[Fanfiction] Our Love Story (Chap 10 – Untitled…. Part two)

 

 

Tittle           : Our Love Story – Untitled
Length          : Multi chapter – chapter 10 (Part 2)
Author          : missdorky & littleyounghae
Cast             :
–    Lee Donghae
–    Cho Kyuhyun
–    Park Eunyoung (OC)
–    Lee Younghyun (OC)
–    etc^^
Genre         : Romance
Rated         : PG-17
Notes         : FF ini merupakan project kolaborasi pertama dari dua penulis (littleyounghae dan missdorky) . FF ini salah satu cara untuk menunjukan cara kami dalam berimajinasi dan menuangkannya ke dalam sebuah cerita…^^ Enjoy and feel the story… Happy Reading, don’t forget to give comments and We will appreciate it… ^^
Disclaimer     : Cast FF ini yang jelas bukan milik kami tapi Cerita FF ini murni dari otak kami berdua…. susah payah menggabungkan dua ide jadi satu karya, so… don’t be plagiator… and don’t be a silent reader.

 

“The most important thing in life is to learn how to give out love, and to let it come in.”  – Morrie Schwartz quotes

 

Younghyun melangkahkan kakinya di lobi rumah sakit pagi itu. Sejak tadi pagi, tepatnya saat keberangkatannya menuju rumah sakit, senyum tak pernah lepas dari bibir tipisnya. Bahkan ia tak pernah luput untuk menyapa siapapun yang ia kenal selama perjalananya memasuki rumah sakit.

“dr. Lee kau sudah kembali masuk seperti biasa?” Tanya seorang perawat yang berpapasan dengan Younghyun sambil membawa beberapa berkas yang ia dekap di depan dadanya.

“Iya, suster Kim…” balas Younghyun ramah masih dalam mode tersenyumnya. Kemudian ia lanjutkan perjalannya dan tak sengaja matanya melihat sesosok namja yang sangat ia kenal. “Donghae oppa!” panggilnya dan ia segera menghampiri namja tersebut.

“Donghae oppa!” panggilnya lagi, karena Donghae belum juga merespon panggilannya. Ia terus berjalan sambil menunduk. “Awas, Oppa..” pekik Younghyun. Ia tarik Donghae cepat sebelum Donghae menabrak seorang perawat yang tengah mendorong kursi roda. “Oppa kenapa berjalan sambil menunduk seperti itu?” Tanya Younghyun penasaran.

“Mian..” Donghae membungkuk sopan di hadapan perawat itu, meminta maaf. Perawat itu hanya tersenyum sambil membungkuk juga mengikuti Donghae.

“Oppa, kau tidak apa-apa.. umm… wajahmu pucat..” Panik Younghyun melihat Donghae pagi itu sedikit pucat dan ditambah ia melihat Donghae berjalan sambil menundukkan kepalanya.

“Benarkah?? Ah, ku rasa tidak… tadi kau lihat tidak wajah perawat tadi merona?” Ucap Donghae sedikit mengalihkan perhatian Younghyun. “Ya sudah aku ke kamar pasien dulu..” sambung Donghae kemudian meninggalkan Younghyun yang masih terdiam di tempatnya.

“Oppa, aku ikut…” Younghyun melangkahkan kakinya dengan cepat mensejajarkan langkahnya dengan Donghae. “Pasien mana yang akan kau kunjungi, Oppa?”

“Pasien yang baru saja masuk semimggu lalu..” Jawab Donghae singkat. “Kau melihat apa, Hyunnie? Mencari Kyuhyun?” Tanya Donghae ketika melihat Younghyun yang mengedarkan padangannya ke sekitar tanpa henti.

“Oh? Anni… Aku hanya sedikit merasa canggung, dua minggu lebih aku tidak memeriksa pasien….” Gugup Younghyun menjawab pertanyaan Donghae.

Mereka sudah sampai di ruang pasien yang cukup sepi. Hanya terlihat seorang namja yang meringkuk di tempat tidur dengan pandangan kosong. Donghae mendekat ke arah namja itu, Younghyun masih mengikuti di belakangnya. Dengan sabar Donghae memeriksa namja itu, namun tiba-tiba ia merunduk. Younghyun yang berada di sampingnya sedikit panik, pikirannya penuh tanya melihat Donghae.

“Hyunnie… Aku harus ke toilet, Pasien ini cukup tenang, bisa kau temani ia sebentar?” Younghyun mengangguk namun tidak menghilangkan rasa cemas menatap Donghae yang berlalu dengan cepat meninggalkannya.

Younghyun terus berpikir, rasa cemas memenuhi kepalannya saat itu. Ia menduga kondisi Donghae yang seperti itu pasti karena efek kemoterapi yang dilakukan. Tidak lama, Donghae keluar dari kamar mandi sambil memegang perutnya.

“Kau tidak apa-apa, oppa?” Tanya Younghyun cemas. Donghae hanya menggeleng dan tersenyum menjawab kecemasan Younghyun.

Selesai memeriksa pasien, Donghae dan Younghyun kembali menuju ruangan Donghae. Wajah Donghae yang terlihat pucat ditambah tingkah Donghae yang sedikit aneh, membuat Younghyun memutuskan untuk mengikuti Donghae. Sesampainya di depan ruangan, tepatnya saat membuka pintu, langkah Donghae terhenti dan hampir terjatuh kalau saja ia tidak berpegangan pada pintu.

“Oppa….” Panik Younghyun mencoba menopang tubuh Donghae. Namun belum sampai Younghyun mengulurkan tangannya, Donghae sudah terlebih dahulu mencegahnya dengan mengangkat telapak tangan kirinya. Seperti biasa, ia mencoba tersenyum guna mengusir cemas Younghyun.

Di dalam ruangan, Donghae langsung merebahkan tubuhnya di sofa. Hari itu, entah mengapa tubuhnya sangat lemah, rasa mualnya terus menghampiri dan sakit di kepalanya seakan menetap. Younghyun mengamati Donghae yang sesekali menghela nafasnya. Tiba-tiba Donghae kembali memegangi perutnya dan berusaha untuk bangkit dari duduknya, namun tertahan dan akhirnya ia duduk kembali.

“Aishhh… Babo Donghae!!” Donghae memukul-mukul kecil kakinya yang terasa kebal dan kaku, dan itu membuatnya kesal karena harus menahan keinginannya untuk ke toilet.

Younghyun tertegun meilihat Donghae. Tanpa pikir panjang, ia segera duduk di samping Donghae, berusaha mengangkat kaki Donghae dan meletakannya di pahanya.

“Oppa… Kau ini… Sudah ku bilang kalau kau merasakan ada yang aneh di tubuhmu, katakan padaku atau Kyuhyun oppa, aku tahu kau tidak mampu mengatakannya pada Eunyoung… Tapi kau bisa berkeluh kesah padaku dan Kyuhyun oppa… Hal ini sudah sering terjadi kan? Jawab aku, oppa!” Younghyun memijat ringan kaki Donghae sambil berusaha menahan tangisnya karena terlalu khawatir pada Donghae yang sudah ia anggap sebagai oppa kandungnya.

“Hyunnie… Ini hanya efek perawatan, aku mengerti… Dan aku masih bisa mengatasinya sendiri…” Jawab Donghae yang menurunkan kakinya sedikit memaksa Younghyun untuk menghentikan pijatannya.

“Oppa… Setidaknya kami bisa membantumu mengurangi efeknya… Ku rasa kau harus pulang dan istirahat”

“Aku tidak apa-apa, Hyunnie… Aku masih kuat sampai jam kerjaku berakhir…” Tolak Donghae halus. Younghyun hanya bisa menghela nafas mendengar perkataan Donghae. “Aissh Jinjja!” Donghae kembali memengang perutnya dan menutup mulutnya dengan tangannya yang bebas, kemudian segera meluncur ke toilet di ruangannya itu.

“Oppa, sudah kubilang kau lebih baik pulang sekarang… Aku akan mengantarmu sampai rumah…” Ucap Younghyun sedikit keras agar suaranya itu terdengar oleh Donghae yang menyalakan air keran di dalam toilet. “Atau kau mau aku panggilkan seseorang? dr. Jung atau…”

“Kyuhyun?” tebak Donghae yang sudah keluar dari balik pintu toilet. Donghae menangkap perubahan di wajah Younghyun setelah Donghae menyebutkan mana suaminya itu. Lantas ia kembali ke meja kerjanya, mengambil satu berkas medical report dan mempelajarinya. “tidak perlu, aku sudah tidak apa-apa.. Atau kau memang mau bertemu dengan Kyuhyun, hm?” Goda Donghae, membuat Younghyun salah tingkah. Donghae tersenyum melihat Younghyun, ia sengaja membuat lelucon itu agar Younghyun tidak cemas lagi.

“Issh kau, oppa!” dengus Younghyun. “Oiya, Oppa.. umm… perkembangan Sena bagaimana? Sudah dua minggu ini aku tidak bertemu dengannya, terakhir kali saat ia ingin mencooba bunuh diri…” Keluh Younghyun, selama istrihat di rumah pikirannya tak lepas dari Sena,

“Baik, ia mengalami banyak kemajuan… Itu info yang kudapat dari Jaejoong hyung… Sena lebih banyak ditangani oleh Jaejoong hyung…” Jawab Donghae tanpa mengalihkan perhatiannya di medical report yang ia pegang. “Tidak biasanya Kyuhyun belum datang atau menelfon untuk makan siang bersama… Ia selalu kesini selama kau istirahat di rumah Hyunnie… Lebih baik aku yang menghubunginya..”

“Oh biar aku yang bicara, Oppa…” Sambung Younghyun cepat dan ia merebut ponsel Donghae yang sudah nyaris menempel di telinganya. “Kok, nadanya sibuk.. mungkin Kyuhyun oppa sibuk, oppa.. coba aku yang menelfonnya..” Younghyun mengembalikkan ponsel Donghae dengan gugup namun tetap tersenyum. Donghae mengernyit bingung, tidak biasanya Younghyun bersikap seperti ini.

Younghyun meraih ponselnya dalam tas, sejenak ia terdiam, berpikir sambil memainkan ponselnya. Tidak lama senyuman terkembang di wajahnya dan menekan beberapa tombol angka di ponselnya.

“Yoboseyo, selamat siang, maaf nona, bisa tolong disambungkan ke ruang dr. Cho…” ucap Younghyun dan membuat Donghae kembali menatap heran padanya. “Ah, aku dr. Lee… tadi aku mencoba menghubungi ponselnya namun tidak dijawab…” lanjut Younghyun.

“…”

“Oh, baiklah, Kamsahamnida…” Younghyun kembali tersenyum menatap Donghae yang heran. “Kyuhyun oppa sedang operasi… Bagaimana kalau kita makan siang dulu, tidak perlu menunggunya…?” usul Younghyun.

“Baiklah… mungkin Kyuhyun nanti menyusul, kajja…” Donghae dan Younghyun keluar dari ruangan menuju kafetaria. Kali ini Younghyun terlihat tenang, tidak seperti awal ia datang. Donghae dan Younghyun duduk di meja pojok ruangan, sesekali mereka mengobrol kecil masalah perkembangan kondisi Sena. Banyak yang ingin Younghyun tahu mengenai pasiennya itu dan ia cukup senang kondisi pasiennya perlahan membaik berkat bantuan Jaejoong dan Donghae selama ia cuti.

Drrrrttt…Drrrtttt…
Ponsel Donghae yang berada tepat di sampingnya bergetar, Younghyun melirik ke arah layar ponsel mencari tahu siapa yang menelfon. Mata Younghyun membulat melihat nama yang tertera di layar, “Kyuhyun oppa” batinnya. Tanpa minta izin terlebih dahulu, Younghyun menyambar ponsel Donghae yang berada di dekatnya dan menekan tombol ‘reject’ lalu menatap panik ponsel itu.

“Ya! Kenapa kau matikan??” kesal Donghae saat Younghyun mematikan ponselnya tanpa minta izin terlebih dulu.

“Mi.. mian oppa…”ucap Younghyun tertunduk sambil menyerahkan ponsel pada Donghae. Mata Donghae menyipit seakan mencurigai Younghyun yang terus tampak gelisah sejak tadi.

“Kyuhyun? Tadi Kyuhyun kan yang menelfonku? Mengapa kau matikan?? Omo!! Jangan bilang kau ke sini diam-diam, tanpa memberitahu Kyuhyun terlebih dulu…” terka Donghae dan Younghyun hanya memberikan senyuman lebarnya membenarkan perkataan Donghae.

“Oppa… ku mohon… jangan katakan pada Kyuhyun kalau aku ke sini… hhhh~ aku sangat rindu pada suasana rumah sakit, pasien-pasienku, semuanya…”melas Younghyun merajuk mengguncangkan lengan Donghae.

“Ck… kau ini…” ucapan Donghae terhenti saat ia kembali mengaktifkan ponselnya. “Kyuhyun… ia mengirim pesan…”

Cho Kyuhyun :
‘Ya! Ikan… kenapa kau tidak menjawab telfonku?? Mian, aku baru selesai operasi…Aku menuju kafetaria, kita bertemu di sana, kau belum makan siang kan?’

Younghyun kembali melebarkan matanya membaca pesan masuk ke ponsel Donghae lalu melihat ke sekitar. Wajah paniknya tergambar jelas, sedangkan Donghae tersenyum geli melihatnya.

“oppa… kenapa kau senyum-senyum… aku harus bagaimana kalau Kyuhyun oppa melihatku…” panik Younghyun.

“Ya… bersiap saja Kyuhyun mengeluarkan omelan panjangnya…”jawab Donghae santai sambil terus tersenyum geli.

“Oppa…” kesal Younghyun lalu bangkit dari kursinya. “huuuuhh… sepertinya aku harus segera pulang… Kyaaaa~  Kyuhyun oppa… ottokhae?? Oppa, aku harus ke ruanganmu dulu mengambil tas…” Younghyun semakin panik ketika melihat sosok Kyuhyun yang baru masuk ke dalam kafetaria.

“Ikut aku…” Donghae menarik tangan Younghyun menuju dapur kafetaria. Donghae dan Younghyun akhirnya memutuskan keluar melalui pintu belakang lalu menuju ruangan Donghae tanpa diketahui Kyuhyun.

“Hufff…. Gomawo, oppa…” Younghyun menghela nafas dan bergegas mengambil tas-nya ketika sampai di ruangan Donghae. Donghae berdecak sambil menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Younghyun.

“Kau ini… kalau Kyuhyun tahu aku membantumu pasti…” ucapan Donghae terhenti kembali ponselnya bergetar karena ada panggilan masuk dari Kyuhyun.

“Ne~ Kyu… aku masih di ruangan, sebentar lagi aku menyusul…” Younghyun menutup mulutnya rapat berusaha tidak mengeluarkan sedikitpun suara.

“Jinja? Ah… aku belum bertemu dengannya… Iya… kau cerewet sekali… Annyeong!” Donghae menutup panggilan telfonnya dan Younghyun pun kembali bernafas lega.

“Kau tahu?? Kyuhyun menanyakanmu tadi… ada perawat yang  mengatakan kalau ia melihatmu berada di rumah sakit dan bertanya dengan Kyuhyun.” ucap Donghae.

“Aisshhh… perawat itu pasti mencari pembicaraan dengan Kyuhyun oppa, ku rasa perawat genit yang…”

“sudahlah… lebih baik kau cepat pulang,, Kyuhyun akan semakin curiga dan pasti akan …” ucapan Donghae kembali terhenti mendengar ponsel Younghyun yang berbunyi.

“Kyuhyun oppa… ottokhae?” panik Younghyun. Tanpa menjawab, Donghae malah menekan tombol jawab pada ponsel yang masih berada di tangan Younghyun.

“Yoboseyo…” jawab Younghyun dengan nada yang senormal mungkin. Donghae di dekatnya berusaha menahan tawa geli melihat Younghyun yang berubah seketika.

“…”

“Aku di rumah, ada apa? Kau pulang cepat ya?” lagi-lagi Younghyun berpura-pura menjawab riang dan Donghae pun semakin menjadi hingga ia berusaha menutup mulutnya dengan tangannya.

“…”

“Jinja? Ah, mungkin perawat itu salah lihat…” jawab Younghyun santai.

“…”

“Ne~… Cepat pulang ya, dr. Cho… Saranghae…” Younghyun menarik nafas lega, benar dugaan Donghae, Kyuhyun pasti mencurigainya.

“Sudah pulang sana… siapa tahu Kyuhyun masih curiga dan benar-benar pulang cepat untuk memastikannya…” ucapan Donghae membuat Younghyun mengangguk menyetujuinya.

“Tapi oppa… aku belum melihat Sena… niat awal aku datang ingin melihat perkembangannya…” ujar Younghyun kecewa. “Hmm… baiklah, sepertinya niatku sedikit tertunda… Sekali lagi, Gomawo, oppa… Oh iya, jangan lupa kau juga harus istirahat, kalau kau merasakan sesuatu, katakan padaku atau Kyuhyun oppa..” lanjut Younghyun yang sudah bersiap meninggalkan ruangan Donghae.

“Iya… sudah cepat kau pulang, hati-hati di jalan ya, Hyunnie…” Donghae melambaikan tangannya, hingga punggung Younghyun tidak terlihat lagi. Masih terus tetap tersenyum, ia segera menuju kafetaria di mana di sana sudah ada Kyuhyun yang menunggu-nya.

—————^ Untitled ^—————

Keesokan harinya, Younghyun kembali terlihat di rumah sakit pagi itu. Kali ini ia tidak lagi khawatir atau mengendap-endap seperti kemarin saat ia melihat Kyuhyun. Langkahnya begitu mantap menuju ruangan Sena, ruangan yang hampir dua minggu lebih itu tak ia kunjungi.

Beruntung ruangan itu sepi, tak ada siapapun kecuali Sena yang tengah duduk menghadap ke jendela. Younghyun tersenyum, begitu banyak perubahan Sena semenjak terakhir kali ia bertemu dengannya. Pandangan matanya tak lagi kosong, rambutnya kini tersisir rapi memperlihatkan rambut hitam panjangnya yang indah.

“Sena, aku datang… bagaimana kabarmu?” Sapa Younghyun menghampiri Sena. Ia ambi posisi duduk di ranjang Sena menatap punggung Sena.

Sena menoleh, lantas ia menatap Younghyun yang tersenyum manis ke arahnya. Namun Sena hanya terdiam menatap Younghyun, kemudian ia lanjutkan kegiatannya kembali. “Kau sudah banyak kemajuan, Sena… pasti Jaejoong oppa dan Donghae oppa merawatmu dengan sangat baik selama aku tidak ada..” Younghyun beranjak bangun, ia usap rambut Sena lembut. Younghyun semakin terkembang di wajah Younghyun, karena Sena tidak menunjukkan perlawanan padanya.

“Aku turut senang, Sena… Semoga kau lekas sembuh..” Sambung Younghyun lagi. Walau ia hanya berbicara sendiri, ia cukup senang bisa melihat Sena pagi itu. “Sena, aku harus pergi.. nanti sebelum pulang aku akan sempatkan untuk ke sini lagi yaa..” Younghyun meninggalkan Sena sendiri di ruangannya.

“Hah, pagi yang indah dan cerah untuk mengawali hari…” Ucap Younghyun, ia rentangkan tangannya seraya menghirup udara pagi dari taman rumah sakit yang sedang ia lewati. Ruangan Donghae adalah tujuan berikutnya.

“Oppa, aku datang kembali..” Younghyun masuk ke dalam ruangan Donghae dengan semangat. Bahkan ia tidak mengetuk pintunya terlebih dahulu dan sedikit menaikkan suaranya saat masuk ke ruangan Donghae.

“Kau!! / Oppa!” Ucap Kyuhyun dan Younghyun bersamaan. Mereka sama-sama memasang wajah terkejut. Donghae yang berada di samping Kyuhyun pun tak kalah terkejut saat Younghyun masuk.

“Kenapa oppa ada di sini? bukankah tadi pagi kau bilang kau ada rapat bersama Jaejoong oppa dan beberapa dokter lainnya..” panik Younghyun, sampai-sampai ia hanya berdiri mematung di depan pintu.

Kyuhyun terlihat menahan amarah, ia silangkan tangannya di depan dadanya. Tatapan matanya seakan siap membunuh Younghyun kapan saja. Ia terlalu kesal mendapati isterinya berada di ruangan yang sama dengannya, bukannya berada di rumah. “seharusnya aku yang tanya, mengapa kau ada di sini, dr. Lee?” tanya Kyuhyun dingin tanpa menjawab pertanyaan Younghyun.

“oppa..” takut Younghyun. Ia menundukkan kepalanya tak berani menatap Kyuhyun, dan matanya berkaca-kaca menahan tangis. Ia tak menyangka kalau hari ini ia akan ketahuan oleh Kyuhyun.

“Masuklah, Hyunnie… jangan berdiri terus seperti itu..” Donghae mencoba mencairkan suasana, Ia tahu Kyuhyun sangatlah marah saat ini, dan Younghyun juga terlihat ketakutan. Younghyun tetap berdiri di tempatnya malah kini ia memainkan dress yang ia kenakan. Donghae beranjak mendekati Younghyun, mengajak yeoja yang mengenakan dress berwarna ungu pias itu untuk segera duduk.

“rapat diundur setelah jam makan siang nanti… aku tak menyangka kalau kau datang ke rumah sakit… apa mungkin kau kemarin juga datang ke sini?” selidik Kyuhyun, masih dengan intonasi dingin. Nyali Younghyun semakin menciut, tak ia hiraukan ajakan Donghae untuk segera duduk walau Donghae sudah menarik tangannya.

“Kyu tenanglah..” Ucap Donghae yang melihat suasana semakin menegangkan. Ia pandang Younghyun yang masih menundukan kepalanya.

“Sebaiknya kita bicarakan ini di ruanganku, Jagi..” Kyuhyun beranjak dari duduknya dan ia menarik tangan Kyuhyun agar Younghyun mengikutinya. “Hae aku ke ruanganku dulu yaa, nanti jam makan siang aku ke sini lagi..” pamit Kyuhyun. Donghae hanya bisa menghela nafas melihat sahabatnya itu bersikap seperti itu pada isterinya walau memang Younghyun-lah yang salah.

“oppa lepaskan tanganku… sakit…” pekik Younghyun dengan suara yang bergetar. Kyuhyun melepaskan genggaman tangannya dan menatap Younghyun seakan meminta penjelasan. Kini mereka sudah berada di ruangan Kyuhyun.

“sekarang coba kau jelaskan.. mengapa kau bisa ada di sini?” Kyuhyun duduk di kursi kerjanya, menunggu penjelasan dari Younghyun yang masih berdiri di hadapannya.

“Aku bosan di rumah, oppa..” lirih Younghyun, mencoba menatap Kyuhyun. Namun ia kembali menundukkan kepalanya karena Kyuhyun menatap matanya dengan pandangan yang menusuk. “Aku… aku juga mengkhawatirkan kesehatan Hae oppa… kemarin saat aku Hae oppa tidak enak badan karena efek kemo yang dijalaninya..” lanjut Younghyun.

“jadi benar, kau kemarin ke sini… Great Jagi!” Sontak Younghyun membungkam mulutnya sendiri, matanya bergerak semakin gelisah, dan dalam hati ia merutuki kebodohannya sendiri membocorkan rahasia yang seharusnya ia pendam dalam-dalam.

“oppa, aku punya alasan mengapa aku bisa sampai di sini… aku sudah tidak apa-apa,, lagi pula aku bosan terus berada di rumah sepanjang hari..” rajuk Younghyun agar Kyuhyun tidak marah lagi padanya.

“Tapi aku belum mengijinkan kau datang ke sini.. Kau lupa pesan dr. Kim… seharusnya kau masih di rumah.. Jangan buat alasan seperti itu…” Balas Kyuhyun.

“Oppa, jahat… hiks… oppa tidak mengerti perasaanku… baiklah kalau itu mau-mu aku pulang sekarang…” Isak Younghyun, air mata turun membasahi pipinya. Ia usap air matanya itu dengan kasar menggunakan punggung tangannya. “Jangan kaget kalau saat kau sampai rumah nanti, aku tidak ada di rumah.. aku akan menginap di rumah Eunyoung bersama appa..” Ucap Younghyun sebelum ia meninggalkan ruangan Kyuhyun.

Kyuhyun terkejut, tak menyangka Younghyun akan mengatakan itu. Diam-diam ada perasaan bersalah di hati Kyuhyun, mungkin ia terlalu kasar pada Younghyun sehingga membuat isterinya itu bersikap demikian. Segera ia beranjak dari duduknya dan mengejar Younghyun. “Jagi, bukan begitu maksudku..” tahan Kyuhyun dengan menggenggam tangan Younghyun.

Younghyun hanya diam menatap Kyuhyun. “Jagi, okeh aku akuin aku salah… tapi ini untuk kebaikanmu juga, Jagi… kau masih harus banyak beristirahat….” Kyuhyun melembutkan tatapannya, tak ingin Younghyun semakin takut padanya atau marah padanya.

“aku ingin kembali bekerja mulai besok pagi..” melihat ada signal baik dari Kyuhyun, Younghyun segera mengutarakan ke inginannya yang ingin kembali bekerja seperti biasanya.

“Jagi, kau tidak mau menuruti keinginanku.. hmm?” Younghyun terdiam dan air matanya semakin deras membasahi pipinya. Kyuhyun semakin teriris melihat pemandangan itu, bukan maksudnya ia mengekang keinginan Younghyun. Ia raih tubuh Younghyun kedalam dekapannya, mengecup puncak kepala Younghyun. Namun bukannya membuat Younghyun tenang, malah semakin membuat Younghyun semakin terisak.

“Jagiya…” rajuk Kyuhyun. Ia kecup bibir Younghyun dan mendapati isterinya itu diam, tak menolak dan juga tak merespon ciumannya. “hhhh… baiklah kalau itu keinginanmu.. besok kau boleh kembali bekerja… nanti aku akan menemui dr. Kim..” pasrah Kyuhyun.

“kau tidak bohong kan, oppa?? kau mengijinkanku?” tanya Younghyun tak percaya, akhirnya Kyuhyun menyetujuinya juga. Gomawo, oppa.. Saranghae!” Younghyun mengecup bibir Kyuhyun sekilas. Senyum teruntai manis di bibirnya walau masih ada sisa jejak-jejak air mata menggenang di kedua pipinya.

Kyuhyun mengangguk dan tersenyum untuk menjawab pertanyaan Younghyun. Ia usap pipi Younghyun lembut dengan ibu jarinya. “Aku antar pulang ya, Jagi.. masih ada waktu sampai jam makan siang…”

“Tidak usah, oppa… aku bisa pulang sendiri…” balas Younghyun sambil menggelengkan kepalanya.

“Tapi…” gantung Kyuhyun menatap Younghyun yang sudah kembali tersenyum.

“Tenang, oppa… aku akan pulang ke rumah… tidak akan menginap di rumah Eunyoung…” ucap Younghyun bermaksud menggoda Kyuhyun.

“Aissh bukan itu…. aku hanya khawatir kau pulang sendiri ke rumah…” sanggah Kyuhyun cepat. Younghyun menahan tawanya, Kyuhyun begitu mencemaskan dirinya.

“Aku tidak apa-apa, oppa… istirahatlah sebelum rapat nanti… atau kau bisa bersama Donghae oppa, aku sangat mencemaskan keadaannya…” Raut Younghyun berubah sedih.

“Arasseo… aku akan ke ruangannya nanti setelah mengantarmu ke depan..” Kyuhyun menunjuk hidung Younghyun dengan jari telunjuknya. “kajja!! aku antar sampai kau mendpatkan taksi..” Ia lingkarkan tangan kanannya di pinggang Younghyun.

Kyuhyun dan Younghyun berjalan bersisian menuju lobi depan rumah sakit, tangan Younghyun masih belum lepas dari genggaman Kyuhyun sejak tadi mereka keluar ruangan. Younghyun kembali tersenyum saat membayangkan hari esok. Sibuk bekerja, bertemu dengan pasien-pasiennya dan membuat mereka pulih kembali adalah keinginannya dan suatu kepuasan tersendiri baginya.

—————^ Untitled ^—————

Sudah dua hari Younghyun bekerja kembali, sesuai janjinya pada Kyuhyun ia mengambil jadwal tidak seperti dulu dan pasien yang ia tangani tidak lebih dari tiga pasien. Pagi itu, Kyuhyun dan Younghyun sudah sampai di rumah sakit lebih awal. Sebenarnya hari itu Younghyun baru akan bertemu pasiennya pada siang hari, entah mengapa ia selalu senang bila berada di rumah sakit di banding di rumah terlebih lagi kini Younghyun hampir tidak mau terlalu lama berjauhan dari Kyuhyun. Kyuhyun sangat mengerti sifat istrinya yang berubah semenjak hamil, justru ia bersyukur karena kehamilan Younghyun mereka menjadi lebih mesra dari sebelumnya.

“Oppa… jadwalmu hari ini apa?” tanya Younghyun yang menggenggam erat tangan Kyuhyun selama menuju ruangan mereka.

“Hanya satu operasi, tapi nanti siang ada rapat lagi dengan beberapa dokter senior. Appa berencana mengembangkan rumah sakit ini bertaraf internasional, makanya appa sengaja mengunjungi beberapa rumah sakit dengan standar WHO di beberapa negara dan kami di sini sedang mendiskusikan beberapa hasil kunjungan appa” jelas Kyuhyun dan Younghyun mengangguk mengerti atas ucapan suaminya itu. “Ada apa, Jagi? Kau ingin kita pulang lebih cepat hari ini?” tanya Kyuhyun sambil mengerling nakal menoleh ke arah Younghyun.

“Isshh… oppa…” ucap Younghyun malu sambil mengelus perutnya yang seminggu lagi genap berusia tujuh bulan. “Bukan begitu, aku tidak ingin kau terlalu lelah, oppa… Selama appa pergi, pasti jadwalmu bertambah padat, meskipun Jaejoong oppa juga ikut membantu, tapi kau pewaris rumah sakit ini, pasti tanggung jawabmu lebih besar” lanjut Younghyun.

“Aigoo… isteriku ini manis sekali mengkhawatirkan aku…” Kyuhyun memindahkan tangannya merangkul bahu Younghyun dan Younghyun pun kembali tersipu dibuatnya.

“Oh… bukankah itu Jaejoong oppa?” Younghyun menghentikan langkahnya ketika melewati salah satu ruangan pasien. Dilihatnya Jaejoong yang tengah duduk di samping tempat tidur seorang kakek yang berbaring. Jaejoong dengan hati-hati membantu kakek itu duduk dan menggerakan jari-jarinya

“Sudah beberapa hari ini, Jaejoong hyung setiap pagi pasti ke ruangan tuan Nam… Kau tahu kan tuan Nam? Pasien yang menderita stroke, ia masih menjalani pemulihan terapi di sini. Karena cucu tuan Nam baru datang siang hari, jadi Jaejoong hyung yang menemaninya di pagi hari…” mereka berdua berhenti sejenak melihat Jaejoong yang sungguh telaten membantu tuan Nam menggenggam beberapa benda.

Younghyun mengukir senyum di bibirnya, sejenak ia mengingat cerita Changmin mengenai hubungan Jaejoong dan kakek mereka. Dan ia juga teringat cerita akan pertengkaran Jaejoong dan Changmin.

“Jagi…” panggil Kyuhyun dan membuat Younghyun tersadar dari lamunannya. “Kau memikirkan apa?” tanya Kyuhyun lagi.

“Anni…” jawab Younghyun singkat. Kyuhyun kembali menggenggam tangan Younghyun dan berjalan menuju ruangan mereka.

“mmm… Jaejoong oppa tidak biasanya datang pagi, apa dia juga selalu pulang larut, oppa?”tanya Younghyun penasaran.

“mmm.. sepertinya begitu, setiap pagi aku datang, Jaejoong hyung sudah ada di rumah sakit, ah, kau ingat waktu sena ke atap gedung? Jaejoong hyung sudah ada di rumah sakit, padahal masih jam 7 pagi…” analisa Kyuhyun. “Dan kemarin, waktu kau memintaku pulang cepat, ia bilang bisa menggantikanku untuk mengontrol pasien di malam hari… Dan beberapa perawat yang berjaga malam juga sering melihat Jaejoong masih berada di rumah sakit” lanjut Kyuhyun sambil mengingat-ingat.

“Apa dia belum bertemu Changmin oppa ya?” Gumam Younghyun cemas.

“Kau mengapa cemas begitu, Jagi? Tadi kau bilang apa?” Tanya Kyuhyun yang mendengar sedikit ucapan Younghyun.

“Anni…” Elak Younghyun. Ia sebenarnya tidak bermaksud menyembunyikannya pada Kyuhyun, hanya saja ia menghormati Changmin yang sudah mau menceritakan masalah pribadi padanya.

—————^ Untitled ^—————

Selama Kyuhyun menjalani operasi pasien, selesai bertugas Younghyun hanya berkeliling rumah sakit atau kadang ia menemani Donghae mengontrol pasien. Younghyun telah selesai mengerjakan tugasnya dan berniat makan siang di kafetaria. Saat menuju kafetaria, ia bertemu dengan Jaejoong yang kebetulan ingin makan siang juga. Jaejoong hari itu nampak sedikit berbeda, wajahnya lesu meskipun senyuman tetap menghiasi bibirnya. Seperti biasa, mereka duduk di meja pojok ruangan, menghindari tatapan-tatapan genit para perawat pada Jaejoong.

“Oppa, ada masalah dengan pasien?” Penasaran Younghyun yang melihat Jaejoong sesekali menghela nafas berat dan kehilangan fokus.

“Oh? Mmmm… Tidak ada…” Jaejoong pun mulai menyantap makan siangnya.

“Gomawo ,oppa… Selama aku cuti, kau banyak membantu menangani Sena… Dan aku senang, Sena sekarang sudah lebih baik” riang Younghyun yang juga menikmati makan siangnya.

“Sena… Dia salah satu pasien yang mempunyai keinginan yang cukup tinggi untuk sembuh, makannya aku dengan senang hati membantumu merawatnya. Tidak perlu seperti itu, aku sebagai dokter juga ingin semua pasien di sini pulih…” ujar Jaejoong.

“Kau tidak lelah, oppa? Menangani dua departemen sekaligus, satu sisi kau membantu aku dan Donghae oppa di departemen kejiwaan, dan kau juga membantu Kyuhyun oppa. Ku kira, dokter yang mengambil dua major sekaligus, penampilannya seperti dosen ku dulu, rambut memutih, bahkan hampir menipis. Tapi lihat dirimu, coba tanyakan, siapa yang tidak mengagumimu, mulai dari perawat sampai dokter muda cantik pasti menjawab serempak mengagumimu..” ucapan panjang Younghyun hanya dijawab dengan tawa renyah Jaejoong.

“Kau kira, dokter yang bergelar dua major harus seperti itu? Hahaha…” Jaejong tertawa kecil sambil menutup mulut dengan punggung tangannya.

“Ah, iya, kau juga membantu terapi tuan Nam? Hhhh~ oppa… apa aku harus menyebutmu malaikat?” Heran Younghyun yang mengagumi Jaejoong.

“Tuan Nam? Ia mengingatkanku pada kakekku di Amerika, beliau juga pernah menderita stroke, dan aku yang membantu terapinya.” Jaejoong sedikit merubah wajahnya menjadi sendu.

“Wah, kakek mu pasti bangga sekali memiliki cucu seperti dirimu dan Changmin oppa.” Ucapan Younghyun menambah raut sendu di wajah Jaejoong dan itu membuat Younghyun sedikit penasaran meskipun ia sudah tahu sedikit dari Changmin.

“Entahlah…. Yang ku tahu, kakek selalu bangga pada cucu-cucunya. Tapi sepertinya Changmin menganggap aku lebih dibanggakan oleh kakek “ keluh Jaejoong.

“Mmm… Changmin oppa sudah menghubungimu?” Ucap Younghyun tanpa sadar membuat Jaejoong heran dan terdiam. “Mian, oppa… Bukan maksudku mencampuri urusan kalian…” lanjut Younghyun merasa bersalah.

“Tidak apa, ini bukan salahmu… Changmin? Ia belum menghubungiku…” Lirih Jaejoong, membuat Younghyun semakin merasa bersalah.

“Ada baiknya kalian bertemu, Oppa… tidak baik kalau masalah ini berlarut-larut sesama saudara… Lagipula Changmin oppa sepertinya merasa bersalah juga karena menyinggung masalah yeoja mu…” ucap Younghyun bijak namun ditanggapi dengan ekspresi Jaejoong yang kaget dan salah tingkah mendengar kata ‘yeoja’.

“Apa Changmin menceritakan semuanya?” ragu Jaejoong yang masih salah tingkah. Ia takut Younghyun berpikir lain saat mengetahui kalau yeoja itu adalah Eunyoung.

“Maksudmu oppa?” tanya Younghyun yang sedikit heran melihat sikap Jaejoong yang tidak biasanya. “Oh, masalah mu maksudnya? Anni… Changmin oppa hanya mengatakan ia merasa bersalah, itu saja…” lanjut Younghyun yang mengerti akan sikap Jaejoong yang begitu salah tingkah.

“Ck… Changmin…” lega Jaejoong mendengar jawaban Younghyun.

“Kau punya yeojachingu oppa?? Wah, lain waktu, kenalkan dia padaku, oppa… Aigoo… hanya masalah yeoja, kau bisa salah tingkah seperti itu,,, wajah-mu lucu saat panik…” sindir Younghyun membuat Jaejoong tersenyum simpul.

Setelah makan siang itu, akhirnya Jaejoong memutuskan untuk menemui Changmin terlebih dahulu. Semua ini bukan salahnya atau Changmin, karena memang mereka dalam emosi yang tinggi kemarin. Younghyun yang mendengar keinginan Jaejoong pun ikut senang. Ia hanya teringat waktu hubungannya dengan Eunyoung yang sempat tegang, Jaejoong yang memberinya nasihat. Dan ia ingin Jaejoong dan Changmin-pun kembali berhubungan baik sebagai saudara seperti dirinya dan Eunyoung sekarang.

—————^ Untitled ^—————

Eunyoung tengah sibuk membuat sarapan di dapur. Sesekali ia bersenandung riang sambil terus fokus memasak nasi goreng kimchi untuk Donghae. Kebahagiaannya pagi ini cukup beralasan karena Donghae hari ini sengaja mengosongkan jadwalnya untuk menemaninya seharian. Permintaan Eunyoug sangat sederhana, ia hanya ingin menghabiskan waktu berdua bersama Donghae di rumah walaupun hanya menonton dvd, membersihkan rumah atau kegiatan apapun, yang terpenting adalah mereka melakukannya bersama. Donghae yang baru selesai mandi ikut tersenyum melihat Eunyoung yang begitu riang pagi itu. Perlahan ia mendekati Eunyoung yang masih sibuk di depan kompor lalu memeluknya dari belakang.

“Morning… Beautiful smile to start the day, hm?” ucap Donghae lalu mengecup pipi kanan Eunyoung.

“Oppa… kau mengagetkan saja… Hufff… beruntung aku tidak memukulmu dengan spatula ini…” Eunyoung menoleh kaget karena perlakuan Donghae yang tiba-tiba. “Oppa… lepaskan dulu ini… Kau tidak kepanasan, kita masih di depan kompor…” ucap Eunyoung mengelus lengan Donghae yang melingkar di tubuhnya.

Donghae yang tidak peduli permintaan Eunyoung malah menyandarkan kepalanya di bahu Eunyoung lalu mematikan kompor. Diambilnya spatula di tangan Eunyoung lalu ia pindahkan di dekat kompor. Donghae memutar tubuh Eunyoung sehingga berhadapan dengannya.

“Your smile… Joha…” ucap Donghae sambil mengelus kedua pipi Eunyoung lalu perlahan ia dekatkan wajahnya ke wajah istrinya itu. “Aww…” seru Donghae saat ia rasakan cubitan kecil di pinggangnya.

“Gombal !!!” Eunyoung tersenyum simpul menatap Donghae yang masih meringis memegang pinggangnya. Eunyoung dengan tiba-tiba mengecup bibir Donghae sekilas lalu tersenyum menatap wajah Donghae yang terkejut.

“Aishh… Jagi, kau mempermainkanku, hm?” Donghae menyeringai nakal pada Eunyoung. Lalu ia meraih wajah Eunyoung mendekat ke arahnya kemudian melumat bibir manis istrinya itu. Bibir mereka saling bertaut cukup lama, membuat Eunyoung melepaskan bibirnya tiba-tiba karena merasakan pergerakan kecil di perutnya.

“Baby… kau tidak rela Omma dicium Appa, hm?” ucap Eunyoung sambil mengelus lembut perutnya.

Donghae membungkukan tubuhnya hingga berhadapan dengan perut Eunyoung lalu mengecupnya. “Mianhae, sayang… Appa hampir melupakanmu, kau tahu kan, senyum Omma-mu sangat cantik, jadi Appa ingin memberinya hadiah…” Jelas Donghae panjang seakan berbicara pada bayi dalam kandungan Eunyoung. Eunyoung kembali tersenyum takjub merasakan pergerakan halus lagi di perutnya seakan membalas perkataan Donghae. Hal ini sungguh terasa aneh namun nyata bagi Eunyoung.

Donghae dan Eunyoung menikmati moment pagi hari mereka. Sarapan, membersihkan rumah sampai menyiram tanaman mereka lakukan bersama. Cuaca hari itu sangat sejuk, matahari hanya memancarkan sedikit sinarnya. Selesai menyiram tanaman, sepasang suami istri itu menikmati siang hari dengan duduk di ayunan yang berada di halaman.

“Oppa…” Panggil Eunyoung yang bersandar di dada Donghae sambil memejamkan matanya. “Aku tidak sabar menunggunya… Pasti ia mirip sekali denganmu… “ Lanjut Eunyoung sambil mengelus perutnya.

“Yang jelas ia pasti tampan sepertiku…” Donghae tersenyum bangga lalu mengecup pucuk kepala Eunyoung. “Jagiya… Kau tidak bosan seharian ini kita di rumah saja?” Tanya Donghae.

Eunyoung cepat-cepat menggelengkan kepalanya. “Selama bersamamu, aku tidak akan pernah bosan, Oppa…”

“Kau ini, semakin pintar berbicara rupanya…” Donghae semakin erat merangkul Eunyoung.

“Mmm… Dulu apa kau pernah bosan merawatku, Oppa?” Eunyoung mengangkat kepalanya menatap Donghae.

“Kalau aku bosan, mana mungkin aku membawamu ke rumahku..” jawab Donghae pasti. “Kau sudah memiliki hatiku sejak pertama aku melihatmu, dan sama sepertimu, sampai kapanpun aku tidak akan pernah bosan jika bersamamu, Jagi..” ucap Donghae dan diringi senyuman Eunyoung yang terukir di bibirnya.

Saat mereka masih menikmati moment berdua, terdengar suara telepon rumah berdering. Donghae setengah hati beranjak masuk ke dalam rumah meninggalkan Eunyoung. Sejenak Donghae menatap kesal telepon yang masih berdering itu sebelum akhirnya ia mengangkatnya.

“Yoboseyo..” jawab Donghae.

“…”

“Oh, Changmin-ssi… ada apa?” ternyata Changmin yang menelfon dan membuat Donghae sedikit heran karena baru kali ini Changmin menelfon ke rumahnya.

“…”

“Ne~ kami akan segera ke sana, Gomawo, Annyeong…” Donghae mengakhiri percakapannya dengan Changmin bersamaan dengan Eunyoung yang masuk ke dalam rumah.

“Siapa yang menelfon, oppa? Rumah sakit?” Tanya Eunyoung saat mendekati Donghae yang baru saja meletakan gagang telepon.

“Changmin… Ia butuh pendapat dari kalian, kau dan Hyunnie, tapi Hyunnie tidak bisa datang ke restoran, mungkin belum dapat izin dari Kyuhyun…. dan ia meminta Changmin untuk menghubungi ke sini..” Jelas Donghae.

“Pasti ada sesuatu yang penting… Mmm… Bagaimana kalau kita sekalian saja makan siang di luar, oppa?” Donghae mengangguk lalu bersama Eunyoung menuju kamar untuk bersiap. Tanpa menunggu lama mereka sudah berganti pakaian lalu menuju restoran.

Perjalanan dari rumah menuju restoran hanya 30 menit dengan mengendarai mobil. Mobil Donghae sudah terpakir rapi di depan restoran, seperti biasa Donghae bergegas membukakan pintu dan membantu Eunyoung untuk turun dari mobil. Donghae dan Eunyoung tampak serasi dengan pakaian yang senada. Donghae yang rapi dengan kemeja biru muda dan celana putihnya dan Eunyoung yang bergelayut di lengannya dengan memakai baby doll selutut berwarna putih ditambah pita biru muda melingkar di bagian bawah dadanya.

Restoran hari itu masih ramai dengan beberapa pekerja yang hilir mudik. Donghae dan Eunyoung memasuki restoran dan cukup terpana saat melihat hampir setiap sudut sudah didekorasi dengan beberapa interior.

“Eunyoung-ssi., Donghae-ssi… Kalian sudah datang? Mianhae merepotkan” sambut Changmin saat melihat Donghae dan Eunyoung masuk ke dalam restoran.

“Justru aku yang seharusnya mengatakan itu, oppa… Kau sudah banyak membantu kami dalam mengurus restoran ini…” Ucap Eunyoung.

Donghae dan Eunyoung sedikit terkagum-kagum melihat beberapa sudut yang sudah terisi beberapa interior. Beberapa meja dan kursi terkesan minimalis dan nyaman. Sudut ruangan terisi dengan ‘Baby Corner’, persis seperti yang Eunyoung bayangkan. Keduanya tersenyum puas melihat hasil kerja Changmin walau belum seratus persen selesai, namun mereka yakin Changmin memang berbakat dalam urusan ini, dan Younghyun tidak salah memilih Changmin sebagai orang yang ia percaya untuk mengerjakannya.

“Changmin Oppa, aku rasa kalau Hyunnie melihat ini… matanya tak akan berkedip… lihat Baby Corner itu warna karpetnya baby blue, warna kesukaan Hyunnie… Sudut yang indah… “ Puji Eunyoung. Jangankan Younghyun yang melihatnya, ia sendiri-pun cukup kagum karena tempat corner itu perpaduan warna Pink dan Baby blue, di mana pink adalah warna favorite-nya.

“Ah, kau terlalu berlebih Eunyong-ssi… Hanya ini kemampuanku untuk membantu Hyunnie…” Ucap Changmin tersipu, ia mengusap bagian belakang kepalanya. “ah, iya… mmm… ada sesuatu yang harus aku bicarakan… duduklah…” Eunyoung, Donghae dan Changmin segera duduk di sofa.

“Apa yang mau kau diskusikan, Changmin-ssi?” Ucap Donghae mengawali perbincangan mereka. “Sepertinya tak ada perlu kau diskusikan lagi, karena isteriku ini sudah sangat mengagumi hasil kerjamu…” Lanjut Donghae sambil menggenggam tangan Eunyoung yang berada di sampingnya.

“Begini, aku sedikit kesulitan mencari furniture untuk pelengkap dapur dan spot untuk acara keluarga seperti yang di inginkan Hyunnie dan kau Eunyoung-ssi… Barang itu ternyata sudah sangat langka saat ini, jadi aku ingin menyarankan dengan furniture lain dan aku yakin kualitasnya sama bagusnya…” Jelas Changmin. Sikapnya begitu profesional layaknya costumer pada kliennya, walau mereka sebenarnya bisa di bilang dekat.

“Umm… aku kurang begitu paham dengan furniture-furniture…. aku percayakan pada Changmin oppa saja… Oppa lebih tahu di banding aku dan Hyunnie bukan?? Andai Hyunnie datang hari ini, pasti Hyunnie akan berpendapat seperti aku, oppa…” Eunyoung menyetujui saran dari Changmin, mewakili Younghyun yang tidak bisa datang siang itu karena ia tidak mendapat izin dari Kyuhyun. “Gomawo, oppa, kau memang ahli dalam hal ini…” Lanjut Eunyoung tersenyum puas setelah mendengar saran-saran briliant dari Changmin.

“Sudah ku bilang tadi, ini tugasku, dan kalian sudah ku anggap sebagai klienku…” Balas Changmin. Meskipun Younghyun adalah sahabat lamanya. Sudah tanggung jawabnya mengerjakan pekerjaan yang sudah dipercayakan padanya.

“Changmin-ah, pekerjaanmu sudah…” Seorang namja yang amat mereka kenal datang menghampiri. Siang itu, Kim Jaejoong  menyempatkan diri untuk makan siang bersama Changmin. Setelah kemarin mereka berbaikan dan Jaejoong pulang kembali ke apartemen. “Donghae-ya, Eunyoung-ah… Kalian di sini?” Kaget Jaejoong melihat Donghae dan Eunyoung di hadapannya.

“Hyung, kau sudah datang?” Changmin tersenyum lebar menyambut Jaejoong yang hanya mematung menghentikan langkahnya.

“Hyung… Kau off juga hari ini? Hyunnie…?” Tanya Donghae.

“Oh,, Anni… Semua sudah selesai, Hyunnie hanya menunggu Kyuhyun selesai dengan jadwal prakteknya.” Jawab Jaejoong yang sedikit melegakan Donghae karena ia tahu Younghyun tidak bisa terlalu lelah.

“Mian hyung, sepertinya kami harus segera pamit, urusan kami sudah selesai dengan Changmin-ssi…” Donghae beranjak berdiri, pamit pada Jaejoong yang baru saja datang. “Sepertinya hujan akan segera turun dan kami masih ada beberapa urusan…”

“Kalian belum makan siang kan? Bagaimana kalau kita makan siang bersama?” ajak Changmin yang sukses membulatkan mata Jaejoong.

“Mmm,,, iya, Oppa… baby sepertinya juga lapar… kita pesan jajangmyeon saja, ottae?” riang Eunyoung sambil bergelayut manja di lengan Donghae dan berharap Donghae menyetujuinya. “Oppa… aku mau jajangmyeon…” Donghae pun mengangguk menyetujui permintaan istrinya itu dan secara refleks Eunyoung mengecup pipi Donghae sebagai ucapan terima kasihnya.

Changmin tersenyum melirik ke arah Jaejoong. Ingin rasanya Changmin tertawa geli melihat ekspresi Jaejoong yang canggung dengan tingkah Donghae dan Eunyoung. Akhirnya, merka memutuskan untuk makan siang dengan memesan jajangmyeon di restoran yang tidak jauh dari tempat mereka. Selama makan siang, Eunyoung dan Donghae semakin memperlihatkan kemesraan mereka sebagai sepasang suami istri. Dan Changmin pun masih sesekali melirik Jaejoong sambil tersenyum. Sebenarnya Jaejoong hanya bersikap sewajarnya, hanya saja tatapan Changmin yang selalu menyiratkan pertanyaan “Gwenchana?” membuatnya tidak nyaman.

—————^ Untitled ^—————

Younghyun menyandarkan dirinya di sofa yang berada di ruangan Kyuhyun. Sesekali ia mengatur nafas sambil mengelus lembut perutnya. Pagi itu ia memutuskan untuk menunggu Donghae di ruangan suaminya. Entah karena kehamilannya yang semakin besar atau faktor pekerjaannya yang sudah mulai kembali sibuk, awal hari ini Younghyun merasa lelah. Kyuhyun yang menangkap itu pun sangat khawatir dibuatnya.

“Jagiya… tidakkah sebaiknya kau istirahat saja di rumah… Aku bisa menelfon Eunyoung dan appa untuk menemanimu di rumah…” ucap Kyuhyun membelai lembut pipi Younghyun di sampingnya.

“Oppa,, mungkin karena aku membawa dua bayi kita, jadi membuatku lelah… lagipula hari ini aku hanya mengontrol Sena bersama Donghae oppa juga, kau tidak perlu khawatir seperti itu…” Younghyun tersenyum, tangannya mengelus paha Kyuhyun berusaha meyakinkannya.

“Baiklah… setelah selesai dengan Sena, ku antar kau pulang, oke?” Younghyun mengangguk lalu mengecup pipi Kyuhyun.

“Ehmm… sepertinya aku mengganggu…” suara Donghae yang tiba-tiba muncul dari balik pintu membuat Kyuhyun dan Younghyun menoleh ke arahnya.

“dr. Lee Donghae, bisakah kau mengetuk pintu sebelum masuk ke ruanganku, hah?” ketus Kyuhyun yang bangkit lalu berpindah ke kursi kerjanya. Donghae hanya memperlihatkan senyum lebarnya lalu menggantikan Kyuhyun duduk di samping Younghyun.

“Eunyoung tidak ikut denganmu, oppa?” tanya Younghyun

“Anni… hhhhh~ tadi pagi aku sudah pusing dibuatnya… Bayangkan, baru bangun tidur, ia bilang mau sarapan dengan ayam wijen… beruntung ajhumma yang tinggal di sebelah rumah kami berbaik hati memasaknya…” keluh Donghae yang sukses membuat Younghyun dan Kyuhyun tertawa kecil melihat ekspresinya saat bercerita.

“Appa yang baik, begitulah permintaan bayimu oppa jadi harus dituruti..” ujar Younghyun.

“Iya, harus… kau tahu betapa tersiksanya aku setiap makan harus makan sayur… Tapi aku curiga, kau sengaja mengerjaiku ya, Jagi?” Kyuhyun menyipitkan matanya ke arah Younghyun.

“Baby… Appa mencurigai kita…” ucap Younghyun seakan berbicara pada bayi dalam kandungannya. “hhhh~ kau bukan appa yang baik berarti…” Younghyun memasang wajah kesal menatap Kyuhyun.

“Jangan dengarkan, Omma sayang… Appa akan menjadi Appa yang terbaik untukmu…” Kyuhyun mendekati Younghyun lalu mengelus lembut perutnya. Donghae di sampingnya hanya memajukan bibirnya mencibir ucapan Kyuhyun.

“Sudah waktunya, Oppa… pasti Sena sudah selesai sarapan dan membersihkan diri… Ah… aku semakin semangat melihat perkembangan kondisinya…” Younghyun bangkit dari duduknya dengan sedikit perjuangan dibantu oleh KYuhyun.

“Baiklah, kalau kalian sudah selesai, hubungi aku…” Kyuhyun mengecup kening Younghyun sebelum membiarkannya meninggalkan ruangan bersama Donghae. Kekhawatiran Kyuhyun sekejap hilang melihat Younghyun yang begitu bersemangat menemui Sena.

Donghae dan Younghyun sudah berada di depan ruangan Sena. Dengan hati-hati Younghyun membuka pintu ruangan agar tidak mengganggunya. Dilihatnya Sena sedang terduduk di tempat tidurnya menatap kosong ke arah jendela. Rambut hitamnya terurai belum kering karena tadi perawat membantu untuk membersihkannya, baju pasien terpasang dengan rapi dan infuse pun masih tertancap di lengan kirinya. Younghyun dan Donghae tersenyum melihat pasiennya kini menunjukan perkembangan menakjubkan. Semenjak kejadian di atap rumah sakit, Sena memang mulai bisa tenang, terlebih lagi kini ada tiga dokter yang memantau kondisinya.

“Selamat pagi, Sena-ssi? Hari ini kau lebih cantik… bukan begitu dr. Lee?” Younghyun mengusap lembut rambut Sena yang terurai.

“Ne~  tentu… bisa ku lihat lenganmu Sena-ssi?” Meskipun Donghae tahu tidak akan ada jawaban dari Sena, ia tetap harus memberitahunya kalau ingin menyentuhnya. Hal ini ia maksudkan agar Sena tidak kaget dan merangsang responnya.

Donghae dengan hati-hati memeriksa denyut nadi Sena, Ia juga memeriksa bekas-bekas luka yang berada di lengan Sena akibat percobaan bunuh diri beberapa waktu lalu. Luka beberapa sayatan benda tajam dan lebam masih terlihat jelas di lengannya. Sena meringis beberapa kali saat Donghae memegangnya. Donghae pun tersenyum melihatnya, karena ini menunjukan perlahan Sena mulai merespon yang ia rasakan di tubuhnya.

“Sena-ssi… kau mengenal kami bukan? Aku dr. Lee Younghyun, dan ini dr. Lee Donghae… mmm… kau ingat seorang lagi?, dr. Kim Jaejoong… ia yang menyelamatkanmu waktu itu.. Maaf, ia tidak bisa datang hari ini…” Younghyun terus berusaha berinteraksi dengan Sena sementara Donghae memeriksa kondisinya.

“Jaejoong Hyung, tidak datang hari ini?” tanya Donghae yang telah selesai memeriksa Sena lalu berdiri di samping Younghyun dan Sena pun merubah posisi duduknya. Younghyun perlahan membantunya agar infuse di lengannya tidak mengganggu.

“Sepertinya tidak, kemarin ia bilang akan mempersiapkan diri untuk pulang ke Amerika setelah mendapat kabar kalau kakeknya sakit…”ujar Younghyun yang masih membantu sena membenarkan letak selang infusnya. “Ah,,, aku pasti merindukan Jaejoong oppa… Kau juga begitu, bukan, Sena-ssi?” tanya Younghyun sambil menyibak rambut Sena yang menutup wajahnya. Secara tiba-tiba Sena mengalihkan matanya menatap Younghyun.

“Oppa… Sena… menatapku…” riang Younghyun dan refleks tangannya mengusap pipi Sena dengan punggung tangannya. Sena tersentak saat tangan Younghyun membelai wajahnya, tak sengaja ia menepis tangan Younghyun dan sedikit mendorong tubuh Younghyun untuk menjauh. Tubuh Younghyun terdorong ke belakang hingga pinggannya membentur ujung nakas yang berada tepat di samping tempat tidur. Sena terus meronta hingga Donghae membantu memegang tangan Sena agar infuse tidak terlepas.

“Hyunnie… reaksimu mengejutkannya… apa kau terluka?? Menjauhlah dari nakas itu…” ucap Donghae sambil terus berusaha membuat Sena tenang

“Ssshh… mianhae Sena-ssi… aku pasti mengejutkanmu…” Younghyun sedikit meringis memegang pinggangnya lalu berpindah ke samping Donghae.

Sena mulai meronta dan berteriak mencoba melepaskan jarum infuse di lengannya. Donghae berusaha menggenggam tangan Sena agar tenang, namun Sena semakin menjadi. Ia hentakan kakinya ke segala arah, berusaha lepas dari genggaman Donghae. Entah apa yang membuat Sena seperti itu, Younghyun yang berada di dekat kaki Sena pun bermaksud meraihnya dan menahannya agar tenang.

‘Buuuk’
Tanpa sengaja kaki Sena mengenai perut Younghyun dan mendorong tubuh Younghyun terjatuh di lantai. “Ssssshhh….” Younghyun merunduk memegangi perutnya. Donghae sengaja melepas genggamannya pada Sena lalu beralih membantu Younghyun yang meringis terduduk di lantai.

“Hyunnie… Gwaenchana ?” panik Donghae yang mencoba membantu Younghyun untuk berdiri. Sena menatap Younghyun dengan tatapan bersalah lalu perlahan mundur ke sudut tempat tidur.

“Ssssshhh… Gwaenchana…” Younghyun sekuat tenaga mencoba untuk bangkit dengan dibantu Donghae. “Sena-ssi…” panggil Younghyun yang melihat Sena tersudut ketakutan dan menyembunyikan kepalanya di kedua lututnya. Perlahan Younghyun mengulurkan tangannya, namun tiba-tiba ia kembali meringis dan merunduk memegangi perutnya.

“Hyunnie… kau kenapa??” panik Donghae yang melihat perubahan wajah Younghyun yang mulai memucat.

“Oppa… ssshhh… sakiiit…” lirih Yoounghyun yang meringis memegang perutnya. Wajah pucatnya kini bermandikan peluh. “Oppa… arrgghh…” Younghyun mulai merintih dan mulai menangis, tangannya meremas dress nya dengan kuat.

“Tuhan…” Donghae terkejut ketika ia lihat cairan berwarna merah mengalir di sela kaki Younghyun. “Hyunnie… bertahanlah…” tanpa banyak bertanya lagi Donghae segera mengangkat tubuh Younghyun menuju UGD. Hanya itu yang ada dipikirannya, bahkan ia tidak sempat berpikir menghubungi Kyuhyun Donghae keluar ruangan Senan dengan tergesa meninggalkan Sena yang masih berada di sudut kamar dan mulai menangis.

“Oppa… Hikss.. Sakittt… Aku tidak kuat…” Younghyun menangis dan kembali meringis kesakitan. Terlalu banyak darah yang keluar dan membasahi baju bagian bawahnya, bahkan darah itu juga menodai jas dokter Donghae. Saat melihat Younghyun semakin memucat dan lemah, Donghae mempercepat kecepatannya, ia sedkit berlari agar ia cepat sampai di UGD dan Younghyun segera tertangani.

“Hyunnie… Ku mohon, bertahanlah sebentar…” Sesampainya di UGD Donghae merebahkan tubuh Younghyun di tempat tidur, dokter Kim yang kebetulan sedang berada di UGD langsung memeriksa Younghyun. Donghae mempercayakan Younghyun pada dokter Kim lalu menghubungi Kyuhyun untuk menyusulnya.

Kyuhyun datang sambil berlari, raut wajahnya tampak panik. Ia langsung masuk kedalam ruang UGD di mana ada Donghae yang berada di dalamnya. “Hae, apa yang terjadi, belum ada setengah jam Hyunnie pergi, sudah ber akhir disini..” panik Kyuhyun.

“tadi Sena, tanpa sengaja mendorongnya dan itu membuat Younghyun terjatuh.. aku juga tak menyangka akan seperti ini kejadiannya.. Dr. Kim sedang memeriksanya..” Terang Donghae menjelaskan kronolgis kejadiannya.

“oh Tuhan, semoga Younghyun tidak apa-apa..” Kyuhyun menyatukan kedua tangannya di depan dada dan memanjatkan doa. Bersamaan dengan itu dr. Kim keluar menemui Donghae dan Kyuhyun yang masih menunggu di depan pintu.

“dr. Kim bagaimana istri saya..??” tak sabar Kyuhyun tanpa sadar mencengkran bahu dr. Kim.

“Pendarahannya sudah berhenti, tapi kami belum bisa menjamin dengan kondisi salah satu bayinya. Seperti yang saya katakan waktu itu, salah satu bayi kalian lemah dan kemungkinan kami hanya bisa menyelamatkan salah satunya, Walau itu kedengarannya cukup sulit, karena usia kandungan Younghyun-ssi belum genap tujuh bulan, ditambah lagi…”dokter Kim menjeda ucapannya dengan menghela nafas berat.

“kami menemukan tumor yang melekat dinding rahim isteri anda… dan kemungkinan itu salah satu penyebab salah satu janinnya lemah. Karena terdesak pertumbuhan tumor itu. Menurut catatan saya, isteri anda melakukan USG hanya sekali pada usia kehamilannya 4 bulan, dan pada saat itu tumor belum terditeksi…” lanjut dokter Kim.

“Jadi…?” penasaran Kyuhyun. Ia tidak mampu mengungkapkan semua analisa negatif yang berputar di kepalanya.

“Kita harus melakukan operasi untuk menyelamatkannya dan maaf dr. Cho, tapi saya juga harus mengatakannya…” lagi-lagi dokter Kim menjeda ucapannya dan membuat Kyuhyun dan Donghae semakin penasaran. “Karena tumor itu sudah menjalar di seluruh dinding rahim, jadi kami pun harus mengangkat serta rahim isteri anda untuk menghindarinyaa berkembang lebih luas lagi.” Dengan berat dokter Kim melanjutkan analisanya.

Kyuhyun merosot ke lantai dengan kedua lutut sebagai topangannya. Bagai disambar petir di siang hari, Kyuhyun mendengar berita itu. Donghae yang berada di sampingnya-pun tak kalah kaget mendengarnya, ia membantu Kyuhyun berdiri kembali dan merangkul tubuh Kyuhyun untuk memberikan semangat pada sahabatnya itu.

“Apa ada cara lain selain melakukan pengangkatan rahim?” tanya Donghae yang masih sanggup berpikir jernih namun dokter Kim menggelengkan kepalanya.

“Maaf tapi hanya ini pilihan satu-satunya, menjalani operasi atau nyawa Younghyun-ssi yang akan terancam…” Seketika Donghae terdiam tanpa mampu berkata-kata lagi setelah mendengar penjelasan dr.Kim. Kyuhyun tertunduk kini ia tidak bisa menahan tangisnya. Donghae merangkul tubuh Kyuhyun membiarkannya menangis meluapkan segala emosi dan pikirannya.

—————^ Untitled ^—————

Kyuhyun yang sudah terlihat normal, dengan setia mendampingi Younghyun yang kini sudah dipindah ke ruang perawatan. Kyuhyun sedikit lega, karena dokter Kim menunda operasi sampai kondisi Younghyun memungkinkan. Begitu banyak pikiran yang melandanya, salah satunya bagaimana reaksi Younghyun nanti setelah ia tahu kalau kedua bayinya harus dilahirkan walaupun usianya belum cukup ditambah lagi kenyataan rahimnya harus diangkat.

Kyuhyun terus menggenggam erat tangan Younghyun tanpa sekalipun ia melepasnya. Ia sedikit terkejut saat melihat Younghyun yang perlahan membuka mata. Kyuhyun berusaha tidak menampakan wajah sedihnya dengan tersenyum pada isterinya itu. “Oppa… bayi kita baik-baik saja kan?” ucap Younghyun sambil mengusap perutnya yang masih terasa nyeri. Kyuhyun tak kuasa menatap Younghyun lama-lama, semua terasa miris di pikirannya dan ia pun kembali menitikkan air matanya.

Kyuhyun tidak menjawab, ia hanya tersenyum sambil mengusap kepala Younghyun lembut. Ia belum siap menyampaikan berita ini pada Younghyun, karena Ia tahu Younghyun pasti akan mengalami guncangan psikis setelah ia mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

“Oppa, jawab aku.. anak kita baik-baik saja kan..??” ulang Younghyun lirih. Ia ingin mendengar kalau bayinya baik-baik saja.

“Ssst… Jagi, bayi kita…” gantung Kyuhyun, Ia menarik nafas terlebih dahulu sebelum melanjutkan kata-katanya. Apa ia harus memberitahukannya sekarang..?? Bahwa kemungkinan hanya satu bayinya yang akan selamat, tapi apa itu menjamin? Sebab kandungan Younghyun belum genap tujuh bulan. Kyuhyun terdiam, bingung apa yang harus ia katakana untuk menjawab semua pertanyaan dari isterinya itu.

 

To be continued……

85 Comments (+add yours?)

  1. choihaeyong
    Jun 29, 2012 @ 12:52:45

    Tumor? Kemaren donghae yang sakit, sekarang malah gilirannya younghyun
    Semoga bayinya bisa selamat semua🙂

    Reply

  2. chikachika
    Jul 01, 2012 @ 19:21:20

    Ih…nanti gak bisa hamil lagi dong????makin keren ni ceritanya…haduuuuh…

    Reply

  3. irin
    Aug 15, 2012 @ 08:46:00

    hwaaaa..knp younghyun d bkin sakit jg..sempet juriga apa yg akan terjadi sm kandungan younghyun,, dan ternyata tumor..
    T.T
    semalamatkan kandungan younghyun ya Tuhan..

    Reply

  4. Rista giana
    Aug 21, 2012 @ 03:08:25

    Kasian bgt hyun couple harus menerima kenyataan sepahit ini semoga kyupa kuat untuk menyampaikan berita ini pada youghyun.dan baby mereka bisa selamat lahir ke dunia

    Reply

  5. mendreng
    Aug 24, 2012 @ 08:06:15

    Younghyun hiks TT banyak bener yaa cobaannya. kyu oppa yg tegar yaa fighting (y) eonn suksss terus OLSnya^^ ceritanya makin dan makin seru \(^^)/

    Reply

  6. AnisCLouds
    Aug 31, 2012 @ 11:07:42

    .aiiissshhh ..
    .konfLik x Lagi” am penyakit ..
    .penyakit hush hush hush ..
    .kasian Hyunnie ..
    .donghae Oppa juga ..
    .aiiiissshh ..
    .Lanjuttttttttttt ..

    Reply

  7. Lyn
    Sep 26, 2012 @ 22:07:43

    Kok ceritanya makin romantis tp makin tragis..!
    *siap2tisu

    Reply

  8. anggiie
    Oct 27, 2012 @ 08:11:34

    Omo!! Sedih banget. Kyuppa yg tabah ya hiks hiks #nangis

    Reply

  9. Icha_sachie
    Nov 19, 2012 @ 15:39:58

    Huaaaaaa,mewek baca ni ff…huhuhu

    kaget,dari donghae yg kena kanker lambung eh sekarang giliran younghyun yg kena tumor,…
    Hadew,,,,koq jadinya begini????

    Kasian bgt si kyuhyun oppa,..

    Reply

  10. WonKyu_ELF
    Feb 17, 2013 @ 04:21:51

    Ya ampunnnnn, T_T
    Ga bs comment banyak T_T

    Reply

  11. Wei - Ni
    Mar 02, 2013 @ 10:04:07

    ANDWEEEEEEEEEEEEEEEEEEE…..
    huahhhhhhhhhhhhhhhhhh … kok salah satu bayi hyunnie harus ” kalah ”
    kasihannnnnnnnnnnn

    MWO TUMOR ?
    >>>>>>>>>>>>> GUBRAK <<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<
    ottokhe … ottokhe ???????????????????
    jebal … semoga hyunnie – baby baik2 aja …
    kasihan kyuhyun………….

    Reply

  12. HalcaliGaemKyu
    Aug 12, 2013 @ 04:43:54

    Ya ampun! Miris bgt! Tumor? Dan… Babynya? Rahimnya? Msh lbh baik jika kedua babynya bs diselamatkan walau akhirnya rahimnya hrs diangkat. Krn setidaknya hyunnie sdh memiliki dua org ank. Sedih. Ikutan syok sy bareng kyuhyun mendengar kabar itu. Omo.. Speechless

    Reply

  13. ginachoi407
    Oct 24, 2013 @ 02:57:13

    kasian Younghyun, bayinya jg cm bis selamat satu aja..
    mudah”an ada cara lain selain pengangkatan rahim…

    Reply

  14. enkoi
    Nov 28, 2013 @ 16:46:42

    Ya ko kasian amat rahimnya harus diangkat…baru juga seneng2x….

    Reply

  15. kimsun217
    Jan 18, 2014 @ 13:02:43

    knapa dari bulan2 yg lalu ga ada tanda2 ada tumor??
    hyunyoung bandel sih,, dibilangin diem dirumah malah ke rumah sakit,,
    tpi ada untungnya juga dia kecelakaan jadinya lebih cepet tau klo ada tumor,,
    berharap yg terbaik deh buat pasangan mrka,,

    Reply

  16. inggarkichulsung
    Mar 20, 2014 @ 20:26:42

    Smg baby nya Hyunnie sehat dan hyunnie juga, agar kebahagiaan tetap ada u keluarga mereka

    Reply

  17. Cho In Hyun
    May 17, 2014 @ 10:28:03

    Mwoo ? Younghyun eonni punya tumour😦 kok bisa sihh terus babynya juga kondisinya lemah…semoga bisa selamat mereka semuanya…itu si sena sebenernya kenapa sihh ?

    Reply

  18. riskaheo
    Jul 11, 2014 @ 07:34:16

    Omegot tumorr??????
    .___.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

@fanfict_palace

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Memories

January 2012
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
%d bloggers like this: