[Fanfiction] Our Love Story (Chap 14 – Surprise…!!!) Part One

 

 

Tittle               : Our Love Story – Surprise…!!!

Length             : Multi chapter – chapter 14 (Part 1)

Author             : missdorky & littleyounghae

Cast                 :

–     Lee Donghae

–     Cho Kyuhyun

–     Park Eunyoung (OC)

–     Lee Younghyun (OC)

–     etc^^

Genre               : Romance

Rated               : PG-17

Notes                 : FF ini merupakan project kolaborasi pertama dari dua penulis (littleyounghae dan missdorky) . FF ini salah satu cara untuk menunjukan cara kami dalam berimajinasi dan menuangkannya ke dalam sebuah cerita…^^ Enjoy and feel the story… Happy Reading, don’t forget to give comments and We will appreciate it… ^^

Disclaimer          : Cast FF ini yang jelas bukan milik kami tapi Cerita FF ini murni dari otak kami berdua…. susah payah menggabungkan dua ide jadi satu karya, so… don’t be plagiator… and don’t be a silent reader.

A/N                   : Akhirnya Kami publish Our Love Story!! Lagi-lagi kami ingin minta maaf atas keterlambatan kami mem-publish FF ini *Bow* Semoga kalian tidak kecewa dan bosan menunggunya… Ada kabar baik!! Kami mempublish dua part sekaligus… Tapi Part 2 kami akan me-Lock-nya, setelah postan ini ada Announcment, kalian bisa mengkomen di situ untuk meminta PW by Email, Twitt maupun Facebook… tetep patuhi aturannya yaa agar kalian senang dan kami pun senang… *simbiosis mutualisme* kkkkk~

Okeeh ga pake banyak Omong lagi saya *plaak* silahkan di baca, jangan lupa berikan kami feedback, berupa kritik juga boleh, kami akan menerima dengan senang hati, bukan berati kami hanya ingin menerima pujian dari kalian… apalah arti pujian kalau itu bukan dari isi hati kalian,, kami lebih baik menerima kritik yang di sertai saran… kamsahamnida~ *Bow*🙂

 

A story to me means a plot where there is some surprise. Because that is how life is – full of surprises. – Isaac Bashevis Singer

 

Hampir seminggu Donghae berada di rumah sakit dan kemarin ia menunda kepulangannnya ke rumah karena tidak tega membangunkan Eunyoung yang sedang tidur karena kelelahan. Pagi ini Donghae bangun lebih pagi dari hari biasanya. Sejak pagi, ia tidak dapat menutupi raut wajahnya yang nampak berseri. Lee Teuk dan Eunyoung yang berada di dekatnya-pun ikut merasakan suasana hati Donghae yang kala itu sedang baik. Selain karena hari ini ia benar-benar akan pulang ke rumah, ia juga sudah mulai terbiasa dengan kondisinya. Donghae mencoba menerima apapun yang terjadi padanya karena ia tidak ingin Eunyoung dan semua orang yang berada di dekatnya merasa kehilangan harapan terhadapnya. Sudah cukup kemarin ia membuat semua orang panik dan bersedih, dan bahkan membuat Eunyoung terlihat shock dan sangat sedih karena kondisinya. Kini Donghae akan selalu berusaha melakukan apapun agar menjadi lebih baik lagi, walau harus selama apapun ia menjalani perawatan, yang ia inginkan hanya memberikan yang terbaik untuk orang di dekatnya.

Cup~

Sebuah kecupan lembut mendarat di pipi kanan Donghae yang sudah mulai terlihat tirus. Donghae menoleh seraya tersenyum pada sang pemilik bibir yang mengamit lengannya dengan manja.

“Aku suka wajah suamiku pagi ini… tampan…” Eunyoung-pun tersenyum sambil mencubit gemas pipi Donghae.

“Sudah seharusnya bukan? Aku memang tampan sejak dulu, Jagi…” ucap Donghae bangga. Ia raih tangan Eunyoung yang tadi berada di pipinya lalu ia kecup lembut punggung tangan isterinya itu.

Issshh… kau ini percaya diri sekali, Oppa… Aku bilang hanya hari ini kau terlihat tampan…” Eunyoung memukul kecil lengan Donghae.

Ne… hanya hari ini aku tampan, tapi sebelumnya dan seterusnya aku sangat tampan kan? Hehehe …” Donghae yang tertawa kecil lalu meraih tubuh isterinya itu merapat padanya. Ia dekap Eunyoung dalam kehangatan tubuhnya tanpa bermaksud menekan bayi dalam perut isterinya itu. Dalam hati ia hanya bersyukur memiliki seorang Eunyoung yang selama hampir setahun ini mengisi kehidupannya.

Eunyoung tersenyum dalam dekapan Donghae, namja yang dangat berarti dalam hidupnya itu. Ia menengadahkan kepalanya, menatap dalam mata indah Donghae dan ia berikan senyuman manis pada suaminya itu. Donghae perlahan mendekatkan wajahnya lalu kecup bibir manis Eunyoung dengan lembut bermaksud menyalurkan semua perasaan dalam hatinya, rasa terima kasih, kasih sayang dan cinta.

Ehhemm…” suara Lee Teuk yang baru saja keluar dari kamar mandi menginterupsi kegiatan sepasang suami isteri itu. Donghae melepaskan bibir serta dekapannya pada Eunyoung dan dengan seketika wajah mereka bersemu merah saat mendapatkan senyuman kecil dari Lee Teuk. “Aigoo, sepertinya appa selalu menjadi pengganggu saat kedua puteri appa sedang bermesraan dengan suaminya…” ucap Lee Teuk dengan nada mengeluh namun tetap tersenyum menyindir Donghae dan Eunyoung.

“Ah, appa… mana mungkin appa mengganggu…” Eunyoung berjalan perlahan mendekati Lee Teuk lalu berganti mengamit lengan Lee Teuk.

Appa bercanda, sayang… Appa hanya senang kedua puteri appa bahagia dengan keluarganya, walau kalian sedang sedih-pun kalian tetap menguatkan, itu baru namanya kehidupan berkeluarga…” ucap Lee Teuk bijaksana. Eunyoung makin bergelayut manja dengan Lee Teuk, sosok seorang appa yang sudah dengan senang hati menerimanya sebagai puteri kandungnya sendiri.

“Puteri appa kenapa manja seperti ini, hm? Young-ah, suamimu bisa cemburu kalau kau seperti ini…” ucap Lee Teuk.

“Mengapa Donghae oppa harus cemburu? Aku kan bermanja-manja dengan appa…” Eunyoung melirik pada Donghae yang tersenyum padanya. “Ah, aku senang appa menetap di Seoul, Hyunnie pun pasti sangat senang… dengan begitu, aku dan Hyunnie bisa sering merepotkan appa,, hehehe…”

“Selama aku bisa, aku akan senang direpotkan oleh kalian… Kedua puteri appa yang sangat berharga… apalagi, sebentar lagi appa akan mendapatkan seorang namja kecil…” Lee Teuk mengelus lembut rambut panjang Eunyoung dengan sayang.

Eunyoung nampak berkaca-kaca mendengar perkataan Lee Teuk. Tidak dipungkiri ia merasa sangat berterima kasih pada appa-nya itu. Sekejap ia mengingat keluarganya yang telah tiada, dan sosok Lee Teuk sudah mewakili semua peran keluarganya itu. Tanpa ia sadari, setetes air mata pun jatuh dari sudut mata cantik Eunyoung dan matanya bertemu pandang dengan Donghae yang sedari tadi memperhatikan interaksinya dengan Lee Teuk. Seutas senyum-pun ia berikan pada Donghae dan dengan cepat ia hapus air mata yang hendak mengalir di pipinya.

Donghae tersenyum bangga pada Eunyoung. Ia sangat tahu perasaan Eunyoung saat itu. Donghae-pun kembali bersyukur, karena banyak orang yang berada di sekitarnya dan Eunyoung yang memberikan banyak kasih sayang pada mereka. Mengingat Eunyoung pernah mengalami guncangan hebat dulu, bahkan sampai trauma berlebihan, Lee Teuk, Younghyun dan Kyuhyun memang berkontribusi besar dalam diri Eunyoung hingga sampai seperti ini.

Jagi, kau harus selalu ingat banyak orang yang menyayangimu, jangan pernah merasa kesepian lagi seperti dulu…” batin Donghae. Perasaan Donghae semakin bertambah bahagia melihat Eunyoung yang seperti itu. Pemandangan seperti ini yang ingin Donghae lihat, ia ingin melihat semua orang di dekatnya terutama Eunyoung tersenyum bahagia dan penuh kasih sayang tanpa harus mengkhawatirkan sesuatu yang belum pasti.

Aigoo… ssshh…” Lamunan Donghae seketika terhenti saat ia menangkap wajah Eunyoung yang sedikit meringis.

“Young-ah, Gwaenchana…? Appa rasa kau sudah terlalu lama berdiri…” Lee Teuk pun mengarahkan Eunyoung untuk duduk di sofa dengan dibantu Donghae yang dengan sigap mengahampirinya dan Eunyoung.

Eunyoung tersenyum sambil mengelus perutnya yang kembali mengalami kontraksi kecil. “Baby… Kau ingin menyapa kami, hm? Ssshh.. Oppa, bisa kau ambilkan aku minum?” Donghae mengganguk dan dengan segera ia menuju dispenser di sudut ruangan.

Eunyoung masih sesekali meringis sambil tersenyum, dan Lee Teuk setia mengipasi wajah puterinya yang mulai berpeluh. Donghae sudah duduk kembali di samping Eunyoung lalu membantu Eunyoung untuk minum. “Apa ia sangat kasar, Jagi? Sakit kah?” tanya Donghae sedikit cemas.

Eunyoung menggeleng dan lagi-lagi ia tersenyum sambil mengelus perutnya. “Anak ini tidak sabar untuk melihat kita… sabar sayang, omma-pun tidak sabar melihatmu…”

“kurang dari dua bulan, ya… kurang dari dua bulan lagi aku akan melihat anakku lahir…” Donghae berucap dengan senyuman tipis terukir di bibirnya. Ada perasaan ragu akan ucapannya sendiri, namun dengan segera ia menepisnya.

Ne~ sebentar lagi…” Eunyoung yang seakan membaca pikiran Donghae, lantas meraih tangan suaminya agar mengelus perutnya. “Yang ku tahu, anak ini akan tenang kalau tangan appa-nya yang mengelusnya…” ucap Eunyoung menatap Donghae. Lee Teuk kembali melukis senyum di wajahnya melihat Eunyoung dan Donghae. Perkataan Eunyoung benar adanya, pergerakan bayinya perlahan terhenti karena Donghae. Hal itu membuat Lee Teuk dan keduanya-pun bernafas lega.

Hari menjelang siang, Lee Teuk, Donghae dan Eunyoung masih menunggu Ryeowook, Kyuhyun dan Younghyun yang akan menjemput mereka. Ryeowook yang juga ikut Lee Teuk menetap di Seoul adalah sepupu Younghyun yang sudah tinggal lama dengan Lee Teuk di Busan sejak orang tuanya meninggal. Dan karena ada Ryeowook pula Younghyun tidak berat meninggalkan Lee Teuk untuk menetap di Seoul saat kuliah dan sampai sekarang.

Lee Teuk , Donghae dan Eunyoung mengisi waktu mereka dengan mengobrol ringan. Eunyoung lebih banyak memperhatikan obrolan Donghae dan Lee Teuk.  Baru kali ini ia melihat keduanya mengobrol dengan akrab, mengingat saat Lee Teuk berkunjung ke rumah mereka, komunikasi Donghae dan mertuanya itu terbatas karena pekerjaan Donghae di rumah sakit.

Mianhae, appa… aku tidak bisa ikut Kyuhyun menjemputmu dan Wookie ke Busan, dan bahkan appa semalam langsung ke rumah sakit setibanya di Seoul, ah… seharusnya aku dan Eunyoung bisa menyambut kedatangan appa dan Wookie di rumah…” sungkan Donghae

Ne?” heran Lee Teuk dengan raut yang tampak bingung karena ucapan Donghae.

“oh, mmm… Mianhae… aku hanya tidak enak pada appa…” dengan segera Donghae mencoba mengusir raut bingung Lee Teuk yang ia tangkap. Ia merutuk dirinya dalam hati karena mungkin telah salah berucap. “Oh, iya, apa Kyuhyun sudah mengurus semua keperluan appa dan Wookie? mm… apa ada hal lain yang bisa ku bantu?” tanya Donghae kembali.

“semua keperluan sudah ku urus, cukup mudah mengurus beberapa dokumen, hanya mengurus beberapa dokumen yang akan pindah alamat ke Seoul. Kemarin appa dan Wookie sudah selesai mengurusnya. Bahkan kami sudah mendapat apartemen, kebetulan Wookie punya beberapa teman di sini, dan seorang temannya membantu kepindahan kami ke apartemen… appa tidak ingin merepotkan kalian, Kyuhyun sibuk dan kondisimu sedang tidak baik…” jelas Lee Teuk. “Sudah, tidak perlu sungkan seperti itu… appa lebih senang karena sekarang kondisimu sudah lebih baik..” lanjutnya.

Donghae tersenyum sungkan, namun dalam kepalanya ia sedikit menangkap sesuatu yang membuatnya bertanya-tanya.

“Jadi, appa dari Busan ke Seoul dibantu oleh temannya Wookie, lalu Kyuhyun? Bukankah waktu itu Younghyun bilang Kyuhyun sedang di Busan…” Donghae masih terus menganalisa beberapa pertanyaan yang muncul dalam kepalanya.

Eunyoung yang sedari tadi hanya banyak diam dan memperhatikan, juga mulai menganalisa keanehan dari percakapan appa dan suaminya itu ditambah lagi ekspresi bingung dari keduanya. Lalu Eunyoung menyadari sesuatu yang membuatnya terkejut.

Omo! 15 oktober, hari ini… apa Hyunnie dan Kyuhyun merencanakan sesuatu?’ batin Eunyoung. ‘Aigoo, Eunyoung… kenapa kau bisa melupakan hari ini …’ Eunyoung merutuk dirinya dalam hati. Ia baru teringat kalau hari ini adalah hari ulang tahun Donghae.

Jagi… Apa baby bergerak kasar lagi?” tanya Donghae yang melihat Eunyoung melamun dengan wajah yang nampak terkejut.

Eoh? Mmm …hanya sedikit, mungkin ia sudah tidak sabar untuk pulang… Aigoo… Kyuhyun oppa dan Wookie oppa lama sekali datang…” ucap Eunyoung mengalihkan pikiran Donghae.

‘tok…tok..’

Annyeong…” suara khas seorang namja manis memasuki ruang rawat Donghae sambil memamerkan gigi-nya yang rapi.

“Wookie oppa… akhirnya kau datang…” Eunyoung berusaha bangkit dari duduknya bermaksud menghampiri Ryeowook yang sudah lama tidak ditemuinya. Dengan sedikit bantuan Donghae, Eunyoung yang sudah berdiri lantas memeluk tubuh namja manis itu. “Ah… oppa, akhirnya kau datang juga ke Seoul,  terakhir kali kau datang, waktu aku menikah, dan kita selama ini hanya berbicara di telfon… aigoo… oppa, nanti ajari aku beberapa menu baru yang kau bilang waktu itu ya…” riang Eunyoung.

Ne, aku datang, karena aku sudah janji akan membantu kalian di restoran,, hehe…” ucap Ryeowook.

“apa terjadi sesuatu? Kenapa lama sekali baru sampai?” tanya Donghae. “ah, iya… Kyuhyun dan Hyunnie tidak ikut denganmu?”

“Eh? Mmm… mian,, mmm… tadi…, ah, iya… ban mobil hyung bocor, jadi harus menggantinya ke bengkel sebentar…” jawab Ryeowook sedikit gugup dan dengan sikapnya yang cenderung aneh karena membuat Donghae dan Lee Teuk mengerutkan kening mereka. “iya, tadi aku baru menyadarinya di jalan, ah, mobilmu sepertinya jarang dirawat Hyung…” Ryeowook kembali menjelaskan.

“Ah, iya… aku memang jarang merawat mobilku akhir-akhir ini, Gomawo, Wookie-ya…” ucap Donghae membenarkan. Ryeowook nampak bernafas lega karena alasan ban bocor hanya alasan yang dia buat agar Donghae dan yang lainnya tidak curiga. Sebenarnya sebelum ke rumah sakit, ia mengantarkan Younghyun ke toko kue untuk mengambil kue yang waktu itu dipesan oleh Younghyun dan Eunyoung.

Eunyoung yang menangkap gelagat Ryeowook yang mencurigakan semakin menganalisa dengan menggabungkan beberapa pikirannya sebelumnya.

‘Kenapa Wookie oppa aneh sekali? Hmmm…. Yang ku tahu Wookie oppa tidak pandai berbohong, apa semua ini ada hubungannya dengan Kyuhyun oppa dan Hyunnie?’ batin Eunyoung lagi.

Kajja… sepertinya sudah terlalu siang untuk sampai ke rumah..” usul Ryeowook yang kemudian membantu membawa tas yang berisi barang keperluan Donghae dan Eunyoung selama di rumah sakit.

“Oke, sepertinya Wookie benar, lebih baik kita segera sampai di rumah bukan? Bahkan baby-pun dari tadi mengeluh ingin cepat sampai ke rumah …” ucap Lee Teuk menyetujui usul Ryeowook.

mmm… kita tidak menunggu Kyuhyun dan Hyunnie, mereka belum datang kan?” Donghae menatap penuh tanya pada Ryeowook dan sukses kembali membuat Ryeowook gugup.

nnnggg…. Kyuhyun dan Hyunnie tidak bisa menjemput…” ragu Ryeowook menjawab pertanyaan Donghae.

Jinja? Apa terjadi sesuatu dengan mereka? Mmm.. Kyuhyun tidak datang ke rumah sakit hari ini?” Donghae semakin intens bertanya pada Ryeowook.

“Eh? Kyuhyun… tadi Kyuhyun hyung,,, sakit… ah iya.. sakit… Kyuhyun hyung sakit..” Ryeowook kembali menjawab dengan gugup dan membuat Donghae heran. Eunyoung tersenyum, ia semakin yakin akan analisanya.

“Kyuhyun sakit?” Lee Teuk juga ikut panik karena mendengar kabar dari Ryeowook dan namja manis itu pun hanya bias mengangguk ragu menjawab pertanyaan pamannya itu.

“Sebentar, aku akan menelfonnya, kalau Kyuhyun sakit, kita bisa langsung ke rumah mereka, kasihan Hyunnie pasti kebingungan, Kyuhyun kalau sudah sakit pasti merepotkan…” ujar Donghae dengan santai. Mungkin kalau Kyuhyun mendengar ucapannya, Donghae akan mendapatkan tatapan tajam dan kesal darinya.

Donghae segera meraih ponselnya dan berusaha menghubungi Kyuhyun. Raut cemas dan paniknya pun berganti dengan raut kesal, Donghae berdecak kesal, beberapa kali ia menghubungi ponsel sahabatnya itu namun tidak sekali-pun ada jawaban.

Oppa, baby ingin cepat sampai di rumah…” Eunyoung tiba-tiba merajuk bergelayut manja di lengan suaminya yang sedang kesal itu. “Kita bisa menghubungi mereka lagi kalau sudah sampai rumah kan?” Eunyoung memohon sambil mengelus perutnya.

“Oke, ku rasa Kyuhyun sedang bermanja-manja dengan Hyunnie, baiklah… kajja… kita pulang, aku pun sudah tidak sabar untuk sampai di rumah…” ucap Donghae yang kemudian ikut mengelus perut Eunyoung agar bayinya tenang.

Eunyoung tersenyum lalu tanpa sengaja bertemu pandang dengan Ryeowook yang kembali tertangkap menghela nafas lega. Eunyoung mengerlingkan sebelah matanya dan membuat Ryeowook kembali gugup sekaligus bingung. Eunyoung sengaja berpura-pura seperti itu, karena ia sangat yakin Kyuhyun dan Younghyun pasti sedang merencanakan sesuatu di rumah.

—–^ Surprise…!!! ^—–

Younghyun tergesa-gesa memasuki pekarangan rumah Donghae. Derap langkahnya terdengar jelas di jalan setapak kecil menuju pintu masuk rumah bergaya minimalis itu. Sebuah kotak berisi kue, ia tumpu di kedua tangan-nya dengan sangat hati-hati, tak ingin kue itu hancur ataupun tergeser dari posisi-nya. Lengang dan sepi, itu yang ia rasakan saat ia melangkahkan kakinya di rumah pasangan yang sama-sama menyukai nemo itu.

Segera ia langkahkan kakinya menuju dapur, ia harus bergerak cepat, karena waktunya sudah terbuang banyak di cake shop tadi, banyaknya orang yang juga ingin mengambil pesanannya, membuatnya harus sabar mengantre menunggu namanya di panggil. Di liriknya jam tangannya, sudah tak ada waktu lagi, pikirnya dalam hati.

“Kyu oppa, Jongjin-ah… kalian ada di mana??” Panggil Younghyun sambil membersihkan meja dapur yang masih berantakan. Ia tadi terburu-buru dan meninggalkannya begitu saja, sementara ia mengambil kue dengan di antar Ryeowook.

Tak ada jawaban, Ia lalu mendekat ke kompor yang di atasnya terdapat panci berisi sup rumput laut, makanan yang harus ada saat merayakan hari kelahiran. Ia tidak menemukan kepulan asap putih saat ia membuka tutup-nya. Younghyun berdecak kesal, pasalnya ia sudah meminta Kyuhyun untuk memanaskannya sebelum ia kembali.

“Kyu oppa!!” panggilnya lagi, ia beranjak meninggalkan dapur setelah ia menyalakan kompor, meninggalkan panci itu dan membiarkan isinya kembali mendidih. Ia menuju lantai atas karena tak ada tanda-tanda kehidupan di lantai satu. “Ishh.. bahkan kau juga tidak mengangkat telpon-ku, Oppa…” Gerutu-nya lagi dengan mimik kesal.

“Jongjin-ah, kau di…” Younghyun menghentikan ucapannya yang hendak memanggil Jongjin. Ia melihat Jongjin sedang bersama Kyuhyun di sebuah ruangan yang pintu-nya tidak tertutup. Seketika Younghyun melupakan amarah-nya pada Kyuhyun, ia terpaku melihat Kyuhyun yang tengah berlutut, membantu mengancingkan kemeja yang dikenakan Jongjin.

Seutas senyum merekah manis di bibir Younghyun, bayangannya yang ingin sekali memiliki seorang anak kembali terlintas, air mata haru mulai menganak di sudut matanya. Kyuhyun yang telah selesai membantu Jongjin berpakaian, meraih sisir dan mulai menyisirkan rambut Jongjin yang berwarna coklat ikal itu.

Noona, kau sudah pulang…” Jongjin membuyarkan lamunan Younghyun yang masih asik mengamati dua namja yang tertangkap indra visual-nya seperti ayah dan anak itu. Jongjin berjalan mendekatinya dengan memamerkan gigi susu-nya yang menggemaskan dan Kyuhyun mengikuti di belakangnya dengan tatapan lekat sekaligus heran pada Younghyun.

Ne, Noona sudah pulang… apa kau sudah siap??” Tanya Younghyun mengangkat tubuh Jongjin ke dalam gendongannya. Jongjin menganggukan kepalanya, ia mengalungkan kedua tangannya di leher Younghyun.

“Kenapa lama sekali??” Kyuhyun mengusap rambut Jongjin gemas, sebelum ia mencium sekaligus menghirup harum rambut Jongjin yang baru saja ia bantu untuk menyisirnya.

“Antre sekali oppa… banyak yang mengambil pesanannya hari ini… aku sudah mencoba menghubungi-mu, tapi kau tidak menjawabnya…” Jawab Younghyun. Mimik kesalnya kembali muncul menatap Kyuhyun.

“Ah mianhae Jagi, ponsel-ku aku pasang silent mode..” Kyuhyun mengusap belakang kepalanya sambil tersenyum lebar pada Younghyun. Sedikit gugup takut Younghyun marah padanya.

Aiiish kau ini kebiasaan oppa… sudah ku bilang berapa kali, kalau sedang tidak bekerja jangan membuatnya dalam mode itu…” Gumam Younghyun saat mereka berjalan bersisian menuju dapur. Younghyun menurunkan Jongjin di salah satu bangku meja makan. Younghyun memberinya sepotong roti dengan selai coklat di atasnya dan segelas susu coklat untuk sarapan pagi namja kecil itu.

Gomawo noona…” Jongjin berucap dengan suara imut khas anak kecil. Kemudian ia mulai menyantap sarapannya sementara Kyuhyun dan Younghyun mempersiapkan keperluan lain untuk kejutan ulang tahun Donghae.

Kyuhyun keluar masuk dapur dengan membawa mangkuk serta peralatan makan kosong dengan beberapa serbet yang tersampir di lengan kirinya. Ia tengah menata meja makan sementara Younghyun memanaskan makanan yang tadi pagi ia masak bersama Ryeowook.

Hyung, aku mau bantu… kau butuh apa biar aku yang ambil..” Ucap Jongjin, ia sudah selesai memakan makanannya dan berniat membantu Kyuhyun yang sejak tadi mondar-mandir di hadapannya.

“Ah kau bisa membantu beberapa sendok dan sumpit untuk kita makan nanti…” Kyuhyun tersenyum pada namja yang ada di dekatnya itu. Dengan selai cokelat yang menempel di bibir mungil Jongjin, ia terlihat sangat menggemaskan.

“Siap hyung, aku akan segera mengambilnya….” Jongjin turun dari bangkunya dan segera berlari menuju dapur, namun langkahnya terhenti saat ia sampai di pintu dapur. Ia kembali berlari menuju meja makan. “Piring dan gelasku ketinggalan… hihihi..” Jongjin tetawa geli, ia berusaha mengangkat piring dan gelas itu dengan tangan kecilnya.

“Biar hyung nanti yang membawanya, Jongjin-ah..” Kyuhyun menahan Jongjin. Ia tak ingin Jongjin membawanya karena tangan kecil Jongjin mungkin tak akan sanggup membawanya.

Anniya hyung… ibu peri selalu bilang pada kami, sehabis makan kami harus membawa piring dan gelas kami sendiri untuk dicuci…” Jongjin tetap berusaha mengambilnya dan membawanya ke dapur.

Omo! Jongjin-ah… kau tidak usah membawanya sendiri nanti biar hyung atau noona yang bawa..” Kaget Younghyun ia segera mengambilnya dari tangan Jongjin.

Gwaenchana, noona… oiya noona aku mau mengambil sumpit dan sendok untuk Kyuhyun hyung..” Younghyun tersenyum lebar seraya mengusap surai ikal namja kecil yang tingginya hanya sepinggangnya itu.

“Ini kau bisa membawanya untuk Kyuhyun hyung… Anak pintar…” Younghyun berlutut menyerahkan beberapa pasang sumpit dan sendok. Ia dan hapus selai coklat di bibirnya dengan telapak tangannya dan ia cubit pipi tembam Jongjin dengan gemas, sang empunya pipi hanya tersenyum hingga matanya menyipit.

Semua perlengkapan sudah siap. Meja makan sudah dipenuhi berbagai makanan untuk merayakan ulang tahun Donghae. Kue cantik nan manis itu-pun sudah terpasang lilin dengan berbentuk angka dua puluh lima, yang berarti hari ini usia Donghae sudah menginjak dua puluh lima tahun. Seperempat abad sudah ditempuh Donghae dan sudah hampir satu tahun ia tinggal bersama yeoja yang ia cintai di rumah ini.

Deru mesin mobil menggema memenuhi pekarangan Donghae yang merangkap sebagai garasi mobil itu. Kyuhyun dan Younghyun mulai sibuk menyalakan lilin menggunakan pemantik. Jongjin berlari menuju pintu masuk, sedangkan sepasang suami isteri itu bersembunyi di dalam. Derap langkah semakin mendekat dan Jongjin sedikit berjinjit memutar knop pintu.

‘triiing’

Kunci yang semula digenggam Donghae dan berniat memasukkannya ke dalam lubang pintu terlepas begitu saja membentur lantai. Donghae terkesiap dan terpaku melihat namja kecil yang baru saja membuka pintu dari dalam. “Welcome Home, hyung…” Ucapnya dengan senyum lebar dan mata sipitnya.

Donghae masih terdiam di posisinya, ia ingin mengeluarkan kata-kata dari mulutnya, namun mulut itu hanya bergetar gugup tidak mengeluarkan satu kata-pun. Ia berlutut di hadapan Jongjin, membelai kedua pipi Jongjin yang masih tembam, seperti saat ia bertemu dengannya waktu itu. “Welcome, hyung..” Ucap Jongjin lagi.

Saengil chukkahamnida…

Saengil chukkahamnida…

Saranghaneun Uri Donghae….

Saengil chukkahamnida….

Kyuhyun dan Younghyun keluar dari tempat persembunyiannya. Mereka menyanyikan lagu selamat ulang tahun dengan lantang. Kyuhyun memangku kue di tangannya mendekati Jongjin dan Donghae, sedangkan Younghyun mengikuti dari belakang sambil mengerlingkan sebelah matanya pada Eunyoung, dan Eunyoung membalasnya dengan cengiran lebar plus dua jempol tangannya yang diangkat tinggi ke atas.

“Kalian…” Donghae terlihat begitu terkejut, belum selesai keterkejutannya dengan namja kecil di hadapannya, kini ia di hadapkan dengan kue manis dengan lilin berbentuk angka dua puluh lima yang sudah siap di tiup itu.

Saengil chukkahamnida, hyung…” Jongjin mengusap pipi Donghae yang sudah dipenuhi dengan air mata.

“Benarkah ini kau, Jongjin-ah… aku sedang tidak bermimpi…” Donghae menggengam tangan mungil Jongjin, ia rasakan tangan Jongjin hangat, yang berati ia sedang tidak bermimpi.

“Iya hyung, ini aku Jongjin…” Ucap Jongjin, menatap lekat mata Donghae yang. Eunyoung yang berada di belakang Donghae ikut tersenyum melihat Donghae tiba-tiba memeluk Jongjin. Semua tersenyum tak terkecuali Lee Teuk yang memang belum tahu menahu siapa namja kecil itu. “cepat tiup lilin-nya, hyung… dan jangan lupa ucapkan permohonan…” Ucapnya lagi dengan kue yang kini sudah ada di tangannya.

Donghae mengangguk, lantas ia menangkupkan kedua tangannya dan mulai memejamkan matanya. Sebuah doa yang hanya Donghae dan Tuhan yang tahu dipanjatkan oleh Donghae. Setitik air mata keluar kembali dari sudut matanya. Younghyun yang melihat itu merapatkan tubuhnya pada Kyuhyun. Kyuhyun-pun merangkul pinggang Younghyun dan menggenggam tangan isterinya itu dengan erat.

Dua sulur lilin itu padam dalam satu kali tiupan. Donghae berdiri dan berbalik menghadap Eunyoung yang tengah tersenyum itu. Ia peluk tubuh isterinya itu dengan suka cita. “Apa kau yang merencanakan ini semua Jagi?” tanya Donghae.

Ne, oppa… semula aku yang memiliki ide ini, dan selanjutnya aku dibantu Kyuhyun oppa dan juga Younghyun..” Jawab Eunyoung. “Saengil Chukkaeyo, oppa…” Bisik Eunyoung lembut tanpa melepaskan pelukannya pada Donghae.

Gomawo, my princess…” Donghae mengecup bibir Eunyoung tanpa malu-malu di hadapan semuanya. Sang-appa tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. Tidak Younghyun tidak Eunyoung kedua puterinya itu sama saja, pikirnya dalam hati.

Ya! Ikan… lihat apa yang kau lakukan di sini ada anak di bawah umur… ckckck…” Interupsi Kyuhyun. Ia mengamankan mata Jongjin, sedangkan Younghyun hanya terkikik geli seraya mengambil alih kue yang dipegang Jongjin.

Mi-Mianhae…” Donghae berkata kikuk, segera ia lepaskan pelukannya di bahu Eunyoung. Eunyoung segera menundukkan wajahnya yang terlihat seperti tomat merah itu.

“Sudah kalian masih mau di sini… aku mau masuk…” Ryeowook yang geli dengan dua pasangan kompak itu segera masuk ke dalam meninggalkan yang lainnya.

“Ah iya benar juga kata Ryeowook… appa, Young-ah, Ikan masuklah… isteriku sudah menyiapkan banyak makanan untuk kalian semua..  kejutan!! Isteriku yang masak loh.. Aw!! Sakit Jagi…” Kyuhyun mendapat sikutan telak di pinggangnya oleh Younghyun saat ia menyelesaikan kalimatnya.

Issh oppa kau ini apa-apaan siih… kalau dibanding dengan Eunyoung, masakanku tidak ada apa-apa-nya… lagi pula aku masak dibantu Wookie oppa…” Malu-malu Younghyun. “kajja Jongjin-ah…” Ajak Younghyun seraya menggandeng tangan Jongjin.

Makan bersama-pun di mulai. Younghyun dan Ryeowook membantu menghidangkan untuk semua kepala yang mengitari meja makan berbentuk persegi panjang itu. Sesekali terdengar perselisihan antara Kyuhyun dan Donghae yang kemudian disambut dengan gelak tawa yang lain. Suasana hangat menyelimuti jalanya acara makan bersama mereka. Kehadiran Jongjin pun menambah suasanan makan siang mereka menjadi lebih ceria dari biasanya.

Suasana hangat di meja makan kini berpindah ke ruang tengah. Semua berkumpul di ruangan yang terdapat sebuah televisi di salah satu sisinya. Younghyun dan Eunyoung sudah selesai dengan kegiatan beres-beresnya dengan dibantu Ryeowook. Mereka segera ikut berkumpul bersama Jongjin, Kyuhyun dan Donghae. Lee Teuk dan Reowook lebih memilih beristirahat di kamarnya setelah makan bersama tadi karena memang mereka baru saja sampai di Seoul tadi malam.

“Lelahnya….” Keluh Eunyoung sambil mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajahnya. Ia segera mengambil posisi duduk di sofa terdekat. Susah payah Eunyoung berjalan dan segera ia rebahkan punggungnya di bahu sofa.

“Kau lelah, Young-ah?” Younghyun mendekat mengangsurkan segelas air putih dan membantu mengipasi Eunyoung yang berpeluh. Eunyoung meminum habis air yang di berikan pleh Younghyun.

“Iya,, lelah sekali selama perutku mulai membesar seperti ini…. aku menjadi cepat lelah…” Eunyoung berucap seraya membetulkan posisinya yang kurang nyaman. Younghyun tahu, tidak mudah membawa bayi dalam perut kemana-mana. Ia pernah mengalaminya, bahkan ia membawa dua bayi mereka dan rasanya cukup sulit. “Hyunnie?? Hei kenapa kau malah diam…”

“Aah tidak apa-apa… bagaimana kabar namja kecil di dalam sini Young-ah??” tanya Younghyun mendekatkan telinganya di perut Eunyoung. “Omo!! Dia bergerak… aah senangnya…Kapan kau keluar sayang??” tanya Younghyun lagi, berbisik di dekat peut Eunyoung.

Eeiiy!! Kau genit sekali, baby…. Imo menggodamu… hm??” Eunyoung mengusap perutnya lembut. Terkikik geli karena baby-nya tidak bisa diam selama Younghyun membisikan sesuatu di dekat perutnya.

“Tunggu sebentar ya sayang…. Imo punya buah segar untuk omma-mu…” Younghyun mengecup perut sebelum ia pergi ke dapur meninggalkan Eunyoung. Di lihatnya Donghae dan Jongjin mendekat ke arah Eunyoung dan dengan penasaran mereka ikut menyapa bayi dalam perut yeoja itu.

Segera saja Younghyun menghapus air mata yang tiba-tiba meleleh di kedua pipinya. Untung saja ia sedang membelakangi orang-orang yang berada di ruang tengah, sehingga ia tak perlu malu kalau ada yang melihatnya tengah menangis. Tubuhnya merosot dan ia bersandar di salah satu dinding dapur, ia bisa melihat dan mendengar riang tawa dari ruang tengah. Ia tergugu, mengingat kalau dirinya tidak bisa seperti Eunyoung.

Namun walau begitu, sejak tadi pagi pandangannya tak pernah lepas dari namja kecil berusia 6 tahun bernama Jongjin yang semalam dibawa Kyuhyun ke rumah ini. Senyum Jongjin yang terus terkembang di wajah imutnya membuat hatinya bergejolak, betapa besarnya ia ingin sekali memiliki anak. Anak yang ia yakini akan seperti Jongjin apabila ia sudah sebesar namja kecil itu. Air mata kembali membasahi pipinya, “Mianhae, Kyuhyun oppa…” Lirihnya.

Telpon rumah berbunyi, Younghyun segera menghapus air matanya dan berniat untuk mengangkatnya, namun Donghae sudah lebih dulu mengangkatnya. Dan ia kembali ke tujuannya untuk mengambil buah untuk Eunyoung.

Yeoboseyo..” Sapa Donghae.

“……….”

“Oh Sungmin hyung… Gomawo,, nado saranghaehyung datanglah,, di sini ada pesta yang di siapkan oleh Kyuhyun, Younghyun dan Eunyoung…”

“……….”

Arasseo… iya hyung,, aku sudah sehat… iya… annyeong…” Donghae meletakkan kembali gagang telpon itu pada tempatnya dan kembali menuju Eunyoung dan Jongjin.

“Sungmin Hyung mau datang, Hae?” tanya Kyuhyun sekembalinya Donghae setelah mengangkat telpon tadi.

AnniHyung-ku yang satu itu sangat sibuk pada pekerjaannya hari ini, ah… tapi aku bersyukur, memiliki Hyung sepertinya, ia bisa meneruskan perusahaan appa, jadi aku bisa memilih jalanku menjadi dokter…” ucap Donghae sambil melirik ke arah Eunyoung yang sedang asik bercengkrama dengan Jongjin.

Kyuhyun tersenyum, mengingat usaha Donghae dulu saat keinginannya menjadi dokter sempat ditentang keluarganya. Memang dengan bantuan Sungmin, orang tua Donghae menyetujui keinginan anak bungsunya itu untuk kuliah kedokteran. Sekali lagi, Kyuhyun tersenyum, kali ini ia mengingat bagaimana susahnya ia membantu Donghae untuk lulus ujian, namun yang ia tangkap sahabatnya itu termasuk orang yang bersungguh-sungguh untuk mencapai keinginannya.

Oppa, Hyunnie lama sekali? Apa ia kesulitan mencari sesuatu? Ah, biar ku susul…” ucapan Eunyoung seketika membuyarkan lamunan Kyuhyun.

“Biar aku saja Young-ah, kau masih lelah… istirahatlah dulu..” Kyuhyun menahan Eunyoung yang baru ingin bangkit dari duduknya lalu ia memutuskan untuk menyusul isterinya itu ke dapur.

Sesampainya di dapur, Kyuhyun tersenyum bangga menatap punggung Younghyun. Beberapa hari ini Younghyun bekerja keras untuk menyiapkan segala keperluan untuk kejutan Donghae, bahkan Younghyun dengan semangat memasak bersama Ryeowook sejak tadi pagi. Dan Kyuhyun cukup senang karena dengan begitu Younghyun bisa sedikit melupakan kejadian mengejutkan beberapa waktu lalu.

Jagiya…” Kyuhyun lantas memeluk Younghyun dari belakang yang tengah mengupas buah melon.

Umm ada apa?? Kenapa kau tidak berkumpul di sana??” tanya Younghyun tetap fokus mengupas.

“tidak ada kau di sana Jagi… kau kenapa malah berada di sini… sudah dari tadi kau ke dapur tapi tak kembali ke depan…” Kyuhyun bergelayut manja di pungung Younghyun.

Issh kau ini oppa… sudah sana… aku nanti tidak akan selesai-selesai kalau kau terus mengga….” Ucapan Younghyun terhenti, karena Kyuhyun melepaskan pelukannya dan ia merogoh ponselnya yang bergetar.

“Ya Jae hyung…”

“……………”

“Ah obat Donghae ketinggalan… biar aku yang ambil ke rumah sakit hyung… kau tidak perlu repot-repot-repot mengantarnya ke sini…”

“…………..”

“benar gwaenchana hyung?? Ah ya sudah,, di sini juga sedang ada pesta untuk Donghae,, kalau kau datang suasana akan semakin meriah…”

“…………..”

Ne,, nanti aku kirim melalui pesan ya hyung alamatnya… ne annyeong…” Kyuhyun kembali menaruh ponselnya di saku celananya setelah mengirim pesan pada Jaejoong.

“Jae oppa yang telpon tadi itu, oppa??” tanya Younghyun, ia sudah selesai mengupas buahnya dan kini ia tengah memotong-motongnya menjadi bagian yang lebih kecil.

Ne… Jae hyung yang menelpon… dia bilang Ia ingin menjenguk tapi Hae sudah pulang ternyata. Dan ia bertemu dengan perawat yang mengatakan padanya kalau obatnya tertinggal di wastafel kamar mandi… jadi dia ingin mengantarnya ke sini…” Kyuhyun kembali memeluk pinggang Younghyun dari belakang.

“Oh….” Younghyun hanya ber-Oh ria, menanggapi ucapan Kyuhyun.

“Kau kenapa Jagi??” Kyuhyun yang menyadari ada yang beda dari isterinya itu langsung membalikkan tubuh Younghyun agar menghadap padanya. “Kau habis menangis??” Selidik Kyuhyun. Ia menemukan mata Younghyun memerah.

Anniya… aku tidak menangis… hanya mataku terkena debu tadi… ya sudah aku mau membawa buah ini keluar..” Younghyun berusaha mengelak dari pertanyaan Kyuhyun. Tanpa banyak omong lagi, Younghyun membawa satu piring besar buah itu ke ruang tengah. Menyisakan keheranan di wajah Kyuhyun yang mengikutinya di belakang.

“Waah melon!! Kau tahu saja Hyunnie kalau aku ingin buah ini sejak kemarin…” Ucap Eunyoung berbinar-binar. Ia tersenyum saat Donghae menyuapi buah itu ke dalam mulutnya.

“Siapa dulu… aku tahu kau ingin sekali melon… kau ingin juice melon tapi stock buah melon di cafetaria habis… dan kau mulai murung seharian…” Younghyun terkikik. Diam-diam ia mengamati Eunyoung, dan ia tahu dengan pasti keinginan-keinginan orang yang sedang hamil. “Sini Jongjin-ah,, Noona suapi…” Jongjin mendekat dan menerima suapan dari Younghyun.

Kyuhyun terus memperhatikan Younghyun yang tengah menyuapi Jongjin. Kini ia mengetahui apa yang membuat isterinya itu berbeda hari ini untuknya, namun tidak untuk Jongjin. “Jagiya.. aku juga mau disuapi…” manja Kyuhyun dan ia meraih paksa tangan Younghyun yang hendak menyuapi Jongjin kembali.

Suasana ruangan itu kembali diselimuti gelak tawa. Tak terkecuali Jongjin, ia ikut tertawa dengan mulut yang penuh dengan buah. Hangat dan penuh kebahagiaan, yang dapat disimpulkan dari canda tawa mereka siang itu.

—–^ Surprise…!!! ^—–

Saat Donghae dan Kyuhyun sedang tertawa melihat tingkah Jongjin dan Younghyun yang bercerita, suara bel memecah tawa riang mereka. Kyuhyun dengan segera bangkit dari duduknya menuju pintu untuk melihat siapa yang datang. Setelah pintu terbuka, dilihatnya Jaejoong berdiri di hadapannya sambil membawa sekotak kue di tangannya.

“Oh, HyungMian, jadi merepotkanmu, masuklah…” ujar Kyuhyun ramah.

“Siapa yang datang, Oppa?” Eunyoung yang baru saja berganti pakaian dari kamarnya langsung menuju ke depan pintu rumahnya. Jaejoong melambaikan tangannya tersenyum canggung pada Eunyoung. “Jae oppa? Ah, silahkan masuk… langsung ke ruang tengah saja, Hae oppa dan Hyunnie ada di sana…” riang Eunyoung menyambut Jaejoong yang baru kali ini datang ke rumahnya. Jaejoong hanya terdiam, ada perasaan canggung mengingat perasaannya pada Eunyoung masih sangat nyaman ia simpan dalam hatinya, walaupun ia tetap berusaha menghilangkannya.

Eunyoung dengan baju hamil baby blue berbahan kaus dan rambut diikat sangat terlihat berbeda di mata Jaejoong. Jaejoong menatap punggung yeoja hamil yang berjalan agak kesusahan di depannya. Tatapannya lekat, layaknya seorang pengagum dan tanpa ia sadari Kyuhyun memperhatikan sikapnya itu.

Hyung, hari ini kau off…?” tanya Kyuhyun sengaja memecah fokus Jaejoong pada Eunyoung.

Ne?” Jaejoong sedikit tergagap. “Ah, iya, hari ini aku off, aku sedang mengurus beberapa hal …”

“Jae oppa / Hyung” ucap Younghyun dan Donghae bersamaan saat melihat sosok Jaejoong yang memasuki ruang tengah dan sontak menghentikan ucapan namja tampan bertubuh atletis itu.

Annyeong…” sekali lagi Jaejoong hanya melambaikan tangannya dan mencoba tersenyum ramah pada semuanya. “aku tadi ingin menjengukmu, Hae… tapi kamarmu kosong, dan perawat bilang kau baru saja pulang, oh, iya… obatmu tertinggal di wastafel, jadi aku mengantarkannya ke sini…” Eunyoung mengangguk lantas melirik Donghae dengan pandangan kesal.

Oppa, tadi kau bilang sudah tidak ada yang tertinggal, Aigoo… Obat bahkan lebih penting dari nemo, kau tahu…” Eunyoung duduk kembali dengan perlahan di samping Jongjin sambil menggembungkan pipinya karena kesal.

“Isteriku ini sungguh sangat cerewet, mian, sayang, aku benar-benar lupa…” Donghae mencubit kecil pipi Eunyoung yang nampak menggemaskan menurutnya. “Ah, justru bagus bukan? Jae hyung jadi datang ke sini… Ya!!! Cho Kyuhyun kenapa kau tidak mengundang Jae Hyung dari awal? Ia kan temanku juga…” Protes Donghae layaknya anak kecil yang sedang berulang tahun ke–lima, bahkan terlihat lebih bocah dari Jongjin.

Aissshh… aku dan Hyunnie sudah susah payah menyiapkan semua untuk kejutanmu, Hae, dan kau masih protes?” kesal Kyuhyun.

Ya! Kalian tidak malu bertengkar seperti itu di depan Jongjin? Aigoo.. Jongjin-ah… jangan tiru mereka ya, sayang…” Younghyun yang jengah karena ulah Kyuhyun dan Donghae. Younghyun melipat kedua tangannya di dada sambil berdecak kesal menatap Kyuhyun dan Donghae. Jongjin yang berada di samping Eunyoung hanya tertawa kecil melihat ulah orang dewasa di sekitarnya.

Oppa, silahkan duduk… mmm… Kau mau minum apa?” tanya Eunyoung ramah.

“Apa saja…” jawab Jaejoong singkat. Eunyoung mengangguk lalu hendak beranjak dari duduknya. Namun belum sempat ia berdiri, Younghyun menahannya.

“Biar aku saja, Young-ah…” ucap Younghyun yang lantas berdiri lalu melangkahkan kakinya menuju dapur.

Saengil chukae, Hae…Sepertinya kejutan Hyunnie dan Eunyoung berhasil…” Jaejoong mencoba tersenyum dan berekspresi kagum pada Eunyoung yang terus mengulum senyum sejak menyambut kedatangannya.

Ne… Daebak!! Tapi, dokter Cho dan dokter Lee kurang ahli membuat skenario, sungguh ekspresi Hyunnie tertangkap jelas waktu aku tanya tentang suaminya yang aneh itu, ckckckck…”

Jaejoong tersenyum kecil mendengar Kyuhyun dan Donghae yang lagi-lagi kembali berdebat karena masalah kecil. Sesekali ia melirik ke arah Eunyoung yang juga ikut tersenyum. Hatinya tenang, melihat yeoja itu tersenyum, pasalnya saat Donghae masuk rumah sakit, Jaejoong pun sedikit tidak tega melihat Eunyoung yang sering terlihat murung dan sedih.

“Oh, iya… Hari ini kau off, hyung?” tanya Donghae yang mengalihkan tatapan Jaejoong pada yeoja di samping Donghae.

“Ah, iya… hari ini aku off, aku sedang mengurus sesuatu…” jawab Jaejoong singkat dan masih dengan gugup. Kyuhyun yang menangkap gelagat Jaejoong yang terkesan canggung dan banyak diam, sejenak berpikir tentang suatu hal. Namja penganalisa itu pun muncul dengan dugaan-dugaan di kepalanya, dugaan tentang perasaan Jaejoong pada Eunyoung.

Ehhmmm… Ku dengar ada dokter baru di rumah sakit, mmm… sepertinya ia masuk di departemen kejiwaan, kau sudah bertemu dengannya, hyung?” Kyuhyun menghapus keheningan Jaejooong dan dugaan yang terus memenuhi kepalanya dengan mengalihkan topik lain.

“Oh, dokter baru, yang ku dengar dari para perawat seperti itu, ada dokter baru, mmm… bisa di bilang dokter muda…” jawab Jaejoong singkat.

Jinja? Kira-kira berapa umurnya?” Donghae yang bersemangat bertanya tiba-tiba masuk ke pembicaraan Kyuhyun dan Jaejoong, padahal dari tadi ia sibuk bermain puzzle dengan Jongjin dan Eunyoung. “Aww…. sakit, Jagi…” Donghae kemudian mengaduh karena cubitan kecil yang dilayangkan Eunyoung di pinggangnya.

“Kenapa kalau masih muda? Berniat berkenalan denganya, hm?” Eunyoung menyindir Donghae sambil menatapnya cemburu.

Anniya… aku senang banyak dokter muda baru, dengan begitu aku jadi tidak merasa bersalah karena meninggalkan pekerjaanku selama ini…” Donghae merangkul Eunyoung, berusaha menjelaskan. Eunyoung masih memajukan bibirnya, memicingkan matanya ke arah suaminya itu.

Cup~

Dengan tiba-tiba, Donghae mengecup sekilas bibir Eunyoung yang tampak menggemaskan baginya.

Oppa….Issshhh” seburat rona merah muncul di pipi Eunyoung, sesekali ia melirik ke arah Kyuhyun dan Jaejoong yang ikut terkejut dengan ulah suaminya itu.

“Aku pernah bilang kan, bibirmu terlihat menggemaskan kalau seperti itu, aku jadi tidak tahan untuk menciumnya…” ucap Donghae sambil memamerkan senyuman khasnya. “Kalau bibirmu seperti itu terus, ya… justru aku akan lebih senang, Jagi… hehehe…”

Issshh… oppaaa!!!” Eunyoung yang merasa malu, hanya bisa protes namun bibirnya tanpa sadar menyunggingkan senyuman.

Kyuhyun hanya menggeleng sambil tersenyum geli menatap pasangan di hadapannya, hal yang sama pun tampak dari raut Jaejoong. Namun senyuman Jaejoong lebih berbeda, satu sisi ia bahagia melihat Donghae dan Eunyoung tapi satu sisi ia merasa harus segera melepas perasaannya jauh-jauh pada yeoja itu.

Hmm…. dokter muda itu seumuran denganku dan Donghae, cantik dan lulusan dari Amerika, kalau aku tidak salah, dokter itu lulusan dari John Hopkins University, universitas terbaik kedua setelah Harvard dalam bidang kedokteran bukan?” Kyuhyun yang menangkap kembali tatapan Jaejoong, berusaha meneruskan topik pembicaraan dengan namja itu.

Jinja? Dari mana kau tahu semua itu oppa? Oppa sudah bertemu dengannya? Atau kalian sudah mengenal lama?” Kyuhyun menelan air liur, pertanyaan bertubi-tubi dari Younghyun yang baru kembali dari dapur membuatnya sedikit terkejut. Ditambah tatapan tajam dari isterinya itu, Kyuhyun yang semula banyak bicara, dengan sekejap terdiam seribu bahasa.

Younghyun dengan sedikit kasar meletakan gelas di hadapan Kyuhyun tanpa sedikitpun menghaluskan tatapannya pada suaminya itu. Jaejoong yang berada di depannya terkejut sekaligus ingin tertawa melihat ekspresi Kyuhyun yang seketika terdiam dan memandang takut pada Younghyun.

“Eh? Aku melihat berkas doter muda itu sewaktu rapat dengan appa… tidak sengaja aku membaca berkasnya…” Younghyun mengacuhkan perkataan Kyuhyun lalu ia alihkan pandangannya ke arah Jongjin yang masih sibuk memasang puzzle. Kyuhyun menghela nafas, ia tahu kali ini pasti Younghyun sedang cemburu dengan perkataannya tadi tentang dokter itu.

Ehmm… boleh aku minum?” ucap Jaejoong mencairkan suasana tegang di sekelilingnya. Jaejoong menahan senyumannya melihat Kyuhyun dan Younghyun yang tampak saling diam.

“Bukan, Hyung, bukan yang itu… ahh… hyung ini aneh… lihat gambarnya seperti ini…” suara namja kecil yang sedikit melengking mengalihkan perhatian Kyuhyun, Younghyun dan Jaejoong. Jongjin nampak protes karena Donghae mengacaukan puzzle yang sedang disusunnya. Donghae hanya bisa memamerkan senyumannya saat Jongjin sedikit menyalahkannya, sedangkan Eunyoung hanya terkikik geli bahkan ikut menatap kesal pada suaminya itu.

Aisshh… aku menyerah… aku bingung dengan puzzle yang begitu besar ini…” Donghae mengalah, ia akui memang sempat mengacaukan puzzle yang Jongjin kerjakan. Donghae lantas duduk di sofa, di samping Eunyoung yang masih tersenyum geli menatapnya.

“Donghae-ya… umurmu bahkan sudah seperempat abad, dan kau malah mencari masalah dengan anak kecil, ckckckckck… Lihat Jagi, bahkan Jongjin nampak lebih dewasa darinya bukan?” Kyuhyun tersenyum geli lalu menoleh ke arah Younghyun di sampingnya bermaksud meminta dukungan. Namun bukan dukungan yang didapatkan-nya, Younghyun berdehem kecil masih mengacuhkan ucapan suaminya itu.

Donghae bukannya kesal malah tersenyum penuh kemenangan. Pasalnya biasanya Kyuhyun dan Younghyun sangat suka menyindirnya dengan kompak, namun kali ini Younghyun mengacuhkan ucapan Kyuhyun. Jaejoong pun lagi-lagi menggelengkan kepalanya, dalam hatinya ia sungguh takjub bisa mengenal dua pasangan unik di hadapannya itu.

Jagi…Seharusnya seseorang yang berulang tahun dapat sebuah hadiah bukan? Kau lupa memberikan hadiah untukku, hm?

Hmm... hadiah…. ah.. aku akan memberikanmu sesuatu, mungkin ini bukan hadiah khusus yang aku siapkan sendiri, tapi pasti kau akan suka bahkan semua orang di sini pun akan menyukainya…” Donghae menatap isterinya heran sambil berusaha mencerna maksud perkataannya. “Oppa ingat tidak? Dulu kau berjanji padaku untuk menunjukan sesuatu, tapi setelah kau mencarinya, benda itu tidak kau temukan… dan sekarang benda itu aku sudah simpan, dan aku sangat… sangat… sangat… menyukainya…” ucap Eunyoung bersemangat dengan wajah berseri.

Donghae kembali memutar otaknya, mengingat-ingat benda apa yang di maksud Eunyoung. Nihil, terlalu banyak benda yang muncul di kepala Donghae, ia mencoba mencari jawabannya dengan menatap dalam mata Eunyoung yang berbinar. Eunyoung hanya diam seraya memasang senyuman yang membuat Donghae makin bingung. Ia lantas beranjak dari duduknya, tanpa persetujuan dari Donghae, yeoja itu melangkahkan kakinya menuju ruang kerja milik suaminya itu. Donghae yang penasaran pun memutuskan untuk menyusul Eunyoung. Kyuhyun, Younghyun dan Jaejoong hanya bisa menatap heran sepasang suami isteri itu saling menyusul.

“Hari ini Donghae dan Eunyoung terlihat berbeda…. Seperti kembali ke masa beberapa bulan lalu, sungguh ceria dan bahagia… ahh… aku senang melihat mereka…” ucap Younghyun.

“Mereka… memang terlihat bahagia, kemarin selama donghae di rumah sakit tidak sedikit-pun aku melihat Eunyoung tersenyum lepas seperti hari ini…” Jaejoong membenarkan.

Ne… aku pun setuju, dan ku rasa semua ini berkat dirimu, Jagi…” Sekali lagi Kyuhyun mencoba merangkul Younghyun yang duduk di sampingnya, namun rangkulannya kali ini ditepis kasar oleh Younghyun.  Tidak dipungkiri, Younghyun termasuk tipe yeoja yang tidak mudah dibujuk. Kyuhyun mengusap tengkuknya dengan gemas, ada rasa bersalah karena membuat isterinya seperti itu. Younghyun terdiam seribu bahasa, bahkan Jaejoong yang berada di dekatnya pun merasakan aura Younghyun yang berbeda.

Noona…ini cup cake ya?” tanya Jongjin yang tiba-tiba menghampiri meja dan mengintip kotak yang tadi dibawa oleh Jaejoong. “Noona… aku mau satu ya…” entah karena Jongjin ingin mengalihkan kekesalan Younghyun atau apa, ia terus mencoba berbicara pada Younghyun, padahal di dekatnya ada Jaejoong dan Kyuhyun.

Noona…” panggil Jongjin kembali.

Jagi…” kini Kyuhyun mengecup pipi Younghyun tiba-tiba agar berhenti melamun.

“Kau ini apa-apaan sih oppa?” ketus Younghyun. Kekesalannya seakan memuncak, ditatapnya Kyuhyun dengan sorot penuh amarah.

“Jongjin dari tadi memangilmu, apa kau harus mengacuhkan semua orang saat kau kesal denganku?” emosi Kyuhyun meninggi, ia tahu kalau dirinya salah, tapi tidak seharusnya Younghyun bersikap seperti itu. “Mian, aku salah membicarakan dokter itu, tapi aku benar hanya membaca berkasnya di meja kerja appa, bertemu dengannya pun belum, ku pikir dengan memberi tahu tentang dokter itu, Jaejoong hyung bisa mengenalnya…” Kyuhyun berusaha menekan emosinya serendah mungkin, ia tahu tidak mungkin meluapkan semua di depan Jongjin maupun Jaejoong, ia hanya ingin Younghyun berhenti bersikap seperti itu.

Oppa…” lirih Younghyun dan matanya berkaca, ia tahu sikapnya salah dan Kyuhyun mungkin merasa sakit dengan sikapnya itu. Younghyun hanya bisa tertunduk, Jaejoong yang sebenarnya tidak menginginkan mendengar semua itu hanya bisa diam.

Noona… aku mau ini…” suara manja Jongjin membuyarkan semua.

“Ah, kau mau? Sini biar hyung yang buka kotaknya… kau mau yang mana?” Jaejoong yang tahu pasangan di hadapannya butuh waktu, dengan segera ia membantu Jongjin memilih cup cake.

Jongjin memilih cup cake dengan cream berwarna biru di atasny,a dengan berbinar ia tatap cup cake yang diangsurkan Jaejoong ke tangannya. Kyuhyun dan Younghyun hanya bisa tersenyum dengan ekspresi namja kecil itu.

“Siapa tadi namamu? Jongjin? Ah, iya… Jongjin… kau suka cup cake ya?” Jongjin hanya mengangguk pasti sambil dengan lahap menyantap cup cake-nya. “Puzzle-mu sudah selesai, Jongjin-ah?”

Dengan cepat, Jongjin menggelengkan kepalanya lalu rautnya beurbah kesal kembali. “Puzzle-ku belum selesai, ada beberapa bagian yang aku bingung, ku rasa Hae hyung tadi menghilangkan beberapa potongan puzzle-nya…”

“Coba ku lihat, siapa tahu Hyung bisa bantu menyelesaikannya…” Jaejoong menggandeng tangan Jongjin menuju puzzle di ujung sofa. Ia sengaja melakukan hal itu, karena pasti akan terjadi adegan dramatis kecil antara Kyuhyun dan Younghyun.

Jongjin dengan bersemangat menjelaskan kesulitannya, bahkan ia menunjukan gambar puzzle yang tertera di kotak. Jaejoong pun dengan mudah akrab dengan Jongjin, keduanya larut dalam kesibukan menyusun puzzle besar yang nantinya akan membentuk gambar pemandangan sebuah istana kerajaan Korea dengan beberapa bunga yang terlihat di taman kecil di depannya. Jaejoong sesekali melirik ke arah Kyuhyun dan Younghyun yang sudah nampak membaik, bahkan kini mereka sedang berangkulan sambil tersenyum. Namja lajang itu hanya bisa menggelengkan kepalanya, hampir tidak percaya dengan keunikan pasangan itu.

Andwae!!! JagiOmoo!!! Jagi, pelan sedikit… Omo!!, bayiku… Jagiyaaaa……” suara gaduh Donghae membuat Kyuhyun, Younghyun, Jaejoong bahkan Jongjin mengalihkan pandangan ke arah sepasang suami isteri yang baru saja keluar dari ruang kerja Donghae. Eunyoung setengah berlari dari ruang kerja sambil mendekap sebuah benda berbentuk buku di dadanya dan Donghae menyusulnya di belakang dengan tatapan panik namun kesal.

“Hadiah-mu bagus bukan oppa? Aku suka… Kyuhyun oppa, Hyunnie dan Jaejoong oppa juga akan suka melihatnya… hihihihi…” Eunyoung masih berlari kecil. Yeoja hamil itu terkikik geli sambil menjulurkan lidahnya seakan meledek Donghae untuk mengejarnya.

Jagiandwae… ah… aku menyesal minta hadiah padamu, Jagiyaa… pelan sedikit, Tuhan, bayiku… Jagi…” Donghae yang terlihat frustasi terus menatap khawatir Eunyoung yang berlari sedikit jauh di depannya. Baru kali ini Eunyoung bertingkah layaknya anak kecil, Kyuhyun dan Younghyun pun ikut panik dibuatnya.

“Young-ah.. hati-hati… kau bisa jatuh….” Younghyun yang sontak berdiri melihat tingkah Eunyoung yang masih berlari kecil. Tatapannya panik dan khawatir, ia terus berusaha meminta Eunyoung menghentikan langkahnya.

Donghae terus meneriaki isterinya itu, sama seperti Younghyun, ia berusaha memohon Eunyoung untuk menghentikan langkahnya namun yeoja itu tetap saja melanjutkan aksinya. Lalu tiba-tiba, saat ia memasuki ruang tengah, kakinya tersandung karpet dan membuat keseimbangannya hilang. Semuanya lantas terkejut dan secepat mungkin berlari ke arah Eunyoung, tidak terkecuali Jongjin. Beruntung, Jaejoong yang posisinya lebih dekat dengan sigap menahan tubuh Eunyoung dengan kedua tangannya agar tidak jatuh menyentuh lantai. Eunyoung sedikit terhenyak, ia jatuh tepat masuk dalam gendongan Jaejoong.

“Young-ahGwaenchana??” Tanya Kyuhyun dan Younghyun bersamaan. Eunyoung hanya mengangguk masih berdesis karena bayinya sedikit shock di dalam perutnya.

Jaejoong dengan posisinya lantas mengangkat Eunyoung menuju sofa terdekat. Donghae mendekati isterinya itu, dengan tatapan panik dan nafas yang tidak teratur.

“Bayiku….. Jagi.. Gwaenchana? Apa baby tidak apa-apa?” Panik Donghae sambil mencoba mengatur nafasnya.

Oppa kenapa tidak berhenti mengejarku… Isssh… Baby, Mian, kau terkejut ya, sayang…” Sampai hati Eunyoung menyalahkan Donghae, padahal kalaupun ia tidak berlari, Donghae tidak akan mengejarnya. “Ah… Kalian mau liat hadiahku untuk suamiku yang tampan?” Tiba-tiba Eunyoung merubah raut wajahnya menjadi berseri sepuluh kali lipat dibanding wajah Jongjin yang diberi cup cake oleh Jaejoong.

Semua yang berada di dekatnya masih menantapnya cemas, namun dengan melihat wajah Eunyoung, mereka hanya bisa berpandangan dan menatap wajah yeoja itu dengan bingung.

JagiAndwae…!!” Keluh Donghae berusaha merebut benda dalam dekapan Eunyoung. Eunyoung langsung mendekap erat benda itu lalu menjauhkannya dari jangkauan Donghae.

“Memang benda apa sih? Kalian ini membuat kami penasaran…” Younghyun yang sedikit protes karena pasangan di hadapannya ini sudah mempermainkan emosinya hari itu.

Eunyoung tidak menjawab, melainkan menatap penuh memohon pada suaminya. Donghae pasrah, ia hanya menghela nafas, lalu meninggalkan kerumunan yang mengelilingi isterinya itu dan lebih memilih mendekati Jongjin yang sudah kembali sibuk dengan puzzle-nya. Eunyoung dengan semangat, meletakan benda itu dalam pangkuannya.

“Album foto?” Kyuhyun, Younghyun dan Jaejoong tanpa sadar berucap bersamaan. Ketiganya mengerenyit heran dan Eunyoung perlahan membuka lembar pertama album foto itu.

Lembar pertama terdapat tiga buah potret diri yang tersusun dengan apik. Sosok yang sama terdapat di tiga buah foto itu, seorang bayi mungil dengan pipi yang merona merah dengan pose berbeda-beda. Younghyun yang tertarik melihat keseluruhan album foto itu pun langsung duduk di samping Eunyoung, Kyuhyun dan Jaejoong pun merapat dan secara seksama memperhatikan lembar demi lembar halaman album foto yang berada di pangkuan Eunyoung.

Ooohh,, Kyeopta… Ini Donghae oppa kan? Aigoo… sejak kecil, kau memang terlihat tampan, Oppa…” ucap Younghyun mengagumi beberapa foto bayi mungil di setiap lembar yang Eunyoung buka. Jaejoong dan Kyuhyun pun sesekali tersenyum geli melihat beberapa pose aneh Donghae kecil.

Kyaaaaaaa~~~ ahahahahahaha ….” Suara tawa keras Kyuhyun terdengar hampir memekakan telinga Younghyun yang berada di dekatnya. Tangannya menunjuk sebuah foto dua namja kecil sedang berpose. Sebuah foto Sungmin yang merangkul Donghae dan mengenakan kaus berwarna pink dan topi lucu berbentuk kelinci. Yang membuat Kyuhyun tertawa adalah ekspresi keduanya yang nampak bertolak belakang. Sungmin kecil dengan penuh senyum menatap kamera dengan memamerkan gigi putihnya dan tangannya membentuk huruf “V”, sedangakn Donghae menatap kamera dengan penuh kekesalan dan kedua tangannya dilipat di dada.

Ahahahahaha… ku rasa, ini yang menyebabkan si ikan itu benci warna pink, Aigoo… Ekspresimu tidak bagus sekali, Hae… ahahaha… tapi kau terlihat keren dengan baju pink ini…” tawa Kyuhyun kian keras, bahkan ia sampai terjatuh dari duduknya. Donghae hanya menghela nafas, pasrah dirinya jadi bahan tertawaan terlebih lagi, ia tahu Kyuhyun pasti yang akan mencelanya, seperti biasa.

Ishhh… Oppa, kau ini berlebihan…” Yonghyun mencubit kecil pinggang Kyuhyun yang masih terpingkal. Eunyoung hanya bisa tersenyum menatap Donghae yang bergumam kesal tidak jauh dari mereka.

Suasana berubah menjadi hangat, Kyuhyun yang tidak hentinya tertawa melihat beberapa foto yang menurutnya sangat lucu, Younghyun dan Eunyoung yang ikut mengagumi kelucuan Donghae kecil serta Jaejoong semakin senang melihat Eunyoung dari dekat, bahkan tersenyum lebih banyak dari biasanya dan ia cukup merasakan kebahagiaan yang terpancar dari dua pasangan unik yang kini menajdi sahabat dekatnya itu.

 

To Be Continue…

 

Kyaaa~ Kalian tau ini hari apa?? *plaak* hari ini Uri Admin littleyounghae yang tercinta  sedang ulangtahun… Saengil Chukkaeyo, Mimin Ny. Lee… Semoga keberuntungan selalu menyertaimu dan segala keinginanmu tercapai,, Wish You All the Best, and Good Luck for you, My beautiful Partner… Yeaaaa!! Let’s Celebrate Readers… *Di lempar sandal sama readers* Pssst!! This is Surprise for littleyounghae…😀

Oiya tetep ya saya ingatkan jangan lupa tinggalkan jejak kalian, atau yang sedang ulangtahun hari ini akan uhmmm marah-marah *di jorokin littleyounghae* Okeeh!! See ya next part,,, *muaach* ^__^

91 Comments (+add yours?)

  1. nnatia
    Jun 20, 2012 @ 17:04:44

    udaah jongjin adopsi ajaaa hohoh
    kasian ama hyunnie kalo pas lagi keinget ama anaknya:(

    lanjut laah ke page selanjutnya~

    Reply

  2. eunhyuks
    Jun 21, 2012 @ 01:00:30

    bacanya nyicil .-. *next chap

    Reply

  3. choihaeyong
    Jun 28, 2012 @ 22:56:41

    Suka chap yang ini!!😀
    Nuansa keluarganya dapet banget
    tapi younghyun kenapa harus minta maaf sama kyu

    Saengil chukkae buat author littleyounghae🙂
    Meskipun sudah sangat telat

    Reply

  4. chikachika
    Jul 01, 2012 @ 23:26:27

    Jangan bilang dokter baru itu pihak ketiga selanjutnya??apalagi si younghyun udh gak bisa hamil..haduuuuuh…keep writing thor..jgn lama2 juga tamatnya..hehehehhe

    Reply

  5. Rista giana
    Aug 21, 2012 @ 13:09:30

    Senangnya baca part ini bener2 penuh kebahagian dan canda tawa,aku yg baca pun ngerasa ikut merasakan kebahagian mereka dan sejenak melupakan penyakit hae oppa.smg ada keajaiban untuk kesembuhan hae oppa

    Reply

  6. mendreng
    Aug 28, 2012 @ 12:40:56

    issshh kyu oppa kalo ngomong nggak bisa direm -_-v bikin hyun eonni cemburu nggak jelas :C kasian hyun eonni terus-terusan keinget si kembar hiks TT

    Reply

  7. AnisCLouds
    Aug 31, 2012 @ 12:55:38

    .suasana x hangat ..
    .aq kaget waktu Haeppa teriak” ..
    .q kira knf ? Eh , ternyata Eenyoung Lari” ..
    .smoga Jongjin jdi bagian kLuarga mereka .. Biar tambah hangat ..
    .Lanjuttttttttt ..

    Reply

  8. anggiie
    Nov 02, 2012 @ 21:11:55

    Seneng baca’a. Chapter kali ini happy ga ada sedih-sedih🙂

    Reply

  9. Wei - Ni
    Mar 02, 2013 @ 10:53:55

    Happy birthday donghae ..
    Wuahhh senangnya dpt kejutan ..

    Wkwkiwkk donghae pake baju pink …
    ​Ẅǻďϋ♓♓♓ *º°˚ ˚°º≈ X_X sakit perut …
    Manisnya dong hae .. Ơ̴̴̴̴̴̴͡.̮Ơ̴̴͡»:Dђέђέђέ.

    Aigoo manisnya liat kyuhyun – jong jin – hyunnie
    Ky 1 keluarga … Ternyata Evil kyu ßišª ” ngemong ” jongjin dgn baik ya

    Reply

  10. HalcaliGaemKyu
    Aug 12, 2013 @ 09:39:47

    Wah! Kejutannya sukses!!!
    Jongjin diadopsi aja. Kyu dan hyunnie jg terlihat sayang sm jongjin.
    Keren bgt! Apalagi waktu hyunnie cemburu gara2 kyu ngebahas dokter muda baru hahaha… Itu lucu bgt.

    Reply

  11. ginachoi407
    Oct 25, 2013 @ 08:55:18

    suasana kekeluargaan nya kerasa bgt di part ini, semoga Eunyoung.m donghae bs ngelewatin cobaan nya…
    udahlah kyu m Younghyun.adopsi jongjin aja, kan kasian jongjin cm sebatang kara..

    Reply

  12. enkoi
    Nov 28, 2013 @ 22:10:59

    Ini chap yang paling bahagia. wah kyu dah mulai curiga nih ma jaejoong…….

    Reply

  13. Cho In Hyun
    May 17, 2014 @ 16:20:01

    Surprisenya sukses yeyeye…seneng liat mereka semua tertawa lepas Dan peruh rasa bahagia Dan senang :’)

    Reply

  14. Kim Heena
    Jun 03, 2014 @ 14:02:47

    Yeayy,,,kejutan buat Hae oppa..

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

@fanfict_palace

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Memories

March 2012
M T W T F S S
« Feb   Apr »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
%d bloggers like this: