diadopsi hyun couple! Jongjin lucu bgt sih, supel dia kekeke…
    Penyakit hae udh berat. Jd sedih. Kankernya udh nyebar. Eunyoung pasti sedih bgt.
    Ff nya daebak bgt!
    Kereeeeeeeeennnnnnn!!!
    Jd gk sabar buat bc part selanjutnya kekeke

    Reply

  27. enkoi
    Nov 29, 2013 @ 10:33:30

    Seru…terharu hubungan kekeluargaannya tetep erat. Hae makin parah…kasian…

    Reply

  28. Cho In Hyun
    May 17, 2014 @ 23:53:01

    Jongjin punya asma..huft sempet kaget dia sakit…waw restoran itu penuh dengan kehangatan keluarga…semua terasa sangat lengkap

    Reply

  29. Kim Heena
    Jun 03, 2014 @ 14:33:01

    Jiahhh dokter-dokter tampan berpromosi…akuu mau beli,,,
    Aigoo perasaan Jino kebarat baratan deh, heh panggilnya grandpa,,grandma…hahah persis Siwon panggil grandchild…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

@fanfict_palace

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Memories

May 2012
M T W T F S S
« Apr   Jun »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
%d bloggers like this: