[Fanfiction] Our Love Story (Chap 12 – I’ll (Still) Try to Give a Smile for You…

Tittle               : Our Love Story – I’ll (still) try to give a smile for  you…

Length              : Multi chapter – chapter 12

Author              : missdorky & littleyounghae

Cast                 :

–     Lee Donghae

–     Cho Kyuhyun

–     Park Eunyoung (OC)

–     Lee Younghyun (OC)

–     etc^^

Genre               : Romance

Rated               : PG-17

Notes                 : FF ini merupakan project kolaborasi pertama dari dua penulis (littleyounghae dan missdorky) . FF ini salah satu cara untuk menunjukan cara kami dalam berimajinasi dan menuangkannya ke dalam sebuah cerita…^^ Enjoy and feel the story… Happy Reading, don’t forget to give comments and We will appreciate it… ^^

Disclaimer          : Cast FF ini yang jelas bukan milik kami tapi Cerita FF ini murni dari otak kami berdua…. susah payah menggabungkan dua ide jadi satu karya, so… don’t be plagiator… and don’t be a silent reader.

 

…Donghae…

“I will thank God for the day and the moment I have…”

“And if you see me, smile and maybe give me a hug. That’s important to me too….”

“Cancer can take away all of my physical abilities. It cannot touch my mind, it cannot touch my heart, and it cannot touch my soul….”

(Jim Valvano)

 

 

Suasana berbeda terlihat di ruang rawat Younghyun.  Younghyun tengah sibuk menata  bajunya dalam tas dengan senyum Younghyun terkembang menghiasi wajahnya. Kyuhyun mendekatinya lalu direngkuhnya pinggang isterinya yang sudah tampak ramping itu dari belakang.

Jagiya…Sepertinya kau senang sekali pagi ini, hm?…” Diciumnya tengkuk Younghyun, menghirup aroma mint tubuh isterinya yang selalu ia suka.

Younghyun melepas lengan Kyuhyun dari tubuhnya kemudian ia berbalik menatap mata Kyuhyun. “Gomawo…” Ia kecup lembut bibir Kyuhyun sekejap.

“Aku suka melihatmu seperti ini… Tidak percuma aku memohon-mohon pada dokter Kim untuk minta persetujuannya, aku akan selalu memenuhi keinginanmu, Jagi… selama kau tersenyum seperti ini…” Kyuhyun mengelus lembut pipi Younghyun.

Kyuhyun kembali merengkuh tubuh Younghyun masuk dalam dekapannya. Tidak dipungkiri ia sangat bersyukur memilki isteri seperti Younghyun. Meskipun tidak mudah membuatnya bangkit, namun Younghyun termasuk yeoja yang kuat, persis seperti apa yang dikatakan Donghae.

oppa…” panggil Younghyun. “Appa dan keluargamu…” ucapannya terhenti seakan tidak sanggup ia mengucapkan dugaan yang terus perputar di kepalanya.

ssssttt… sudah ku bilang, jangan pikir macam-macam… kami hanya butuh senyumanmu…” Kyuhyun mengecup lembut pucuk kepala Younghyun.

EhhhhmmmAppa, sepertinya kita mengganggu…” tanpa Kyuhyun dan Younghyun sadari, Eunyoung dan Lee Teuk sudah berdiri di depan pintu dan tersenyum simpul melihat mereka.

Appa.. Young-ah… Kalian sudah datang…?” Younghyun tersenyum manis, senyuman yang sempat hilang beberapa waktu lalu. Younghyun langsung melepas pelukan Kyuhyun lalu berganti masuk dalam pelukan appa-nya.

“Dari tadi kami melihat kemesraan kalian, aigoo……, kalian membuatku iri…” ucap Eunyoung berpura-pura kesal sambil mengerucutkan bibirnya.

“Hei, si ikan lebih sering melakukannya bukan? Kenapa kau iri…” sindir Kyuhyun.

“Eh, iya, Donghae oppa ke mana? Apa dia belum selesai mengurus pasien?” heran Younghyun karena biasanya Eunyoung selalu datang bersama Donghae.

“Aku datang…” seru Donghae Donghae tersenyum lebar memasuki ruang rawat Younghyun dengan membawa buket bunga lily di tangannya. Dengan masih mengenakan jas putih kebanggannya dan topi rajut putih menutupi kepalanya. Ia menghampiri Eunyoung lebih dulu lalu mengecup kening isterinya itu.

“Lihat,, benar kan apa yang aku bilang… kalian lebih sering membuat kami iri…” Kini Kyuhyun berganti mencibir Eunyoung dan Donghae. Lee Teuk hanya bisa tersenyum melihat kedua puterinya dan menantunya beradu argumen yang lucu menurutnya.

Oppa, ada apa dengan topi rajut itu? tidak biasanya kau berpenampilan seperti itu…” Younghyun menatap Donghae dengan heran. Karena  seingat Younghyun, Donghae paling suka memeperlihatkan rambutnya. Hampir setiap hari ia selalu menata rapi rambutnya sebelum bertemu pasien. Donghae kadang senang jika ada perawat atau keluarga pasien memuji tatanan rambutnya.

“Ah… Ini hadiah dari isteriku yang cantik ini, aku ingin memakainya untuk membuatnya senang…” Ujar Donghae sambil merangkul bahu Eunyoung. Eunyoung tersenyum tipis, namun Kyuhyun menangkap sesuatu dari senyuman Eunyoung. Younghyun hanya ber’oh’ ria menatap Donghae dan Eunyoung sambil tersenyum.

Senyuman Younghyun pudar ketika ia sadar bahwa keluarga Cho belum satu-pun yang datang untuk menjemputnya. Ia sesekali melirik ke luar pintu dengan penuh harap, setidaknya appa nya Kyuhyun yang datang. Kyuhyun yang menerka-nerka sikap Eunyoung dan Donghae, teralihkan dengan wajah isterinya yang berubah sedih.

Jagi… kau kenapa?” tanya Kyuhyun melihat Younghyun menunduk sambil menghela nafas berat.

“Hyunnie, ada apa..??” cemas Lee Teuk yang juga menangkap perubahan raut wajah puterinya.

Younghyun menggeleng. “Appa… sudah beberapa hari ini sering ke rumah sakit kan? aku tahu pasti beliau sibuk, tapi appa akan menemuiku hari ini kan, oppa?” Younghyun menatap penuh tanya pada Kyuhyun. Memang selama ia di rawat, Siwon baru beberapa kali menemuinya.

“iya… appa pasti menemui kita setelah urusannya selesai, tadi aku sudah katakan padamu kan, Jagi….” Kyuhyun kembali merengkuh bahu Younghyun berusaha menghilangkan perasaan negatif yang hinggap pada Younghyun.

“Hanya appaOmma…? Jino? bulan ini seharusnya Jino pulang ke Korea kan untuk liburan?” tanya Younghyun kembali.

Jinja? aku malah belum tahu ia sudah kembali ke Korea atau belum, kau tahu kan Jino seperti apa?” ujar Kyuhyun kembali membuat Younghyun berheti berpikiran macam-macam tentang reaksi keluarganya.

“Hei… apa lagi yang kau cemaskan, Hyunnie… kajja, kalau tidak dokter Kim akan membatalkan izin agar kau tetap di rawat…” ucap Donghae yang juga ikut membantu meyakinkan Younghyun.

Kyuhyun mengeratkan rangkulannya di bahu Younghyun, ia angkat dagu isterinya yang terus menunduk untuk menoleh padanya.

Chu~

Younghyun membulatkan mata sipitnya terkejut dengan ulah Kyuhyun yang mencium bibirnya di depan Appa, Donghae dan juga Eunyoung dengan tiba-tiba. Appa, Donghae dan Eunyoung pun sama terkejutnya melihat pasangan di hadapan mereka.

Oppaaaa…..!!!” kesal Younghyun saat Kyuhyun melepaskan ciumannya. Kyuhyun hanya tersenyum geli melihat pipi Younghyun yang bersemu merah, persis seperti saat ciuman pertama mereka dulu di bangku kuliah.

Aigoo… Hyunnie… Kau beruntung mempunyai suami seperti Kyuhyun. Ia mempunyai banyak cinta yang akan selalu ia berikan sampai kapanpun…” ucap Lee Teuk.

“dan di mana pun… hahahahaha….” tambah Donghae yang membuat semuanya tertawa. Younghyun tersenyum sipu dengan rona merah di pipi.

Akhirnya senyuman Younghyun kembali, mereka bergegas menuju rumah Hyun couple. Selama di perjalanan Donghae terus bercerita panjang dan bersemangat mengenai beberapa pasien yang mulai berangsur membaik, termasuk perkembangan Sena yang cukup pesat. Tidak lama, mobil Kyuhyun sudah berada di depan rumah mereka. Younghyun dan Eunyoung mengapit lengan Lee Teuk dan berjalan dengan langkah riang menuju depan pintu, Kyuhyun dan Donghae mengikuti mereka dari belakang.

Belum sempat, Younghyun menyentuh knop pintu, seseorang dari dalam telah membukakan pintu terlebih dulu. Seorang namja paruh baya yang masih berbadan tegap walau usianya tidak lagi muda tengah tersenyum menaybut mereka.

Appa…” Younghyun terperangah melihat Siwon tersenyum hangat menyambutnya, hal yang sungguh ia harapkan.

Welcome home…” Siwon lantas memeluk Younghyun, menantu yang sangat ia sayangi seperti anak kandungnya sendiri. Bahu Younghyun bergetar, isak tangis mulai terdengar dalam dekapan Siwon. Siwon yang bingung melepaskan pelukannya pada Younghyun lalu menatap menantunya itu dengan penuh tanya.

Mianhae, appa…” lirih Younghyun yang ternyata sudah kembali berderai air mata. “Aku bukan menantu yang baik…” lanjutnya. Siwon langsung memeluk Younghyun kembali bagai seorang ayah yang sedang menenangkan puteri kandungnya, ia usap lembut punggung Younghyun agar menantunya itu berhenti terisak.

“Apa maksudmu? Kau menantu keluarga Cho yang sangat aku banggakan… Aku senang memiliki menantu yang sangat kuat dan ceria sepertimu, Hyunnie…” dengan penuh kasih sayang Siwon mengelus rambut Younghyun. Kyuhyun, Donghae, Eunyoung dan Lee Teuk hanya bisa menatap mereka dengan penuh haru dalam kebahagian.

Noona!!!” teriak seorang namja muda dan disusul dengan derap langkah gaduh. “Noona, aku merindukanmu….”

Younghyun membulatkan matanya, tak percaya dengan namja yang baru saja memanggilnya dengan sebutan noona. “Oh Tuhan!!! Jino,, kau kah itu?? Aku juga merindukanmu….” Younghyun merentangkan tangannya dan langsung di sambut oleh Jino.

Noona, kau semakin cantik saja…. Kyu hyung terlalu beruntung bisa mendapatkan yeoja cantik seperti-mu….” Puji Jino tersenyum manis ke arah Younghyun. Mata sipitnya kini tampak seperti sebuah garis saja. “Iiiih pipi noona memerah… sini aku tambah biar tambah cantik….” Jino mendekatkan wajahnya ke pipi Younghyun dan mengecup pipi noona-nya itu.

“Jino!!!” Pekik Kyuhyun kesal melihat ulah adik-nya itu yang seenaknya mengecup pipi isterinya. Ia menarik tubuh Jino menjauh dari Younghyun.

Noona, kau tidak beruntung mempunyai suami kaya Kyu hyung…. Lihat evil sekali dia,, jadi pacarku saja mau tidak noona??” bukannya takut, Jino malah semakin memperlancar aksinya.

“Jino!!! Aissh bocah ini…” Teriak Kyuhyun, semua tertawa melihat perdebatan kecil antara Kyuhyun dan Jino. Younghyun pun tak bisa menahan tawanya melihat suaminya yang bisa marah seperti itu hanya karena ledekan adiknya.

“Sudah-sudah kau ini Kyu,, kau juga Jino… ayo masuk kedalam semuanya…” Lerai Siwon memandang kedua puteranya itu secara bergantian.

Hei yo!! Hyung… sudah lama kita tidak bertemu…” Ucap Jino pada Donghae yang masuk paling akhir, ia menautkan tangannya di tangan Donghae dan sedikit membenturkan dadanya di bahu kanan Donghae seperti biasa yang ia lakukan dulu saat bertemu. “Hyung, gwaenchana??”

Donghae sedikit terhuyung kebelakang dan menangkap buram wajah Jino yang tiba-tiba tidak jelas di indra visual-nya. Ia gelengkan kepalanya agar pandangannya kembali normal, dan ia bisa merasakan bahunya di guncang-guncang oleh Jino. “Oh.. kau semakin kuat saja, Aku sampai terhuyung ke belakang….”

Hyung!! Aku tidak membenturkannya dengan keras…” Heran Jino masih memegang tubuh Donghae yang tadi sempat limbung sedikit.

“Iya kau tahu lah,, aku ini semakin tua… hehehe sudah-lah ayo masuk…” Elak Donghae, walau ia tahu pasti Jino menangkap sesuatu yang salah pada dirinya.

Tidak ingin berdebat dengan Donghae, Jino langsung masuk kedalam mengikuti Donghae dari belakang. Di dalam suasana sudah ramai, Lee Teuk dan Siwon duduk bersisian menikmati acara tivi yang sedang di putar di salah satu channel, sedangkan Younghyun dan Eunyoung membawa beberapa gelas minuman dan makanan ringan yang mereka ambil dari dapur, dan Kyuhyun datang dengan pakaian yang lebih santai dari saat ia pulang tadi.

Donghae mengambil posisi di samping Eunyoung yang duduk di samping Younghyun begitu juga Kyuhyun duduk di samping Younghyun. “Appa, omma tidak datang?” tanya Younghyun, ia dari tadi mencari-cari keberadaan omma-nya Kyuhyun itu.

Appa, hyung, noona aku ingin menunjukkan sesuatu untuk kalian….” Jino sedikit berlari memasukki ruang tengah dengan membawa satu keeping CD di tangan kanannya. Ucapanya itu menginterupsi pertanyaan Younghyun, dan mereka semua focus pada Jino.

Omma-mu berada di Amerika sekarang… itu gara-gara bocah satu itu..” Siwon mengarahkan dagunya ke Jino yang sibuk mengutak-atik player Kyuhyun. “Tadinya ia akan di jemput,, eh malah sudah pulang lebih awal tanpa memberitahu appa dan omma..” lanjut Siwon menatap Jino kesal.

“Aku kan sudah bilang dari kemarin kalau aku ingin membuat kejutan..” Jino lagi-lagi memasang wajah tanpa dosa dan memamerkan gigi putihnya yang seperti kelinci.

“Kau tidak pernah berubah, Jino-ya… selalu saja seperti itu sejak kau masih kecil..” Donghae tertawa menanggapi cengiran Jino.

“Ahaha…. hyung masih ingat saja,, aku memang seperti ini…” Jino mengambil remote control yang berada di meja, dan duduk di karpet di dekat meja. “kejutan selanjutnya akan di mulai…” riang Jino lagi.

“Mana kejutannya… kau ingin memberitahu kami kaset rusak itu… aigoo kau sudah kuliah Jino, bukan anak kecil lagi…” Sindir Kyuhyun santai. Ia mencibir ulah adiknya itu, masih kesal dengan kejadian saat pulang tadi. Younghyun mencubit pinggang Kyuhyun kesal saat melihat wajah bersalah Jino.

“Memang apa isinya itu??” Tanya Younghyun mencoba mencairkan suasana, pasalnya suasana hening menyelimuti ruangan itu setelah Kyuhyun melontarkan kalimat tidak sopannya.

“Hanya sebuah lagu dan gerakan dance, noona.. aku merekamnya agar aku bisa memperlihatkannya padamu…” Jino beranjak dari duduknya, ia keluarkan kaset CD itu dan memasukkannya kembali ke tempatanya.

“kenapa tidak kau… uhuk… mencobanya langsung secara live!! Uhuk.. uhukk…” Sambung Donghae sambil memukul dadanya pelan, sedikit terbatuk-batuk saat mengucapkan kalimat itu. Eunyoung yang berada di sampingnya segera menyambar minum bagian Donghae dan menyodorkannya ke mulut suaminya itu.

Oppa, gwaenchana?” Younghyun menatap cemas Donghae yang sesekali masih terbatuk-batuk. Eunyoung membatu menepuk-nepuk punggung Donghae lembut.

“Sudah Jagi, semuanya melihat kita…” lirih Donghae pada Eunyoung. “Gwaenchana… Jino ayo perlihatkan pada kami…” lanjut Donghae kini menatap Jino dengan senyum terkembang di wajah-nya yang berubah pucat.

“Baiklah, karena Donghae hyung memaksa aku akan memperlihatkannya pada kalian…” Jino mulai menarikan sebuah lagu yang ia putar dari ponsel miliknya. Younghyun, Lee Teuk dan Siwon terkagum-kagum dengan perfoma Jino yang menurut mereka sangatlah keren.

Selama Jino membawakan tariannya, Eunyoung tak henti-hentinya mengelus lengan Donghae menandakan ia khawatir pada keadaan Donghae siang itu. Ia tahu, Donghae tadi bukanlah batuk biasa, ia menyembunyikan rasa mualnya dengan mengalihkannya dengan suara batuk. Eunyoung sudah seringkali melihat jurus andalan suaminya itu dan ia sungguh kesal sekaligus cemas dengan keadaan Donghae.

“Lebih bagus juga ilmu operasi-ku di banding ilmu dance-mu itu, Jino..” Lagi-lagi Kyuhyun angkat suara dengan ucapan pedasnya. Younghyun tak tahan lagi mendengarnya, ia tatap mata suaminya itu dengan pandangan yang sangat sulit di artikan, menggelengkan kepalanya kemudian menatap Jino dengan senyum lebar.

Dance-mu bagus, Jino… kau ada bakat dalam Dance seperti Hae oppa… benar begitu bukan, Young-ah!!” Younghyun menoleh pada Eunyoung karena Eunyoung tak menanggapi ucapannya. Di lihatnya Eunyoung sibuk dengan Donghae, bertanya apakah suaminya itu benar-benar tidak apa-apa. Donghae sadar dengan tatapan Younghyun yang mengarah pada mereka berdua.

“Ah iya, kau ada bakat seperti aku, Jino…” Ucap Donghae cepat sebelum suasana semakin canggung. Kemudian ia mengusap paha kiri Eunyoung agar ia menghentikan tatapan cemasnya pada dirinya. Eunyoung kembali fokus pada Jino yang masih berdiri di depan mereka dan tersenyum kecil seraya bertepuk tangan.

“Ah sepertinya minumannya sudah habis, aku ambil lagi yaa… tunggu sebentar…” Younghyun mengambil beberapa gelas yang sudah kosong isinya dan menuju dapur untuk mengisi ulang gelas itu. Tiba-tiba Younghyun melakukan itu karena ia ingin menghilagkan rasa cemasnya yang sejak tadi hinggap di kepalanya saat melihat Donghae datang ke ruangannya tadi pagi.

Kyuhyun segera menyusul isterinya itu. Ia memeluk pinggang Younghyun dari belakang saat melihat isterinya itu melamun di meja dapur. “Jagiya, ada apa?? Tak seharusnya kau tiba-tiba ke dapur seperti ini…” bisik Kyuhyun seakan tak ingin pembicaraan mereka terdengar sampai ke ruang tengah.

“Aku khawatir dengan Hae oppa, oppa… kau lihat tadi saat ia datang ke ruanganku ia mengenakan topi rajut itu, wajahnya semakin tirus dan pucat.. dan tadi aku melihat kejanggalan pada Hae oppa…” keluh Younghyun menata sendu keramik meja dapur mereka. “Apa sesuatu terjadi pada Hae oppa?”

Sssh kau jangan berpikiran seperti itu, Jagi… tidak ada yang… salah…” Kyuhyun sedikit menjeda ucapannya di kata yang terakhir.

Oppa, aku tahu kau menyumbunyikan sesuatu dari-ku selama aku berada di rumah sakit… apa terjadi sesuatu pada Hae oppa?” selidik Younghyun, Ia putar tubuhnya agar ia bisa berhadapan dan menatap mata Kyuhyun.

“Entahlah..” Kyuhyun menghela nafas berat. “Aku juga berfikir sama sepertimu, Jagi… yang aku lihat kesehatan Hae menurun belakangan ini…”

“Kita harus bagaimana, oppa… otteokae?” Parau Younghyun hampir menangis, suaranya sudah terdengar bergetar dan ada genangan air mata menganak di sudut matanya, siap tumpah kapan saja.

“Kita harus terus memantau perkembangannya… itu jalan satu-satunya yang bisa kita tempuh…” Kyuhyun merngkuh tubuh Younghyun yang mulai terisak. “oiya ada kabar baik,, Eunyoung ingin membuat kejutan ulang tahun untuk Donghae dan ia ingin kita membantunya…”

Jinja? Oia, seminggu lagi Hae oppa ulang tahun…” Younghyun menatap Kyuhyun, sejenak ia melupakan kecemasannya pada Donghae dan berganti senyuman tipis. Kyuhyun hanya mengangguk menjawab perkataan Younghyun, dan ia sedikti lega Younghyun tidak berlarut-larut mencemaskan Donghae.

Sementara Kyuhyun dan Younghyun berada di dapur, Donghae menatap Eunyoung kesal karena sikap Eunyoung yang terlalu mengkhawatirkannya. “Jagi, kalau kau tetap seperti ini lebih baik kita pulang..”

“Aku begini karena aku mengkhawatirkanmu, oppa…” lirih Eunyoung ia menggigit bibir bawahnya menahan tangis.

“Tapi jangan kau lakukan di sini, kau tahu Hyunnie baru saja pulih…” Ucap Donghae lagi. Siwon dan Lee Teuk tersentak dengan ucapan Donghae pada Eunyoung yang terdengar jelas di telinga mereka.

Oppa.. aku tahu kau tadi bukan sekedar batuk biasa bukan?” Donghae seketika terdiam menatap Eunyoung. Tanpa sadar ia berdiri dari duduknya dan menarik tangan Eunyoung untuk ikut bersamanya.

“Lebih baik kita pulang…” baru beberapa langkah Donghae berjalan, tubuhnya mendadak limbung dan terhuyung kearah Eunyoung.

Oppa!!” Panik Eunyoung menahan tubuh Donghae yang bersandar di tubuhnya. Siwon dan Lee Teuk segera menghampiri Eunyoung dan membatu Donghae yang tenyata sudah tak sadarkan diri itu.

Jino terdiam tak tahu harus berbuat apa, sebab ia tak tahu menahu perihal kesehatan Donghae saat ini. Kyuhyun dan Younghyun segera keluar dari dapur setelah mendengar pekikkan Eunyoung yang cukup keras itu.

Eunyoung merosot ke lantai saat Donghae sudah di baringkan di sofa panjang yang berada di ruang itu. Sambil menangis Eunyoung mengusap kepala Donghae yang terbalut topi rajut itu, Siwon segera memeriksa keadaan Donghae dan Lee Teuk mencoba menenangkan Eunyoung yang terus terisak.

Oppa, kau kenapa oppa… jangan buat aku takut…” Eunyoung terus menangis di samping Donghae.

“Sayang tenanglah, Donghae sedang di periksa…” Lee Teuk merengkuh tubuh Eunyoung yang masih terduduk di lantai.

Kyuhyun setengah berlari mengambil tas kerjanya yang berada di kamar, dan segera menyerahkannya pada Siwon, agar ia bisa memeriksa Donghae dengan lebih akurat. Younghyun masih terdiam di tempatnya, pandangannya shock melihat Donghae terbaring tak sadarkan diri dengan Eunyoung yang menangis di sampingnya.

“Jino,, tolong tenangkan noona-mu…” Ucap Kyuhyun pada Jino. Jino dengan sigap membawa Younghyun untuk duduk di sofa terdekat, memberinya air minum agar ia tenang.

Perlahan Donghae mulai membuka matanya setelah Kyuhyun menaruh minyak aroma di dekat hidung Donghae. Wajah Donghae terlihat semakin pucat namun ia mencoba tersenyum pada orang-orang yang mengerubunginya itu.

“Lebih baik, kita ke rumah sakit sekarang…” Usul Siwon yang dijawab anggukan oleh Lee Teuk dan Kyuhyun.

“Tidak usah,, aku istirahat di rumah saja sudah cukup..” Sanggah Donghae, ia berusaha bangkit untuk duduk walau dirasa kepalanya masih berputar-putar.

“Ayo kita pulang, oppa…” Ajak Eunyoung yang mengerti keinginan Donghae yang tidak ingin membuat orang di sekitarnya khawatir.

“Aku akan mengantar kalian… Ayo Hae cepat naik ke punggung-ku..” Kyuhyun merendahkan tubuhnya, bersiap membawa Donghae di punggungnya.

“Aku bisa jalan sendiri, Kyu…” Donghae mengelak dan ia mencoba berjalan dengan kakinya sendiri, namun belum sempat ia melangkah, Donghae kembali terduduk di sofa.

“Apa kau ingin aku yang menggendongmu..?” ucap Eunyoung, membuat trik agar Donghae mau digendong oleh Kyuhyun.

“Baiklah..” Akhirnya Donghae naik ke punggung Kyuhyun dan mereka menuju mobil diikuti oleh Eunyoung dan juga Lee Teuk untuk pulang ke rumah mereka. Kyuhyun mendudukkan Donghae di bangku belakang dan Lee Teuk membantu Eunyoung menutup pintu mobil sebelum ia masuk dan  duduk di bangku penumpang di samping kemudi.

Noona… kau kenapa jangan buat aku takut..” panik Jino melihat Younghyun hanya terdiam menatap kosong. “Appa!! Noona, appa…” Panggil Jino, Siwon setengah berlari masuk kedalam rumah setelah mengantar Donghae, Eunyoung dan Lee Teuk ke depan rumah.

“Hyunnie,, kau kenapa sayang…” Siwon menguncang-guncangkan bahu Younghyun yang masih terdiam tanpa mengeluarkan sepatah kata-pun. Siwon menangkupkan kedua tangannya di pipi Younghyun, menatapnya lembut. “Hyunnie, Hyunnie,, lihat appa…” Seketika Younghyun tersadar dan ia segera memeluk Siwon, membenamkan wajahnya di bahu Siwon.

Appa aku takut… Hae oppa…” Isak Younghyun semakin keras.

“Hae sudah tidak apa-apa… jangan takut… ssst jangan menangis…” Siwon mengusap bahu Younghyun lembut, menenangkan menantunya itu.

—————^ I’ll (Still) Try to Give a Smile for You… ^—————

Pagi ini cuaca Seoul sangat cerah, secerah wajah Donghae yang tengah menyusuri koridor menuju ruangannya. Raut wajahnya cerah namun kontras dengan beberapa perubahan di wajahnya. Kini seorang Lee Donghae sedikit lebih pucat dengan mata berkantung dan nampak tirus sehingga tulang pipi nya tergambar jelas. Namun semua itu dihiasi senyuman lebar di bibir tipisnya yang terus terkembang sepanjang jalan.

Sesampainya di ruangan, Donghae segera meraih jas putih kebanggaannya yang sangat serasi dengan topi rajut yang sudah beberapa hari ini melengkapi penampilannya. Ia langsung mengambil berkas di meja kerjanya dan membolak-balik setiap halamannya dengan serius. Senyum puas tergambar di wajahnya, pasien yang ditanganinya menunjukan perkembangan yang cukup pesat terutama Sena.

“Hei, ikan!! Aishh, ternyata kau sudah di sini?” Kyuhyun tiba-tiba masuk ke ruangan Donghae tanpa mengetuk pintu terlebih dulu. Kyuhyun sengaja menjemput Donghae untuk pergi ke rumah sakit bersama, mengingat sahabatnya itu kemarin sempat kambuh karena kelelahan. Namun sesampainya di rumah Donghae, ia hanya mendapati Eunyoung, sedangkan Donghae sudah berangkat lebih dulu.

Ya! Cho Kyuhyun! Bisakah kau mengetuk pintu dulu sebelum masuk…! Tidak sopan….” Kesal Donghae yang terkejut akan ulah Kyuhyun.

Aisshh…Selama ini, apa kau masuk ruangan Hyunnie dengan mengetuk pintu? Bahkan kau sering mengganggu kami kalau sedang berdua…. Ckckckck…” Kyuhyun lantas duduk di ‘singgasana’ Donghae dan merebut berkas yang ada di tangan sahabatnya itu.

“Apa-apaan kau, pagi-pagi sudah rusuh seperti ini…?” Donghae bercacak pinggang menatap heran Kyuhyun yang sedang sibuk membolak-balik berkas di tangannya.

“Sena-ssimmm… Perkembangannya cukup memuaskan, Jonghyun-ssi… mulai kemarin dia sudah merespon… Kerja bagus Lee Donghae…” Kyuhyun masih sibuk melihat tulisan-tulisan yang tertera di berkas itu.

“Heii… Cho Kyuhyun, sejak kapan kau tertarik mengurusi pasienku? Sudah sini, aku sedang mempelajarinya…” Donghae kembali merebut berkas miliknya dari tangan Kyuhyun lalu duduk di sofa dekat meja kerjanya.

Keduanya kembali dalam keheningan, sesekali Kyuhyun melihat ke arah Donghae dengan tatapan cemas meskipun ia mencoba tersenyum. Donghae memang tipe pekerja keras, hampir mirip dengan Younghyun. Kyuhyun teringat saat Donghae yang begitu yakin kalau Eunyoung bisa pulih, hampir setiap hari Donghae tanpa lelah menemani Eunyoung sampai ia bersikeras membawa Eunyoung ke rumahnya.

Uhhukk.. Uhhuuk…..Ehmm…” Donghae tiba-tiba terbatuk sambil sesekali menepuk dadanya. Donghae bangkit dari duduknya dan mengambil air minum di atas meja kerjanya. Kyuhyun hanya melirik lalu menghela nafas kelakuan sahabatnya itu.

“Bodoh…! Kau masih saja menyembunyikannya di depan ku Lee Donghae… Tuhan, anak ini mengapa selalu seperti ini…” Batin Kyuhyun.

Kyuhyun sangat tahu kalau Donghae kembali merasa mual dan seperti biasa Donghae selalu menutupinya dengan batuk sambil menepuk dadanya. Ia cukup kesal dengan ulah sahabatnya itu, namun Kyuhyun juga sangat mengerti seorang Lee Donghae yang tidak ingin membuat orang terdekatnya cemas.

Hufff…” Donghae menghela nafas lega saat rasa mualnya perlahan menghilang. Sesekali Ia melirik kea rah Kyuhyun yang masih santai membaca berkas lain di meja kerjanya.

“Kebiasaan buruk…” Kyuhyun menggelengkan kepalanya. “kau tersedak air lirumu sendiri kan?” tebak Kyuhyun asal agar Donghae tidak merasa canggung dengannya dan berharap Donghae mau berkeluh kesah dengan apa yang ia rasakan tadi.

“Hahahaha… Kau tahu saja kebiasaan burukku…” Donghae tertawa membenarkan tebakan Kyuhyun.

“Oke… sekarang kau anggap ini semua lucu… dasar ikan bodoh, aku tahu kau berbohong!” Kyuhyun berbicara dalam hati sambil tertawa kecil pada Donghae.

“Kau tidak berniat seharian menghabiskan waktu di ruanganku bukan, dokter Cho?” sindir Donghae yang melihat Kyuhyun hanya mengganggunya dengan melihat-lihat berkas pasien miliknya.

“Kau tahu? Semenjak Hyunnie cuti, aku selalu melaporkan semua perkembangan pasien kejiwaan padanya… Kau tahu kan isteriku itu bagaimana? Nah, aku sedang menggali informasi pasien darimu, dokter Lee Donghae…” ucap Kyuhyun. Donghae pun megangguk, ia sangat tahu Younghyun yang sama pekerja kerasnya seperti dirinya.

“Terutama Sena, bukan? Isterimu itu memang tidak pernah berubah dari dulu…” Donghae meletakan berkas yang sudah ia baca dengan seksama dari tadi lalu kembali duduk di sofa karena Kyuhyun masih menduduki ‘singgasana’-nya. “Melihat Sena, aku seperti melihat Eunyoung dulu… Perkembangannya cukup baik, terlebih lagi aku, Jae hyung dan Hyunnie memberikan yang terbaik untuknya, dan aku pikir ia sempat merasa bersalah karena tidak sengaja membuat Younghyun terjatuh… yang ku tahu hari itu, pertama kalinya Sena menangis tersedu dan cukup lama sampai Jae hyung datang menenangkannya… beruntung tidak ada hal aneh yang dia lakukan…”

Jinja? Sena menangis?, ia bicara? Kenapa Jae hyung tidak membertahu aku dan Hyunnie kemarin…” Kyuhyun bersemangat menggali info mengenai Sena pada Donghae yang mungkin bisa membuat Younghyun senang.

“Jae hyung cerita Sena hanya mengucapkan kata ‘mianhae’ terus menerus sepanjang hari itu, tapi keesokan harinya ia kembali menjadi Sena yang sebelumnya, walau terlihat sedikit perubahan raut wajah saat aku ataupun Jae Hyung mengontrolnya, seperti mencari-cari seseorang…” jelas Donghae kembali. Kyuhyun hanya mengangguk, namun ia menangkap sedikit wajah Donghae yang menahan sakit di sofa sambil memegang atau lebih tepatnya menggenggam pinggir sofa dengan erat.

“Tuhan, kenapa begitu sakit,,, ahh, di sini ada Kyuhyun, aku tidak boleh seperti ini…” batin Donghae. “Uhuukk.. Uhuuuk… Oh, hari ini sepertinya aku dehidrasi…” Donghae kembali bangkit dari duduknya merai gelas kembali lalu meneguk cepat air di dalamnya.

“Kau tidak apa-apa Hae?” cemas Kyuhyun yang menangkap gelagat Donghae yang gelisah.

Gwaenchana…” Donghae menyunggingkan senyuman lebar khas dari bibir tipisnya. Meskipun berpeluh, ia mencoba bersikap setenang mungkin di hadapan Kyuhyun agar sahabatnya itu tidak terlalu mengkhawatirkan dirinya.

“Lee Donghae… Sampai kapan kau seperti ini? Aku ada di sini, sahabatmu yang mampu mengurangi bebanmu… Donghae-ya…” batin Kyuhyun sambil menatap nanar Donghae yang sesekali menyeka peluh di wajahnya.

“dokter Cho…!” panggil Donghae yang membuat Kyuhyun tersadar dari lamunannya. “ apa ada lagi yang ingin kau tanyakan mengenai pasienku? Sudah waktunya aku mengontrol mereka… atau kau ingin menunggui ruanganku…?”

“Oh, ku rasa sudah cukup, Hyunnie pasti senang mendengar hal itu semua, Gomawo, Donghae-ya…” Kyuhyun tanpa sadar memeluk Donghae, ia sangat ingin sahabatnya itu mengerti perasaannya.

“Donghae-ya… aku di sini, jangan kau sembunyikan rasa sakitmu padaku… ku mohon… aku bisa mengurangi bebanmu…” kembali Kyuhyun hanya bisa berkata dalam hati. Kalau ia ucapkan langsung, ia sangat yakin Donghae akan lebih tertutup padanya.

Ya! Kau ini apa-apaan?? Sudah cukup aku dianggap sebagai pengganggu tunangan Hyunnie sejak kuliah,, aku sudah beristeri, Kyu… kau tidak ingin Eunyoung salah paham kan?” ujar Donghae mengeluarkan lelucon anehnya sambil lekas melepaskan diri dari dekapan Kyuhyun.

Ch… kalau di dunia ini hanya ada aku dan kau, Hae… aku pun tidak sudi menjalani hubungan seperti itu dengan seorang Lee Donghae…” Donghae tertawa keras mendengar ocehan Kyuhyun yang selalu ia ucapkan kalau ada orang yang menganggap mereka saling menyukai karena selalu pergi berdua.

“Ah, sudah… aku harus menemui pasienku… Kau tidak ada jadwal?” Donghae menyambar stetoskop yang tergeletak di meja lalu menyimpannya di saku jasnya.

“Aku baru ada jadwal nanti siang, baiklah, lebih baik aku menunggu di ruangan appaKajja…” Kyuhyun dan Donghae akhirnya keluar ruangan.

Sepanjang jalan mereka terlihat masih berbincang. Kedua sahabat itu cukup mendapat perhatian dari orang-orang yang melintas, seperti biasa, Kyuhyun dan Donghae masih terlalu popular di kalangan perawat karena kharisma keduanya. Bahkan ada beberapa perawat yang mengira kalau Kyuhyun dan Donghae bukan seharusnya berada di rumah sakit melainkan di stage konser atau majalah-majalah.

Kyuhyun dan Donghae kemudian berpisah di ujung koridor. Kyuhyun berjalan santai menuju ruangan Siwon, ia sedikit malas menunggu di ruangannya karena ada satu perawat jaga di dekat ruangannya yang selalu memandanginya dan membuatnya canggung bahkan sempat membuat Younghyun marah. Donghae melangkahkan kakinya dengan ringan menuju ruangan Jonghyun, salah satu pasiennya. Namun tiba-tiba, Donghae kembali merasakan sakit di perutnya, ia menunduk sambil meremas kuat jas kerjanya lalu dengan segera ia menuju toilet.

‘braaak’

Pintu toilet dengan sedikit tidak sabar dibuka oleh Donghae. Ia langsung menuju closet sambil membungkuk. Rasa mualnya begitu dahsyat, seakan perutnya diremas kuat oleh sesuatu yang mengharuskannya mengeluarkan seluruh isi sarapannya.

“Oh Tuhan… kenapa selalu seperti ini…” batin Donghae.

Ia berjalan gontai menuju wastafel untuk membersihkan mulutnya dan membasuh wajahnya dengan air agar nampak terlihat segar.

Donghae menatap cermin, ia tersenyum namun menatap dengan kasihan sosok wajah yang terpantul di cermin. “Donghae-ya… selemah inikah dirimu sekarang… ? apa seorang Donghae yang dulu tidak akan pernah kembali lagi?” lirih Donghae seakan berbicara pada dirinya di cermin.

Donghae terdiam sesaat, atau lebih tepatnya menunggu jawaban dari ‘seseorang’ dalam cermin yang ia tatap. Ia kembali menyapukan air yang ia tampung di kedua telapak tangannya pada wajahnya. Lalu ia tatap wajah pucat dan berpipi tirus yang terlihat di cermin. Ia tatap perlahan mulai dari topi rajut yang melekat di kepalanya, matanya yang sedikit berkantung dan menghitam di bagian bawahnya, dan tulang pipi yang terlihat menonjol karena berat badannya yang turun secara drastis.

“Lee Donghae? Namamu Lee Donghae?? Tapi aku tidak mengenalmu… yang ku tahu, Seorang Lee Donghae adalah sosok tampan, dengan model rambut yang selalu berubah setiap hari, dia juga kuat… tidak seperti ini…” Donghae mengumpat sendiri bayangannya di cermin lalu ia kembali terdiam sambil menunduk menahan tangis.

~flashback~

 

“Ya!! Ikan… rambut model apa itu? Aishh, warna ini terlalu terang, Sangat tidak cocok dengan sosok ikan sepertimu, Hae…” Kyuhyun setengah terkejut melihat Donghae menghampirinya dan Younghyun yang sedang duduk di taman kampus.

 

“Huwaaa… kau tampan oppa… kau tampak seperti orang eropa…” Younghyun tersenyum kagum melihat perubahan drastis di rambut Donghae. Rambut panjang sebahunya diberi warna emas kecokelatan yang sedikit kontras dengan kulit tubuhnya. Namun walau begitu, warna rambut serta model-nya terlihat cocok-cocok saja untuk Donghae, tak heran Younghyun begitu kagum melihatnya.

 

“Kau tahu, Lee Hyukjae? mahasiswa jurusan seni,… dia yang memberiku ide untuk merubah warna rambut… terlihat tampan bukan?” Donghae mengusap rambutnya sambil tersenyum bangga.

 

“Hyukjae? Namja aneh yang selalu tersenyum dan sok jagoan itu? Aigoo… sejak kapan kau berteman dengannya?” dengan ketus Kyuhyun menunjukan rasa tidak suka nya pada Hyukjae yang diceritakan Donghae.

 

“Dia orang baik, Kyu… belum lama, kemarin aku bertemu dia di barbershop, tadinya aku mau ubah gaya rambut, mmm… tapi ku lihat rambutnya di cat warna ini aku jadi ingin mengubah warna rambutku juga…” ujar Donghae.

 

“Oppa-ku ini memang selalu tampan, tidak heran banyak yeoja yang tertarik padamu…” Hyunnie menyipitkan matanya seraya tersenyum menatap Donghae.

 

“Jinja? Mmm… bagaimana kalau ku ubah warna lagi menjadi hitam atau cokelat? Apa aku tetap tampan, Hyunnie?” tanya Donghae bersemangat lalu duduk di samping Younghyun.

 

“Kenapa kau tidak ubah warna rambutmu menjadi merah, Hae… seperti si pangeran cantik di jurusan sastra, Kim Heechul…” Kyuhyun berucap santai dan membuat ia mendapatkan cubitan tangan halus Younghyun di pingganggnya.

 

“Apapun itu, kau tetap tampan, Oppa,,, kau tidak melihat yeoja-yeoja di kampus selalu memperhatikanmu setiap kau lewat di depan mereka…” DOnghae tersenyum bangga sedangkan Kyuhyun masih tersenyum kecut menahan sakit atas cubitan kecil di pingganggnya.

 

~flashback end~

 

Aarrrrggghhh….” Donghae meremas topi tajutnya lalu kembali menatap nanar dirinya.

Tiba-tiba Donghae kembali merunduk, meremas jas bagian perutnya, ia mengerang sakit tubuhnya hampir terjatuh kalau ia tidak bertumpu di wastafel. “Jagiya…” lirih Donghae yang masih berusaha melawan rasa sakit di perutnya.

“Eunyoung-ah… aku tidak apa-apa… aku tidak apa-apa…” Donghae kembali menyebut nama Eunyoung dari bibir tipisnya sambil sesekali meringis sambil terus menggumam kecil. Donghae berusaha menahan sakitnya saat ia ingat raut panic dan cemas Eunyoung aat melihatnya dalam keadaan seperti ini.

~flashback~

 

Donghae dengan mata terpejam meringkuk di tempat tidurnya dengan keringat bercucuran sambil memegangi perutnya. Eunyoung terlihat sangat khawatir, bingung apa yang harus dia lakukan. Donghae perlahan mulai membuka matanya, rasa sakit di perutnya juga mulai menghilang. Sekali lagi dia merasa bersalah ketika dia lihat Eunyoung menangis dihadapannya. Donghae mencoba bangkit dari tidrunya, membawa Eunyoung dalam pelukannya, dan sekali lagi dia sungguh membenci dirinya yang sekarang.

 

“Oppa~” suara lirih Eunyoung terdengar dalam dekapan Donghae. Donghae yang mendengarnya terkejut bukan main lalu melepas pelukannya.

 

“Jagiyaa…. kau… kau… kau mengatakan ‘oppa’?” Donghae menatap Eunyoung berusaha menyakini apa yang didengarnya.

 

“Oppa~” Eunyoung mengatakan kata itu lagi lalu kembali membenamkan kepalanya di dada Donghae sambil tidak hentinya menangis.

 

“Gwenchana… aku tidak apa-apa.. kenapa kau belum tidur, hm?” Donghae mengelus lembut rambut Eunyoung.

 

“Tidurlah di sini, aku akan menemanimu…” Donghae membuka selimut dan membimbing Eunyoung untuk berbaring di ranjangnya. Donghae kembali memeluk tubuh kekasihnya yang masih terisak.

 

“Terima kasih Tuhan, akhirnya aku bisa mendengar suaranya walaupun hanya satu kata..” batin Donghae lalu mulai memejamkan matanya.

 

~flasback end~

“Eunyoung-ah… Lihat aku tidak apa-apa…” Donghae berusaha kembali tegak dan kembali menatap dirinya di cermin. Sekilas moment tentang wanita yang sangat ia cintai membuatnya kembali tersenyum walau masih menahan sakit.

“Aku masih mengingat saat pertama kali kau memanggil-ku ‘oppa‘, Jagiya..” Donghae kembali berbicara di depan cermin, sesosok wajah tidak asing ia lihat tengah tersenyum melihat dirinya. “Dan selamanya aku ingin kau tetap memanggilku dengan sebutan itu… arrrghhhhh….” Donghae kembali meremas jasnya, rasa sakitnya seakan tidak mau pergi.

“Tuhan, kenapa kau buat aku seperti ini…” lirihnya dalam hati, dan tanpa sadar tetesan air mata mulai keluar dari sudut matanya.

“Aku masih ingin membahagiakan semua orang yang ku sayang… Setidaknya izinkan aku bertahan sampai anakku melihat appa-nya… Tuhan.. aku mohon…” wajah Donghae kini dibanjiri peluh dan air mata. Kini ia kembali berusaha mengeluarkan isi perutnya, remasan di perutnya menguat kembali.

Donghae lagi-lagi terdiam, ia teringat wajah orang-orang yang ia cintai, semua keluarganya, Kyuhyun, Younghyun dan Eunyoung yang berwajah panik dan cemas. Tangisannya kembali pecah, ia berjongkok di depan wastafel, menenggelamkan kepalanya di antara kedua lututnya. Baru kali ini, Donghae terlihat begitu frustasi akan sakitnya.

“Jangan tatap aku seperti itu…. Aku benci tatapan kalian” lirih Donghae. “Donghae-ya… kau bodoh… sangat bodoh… yang kau lakukan hanya membuat semua orang di dekatmu khawatir… Arrrrgggghhh…” Donghae masih menangis sambil terus merutuk dirinya. Sakit di perutnya berganti sakit di hatinya, karena terbayang wajah cemas orang-orang di dekatnya.

Hampir setengah jam Donghae berada di toilet yang sangat sepi kala itu. Ia berusaha bangkit menahan sakit, lalu memutuskan untuk kembali ke ruangannya untuk mengambil obat yang biasa ia gunakan saat sakitnya melanda.

“Tuhan, ijinkan aku bertahan, aku belum membahagiakan semua orang di dekatku… ijinkan aku melihat anakku lahir, ijinkan aku melihat Eunyoung tersenyum saat melepasku kelak…” Donghae terus memohon dalam hati sepanjang perjalanan ke ruangannya.

—————^ I’ll (Still) Try to Give a Smile for You… ^—————

Younghyun tersenyum riang sambil memasukkan ponselnya kembali ke dalam tasnya. Baru saja ia memutuskan sambungan telpon-nya dengan Eunyoung, saudara sekaligus isteri dari sahabat suaminya itu. Ia lirik jam tangannya, sedikit mendesah karena ia terlambat setengah jam dari waktu yang sudah di sepakatinya. Ya…Younghyun ingin bertemu dengan Eunyoung di rumahnya untuk mempersiapkan special party untuk Donghae.

Taksi yang ia tumpangi sudah berada di depan kediaman Lee. Younghyun segera turun dan memasuki pekarangan rumah yang kini banyak ditumbuhi bunga mawar pink itu. Belum sempat ia menekan bel, serang yeoja dengan aura yang sangat cantik keluar sambil tersenyum manis menyambut Younghyun yang berdiri di ambang pintu.

“Masuk dulu, Hyunnie…” Pinta Eunyoung seraya menggandeng tangan Younghyun.

Aniyo aku tunggu di sini saja,, taksi-nya masih menunggu di depan…” Kata Younghyun, Eunyoung mengangguk dan pamit untuk mengambil tasnya yang masih berada di dalam kamar.

Dan mereka kini berada di taksi yang tadi ditumpangi sendirian oleh Younghyun. Eunyoung bersandar pada bahu kursi taksi, mencari posisi yang nyaman untuknya, tangannya sesekali mengusap lembut perutnya. Younghyun tersenyum melihat penampilan Eunyoung hari ini, dress pink yang merupakan warna kesukaannya membalut manis tubuh Eunyoung yang tengah berbadan dua itu. Diusapnya perut Eunyoung merasakan pergerakan bayi namja yang pada umumnya memang cenderung lebih aktif dari pada bayi yeoja.

Ada perasaan rindu terselip di pikiran Younghyun, perutnya kini sudah rata dan tidak akan pernah seperti Eunyoung lagi, merasakan pergerakan bayi yang membuatnya gemas itu. “Hari ini kita lebih baik ke cake shop dulu atau mencari tempat dulu Hyunnie?” Tanya Eunyoung menyadarkan lamunan Younghyun sejenak.

“Ah lebih baik kita order cake-nya dulu, bagaimana?? Setelah itu kita berbelanja keperluan lain untuk hadiahnya.. Soal tempat nanti bisa kita lakukan nanti…” Jawab Younghyun, ia mengambil ponsel-nya kembali dari dalam tas-nya. Mata Eunyoung mengikuti pergerakan tangan Younghyun.

“Ini coba kau lihat… cake-nya cantik-cantik..” Younghyun memperlihatkan beberapa gambar foto cake yang ia simpan di dalam berkas ponsel-nya.

“Ah ini ada nemo-nya.. seperti nemo-ku di rumah… hehehe.. Hae oppa juga suka nemo… aku jatuh cinta sama cake model ini…” Riang Eunyoung. Gambar yang di perlihatkan Younghyun padanya, salah satunya adalah cake berbentuk bulat dengan siraman saus coklat yang menggiurkan di tambah hiasan atasnya yang seperti seni berbentuk nemo, tokoh cartoon kegemarannya.

“Aku tahu kau pasti akan memilih ini… Dasar Mrs. Fishy…” Younghyun terkekeh sendiri saat ia menyebutkan nama Eunyoung dengan ‘Mrs. Fishy’.

“Biar ikan dia tetap suami-ku, Hyunnie…” Tidak terima Eunyoung, ia mengerucutkan bibir-nya kedepan dan berdecak kesal.

Aigoo,, iyaa aku hanya bercanda, Ny. Lee… jangan cemeberut seperti itu, nanti baby ikut bad mood lho..” Rajuk Younghyun, masih tersenyum geli sambil mengusap perut Eunyoung kembali.

Akhirnya mereka sampai di tujuan pertama mereka, Younghyun menyerahkan beberapa lembar Won pada supir taksi dan mereka bergegas memasuki toko kue yang cukup terkenal di Seoul. Saat mereka masuk toko itu cukup ramai, sampai-sampai tak ada tempat duduk yang kosong untuk mereka berdua duduk, mengantri dan sekedar melihat-lihat menu yang ditawarkan.

Shop yang bisa di bilang multi fungsi ini memang selalu ramai. Satu ruangan besar di shop ini di bagi menjadi dua arena, satu area untuk tempat menikmati cake di tempat dan satunya lagi untuk take a way cake yang di pesan. Satu bangku telah di tinggal oleh pemiliknya, Younghyun segera menyuruh Eunyoung untuk duduk di sana, tanpa di sangka-sangka seorang pegawai menghampiri mereka, menawari bantuan untuk pemesanan, yah salah satu good service di sini adalah beberapa pegawai akan berkeliling untuk menawarkan cake andalan mereka.

“Maaf, Nyonya… ada yang bisa saya bantu?” Tanya pegawai itu ramah.

“Ah iya kami ingin memesan cake, apa bisa sesuai dengan request kami?” Jawab Eunyoung langsung ada tujuannya ke sini.

“tentu saja bisa, Nyonya… kalau boleh saya tahu request-nya seperti apa??” Tanya pegawai itu lagi, dan ada seorang pegawai lainnya datang membawa dua cup ice chocolate untuk Younghyun dan Eunyoung.

Gomawo..” Ucap Younghyun sambil memegangi cup milik Eunyoung yang dibalas dengan senyuman sang pegawai ramah.

“Aku ingin cake-nya itu ada hiasan Nemo di atasnya… Ah aku ada gambarnya kalau kau mau lihat…” Ucap Eunyoung, Younghyun segera mengambil ponselnya dan menyerahkan pada Eunyoung yang kemudian memperlihatkannya pada pegawai shop itu.

“Baik, aku catat yaa… lalu bentuknya Nyonya mau yang seperti apa?? Dan rasa serta penampilannya seperti apa?” Tanya pegawai itu lagi, tangannya sibuk mencoret-coret sesuatu di atas kertas putih. Posisinya yang setengah berlutut di depan Eunyoung, membuat Eunyoung sedikit kurang nyaman. Namun begitu lah pelayanan di toko ini, selalu menjadi yang terbaik dari yang terbaik.

“Kalau berbentuk hati, aneh tidak Hyunnie?” Tanya Eunyoung, Younghyun menggeleng dan tersenyum. Jari tangan jempol dan telunjuk-nya membentuk bulatan, yang berarti ‘Oke’ itu. “Baiklah aku mau yang berbentuh hati… Rasa-nya Chocolate Mint, Hae oppa suka rasa itu kalau ia makan ice cream.. apa bisa di-aplikasikan untuk cake, nona?

“tentu saja bisa, Nyonya… Lalu luarnya?” Pegawai itu mendongak ke arah Eunyoung menatap Eunyoung yang sedang berfikir sambil meminum minuman yang di hidangkan untuknya.

“Aku bingung,, kau ada usul Hyunnie?” Eunyoung sedikit putus asa, ia bingung dengan warna luarnya, kira-kira apa yang cocok.

“Apa yaa, yang terlintas di pikiranku saat ini… Cream stoberi dan nanti nemo yang menghiasi-nya berwarna biru dan putih..” Younghyun mengutarakan pendapatnya.

Pink di padu dengan warna biru dan putih, aku rasa cocok.. itu saja warnanya noona..” Ucap Eunyoung. Pegawai itu mengangguk-anggukan kepalanya mengerti.

“baiklah, sketsa kasar-nya seperti ini , Nyonya… kami nanti akan membalutnya dengan cream stroberi dan mengukir nemo di bagian sini…” Jelas pagawai itu sambil menjelaskan hasil rancangannya. Eunyoung dan Younghyun sama-sama terperangah melihat sketsa coretan sang pegawai. Cukup menggambarkan apa yang di inginkan Eunyoung.

“Aku ambil ini,mmm… lima hari lagi yaa, Nona…” Mantap Eunyoung. Younghyun dan Eunyoung lantas bangkit dari kurci karena memang urusannya sudah selesai, dan lagi masih ada pengunjung yang baru datang yang mengantri untuk dapat meja.

“Baik, Nyonya… pesanan akan jadi di hari yang nyonya inginkan… terima kasih atas kunjungannya… selamat jalan…” Younghyun dan Eunyoung membungkukkan badannya sedikit karena sang pegawai terlalu ramah, bahkan mengantarnya sampai keluar pintu masuk.

Younghyun dan Eunyoung kembali menghempaskan bahu mereka di sandaran bangku taksi yang lumayan nyaman itu. Senyum terus menerus terkembang di wajah Eunyoung, membayangkan hasil akhir cake-nya yang menurutnya pasti ‘Donghae oppa’ pasti akan sangat menyukainya. Tujuan berikutnya adalah pusat perbelanjaan, membeli beberapa keperluan yang sekiranya diperlukan untuk hari jadi Donghae yang akan jatuh seminggu lagi.

Sebelum mereka berbelanja, dua yeoja ini sepakat untuk mengisi perut mereka terlebih dahulu karena jam sudah jam makan siang. Mereka memasuki restoran yang berada di pusat perbelanjaan itu sambil bergandengan tangan, Younghyun memang terlihat lebih protektif pada Eunyoung, buktinya sejak tadi tangan Eunyoung tak pernah lepas dari genggamannya.

Saat Younghyun dan Eunyoung di antar oleh salah satu pelayan wanita menuju tempat duduk mereka, seorang namja tengah duduk di salah satu meja yang mereka lewati. Younghyun yang menyadari bahwa ia kenal betul dengan namja itu dan lekas menahan tangan Eunyoung. Eunyoung-pun berhenti saat tangannya seperti di-rem oleh Younghyun.

“Jae oppa… wah aku tidak menyangka aku bisa bertemu dengan-mu di sini oppa..” Sapa Younghyun senang, ia sudah berapa hari tidak bertemu dengan namja yang popular di rumah sakit itu selain Kyuhyun dan Donghae.

“Hyunnie, young-ah… kalian ingin makan di sini… Ah bergabung saja dengan-ku…” Jaejoong bangkit dari duduknya dan mempersilahkan Eunyoung dan Younghyun duduk di hadapannya.

“Boleh kami bergabung, oppa? Tanya Eunyoung hati-hati. Jejoong mengangguk mengiyakan. Dan akhirnya Younghyun serta Eunyoung duduk di hadapan Jaejoong yang telah lebih dahulu menikmati makan siangnya.

“Kau mau pesan apa Young-ah?” Tanya Younghyun menunggu Eunyoung memilih menu makanan yang ia ingin makan siang ini. Eunyoung mengusap peluh di dahinya dengan tangan yang bebas, karena tangan satunya ia pergunakan untuk membolak-balik buku menu.

“Aku pesan ini saja, Chicken Potato Soup dan Hot Chocolate…” Ucap Eunyoung seraya mengatur nafasnya yang masih tersengal-sengal. Younghyun mengambil hand fan-nya dari dalam tas, membantu mengipasi Eunyoung yang terlihat kepayahan setelah berjalan dari lobi sampai restoran ini.

“Aku juga pesan sama sepertimu saja, Chicken Potato Soup dua, satu Ice Chocolate dan satu Hot Chocolate…” Ucap Younghyun seraya menyerahkan buku menu itu pada pelayan. Eunyoung segera merebahkan punggungnya, lelah.

“Nona, tolong minumannya dulu secepatnya yaa..” Pinta Jaejoong sedikit cemas karena Eunyoung terlihat sangat lelah. Pelayan itu mengangguk dan segera meninggalkan mereka.

Gwaenchana, Young-ah?” Tanya Jaejoong cemas. Younghyun-pun ikut cemas setelah melihat ekspresi Jaejoong. Jaejoong mengangsurkan gelas berisi air mineral yang belum ia minum kepada Eunyoung. “Ini kau minum dulu…” Younghyun mengambil gelas dari tangan Jaejoong dan membantu Eunyoung meminumnya.

Gwaenchana… hanya lelah,, kau tau kan oppa, aku membawa baby ke mana-mana..” Eunyoung tersenyum menanggapi pertanyaan Jaejoong. Jaejoong mengangguk mengerti, sebenarnya ia tahu itu, seorang ibu hamil akan cepat lelah mengingat ia membawa beban berat di perutnya. Hanya saja ia khawatir pada Eunyoung, biar bagaimana-pun Eunyoung adalah yeoja yang mengisi hatinya saat ini.

“Benar kau tidak apa-apa, Young-ah? Sejak tadi dari toko kue, kau terlihat lelah seperti ini..” Cemas Younghyun. Eunyoung menggelengkan kepalanya dan lagi-lagi ia tersenyum pada Younghyun.

“Mungkin karena tadi toko-nya terlalu ramai, Hyunnie…” Jawab Eunyoung. “Ah minuman-ku datang… kau tau Hyunnie aku ingin minum ini sejak kemarin…” Ucap Eunyoung berbinar senang, menatap kepulan asap dari gelasnya yang berisi cokelat yang meleleh itu.

“Kau bisa membuatnya di rumah bukan, Young-ah atau Donghae juga pasti bisa membuatkannya untukmu…?” Tanya Jaejoong sedikit heran, karena minuman sederhana itu bisa dibuat kapan saja di rumah.

“Hehehe.. aku tidak ingin minum cokelat buatanku sendiri atau Hae oppa,  aku ingin minum di mana aku membelinya… bawaan bayi, mungkin…” Eunyoung terkekeh geli, sambil menyeruput coklat idamannya itu dengan mata berbinar dan senyum merekah di bibirnya.

Aigoo kelakuan ibu hamil…” Jaejoong menggeleng-gelenggkan kepalanya tak habis fikir, namun walau begitu ia tetap tersenyum melihat Eunyoung yang begitu bahagia mendapat apa yang ia inginkan.

“Ibu hamil memang seperti itu, oppa… nanti kau juga akan merasakannya,, kapan kau akan menyusul oppa?” Tanya Younghyun spontan. Jaejoong hampir tersedak makanan yang baru saja ia suapkan ke dalam mulutnya, kalau tidak ia menahannya dengan segera menyambar air di hadapannya.

Oppa, kau tidak usah malu… katakan saja…” Eunyoung angkat bicara, berkomplot dengan Younghyun yang sudah tertawa geli sejak tadi. Jaejoong hanya menunduk menyembunyikan semburat merah yang sudah muncul di wajahnya.

Oppa, bagaimana kabar yeoja yang kau ceritakan kemarin?” Tanya Younghyun semakin antusias. Eunyoung tersenyum geli melihat Younghyun menginterogasi Jaejoong. Jaejoong hanya tersenyum malau-malu dan tak sadar matanya yang bulat itu bertemu pandang dengan mata indah Eunyoung. ‘Deg’ Jaejoong menundukkan kepalanya kembali, menahan desiran hebat yang memacu adrenaline-nya memompa darah secara berlebih hingga wajahnya.

“Ahahaha dia baik…” Jaejoong bingung mau menjawab apa, yang keluar dari mulutnya hanyalah kalimat singkat yang terdengar ambigu. ‘Huuft’, Jaejoong akhirnya bisa bernafas lega saat pelayan datang membawa pesanan Younghyun dan Eunyoung, yah setidaknya bisa mengalihkan topik yang paling ia ingin hindari itu.

“Kalian ada perlu apa datang ke sini?” Tanya Jaejoong sambil memandangi dua yeoja di hadapannya, ah bukan lebih tepatnya ia memandangi paras cantik nan manis milik Eunyoung, yang sesekali tersenyum mengomentari rasa soup-nya bersama Younghyun.

“Aku ke sini bersama Younghyun untuk membeli beberapa keperluan unttuk special party Donghae oppa, beberapa hari lagi… kami ingin membuat kejutan untuknya… Ah aku ingin meminta bantuan oppa agar merahasiakan ini dari Hae oppa sebelum waktunya tiba..” Jawab Eunyoung.

Jaejoong mengangguk. “Pasti, aku akan membantu kau dan juga Younghyun.. kalau ada hal lainnya yang perlu ku bantu, aku akan membantunya kalau aku bisa… katakan saja..”

“Baik, oppa.. gomawo..” Eunyoung tersenyum pada Jaejoong, walau sedikit canggung tapi ia yakin Jaejoong sudah seperti oppa-nya sendiri dan ia menepis perasaan itu. “Oiya kalau oppa, ada apa ke sini… bukannya ini masih jam kerja..”

“Ah aku sudah selesai mengerjakan tugas-ku di rumah sakit… Aku sekarang hanya pegang department kejiwaan saja, Karena Siwon Ahjussi sudah kembali jadi aku sudah tidak membantu di sana lagi..” Jelas Jaejoong, Eunyoung serta Younghyun menganggukan kepala. “Dan aku kesini untuk membeli beberapa potong kemeja..”

“Kemeja untuk pergi kencan yaah, oppa?” Tebak Younghyun, membuat Jaejoong membulatkan kepalanya dan entah kenapa Jaejoong menganggukkan kepalanya.

“Baik kita sudah selesai makan,, ayo kita ke tujuan berikutnya..” Ajak Eunyoung seraya mengelurkan dompetnya. Namun ditahan oleh Jaejoong.

“Biar aku saja yang membayar semuanya Young-ah..” Jaejoong mengeluarkan kartu kredit-nya dan memberikannya pada pelayan yang mengantar struk makanan mereka.

Gomawo oppa…” Ucap Younghyun dan Eunyoung berbarengan.

Cheonmaneyo…” balas Jaejoong kemudian mereka keluar dari restoran itu dan mereka hendak berpisah menuju tujuan mereka masing-masing. Namun Jaejoong menangkap raut lelah di wajah Eunyoung, sejak ia keluar dari restoran ia menumpu pinggang-nya dengan tangan kirinya.

“kalian naik apa ke sini?” tanya Jaejoong langsung.

“Kami naik taksi oppa..” Jawab Eunyoung sambil mengipasi wajahnya yang kembali berpeluh.

“Ya sudah kalau begitu, aku akan menunggu kalian dan mengantar kalian pulang… bahaya kalau naik taksi, apalagi kalian seorang yeoja..” Putus Jaejoong. Lebih baik ia mengikuti dua yeoja ini karena keadaan Eunyoung cukup mengkhawatirkan.

“Baiklah kalau itu mau-mu oppa, Ah tadi kau bilang kau ingin membeli kemeja… lebih baik kita membeli keperluanmu dulu…” Ajak Eunyoung yang tiba-tiba bersemangat. “Oppa ceritakan seperti apa yeoja itu,,, agar aku bisa memilihkan warna yang cocok..”

mmm… Seperti apa yaa..” Jaejoong terlihat berfikir keras membayangkan yeoja yang akan di kencaninya itu. Younghyun dan Eunyoung yang melihat itu hanya mengira kalau semua namja yang akan berkencan memang seperti itu.

“Ia sangat cantik dan manis di waktu yang bersamaan, lalu sikapnya lemah lembut dan penyayang…” Ucap Jaejoong tanpa sadar membayangkan si ‘yeoja’ dalam pikirannya.

“Aku tahu apa yang kau butuhkan oppa…” Eunyoung menarik tangan Jaejoong ke salah satu butik yang menyediakan baju-baju pesta dan pakaian formal lainnya.

Berbagai kemeja Jaejoong kenekan sesuai request Eunyoung dan Younghyun menambahkan dengan segala pendapatnya, dan akhirnya pilhan jatuh pada kemeja berwarna abu-abu bergaris putih dan kemeja berwarna soft blue yang masuk bila di padukan dengan dasi berwarna apapun. Jaejoong tersenyum memandang refleksi tubuhnya di cermin, pilihan yang bagus menurutnya.

Setelah itu mereka berbelanja beberapa keperluan seperti rumput laut dan beberapa bahan makanan serta bahan-bahan yang biasa di gunakan untuk menyambut acara kelahiran. Jaejoong membantu mendorong troly sementara Younghyun dan Eunyoung memilih beberapa barang yang mereka inginkan.

Sore menjelang, beberapa keperluan sudah mereka beli semua, saat-nya untuk pulang sebelum Donghae sampai dan tidak mendapati Eunyoung di rumah mereka. Setelah memasukkan barang-barang di bagasi mobil, Younghyun membantu Eunyoung masuk kedalam mobil. Tadinya Eunyoung menolak untuk duduk di samping kemudi, namun Younghyun meyakinkan kalau duduk di depan lebih aman karena ada seat belt-nya, terlihat sekali Younghyun lebih mengutamakan Eunyoung dari pada dirinya sendiri. Jaejoong membantu Eunyoung memasangkan belt-nya dengan hati-hati, mengingat ada baby yang sedang dikandung oleh Eunyoung. Setelah itu Jaejoong segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumah Eunyoung dan juga Younghyun.

—————^ I’ll (Still) Try to Give a Smile for You… ^—————

Pagi ini, seperti biasa Kyuhyun dan Younghyun mengawali hari dengan menyiapkan sarapan berdua. Dua piring nasi goreng kimchi sudah tertata rapi di meja makan, meskipun dengan menu sederhana mereka berdua cukup menikmati waktu sarapan mereka. Hari ini Kyuhyun berangkat lebih awal dari biasanya karena ada yang ingin ia rundingkan dengan appa-nya mengenai kesehatan Donghae, karena siang ini Siwon ada rapat maka waktu yang paling tepat adalah pagi hari.

Jagiya, aku berangkat lebih pagi dari biasanya tidak apa-apa kan? Kalau kau masih mengantuk, kau bisa meneruskan tidurmu setelah sarapan…” Ucap Kyuhyun tanpa menatap Younghyun, karena ia fokus pada Koran pagi-nya dan sesekali menyuapkan sesendok nasi ke mulutnya.

Gwaenchana, oppa… urusan pekerjaanmu lebih penting…” Younghyun tersenyum, ia beranjak bangun dari duduknya mengambil satu gelas kopi yang sudah jadi di mesin kopi, dan menyuguhkannya untuk Kyuhyun.

“Oiya appa-mu pulang kan hari ini dari Busan? Nanti sepulang aku dari rumah sakit kita ke rumah Donghae..” Ucap Kyuhyun lagi, ia sudah selesai dengan kegiatan membaca korannya dan ia menyendokkan sendok terakhir-nya kemudian menyesap kopi yang ada di hadapannya perlahan.

“Tidak jadi pulang hari ini… appa kemarin bilang, mungkin lusa baru berangkat dari sana bersama Wookie oppa..” Younghyun menyudahi acara makannya, padahal nasi goreng di piringnya masih tersisa setengah piring.

“Kok tidak dihabiskan, Jagi?” Heran Kyuhyun karena Younghyun sudah beranjak mengambil piring Kyuhyun dan miliknya, lantas membawanya ke tempat pencucian piring.

“Aku sudah kenyang, oppa..” Younghyun menghela nafas, membuat Kyuhyun semakin heran. Ia beranjak mendekati isterinya itu dan memeluknya dari belakang, tak peduli kalau isterinya itu tengah mencuci piring.

“Ada apa denganmu, Jagi?” Tanya Kyuhyun penuh perhatian, tak seperti biasanya Younghyun bersikap seperti ini.

“Tidak ada apa-apa, oppasssh hanya saja hari ini aku tidak nyaman..” Jawab Younghyun masih fokus pada cucian piringnya.

“kau sakit? Di mana yang sakit?” Kyuhyun memaksa Younghyun untuk menyudahi kegiatannya dan membawa tubuh isterinya itu menghadap padanya. Ia sentuh kening Younghyun dan merasakan suhu tubuhnya pagi itu.

“Aku tidak sakit, oppa… entahlah aku juga bingung…” Younghyun menatap mata Kyuhyun yang memancarkan kecemasannya itu. “Mungkin karena bosan di rumah terus beberapa hari ini… Apa boleh aku main di rumah Eunyoung hari ini, oppa.. kau antar aku dan saat kau pulang nanti kau jemput aku… ottae?” Tanya Younghyun dengan tatapan memohonnya.

“Baiklah kalau itu yang kau inginkan… lagi pula kau main di rumah Eunyoung aku masih bisa mengontrolmu… dan kau bisa membantu Eunyoung di sana…” Kyuhyun mengangguk setuju, kemudian mencium kening Younghyun. “Cepat kau ganti pakaianmu dan bawa beberapa potong pakaian,, aku takut pulang-nya menjelang malam…” Ucap Kyuhyun lagi.

“Oke!! Gomawo oppa..” Younghyun tersenyum dan ia Kecup bibir Kyuhyun sekilas.

Sambil menunggu Younghyun bersiap, Kyuhyun bermaksud menghubungi Donghae terlebih dahulu sekedar untuk memberitahu kalau mereka ingin ke sana. Belum sempat dia mencari nama Donghae di phonebook-nya, ponselnya sudah bergetar. Kyuhyun tersenyum melihat nama yang tercantum di layar ponselnya dan tanpa ragu menekan tombol jawab.

“Hae… baru aku akan….” Kyuhyun terhenti ucapannya saat dia dengar seseorang di seberang telfon bukan Donghae melainkan Eunyoung dengan nada suara seperti sedang menangis.

“Young-ah… apa apa? Kenapa suaramu … Apa terjadi sesuatu dengan Hae?” Kyuhyun langsung menebak, namun ia hanya bisa mendengar tangisan Eunyoung sebagai jawabannya.

“Aku akan segera ke sana, tenang lah!!” Kyuhyun seketika menutup telfonnya bertepatan dengan Younghyun yanng sudah rapi keluar dari kamar. Kyuhyun langsung menyambar kunci mobil di atas meja dan menarik tangan younghyun menuju mobil, tidak peduli ekspresi keheranan Younghyun.

Kyuhyun melajukan dengan cepat mobilnya, Younghyun yang masih belum tahu apa yang terjadi hanya diam dan sesekali menangkap wajah cemas Kyuhyun di sampingnya. Tidak begitu lama, mobil Kyuhyun sudah berada di halaman rumah Donghae, tanpa pikir panjang Kyuhyun langsung keluar dari mobil dan berlari masuk ke dalam rumah begitu juga Younghyun yang ikut panik melihat suaminya berlaku seperti itu.

“Hae oppa! Young-ah!” Younghyun seketika terkejut melihat Donghae tergeletak di depan pintu kamar dan Eunyoung yang terus menangis di sampingnya.

Tanpa bertanya apapun, Kyuhyun langsung mengangkat tubuh Donghae menuju mobilnya. Younghyun membimbing perlahan Eunyoung menuju mobil dengan terus menenangkan Eunyoung yang tanpa henti menangis.

Mereka langsung menuju rumah sakit. Sepanjang perjalanan Eunyoung terlihat sangat kacau yang dia lakukan hanya menangis sambil memegang erat tangan Donghae yang tidak sadarkan diri di sampingnya. Younghyun menatap miris keadaan Eunyoung dan Donghae dikursi belakang, sungguh dia juga tidak mampu membendung air mata yang sudah membasahi pipi-nya. Kyuhyun hanya terdiam, fokus di depan kemudi, pandangannya cemas yang ia pikirkan hanya bagaimana caranya agar cepat sampai ke rumah sakit.

 

To be continue….

**********************************************************************************

Huwaaaaa….. Akhirnya publish… dua chapter sekaligus di Special Day… hehe😀 Jeongmal Gomawo readers Our Love Story masih menantikan …. Huhu… Mianhae kita publish lama banget ya?? Penuh perjuangan, derai air mata dan lelah yang tak kunjung habis nih <<<<< Lebay *curhat*. Gimana responnya tentang dua chap ini??? Semoga positif… ^^ dan semoga masih suka dan ceritanya memuaskan… mian klo masih ada typo, pengeditannya agak lama sampe matanya sliwer…<<< alasan klise ^^

Oke, kami (littleyounghae & missdorky) just say Thank you to all reader Our Love Story, apalagi kalian (khususnya yg dari awal mengikuti cerita dan meninggalkan jejak ^^)  sangat menghargai karya kami yang masih amatir…

So, masih menunggu kelanjutannya kan?? Next chapter diusahakan publish secepatnya (seminggu atau dua minggu lagi…. Ahahaha😀 sama aja yak)… untuk yang tanya berapa chapter lagi… berapa lagi ya?? Mmm… kira2 *lirik missdorky*…. Tunggu saja… ^^

Kamsahamnida *bow*

Littleyounghae & Missdorky

88 Comments (+add yours?)

  1. mendreng
    Aug 28, 2012 @ 11:57:05

    hae oppa TT calon appa yg hebat :3 berdoa spy bisa hidup sampai anaknya lahir & bisa bikin orang yg disayanginya bahagia. oppa fighting :3

    Reply

  2. AnisCLouds
    Aug 31, 2012 @ 12:05:52

    .hae Oppa kuat banget ..
    .saranghae Oppa ..
    .#ttp Lebih cinta am Yesung Oppa# *curCoL*
    .kekkkkekk ..
    .hebat .. Smoga Happy END ..
    .aq sLaLu banjir bca FF x ..
    .Lanjutttttttttttt ..

    Reply

  3. fitriindriyani
    Sep 02, 2012 @ 17:16:54

    aduh sdih bngt,hae oppa tmbh parah aja aq nangis smpe sesegukan..ottoke

    Reply

  4. anggiie
    Oct 28, 2012 @ 12:03:49

    Tiap baca ff ini pasti nangis. Berharap banget hae oppa sembuh

    Reply

  5. Icha_sachie
    Nov 19, 2012 @ 17:53:20

    Hadew,baca ni ff bener benr nguras emosi ma air mata kyk ntn drama2 korea..hahaha

    donghae oppa koq g sembuh2 si kan kasian eunyoung…

    Endnya gmn dong??jangan sad end ya…

    Reply

  6. Wei - Ni
    Mar 02, 2013 @ 10:25:18

    “Noona, kau tidak beruntung mempunyai suami kaya Kyu hyung…. Lihat evil sekali dia,, jadi pacarku saja mau tidak noona??”
    ………… ( dasar Adik Ipar SABLENG …………. hehehehe ) ………………………

    aigoo kok hae makin parah sih ?????????

    knp ya … nih cerita makin lama makin menguras air mata…………..

    Reply

  7. HalcaliGaemKyu
    Aug 12, 2013 @ 07:49:30

    Hae…. Andwae….
    Haduh.. Menegangkan! Jd deg deg kan nih.
    Hae pasti udh gk bs lg nahan sakit makanya smpe pingsan gtu.
    Yg satu kehilangan anaknya, yg satu lg mau kehilangan suaminya. Huft…
    Daebak ff nya

    Reply

  8. ginachoi407
    Oct 24, 2013 @ 13:03:39

    huuaaaa hae oppa hrus kuat buat baby nya….

    Reply

  9. enkoi
    Nov 28, 2013 @ 20:46:55

    Yah…baru aja seneng2x, younghyun baikan sekarang donghae yang parah…kasian amat kyu ma eunyoung

    Reply

  10. inggarkichulsung
    Mar 20, 2014 @ 20:55:35

    Aigoo baru sedih stlh Hyunnie kehilangan bayinya skrg keadaan donghae oppa benar2 parah, it’s really sad… smg cepat teratasi dan donghae oppa mampu bertahan demu eunyoung

    Reply

  11. Cho In Hyun
    May 17, 2014 @ 12:04:06

    ibu Hamil itu seperti “pemain drum band”😀 . Jaejoong oppa perhatian banget sm Eunyoung…aandwwe itu donghae oppa kenapa😦

    Reply

  12. Kim Heena
    Jun 03, 2014 @ 14:01:40

    Aww…miris bgt bc adegan Hae oppa frustasi di toilet..ahh semoga ada keajaiban

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

@fanfict_palace

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Memories

February 2012
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
272829  
%d bloggers like this: