[Fanfiction] Our Love Story (Chap 14 – Surprise…!!!) Part Two

Tittle               : Our Love Story – Surprise…!!!

Length             : Multi chapter – chapter 14 (Part 2)

Author             : missdorky & littleyounghae

Cast                 :

–     Lee Donghae

–     Cho Kyuhyun

–     Park Eunyoung (OC)

–     Lee Younghyun (OC)

–     etc^^

Genre               : Romance

Rated               : PG-17

Notes                 : FF ini merupakan project kolaborasi pertama dari dua penulis (littleyounghae dan missdorky) . FF ini salah satu cara untuk menunjukan cara kami dalam berimajinasi dan menuangkannya ke dalam sebuah cerita…^^ Enjoy and feel the story… Happy Reading, don’t forget to give comments and We will appreciate it… ^^

Disclaimer          : Cast FF ini yang jelas bukan milik kami tapi Cerita FF ini murni dari otak kami berdua…. susah payah menggabungkan dua ide jadi satu karya, so… don’t be plagiator… and don’t be a silent reader.

 

A story to me means a plot where there is some surprise. Because that is how life is – full of surprises. – Isaac Bashevis Singer

 

Hari menjelang malam, suasana di rumah Donghae kian ramai diisi gelak tawa, terutama Kyuhyun yang dari tadi tanpa henti menyindir Donghae karena beberapa foto masa kecilnya terungkap. Jaejoong pun semakin nyaman berkumpul dengan mereka. Lee Teuk dan Ryeowook juga ikut berbaur dalam suasana kehangatan itu. Jongjin kecil mulai nampak tidak canggung dengan orang-orang di sekitarnya. Ia termasuk anak yang mudah akrab, bahkan dengan Jaejoong, Lee Teuk dan Ryeowook yang notabene baru ia kenal hari itu.

Jongjin, namja kecil itu dari tadi memang menarik hati banyak orang yang berada di dekatnya, teutama Younghyun. Sejak semalam mereka bertemu, Jongjin nampak lebih akrab dengan Younghyun walaupun interaksinya dengan Donghae lebih banyak. Bahkan ia tidak sungkan untuk bermanja-manja dengan Younghyun hanya untuk meminta kue atau minuman yang ia inginkan. Ya, namja kecil itu mungkin hanya merindukan kasih sayang yang beberapa bulan ini hilang dari hidupnya.

Noona… aku boleh menghabiskan cup cake ini?” ditunjuknnya cup cake yang tinggal satu-satunya berada dalam kotak dengan jari mungilnya sambil menatap Younghyun. Younghyun tersenyum, diacaknya kepala namja kecil itu dengan gemas.

“Kalau kau mau, ambil saja, sayang… kenapa kau bertanya pada, Noona…” Younghyun mengambil cup cake yang tersisa lalu mengangsurkannya ke tangan Jongjin. Namja kecil berambut cokelat itu tersenyum riang, matanya berseri dan dengan segera ia memberikan gigitan pertama pada cup cake di tangannya.

Setelah makan malam, Lee Teuk dan Ryeowook memutuskan untuk pulang lebih awal. Selama di Seoul, Lee Teuk memutuskan untuk tinggal di apartemen bersama Ryeowook, namun sesering mungkin ia berjanji akan menginap di rumah kedua puterinya. Ia akan membantu keponakannya itu dalam beberapa urusan, karena Ryeowook sudah menjadi tanggung jawabnya sejak lama dan selama ia belum menikah, ia akan tetap di sampingnya, karena hanya dirinya kerabat terdekat namja itu.

Tinggalah Donghae, Eunyoung, Kyuhyun, Younghyun dan juga Jaejoong yang sedang asik menikmati pertunjukan kecil dari Jongjin di ruang tengah. Namja kecil nan pintar itu menunjukan bakat menyanyi dan menarinya, sekali lagi anak ini termasuk anak yang periang, Donghae pun baru menyadarinya saat itu. Mungkin karena trauma yang begitu dalam waktu di Gwangju, jadi perlahan ia menjadi pribadi yang tertutup selama di pengungsian dan di panti. Namun setelah ia bertemu dengan Kyuhyun dan di bawa ke Seoul anak itu sejenak melupakan trauma masa lalunya.

“Wahh, Jongjin-ah, suaramu bagus… ah, aku jadi ingat Jino…” ucap Younghyun dengan wajah bangga.

“Jin-ah… Kau belajar dari mana bisa menyanyi dan menari sebagus itu, hm?” Eunyoung meraih Jongjin agar mendekat padanya.

mmm… aku suka melihat Hyung-ku berlatih, ia sangat suka menari, Noona…” ujar Jongjin yang dengan bersemangat bercerita dengan mulut mungilnya. Jaejoong berdecak kagum, namja cilik berumur 6 tahun di hadapannnya sungguh membuatnya terkesan.

Jinja? Kau hebat, Jin-ah…” Eunyoung mengangkat dua buah ibu jarinya untuk namja cilik itu.

“Ah, Noona, punya hadiah untuk, Jongjin… chakamman…” Younghyun beranjak ke dapur setelah sebelumnya mencubit gemas pipi Jongjin.

Tanpa lelah, Jongjin kembali menunjukan aksinya sambil bercerita tentang hyung-nya. Gerakannya lucu dan belum sempurna, seperti anak kecil pada umumnya, namun itu semua malah membuat orang di sekitarnya tersenyum bangga. Setelah merasa lelah menari dan menyanyi, Jongjin duduk manis di samping Donghae. Ia sangat suka berada di dekat Donghae, mungkin karena Donghae lebih ahli mengambil hati anak kecil dibanding Kyuhyun.

Taraaa… Noona, punya cokelat… Noona hampir lupa memberikannya padamu, tadi sepulangnya dari toko kue, Noona sengaja membelinya untuk Jongjin,,,” Younghyun membawa satu bungkus cokelat di tangannya, Jongjin kecil yang baru saja menghabiskan cup cake terakhir kembali tersenyum senang.

Jagi, sudah malam… anak kecil tidak boleh makan cokelat malam-malam…” ucapan Kyuhyun sontak membuat Jongjin menekuk wajahnya. Younghyun yang melihatnya , langsung menatap tajam pada suaminya itu.

“Nanti Jongjin bisa sikat gigi dulu kan sebelum tidur, lagipula cokelat ini memang ku beli untuk Jongjin, tapi aku lupa memberikannya tadi…” Ujar Younghyun dengan nada kesal pada suaminya. Kyuhyun hanya bisa berdecak, karena ia tidak ingin berdebat dengan Younghyun, mengingat hari sudah malam, tidak lucu kalau Younghyun kembali marah dan tidak memperbolehkannya tidur di kamar.

Mmm… Biar aku makan besok saja, Noona… Gomawo…” Ucap Jongjin menerima cokelat dari Younghyun sambil sesekali mengusap matanya.

“kau juga sudah mengantuk, Jin-ah…? mmm… bagaimana kalau kau menginap di rumah Hyung dan Noona malam ini…?” Kyuhyun yang menyadari Jongjin sudah mulai mengantuk berniat membawanya ke rumahnya, karena pasti Eunyoung dan Donghae cukup lelah hari itu.

Anniya, Hyung… aku belum mengantuk…” sanggah Jongjin.

“Lihat matamu sudah merah seperti itu, kau juga bangun terlalu pagi tadi, hyung tahu pasti kau sudah mengantuk kan?”

Anniya, Hyung… Aku belum… Hoaaam…” Jongjin masih saja menyanggah, padahal dari tadi ia tanpa henti menguap sambil mengusap matanya.

“Biar dia tidur di sini, Kyu… atau kalian menginap saja lagi di sini…” usul Donghae.

Anniya, kalian pasti lelah, memang dari awal aku sudah merencanakan, selama di Seoul Jongjin bisa tinggal di rumah kami, Hyunnie bahkan sudah menyiapkan kamar untuknya…” ujar Kyuhyun yang melihat gurat lelah di wajah pasangan suami isteri itu.

“Ku rasa kita bisa pulang setelah Jongjin tertidur pulas…” bisik Younghyun yang melirik ke arah Jongjin yang sudah berbaring di pangkuan Donghae. Matanya mulai terpejam, ditambah sentuhan lembut tangan Eunyoung sudah dapat di pastikan Jongjin sudah mulai terbuai ke alam mimpi.

“Jongjin itu anak yang pintar, kapan kalian bertemu dengannya? bahkan ia terlihat dekat sekali dengan-mu Hae… Ku kira ia adikmu,…” tanya Jaejoong yang akhirnya buka suara. Maklum sejak tadi Jaejoong hanya terlihat menikmati suasana di tengah dua pasangan itu, walau sesekali ia memberi komentar singkat saat pertunjukan kecil Jongjin.

“Ah, Jongjin… anak ini terliat berbeda bukan, hyung? Itu yang pertama aku sadari saat bertemu dengannya, anak ini ku temukan di Gwangju setelah melihatnya kehilangan ibu serta Hyung-nya, anak ini terus melekat dalam ingatanku… Entah, mungkin karena aku bisa mengerti apa yang ia rasakan pada waktu itu, anak ini butuh pertolongan lebih, kasih sayang terutama, kalau tidak ia akan menderita trauma sepanjang hidupnya…” ujar Donghae. Eunyoung tersenyum, ia tahu watak suaminya, dan ia tahu pasti perasaan itu pula yang membuat Donghae tergerak untuk menolongnya dulu.

“Aku pun merasa seperti itu, anak ini berbeda…” Younghyun menambahkan. Jaejoong mengangguk mengiyakan, tidak dipungkiri, ilmu seorang dokter kejiwaan memang seperti itu dan kalau boleh jujur Jaejoong pun bisa menangkap sedikit traumatik Jongjin saat menceritakan Hyung-nya tadi.

“Oke, sepertinya hanya aku yang terlambat mengenal Jongjin…” Kyuhyun angkat bicara, mengingat masalah traumatik Jongjin bukan termasuk bidang keahliannya. “Oh, iya… Hyung… tadi kau bilang, hari ini kau off karena mengurus sesuatu? Apa ada yang bisa kami bantu?” tanya Kyuhyun.

“Oh, itu… mmm… sebenarnya aku ingin memberitahu kalian nanti setelah semua sudah selesai, kemungkinan beberapa hari lagi aku kan kembali ke Amerika… ah, sebelumnya mungkin aku pernah mengatakannya padamu kan, Hyunnie…?” perkataan Jaejoong ditanggapi dengan ekspresi terkejut oleh dua pasangan suami isteri itu.

“Jadi, yang kau katakan waktu itu, benar, Oppa? Secepat itu kah? Kau bahkan belum lama di rumah sakit… dan ku rasa Appa dan kami pun merasa terbantu dengan adanya dirimu di rumah sakit..” Hyunnie yang memang sudah tahu mengenai keinginan Jaejoong itu pun terlihat terkejut, karena ia pikir tidak secepat itu Jaejoong memutuskannya.

“Sudah seharusnya, aku juga berat meninggalkan kalian yang sudah sangat baik menerimaku di rumah sakit, ah, aku bahkan sempat terkejut, karena dunia ini sempit, siapa yang menyangka kau dan Kyuhyun sudah mengenal Changmin, sepupuku yang aneh itu…” Jaejoong mencoba tertawa untuk mencairkan wajah kecewa orang-orang di hadapannya.

“Sepertinya aku yang harus banyak berterima kasih padamu, Hyung… selama aku menjalani perawatan, kau banyak meng-handle tugasku… ah, Hyung… kenapa mendadak sekali…” Ada gurat kesedihan dan kecewa terpancar dari mata Donghae. Baru saja ia mengenal dan bersahabat dengan Jaejoong, namun namja yang sering ia sapa dengan sebutan ‘hyung‘ itu sudah akan kembali ke negara asalnya.

“Kakekku… mendadak terserang stroke lagi, aku harus kembali untuk membantunya mengurus rumah sakit yang dikelolanya, bukannya aku ingin segera pergi, tapi yaa… aku hanya ingin menjadi cucu yang baik…” Jaejoong tersenyum memandang satu per satu orang yang berada di dekatnya lekat, ia memandang cukup lama wajah Eunyoung yang nampak kecewa. Sekejap ada rasa sedih melihat wajah yeoja itu, walau selama ini Eunyoung hanya menganggapnya sebagai ‘oppa’, tapi salah satu alasan ia pergi adalah karena yeoja itu. Ya… Jaejoong akan pergi setelah memastikan Eunyoung senang dan bahagia, ia cukup sadar selama ini perasaannya salah, walau sampai kapan-pun Eunyoung akan tetap ada di cerita hidupnya.

—–^ Surprise…!!! ^—–

 

Kelima orang sahabat itu duduk sambil menikmati teh hangat di atas karpet halus yang terhampar di ruang tengah. Donghae dan Eunyoung sedikit menjauh bersandar pada sofa. Jongjin kecil sudah tertidur pulas dalam pangkuan Donghae. Eunyoung yang nampak lelah juga merapatkan tubuhnya pada suaminya itu. Kyuhyun, Younghyun dan Jaejoong masih asik dengan obrolan santai mereka, terutama masalah rencana kepergian Jaejoong ke Amerika.

Oppa… aku tidak mau tahu, kau harus hadir dalam pembukaan restoran, setelah itu, aku baru mengijinkanmu pulang ke Amerika…” Younghyun menatap kesal pada Jaejoong. Sama seperti Eunyoung, Younghyun-pun sudah menganggap Jaejoong sebagai ‘oppa’, terlebih lagi persahabatannya dengan Changmin yang membuat mereka lebih akrab. Jaejoong mengangguk pasti, menyanggupi permintaan Younghyun kemudian ia tersenyum menatap Younghyun dan Kyuhyun.

Kyuhyun dengan jiwa menganalisanya, sedikit menyelidik dan bertanya dalam hati seakan menemukan alasan lain atas keputusan Jaejoong kembali ke Amerika. “Jagi… teh ini terlalu panas, bisa kau tambahkan es ke dalamnya?” dengan segera Kyuhyun mencari alasan agar Younghyun sedikit menjauh dan ia bisa menanyakan analisanya pada Jaejoong.

Isshh… kau kan bisa ambil sendiri, Oppa…” Younghyun dengan langkah malas menuju dapur karena Kyuhyun memberikan tatapan memohonnya yang tidak dapat ia elak.

Hyung… apa keputusanmu ada hubungannya dengan…” Kyuhyun menghentikan ucapannya lalu ia memberi isyarat dengan mengalihkan pandangannya pada sepasang suami isteri yang tidak jauh dari mereka dan sedang saling menghangatkan dengan Jongjin di antaranya.

Jaejoong tertawa kecil, sulit baginya untuk berkata bohong pada Kyuhyun. Dengan santai, ia mengangguk lalu kembali meminum teh yang di genggamnya sejak tadi. “Secara tidak langsung, iya… Aku sudah memutuskannya sejak seminggu yang lalu, namun karena ada kejadian waktu itu, aku tidak tega melihatnya sedih, ia butuh banyak orang untuk menghadapinya, jadi aku menunda sedikit sampai ia kembali menunjukan senyumnya…”

Kyuhyun mengangguk, kini ia mengerti bagaimana definisi perkataan Jaejoong waktu itu. “Mencintai dengan caramu kan, Hyung? Mianhae, aku dulu terlalu kasar, mungkin aku terlalu shock mendengar semuanya dari mulutmu…”

“Eh, siapa yang kau cintai, Oppa? Aaa… Yeoja yang waktu itu kau ajak kencan? Apa yeoja itu sudah tahu kau akan kembali ke Amerika? Aigoo, Oppa, kau tega sekali meninggalkannya sendiri di Korea…” Younghyun yang baru kembali dari dapur dan sedikit mendengar perkataan Kyuhyun, tiba-tiba langsung memberikan pertanyaan bertubi-tubi pada Jaejoong.

Aigoo, sejak kapan kau senang mencampuri urusan para namja, Jagi?” sanggah Kyuhyun sebelum Younghyun kembali bertanya macam-macam. Sialnya, karena ucapannya itu ia mendapat satu tatapan kesal lagi dari isteri tercintanya. “Eiyy… aku bercanda, Jagi…” dengan segera Kyuhyun merangkul tubuh Younghyun lalu memberikan kecupan kecil di pipi mulus isterinya itu.

“Sudah malam, ku rasa aku sudah cukup puas melihat kalian semua bermesraan seperti itu di depanku, membuatku iri saja…” Jaejoong beranjak dari duduknya, diliriknya jam yang melingkar di tangannya. Waktu sudah menunjukan pukul 9 malam, tidak begitu terasa karena sejak tadi hanya keakraban yang terasa.

mm… Sepertinya Jongjin juga sudah pulas… kita bisa membawanya pulang sekarang, Hae oppa dan Eunyoung juga perlu istirahat…” ucap Younghyun. Younghyun menghampiri Donghae dan Eunyoung lalu mengambil alih Jongjin dari pangkuan Donghae. Dengan hati-hati Younghyun meangkatnya, berharap gerakannya tidak membangunkan namja kecil yang sudah mencuri banyak perhatian hari itu.

“Hae, aku pulang ya, sekali lagi Saengil chukae, Gomawo sudah mengundangku…” pamit Jaejoong. Donghae dan Eunyoung mengantar Jaejoong sampai ke halaman, senyuman terus terukir di bibir keduanya.

Gomawo, Hyung… hati-hati di jalan…” ucap Donghae. Mesin mobil sudah dinyalakan dan tidak berapa lama mobil Jaejoong perlahan menjauh dari halaman rumah Donghae dan Eunyoung.

Kyuhyun dan Younghyun yang menggendong Jongjin pun segera pamit. Meskipun agak kesusahan, Younghyun dengan hati-hati masuk ke dalam mobil dengan dibantu Kyuhyun dan memangku Jongjin yang terlelap. Kyuhyun sudah memposisikan diri di depan kemudi mobil dan bersiap menyalakan mesin mobil. Sebelum mobil benar-benar meninggalkan halaman rumah, Younghyun dan Kyuhyun melambaikan tangan mereka dan berusaha tidak bersura agar Jongjin tidak terbangun. Donghae dan Eunyoung membalas seraya tersenyum lalu kembali masuk ke dalam rumah setelah mobil Kyuhyun menjauh dari rumah mereka.

Donghae dan Eunyoung kembali duduk di sofa ruang tengah, sejenak melepas lelah sebelum beranjak ke kamar. Wajah Donghae terlihat bahagia, ia raih Eunyoung dalam dekapannya, dalam hati terus mengucap syukur karena seharian itu tanpa henti senyuman terus terukir di bibirnya dan Eunyoung.

Saengil chukae… Kau senang hari ini, Oppa?” tanya Eunyoung seraya mengeratkan pelukannya pada Donghae.

Gomawo… aku senang karena melihat senyumanmu sepanjang hari ini…” ucap Donghae sambil mengelus lembut bahu isterinya itu. “Eh, tapi aku belum dapat hadiah darimu, Jagi…” Eunyoung yang segera melepaskan pelukannya dan menatap Donghae penuh tanya.

“Hadiah-mu kan sudah ku berikan tadi, Opp…” Donghae mengecup bibir Eunyoung tiba-tiba lalu bangkit dari duduknya dan mengangkat tubuh Eunyoung ala bridal menuju kamar.

Keduanya tersenyum simpul, Eunyoung kembali mengecup bibir Donghae sepanjang perjalanan menuju kamar. Bagi Eunyoung dan Donghae, hanya ucapan syukur yang terus ada sepanjang hari itu dan berharap semuanya akan sebahagia hari itu.

—–^ Surprise…!!! ^—–

Younghyun berlari menaiki anak tangaa rumahnya ketika mendengar suara tangis Jongjin yang terdengar hingga dapur. Ia tengah menyiapkan makanan untuk sarapan pagi itu. Saat ia memasukki kamar Jongjin yang berada tepat di sebelah kamarnya bersama Kyuhyun, sudah ada Kyuhyun yang mencoba menenangkan Jongjin dengan menggendong namja kecil itu dalam dekapannya.

“Kau kenapa, sayang??” Cemas Younghyun, ia mengambil alih Jongjin dari gendongan Kyuhyun. Jongjin memeluk leher Younghyun erat dan menenggelamkan wajahnya di tengkuk Younghyun.

Jongjin tidak menjawab, isakan-nya lah yang menjawab semua pertanyaan Younghyun. Di usapnya bahu mungil itu dengan tangan kanannya, dapat ia rasakan punggung namja mungil itu bergetar naik turun. Lantas Younghyun menatap Kyuhyun, mencoba meminta penjelasan dari suaminya itu yang lebih dahulu datang dari pada dirinya. Yang ditatap hanya mengangkat bahunya, tidak tahu menahu apa yang terjadi.

“Jongjin hanya menangis saat ia terbangun tadi…” Jawab Kyuhyun apa adanya. Kemeja kerjanya belum terkancing sempurna karena ia segera berlari ke kamar Jongjin.

“Donghae hyung… aku mau bertemu dengannya…” Gumam Jongjin di sela tangisnya. Kyuhyun dan Younghyun kembali bertatapan, mereka teringat kejadian tadi malam sebelum mereka pulang. Membuat Jongjin tidur, lantas membawanya pulang.

Otteokae oppa?? Young-ah hari ini ada jadwal periksa…” Younghyun menatap cemas Kyuhyun.

“Nanti siang atau sore kau bisa membawa Jongjin ke rumah mereka bukan?” Jawab Kyuhyun seraya mengikat dasinya yang sudah ia kalungkan sejak tadi.

“Baiklah… Jongjin-ah nanti kita bertemu Donghae hyung, siang atau sore yaa.. Youngie Noona hari ini akan memeriksakan baby-nya dulu…” Bujuk Younghyun berbisik di telinga Jongjin. Ia kecup rambut Jongjin yang berwarna coklat ikal itu.

“Donghae hyung?? Kita akan bertemu dengannya, noona??” Seketika Jongjin berhenti menangis. Ia menatap Younghyun dengan pandangan tak percaya. Younghyun mengangguk dan tersenyum manis pada Jongjin.

“Iya nanti kau akan di antar noona ke rumah Hae hyung… Jadi jangan menangis hingga nanti siang okay!!” Sambung Kyuhyun yang di jawab anggukan mantap oleh Jongjin.

“Anak pintar…” Younghyun kembali mengecup rambut Jongjin. “Kau masih mengantuk tidak? Kalau kau masih mengantuk kau bisa tidur lagi…” Younghyun hendak menurunkan Jongjin kembali ke tempat tidurnya, namun Jongjin tetap mengalungkan erat tangannya di leher Younghyun sambil menguap dan mengistirahatkan kembail kepalanya di bahu Younghyun.

Aigoo… Jongjin sepertinya menyukaimu Jagi,, lihat ini… ia malah tertidur manis di bahu-mu…” Kyuhyun menepuk kepala Jongjin lembut. Ia tersenyum manis pada Jongjin yang memejamkan matanya.

“Mungkin Jongjin masih belum terbiasa tinggal di sini… makanya ia tidak mau tidur sendiri…” Younghyun ikut memejamkan matanya saat di rasa Kyuhyun memeluknya bersama Jongjin. “Oppa kau kenapa??” tanya Younghyun masih menikmati pelukan hangat Kyuhyun. Desahan nafas Kyuhyun terdengar jelas di telinga Younghyun karena Kyuhyun memeluknya dari belakang.

Anniya,, aku hanya ingin memelukmu… sudah lama aku tidak memelukmu seperti ini, Jagi… Rindu sekali rasanya…” Bisik Kyuhyun lembut dan ia mengecup puncak kepala Younghyun.

“Kau ini, oppa… Nanti malam setelah kau pulang bekerja kan bisa…” Geli Younghyun, melihat suaminya itu mendadak romantis di pagi hari seperti ini.

“Aku hari ini ada jadwal operasi dan mungkin aku akan pulang telat… Gwaenchana??” Ucap Kyuhyun lagi, membalikan tubuh Younghyun. Di lihatnya Younghyun tersenyum manis padanya. “Gomawo Jagi..” Kyuhyun mencium bibir ranum Younghyun yang terlihat menggoda untuknya. Tanpa jawaban dari Younghyun-pun ia sudah tahu arti senyuman itu.

“Kau sarapan di rumah kan tapi oppa?? Aku hanya tinggal memanggang rotinya saja…” Younghyun berjalan keluar diikuti Kyuhyun menuju dapur.

“Tentu, Jagi… aku sarapan di rumah… biar aku sendiri saja yang memanggang rotinya…” Kyuhyun mendahului Younghyun berjalan pelan dan memantau Younghyun yang menuruni tangga sambil menggendong Jongjin. “Hati-hati Jagi…” Tuntun Kyuhyun.

“Biar aku saja, oppa… aku masih bisa kok melakukannya…” Younghyun mengambil beberapa lembar roti dari tangan Kyuhyun. Walau ia repot, namun ia harus tetap melayani suaminya dengan baik. “Aku tidak apa-apa oppa..” Ucapnya lagi, menatap Kyuhyun yang tidak mau memberikan rotinya.

Younghyun dengan cekatan memanggang roti dengan pemanggang roti dengan sebelah tangannya. Karena Sebelah tangannya lagi ia pergunakan untuk menggendong Jongjin. Kyuhyun sebenarnya tidak tega melihatnya, namun ia juga tidak bisa berbuat apa-apa kalau itu sudah kehendak Younghyun. Setelah rotinya matang Younghyun segera menyusun roti itu di atas piring. Pagi ini ia membuat menu roti panggang telur, favorit Kyuhyun untuk sarapan pagi.

Telur mata sapi yang diapit oleh dua lembar roti panggang tanpa sayur dan di bumbui dengan mayones, disuguhkan Younghyun untuk Kyuhyun. Kopi yang sudah matang  di mesin pembuat kopi ia tuang kedalam cangkir dan segera ia suguhkan juga untuk Kyuhyun.

“Kau tidak sarapan Jagi?” tanya Kyuhyun yang tengah membaca Koran pagi. Sesekali ia menyeruput kopi hitam tanpa gula dengan gaya yang cukup elegan. Younghyun berpikir, gaya Kyuhyun yang seperti ini mirip sekali dengan appa-nya Siwon yang sangat menyukai espresso dan waffle untuk sarapan pagi dengan ditemani Koran sebagai pelengkapnya.

“Nanti saja bersama Jongjin… kasihan kalau Jongjin sarapan sendiri nanti…” Younghyun menarik salah satu kursi di seberang Kyuhyun. Ia bersandar di bahu kursi setelah memindahkan posisi kepala Jongjin dari bahunya ke lengan kirinya.

Kyuhyun tanpa sengaja memperhatikan Younghyun yang terlihat ke-ibuan sekali. Ia menggendong Jongjin dan membiarkan Jongjin tidur di dekapannya dengan telaten dan lembut. “Oppa..” Panggil Younghyun membuyarkan lamunan Kyuhyun yang masih menempelkan bibirnya dengan bibir cangkir, tanpa meminumnya maupun meletakkan cangkir itu di meja.

“Oh,, ada apa Jagi..” Salah tingkah Kyuhyun. Ia sampai tersedak kopinya karena ia terburu-buru meminumnya. “Oucch Panas!!” Kyuhyun menjulurkan lidahnya yang baru saja tesengat panas. “Uhuuk Uhuuk”

Younghyun berdecak melihat suaminya makan seperti anak kecil saja. Ia mengangsurkan tissue dan air putih miliknya pada Kyuhyun. “kau ini oppa,, sudah tahu panas…” Ucap Younghyun. Sadar Jongjin yang bergerak, Younghyun segera mengusap punggung Jongjin lembut dan menggoyangkan kakinya, layaknya menimang seorang baby.Oppa kau ini kenapa sih? Memperhatikan-ku seperti itu..” Lirih Younghyun, takut membangunkan Jongjin kembali.

Anniya… Aku sedang memikirkan pasien-ku yang akan aku operasi nanti sore…” Bohong Kyuhyun, Sebenarnya ia terpana melihat Younghyun yang terlihat begitu menyanyangi Jongjin. Kyuhyun menyadari ada senyum yang tak pernah lepas dari wajah Younghyun saat ia bersama Jongjin dan tadi malam Younghyun juga-lah yang bersikeras ingin membawa Jongjin pulang ke rumah.

Setelah sarapan Kyuhyun melipat kembali Koran yang ia baca tadi, dan menyesap kopinya yang tinggal sedikit lantas beranjak untuk mengambil tas dan kunci mobil. Younghyun mengikuti Kyuhyun dari belakang, ia masih menggendong Jongjin yang nampak nyaman tidur di pelukannya. “Kau tidak usah mengantarku Jagi,, di luar udaranya masih dingin…” Kyuhyun mengecup kening Younghyun, menahan isterinya itu mengikutinya. Tak lupa ia juga mengecup rambut namja kecil berambut ikal itu.

Ne, hati-hati ya oppa…” Kyuhyun mengangguk dan ia berlalu keluar dan tak lama deru mesin mobil mulai menjauh dari kediaman Cho.

Ia lirik jam yang berada di atas televisi. Masih menunjukkan pukul setengah tujuh pagi. Kyuhyun berangkat awal pagi ini karena ia harus mempersiapkan segala sesuatu untuk jadwal operasinya, normalnya Kyuhyun akan berangkat pukul tujuh atau delapan tergantung mood-nya. Younghyun terkikik kecil, mengingat Kyuhyun sering sengaja berangkat siang karena ia ingin berlama-lama dengannya hanya untuk menonton acara televisi di pagi hari.

Younghyun merebahkan punggungnya di sofa ruang tengah, tanpa sadar ia menikmati moment-nya bersama Jongjin dengan terus mengusap punggung namja kecil itu. Lama-lama ia-pun ikut tertidur karena ia sendiri tidak bisa melakukan pekerjaan rumah tangganya dengan Jongjin yang masih terus menempel padanya.

Noona…” Gumam Jongjin seraya mengusap matanya dengan kepalan tangannya. Matanya terlihat sedikit sembab dan sayu.

Perlahan Younghyun membuka matanya. Sinar matahari sudah masuk sempurna ke dalam ruangan itu. Jam sudah menunjukkan pukul Sembilan saat ia kembali melirik jam di dinding. Cukup lama ia tertidur. “Noona…” panggil Jongjin kembali. Younghyun tesentak kaget, memandang Jongjin yang sudah bangun terlebih dahulu dari dirinya. Memang beberapa hari ini Younghyun kurang tidur, selama Donghae di rawat di rumah sakit.

Hmm?? Kenapa sayang??” Lembut Younghyun, mengusap rambut Jongjin. “Kau lapar?? Noona sudah buatkan sarapan untukmu…” Jongjin menggeleng. Younghyun mengerutkan keningnya.

“Donghae hyung… kapan kita ke rumah Donghae hyung??” Tanya Jongjin, ia mengerjap-erjapkan matanya dengan imut.

“Nanti siang… ini masih pagi sayang… dan noona yakin ikan hyung itu pasti belum bangun…” Younghyun mencubit gemas hidung Jongjin. “Umm lebih baik, kau mandi dulu Jongjin-ah habis itu sarapan… ayo noona bantu kau mandi…”

Noona aku bisa mandi sendiri…” Protes Jongjin dengan mengerucutkan bibirnya. Younghyun tertawa kecil.

“Baiklah…” Younghyun menggendong Jongjin hingga ke kamarnya dan menurunkannya di kamar mandi. “Noona tunggu di luar oke!” Younghyun keluar dan menyiapkan pakaian untuk Jongjin.

Sambil menunggu Jongjin selesai, Younghyun lebih memilih duduk-duduk di tempat tidur Jongjin. Di tangan kirinya sudah tersampir handuk kecil berwarna baby blue untuk Jongjin. “Noona, tidak ada handuk di sini..” Teriak Jongjin dari dalam kamar mandi dan.

“Handuknya ada di sini…”

Noona jangan masuk!” Tangan Jongjin terulur ke luar. Younghyun lagi-lagi tertawa melihatnya. Bagaimana tidak tertawa, Jongjin yang ia tahu baru berumur enam tahun, tapi sikapnya seperti sudah besar saja.

Noona sudah siapkan baju-mu di atas tempat tidur… Noona tunggu di bawah yaa…”

Ne noona…”

Yonghyun dan Jongjin sarapan dalam diam, hanya ada suara kecap Jongjin yang terdengar menggemaskan dan dentingan cangkir kopi milik Younghyun. “Noona, Youngie noona nanti pulang jam berapa??” Tanya Jongjin memecah keheningan.

“Sekitar pukul dua siang…” Younghyun diam melihat Jongjin berubah murung sambil menghela nafas. “Sambil menunggu waktu, bagaimana kalau kau temani noona belanja…” Younghyun mengerti kesedihan Jongjin. Ia berusaha mengalihkan pikiran Jongjin. “Nanti kita beli ice cream yang banyak… Noona tau kau menyukai ice cream…”

Ice cream?? Aku mau noona… ayo pergi belanja noona…” Seketika Jongjin berubah ceria. Namja kecil ini memang sangat menyukai makanan manis termasuk cup cake dan ice cream. Ia menganggukan kepalanya berulang-ulang membuat Younghyun sedikit bernafas lega.

—–^ Surprise…!!! ^—–

Tepat pukul sebelas siang Younghyun dan Jongjin sampai di pusat perbelanjaan. Tujuan utama Younghyun mengajak Jongjin berbelanja kali ini adalah untuk mengisi kebutuhan dapur yang sudah hampir habis. Younghyun tampak sibuk memilih-milih sayuran segar yang tersusun rapi di sepanjang koridor sayur dan buah.

Jongjin mengikuti di belakangnya sambil menikmati ice cream yang sejak tadi tak lepas dari pandangan matanya. Berkali-kali ia menabrak tubuh Younghyun karena ia tak melihat Younghyun yang tengah berhenti untuk mengambil sayur.

“Jin-ah… lama-lama kalau kau terus menabrak noonaice cream mu bisa tumpah…” Gemas Younghyun. Ia berlutut menyeka ice cream yang belepotan di sekitar bibir Jongjin dengan punggung tangannya.

Noona… yang berhenti tidak bilang-bilang…” Jawan Jongjin yang masih asik menyuapkan ice cream-nya yang tinggal setengah cup itu.

Aigooo… kau yang tidak memperhatikan jalan…”  Younghyun mencubit kedua pipi Jongjin, membuat Jongjin menatap padanya.

Noona aku lelah… tempat ini luas sekali tidak seperti yang ada di desaku…” Keluh Jongjin. Younghyun tersenyum, memang Jongjin terlihat lelah sekali. Yah maklum dari tadi Younghyun bingung mau membeli sayur apa dan alhasil ia hanya terus berputar-putar saja.

Ah mianhae, Jin-ah… Ayo sini kau naik saja…” Younghyun mengangkat Jongjin masuk kedalam trolley-nya dan mereka kembali berjalan menyusuri koridor itu. “Kau mirip Kyu hyung, Jin-ah… kalau noona ajak belanja pasti mengeluh lelah…”

Noona… aku mau permen juga… permen simpananku sudah habis…” Ucap Jongjin.

“Baiklah nanti noona belikan sebanyak yang kau mau…” Balas Younghyun. “Umm tapi noona masih bingung mau memasak apa nanti malam…” Keluh Younghyun, yang sejak tadi tidak menemukan tujuannya.

“Masak Kimchi Stew saja noona di campur dengan bulgogi dan nori kedalamnya…” Younghyun membelalakan matanya. Belum pernah ia mendengar jenis masakan itu. kalau Kimchi Stew dia tahu,, tapi kalau di campur dengan bulgogi dan nori kedalamnya ia baru mendengarnya.

“Kau tahu cara membuatnya, Jin-ah??” Jongjin mengangguk mengiyakan. Younghyun tersenyum seperti mendapat pencerahan walau ia masih bingung.

“Ibu peri sering membuat itu, noona… dan aku sering membantunya..” Jongjin berdiri di trolley menghadap ke arah Younghyun.

“Nanti malam bantu Noona yaa, memasak itu…” Antusias Younghyun. Jongjin lagi-lagi mengangguk. “Ya Jin-ah jangan berdiri seperti itu nanti jatuh…” Jongjin terkikik kecil lantas ia kembali duduk dengan tenang sambil kembali menikmati ice cream-nya.

Younghyun segera mengambil bahan-bahan makanan yang di beritahu Jongjin tadi. Ia juga tak lupa menepati janjinya pada Jongjin yang untuk membelikannya permen. Keduanya berjalan menuju kasir dan membayar semuanya dengan credit card milik Younghyun.

“Jin-ah, kita makan siang dulu yaa.. baru ke rumah Hae hyung…” Younghyun menggandeng tangan Jongjin erat. Membawa namja kecil itu masuk kedalam salah satu resto yang siang itu cukup sepi, jadi ia bisa memilih di pojok ruangan.

Younghyun terkejut saat Jongjin memilih Japcha untuk makan siangnya. Dan lebih terkejut lagi saat Jongjin memakannya dengan lahap. “Jin-ah, apa itu enak?” tanya Younghyun sambil menelan ludahnya pelan.

“Enak noona… ini makanan kesukaan-ku… ibu peri selalu membuatkan makanan ini saat aku memintanya..” Ucap Jongjin dengan mulut yang penuh. Sayur-sayuran itu terlihat menyeramkan buat Younghyun. “Noona mau…” Jongjin mengangsurkan satu suapan dengan sumpitnya.

Ah Anniya, Anniya… gomawo…” Younghyun menolak dan mencoba tersenyum pada Jongjin.

“Ini enak loh, noona…” Ucap Jongjin lagi sambil memasukkan suapan itu kedalam mulutnya.

Drrt… ddrttt… Ponsel Younghyun bergetar.

Yeoboseyo…” Sapa Younghyun.

“………”

“Ne… aku baru mau akan jalan kerumah-mu bersama Jongjin…”

“………”

“Ada janji bertemu Sungmin oppa?? jadi kami tidak bisa ke sana sekarang…” Sontak Younghyun menatap Jongjin. Di lihatnya Jongjin sudah berkaca-kaca sambil mengigit bibir-nya.

“…………”

“Tapi Young-ah… ah baiklah… annyeong…” Gumam Younghyun lirih, tak kuasa ia melihat Jongjin yang menangis di hadapannya. Namja kecil ini sungguh cerdas, dengan hanya mendengar percakapan Younghyun saja ia sudah tahu kalau ia tidak bisa bertemu dengan hyung kesayangannya itu.

Younghyun meletakkan begitu saja ponselnya di atas meja. Ia segera mengubah posisi duduknya ke samping Jongjin. Ia usap kepala Jongjin, namja kecil itu menundukkan kepalanya sambil ter-isak. Bahkan makanan kesukaannya ia tinggal begitu saja.

“Jin-ah…” Panggil Younghyun.

Noona bohong… kita tidak jadi bertemu dengan Hae hyung kan?” Isak Jongjin. Younghyun mencoba menggenggam tangan Jongjin namun namja kecil itu menepis tangan Younghyun dan merapatkan dirinya di sudut dinding.

“Jin-ahnoona minta maaf, noona juga tidak tahu kalau Sungmin oppa akan datang menemui mereka dan kita tidak mau mengganggunya bukan??” Ucap Younghyun. “Mianhae… noona..”

Noona bohong… Kyuhyun hyung juga bohong!” Marah Jongjin memotong kalimat Younghyun. “Aku mau bertemu dengan Hae hyung…” tangis Jongjin semakin pecah. Younghyun bingung harus berkata apa lagi dan bersamaan dengan itu ponselnya kembali bergetar. ‘My Hubby Calling’

Yeoboseyo… Oppa…” Suara Younghyun sedikit bergetar.

“Ada apa Jagi,, kau kenapa??” Tanya Kyuhyun dengan suara cemas dari sebrang sana.

“Aku baru mendapat telpon dari Young-ah, ia bilang ia dan Hae oppa tidak bisa bertemu dengan Jongjin hari ini karena Sungmin oppa akan datang mengunjunginya… aku sudah mem…” Adu Younghyun.

“Berikan ponselnya pada Jongjin…” Potong Kyuhyun cepat. Ia sedang terburu-buru juga sepertinya.

Younghyun mengulurkan ponselnya ke Jongjin yang masih menunduk. “Jin-ah,, Kyu hyung ingin bicara padamu…” Mati-matian Younghyun bersuara sebiasa mungkin, namun kali ini ia tidak bisa lagi menyembunyikan suara paraunya. Jongjin mengangkat kepalanya dan mata mereka bertemu pandang. Perlahan Jongjin mengambil ponsel itu karena tak ada sepatah kata lagi yang keluar dari mulut Younghyun. Hanya tangannya yang tetap terulur di depan Jongjin.

Yeoboseyo?” Sapa Jongjin.

“Jongjin-ah… aku dengar Hae hyung dan Youngi noona tidak bisa bertemu hari ini denganmu… Umm kalau tidak bisa ber-”

“Kyu hyung bohong… Hyunnie noona juga…” Pekik Jongjin dengan kata-kata yang sama sejak tadi.

“Jongjin-ah… dengarkan hyung dulu… apa kau bisa liat wajah Hyunnie noona sekarang…??” Jongjin langsung melihat wajah Younghyun. “Apa dia terlihat sedih saat ini??” Jongjin mengangguk, walau ia tahu Kyuhyun tak akan melihatnya. “Apa kau sudah melihatnya??” Ulang Kyuhyun.

uhmm…” Gumam Jongjin.

“Besok kan masih ada waktu untuk bertemu dengan Hae hyung… kau tahu Jin-ah… Wajah Hyunnie noona yang seperti itu lama kelamaan akan berubah menjadi seram… ia bisa memarahimu, dan mungkin… Arrgh hyung saja takut membayangkannya…” Kyuhyun mencoba bersuara sedramatis mungkin. Jongjin mengusap air matanya dan kembali melihat Younghyun.

“Benarkah hyunghyung pernah di-”

“Pernah Jin-ah,, bahkan hyung tidak di perbolehkan masuk kedalam rumah dan akhirnya hyung menginap di garasi mobil…” Jongjin menelan ludahnya perlahan. Ia lihat wajah Younghyun mulai tidak ber-mood tidak baik.

Hyung,, apa aku akan bernasib sama seperti-mu hyung??” Takut-takut Jongjin. Ia merendahkan suaranya. Younghyun mulai curiga apa yang di katakan oleh Kyuhyun pada Jongjin di telpon. Karena sejak tadi Jongjin mencuri pandang terus padanya.

“Tidak! Karena Jongjin anak yang baik dan penurut…”

Ada kelegaan di wajah Jongjin. Younghyun semakin mengerutkan keningnya, tapi ia juga senang karena mungkin Kyuhyun berhasil membujuknya. Lalu siapa yang dokter kejiwaan di sini?? Kenapa Kyuhyun yang berhasil membujuk Jongjin.

“Besok kau bisa bertemu dengan Hae hyung… dan sekarang lebih baik kau bermain dengan noona…”

“Siap hyung… aku tadi habis berbelanja dengan noona… dan nanti kami akan memasak banyak untuk Kyu hyung… makanya Kyu hyung cepat pulang yaa…” Jongjin bergaya hormat dengan telapak tangannya.

“Anak pintar… sekarang berikan ponselnya pada noona…” Jongjin kembali mengangguk dan memberikan ponsel itu pada Younghyun. Younghyun memandang heran Jongjin yang senyum-senyum ke arahnya.

“Kau apakan Jin-ah, oppa??” Selidik Younghyun.

“Ada deh,, urusan para namja…” Ledek Kyuhyun.

“Baiklah kalau kau tidak mau bilang, akan aku pastikan kau menginap di garasi mobil nanti malam..” Marah Younghyun. Sontak ia menoleh setelah ia mendengar pekikan Jongjin yang memekik ‘opps’ sambil menutup mulutnya dengan tangannya.

“Jagiya,, aku sudah membantu-mu membujuk Jongjin… kau lupa??” Ledek Kyuhyun lagi. Younghyun memutar bola matanya malas, yah mau tak mau ia harus menerima kekalahan kali ini.

Arasseo,, gomawo my yeobo!! Sudah putuskan sambungan telponnya…” Desak Younghyun tak sabar. “sebelum pasienmu kabur dan mempercayakan dokter lain untuk mengoperasinya..”

“Eiiiy kau marah Jagi,, ya sudah aku tak ada waktu untuk berdebat denganmu… saranghae! Masak yang enak yaa…” Senyum terkembang di wajah Younghyun. Pipinya merona sempurna sekarang.

“Umh nado saranghae, oppa!”

Younghyun melirik kembali pada Jongjin dan tersenyum manis pada namja kecil yang malah terlihat takut padanya. “Kau tidak menghabiskan makananmu sayang??” tanya Younghyun menunjuk japcha yang tinggal sedikit di piringnya.

Ne noona aku habiskan…” Jongjin segera mengambil sumpitnya kembali dan makan dalam diam. Younghyun-pun kembali ketempat duduknya dan memamakan makanannya.

Setelah membayar semua makanan, Younghyun dan Jongjin keluar dari resto itu sambil bergandengan tangan. Sesekali Younghyun melirik Jongjiin yang sejak tadi memperhatikannya dalam diam. Semenjak menerima telpon dari Kyuhyun, ia merasa Jongjin terus bersikap itu padanya.

“Jin-ah??” Panggil Younghyun sedikit mengejutkan Jongjin yang baru saja tertangkap tengah meliriknya.

“I-Iya Noona,, ada apa??” Gugup Jongjin. Ia memandang cemas Younghyun dengan mata yang berkaca-kaca.

“Kau kenapa sayang?” Younghyun segera berlutut di depan Jongjin dan menaruh barang belanjaannya di lantai. Jongjin menggeleng takut dan itu membuat Younghyun semakin bingung.

Anniya Noona… noona…Noona tidak akan menyuruh aku menginap di garasi mobil kan?? Aku takut sendirian…” Younghyun kini mengerti apa yang di takutkan Jongjin dan apa yang di bicarakan Kyuhyun dengannya tadi di telpon.

“Apa Kyu hyung bilang padamu ia kalau ia pernah menginap di garasi mobil?” Jongjin mengangguk. “Dan kau percaya itu, sayang??” Tanya Younghyun lagi. Jongjin lagi-lagi mengangguk.

Noona tadi juga bilang pada Kyu hyung seperti itu… makanya aku takut… noona, tidak apa-apa aku tidak bertemu dengan Hae hyung hari ini…” Jongjin memamerkan gigi susunya pada Younghyun.

Younghyun menutup mulutnya untuk menahan tawa. “Tidak Jongjin-ahnoona tidak akan seperti itu..” Ucap Younghyun seraya terseyum mengusap rambut Jongjin. “Umm bagaimana kalau kita beli kaset game.. Kyu hyung punya satu set game yang sudah lama noona sembunyikan…” geli Younghyun mengingat ia menyimpan seperangkat game milik Kyuhyun di dalam gudang. Dan kini suaminya itu hanya bertahan dengan game yang berada di PC-nya.

“Aku mau noona… kau tahu noona, aku selalu mengalahkan teman-teman ku di panti kalau soal Game..” Riang Jongjin. Ia mengangkupkan kedua tangannya di depan dada dengan mata yang berbinar-binar.

“Benarkah?” Kagum Younghyun. “Kajja kita beli kalau begitu…” Younghyun mengandeng tangan namja kecil itu dan melangkahkan kakinya ke game center yang masih berada di dalam area mall itu.

—–^ Surprise…!!! ^—–

Deru mesin mobil terdengar dari garasi kediaman keluarga Cho. Kyuhyun melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah. Ia terheran-heran, kala itu rumahnya begitu ramai tidah seperti biasanya. “Jin-ah makan dulu ayo..” Suara yang sangat familiar terdengar melengkin dari arah dapur. Kyuhyun teringat, kalau sekarang rumah mereka bukan hanya ada Younghyun saja melainkan Jongjin, namja kecil yang ia bawa dari Gwangju.

Hyung, kau sudah pulang… Noona,, Kyu hyung pulang!” Teriak Jongjin karena suaranya teredam dengan suara Game yang tengah ia mainkan. Younghyun keluar dari dapur dengan masih menggunakan celemek baby blue-nya. Ia menyambut Kyuhyun dengan membawa tas kerja Kyuhyun dan membantu membuka dasi yang di kenakan oleh Kyuhyun.

Oppa, kau mau mandi dulu atau makan malam dulu?” Tanya Younghyun, ia bersiap menuju kamar mereka menyiapkan air hangat untuk Kyuhyun mandi. Pekerjaan di dapur-nya pun belum selesai, ia memlilih membantu suaminya terlebih dahulu sebentar.

“Aku mau main game saja bersama Jongjin…” balas Kyuhyun yang di jawab gelengan kepala oleh Younghyun. Keputusan yang salah, mengeluarkan game-nya dari dalam gudang. Ia tahu, mulai hari ini pasti Kyuhyun akan mendiaminya dan lebih memilih berkencan dengan game kesayangannya itu.

Oppa, mandi dulu setidaknya… kau ini baru pulang kerja… apa tidak lelah??” Tanya Younghyun lagi, sekembalinya ia dari kamar. “Aku sudah menyiapkan air untuk mandi…”

Oke jagiku!” Kyuhyun mengecup pipi Younghyun sekilas, kemudian berlari menaiki tangga. Hampir saja ia terpeleset keset yang berada di dekat tangga. “Jongjin-ah tunggu hyung ya!” Teriaknya pada Jongjin.

“Siap hyung…” Balas Jongjin lagi dengan teriakan yang cukup membuat Younghyun migraine seketika. Suara tivi yang tengah memainkan Game di tambah teriakan dua namja itu benar-benar membuatnya mengerutkan kening.

‘klik’ satu kali tekan, suasana hening seketika. Jongjin mendesah melihat kelakuan Younghyun.

“Makan malam dulu baru, baru main lagi…” Younghyun tersenyum ramah pada Jongjin. “Ayo.. kita tunggu Kyu hyung di meja makan…” Ajak Younghyun. Jongjin melepaskan stick-nya dengan tidak rela, tapi ia juga menuruti perkataan Younghyun.

“Loh kok di matikan Jagi??” Kyuhyun yang sudah selesai mandi dengan super cepat, terheran melihat ruang tengah yang sepi dan Jongjin tidak ada di sofa putih itu.

“Makan dulu oppa… kau ini kalau sudah melihat game, makan-mu pasti tidak terkontrol…” Younghyun memulai ceramahnya pada Kyuhyun. Memang itu alasan utama Younghyun menyembunyikan game Kyuhyun, karena namja ini akan lupa waktu, dari makan sampai tidur. Alhasil esok pagi Kyuhyun tidak bisa bangun karena kurang tidur.

Mereka-pun makan bersama. Sesekali Jongjin membuka dialog dengan mulutnya yang penuh dengan makanan. Kyuhyun mengernyit bingung dengan menu makan malam mereka malam ini. Tidak biasanya Younghyun memasak makanan seperti ini. kalau dilihat dari warnanya tidak begitu bagus karena warna merah bercampur dengan coklat dan variasi hijau cukup membuatnya takut kalau makanan itu mengandung sayuran. Namun setelah ia mencobanya, cukup enak. Setelah makan mereka kembali berkumpul di ruang tengah.

Suara dentuman senjata ditambah seruan dua namja beda usia itu dengan seketika kembali terdengar. Younghyun tidak habis pikir, bagaimana bisa kebetulan Jongjin memiliki hobi yang sama dengan suaminya. Sesekali ia mengintip dari dapur, dua namja itu tengah fokus dengan strategi masing-masing. Ia hanya bisa mendengus pasrah, setidaknya rumahnya kini ada warna berbeda sejak semalam.

Hyung, itu baja-ku kenapa kau menembakinya??” Kesal Jongjin, ia sudah berapa round kalah dari Kyuhyun. “Tuh kan aku kalah lagi… sudah ah aku tidak mau main lagi!” Jongjin membuang stick-nya di sofa dengan raut kesal. Kyuhyun terlalu bersemangat melawan Jongjin, makanya ia lupa ia sedang bermain dengan siapa, lawan kecil yang tidak sebanding dengannya.

Oppa, kau ini… bisa tidak kau mengalah sedikit pada Jongjin…” Younghyun yang telah selesai mencuci piring duduk di samping Jongjin. Dan namja kecil itu langsung mengadu padanya sambil merebahkan kepalanya d ipaha Younghyun.

“Kyu hyung jahat,, aku di tembak mulu noona…” Adu Jongjin. Matanya terlihat sayu dan lelah.

“Mungkin karena kau sudah lelah dan mengantuk sayang… makanya kau kalah terus dari Kyu hyung…” Younghyun memperhatikan Jongjin yang mulai menguap dan mengusap matanya.

“Iya aku mengantuk, noona…” Gumam Jongjin. “kaki-ku pegal…” Kyuhyun menoleh pada Jongjin. Ia mem-pause game-nya dan menaruh stick itu di karpet, kemudian meraih kaki Jongjin untuk ia letakkan di kedua kakinya.

“Kau pasti lelah seharian berkeliling mall…” Younghyun memandang Jongjin yang tengah tertidur dengan nyenyak. Kyuhyun memijat kaki Jongjin lembut.

Oppa bagaimana tadi operasi-nya?” Younghyun merebahkan punggungnya sambil memejamkan matanya. Hari ini cukup melelahkan juga untuknya.

“Hampir saja aku gagal… hhhh~” Sontak Younghyun membuka matanya dan meneggakan tubuhnya. “Tapi kau tiba-tiba masuk kedalam pikiran-ku jadi aku bisa menyelesaikan operasi-ku dengan sempurna..” Kikik Kyuhyun bermaksud menggoda Younghyun.

Oppa, ini bukan saatnya bercanda!” Younghyun mengerucutkan bibirnya, menatap kesal Kyuhyun.

Eiiiy kau biasanya suka di goda… kenapa sekarang tidak mau… lagi pula tadi hanya operasi biasa, aku sudah biasa melakukannya…” Gemas Kyuhyun mencoba mencubit pipi Younghyun walau cukup jauh dari tempatnya.

“Untuk saat ini tidak… lebih baik aku membawa Jongjin ke kamarnya… Aku tidur duluan ya oppa… kalau kau masih mau main nanti jangan lupa di matikan tivi-nya..” Younghyun beranjak bangun dan mencoba mengangkat Jongjin kedalam gendongannya.

“Biar aku saja Jagi,, kau lelah sepertinya… tunggu sebentar aku matikan tivi dan game-nya dulu…” Younghyun mengangguk, dan Kyuhyun membereskan barang-barang game-nya dan menaruhnya ke dalam laci di bawah tivi.

Kyuhyun menggendong Jongjin dengan hati-hati, membawa namja kecil itu menuju kamarnya. Younghyun mengikuti dari belakang setelah ia mematikan lampu di lantai bawah. “Oppa biarkan Jongjin tidur di kamar kita ya? Jongjin takut sendirian…” Pinta Younghyun yang di jawab anggukan Kyuhyun.

Mereka masuk kedalam kamar dan tidur bersama dengan Jongjin yang berada di tengah-tengah mereka. Keduanya saling pandang dan saling melempar senyum satu sama lain. Kyuhyun senang melihat Younghyun yang bahagia bersama Jongjin seharian ini. Dan Younghyun merasa dirinya adalah wanita yang beruntung, memiliki suami seperti Kyuhyun yang menerima dirinya apa adanya. Keduanya memeluk Jongjin dan mulai memejamkan mata, memberi kehangatan untuk namja kecil yang berada di tengah mereka dan menyongsong mimpi malam itu.

To be continue……

82 Comments (+add yours?)

  1. HalcaliGaemKyu
    Aug 12, 2013 @ 10:23:24

    Ya ampun… Gk sabar liat jongjin diadopsi. Tp jongjin ngebetnya sm hae… Eottohke?? Masa diadopsi sm hae? Kekeke…
    Keren bgt ff nya
    aku suka karakter jongjin yg pintar dan lucu

    Reply

  2. enkoi
    Nov 28, 2013 @ 22:35:11

    wah…kali ini lebih fokus ma hyun couple y…kyu setia amat ma istrinya. jungjin kayanya bakal jadi anaknya hyun couple nih

    Reply

  3. inggarkichulsung
    Mar 20, 2014 @ 21:43:00

    Hyun couple ini sepertinya hrs sgr mengadopsi jongjin krn mrk slg menyukai, Kyu oppa ada sj ide nya u membujuk jongjin agar tdk menangis

    Reply

  4. Cho In Hyun
    May 17, 2014 @ 20:31:49

    Heumhh kok jaejoong oppa mau pulang ke America ?? Udah Sebaiknya Jongjin jd anaknya Kyuhyun sm Younghyun ajaa supaya gak sepi rumah mereka

    Reply

  5. Kim Heena
    Jun 03, 2014 @ 14:24:18

    Hahah…benar jg yg dokter kejiwaan siapa?? Ehh knp Kyu bisa-bisanya membual pada Jongjin agar dia menurut…kadang ilmu Evil-mu bermanfaat tuan Cho…wkwk

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

@fanfict_palace

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Memories

March 2012
M T W T F S S
« Feb   Apr »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
%d bloggers like this: