[Fanfiction] Our Love Story (Chap 8 – Back to normal, and then…)

Tittle               : Our Love Story – Back to normal, and then……

Length             : Multi chapter – chapter 8

Author             : missdorky & littleyounghae

Cast                 :

–     Lee Donghae

–     Cho Kyuhyun

–     Park Eunyoung (OC)

–     Lee Younghyun (OC)

–     etc^^

Genre               : Romance

Rated               : PG-17

Notes                 : FF ini merupakan project kolaborasi pertama dari dua penulis (littleyounghae dan missdorky) . FF ini salah satu cara untuk menunjukan cara kami dalam berimajinasi dan menuangkannya ke dalam sebuah cerita…^^ Enjoy and feel the story… Happy Reading, don’t forget to give comments and We will appreciate it… ^^

Disclaimer          : Cast FF ini yang jelas bukan milik kami tapi Cerita FF ini murni dari otak kami berdua…. susah payah menggabungkan dua ide jadi satu karya, so… don’t be plagiator… and don’t be a silent reader.

 

“Finish each day and be done with it. You have done what you could. Some blunders and absurdities no doubt crept in, forget them as soon as you can. Tomorrow is a new day, you shall begin it well and serenely…”

~Ralph Waldo Emerson quotes~

Younghyun berjalan menuju ruang istirahat dokter sambil terus menangis, sesekali ia mengusap air matanya yang menggenang di pipinya itu dengan punggung tangannya. Ia tak peduli oleh para perawat atau dokter yang melihatnya dalam keadaan seperti itu. Bukan hanya dirinya, Kyuhyun-pun menjadi perhatian saat ia kembali ke ruangannya pagi itu.

Jaejoong yang melihat Younghyun berjalan menuju ke ruang santai dokter, segera mengikutinya dengan diam-diam. Sesampainya di sana, ia melihat Younghyun yang berada di pojok ruangan, masih menangis tersedu-sedu. Matanya terlihat sembab dan memerah di tambah lagi, wajahnya yang tak sesegar biasanya membuat Jaejoong semakin ingin mendekatinya dan memang itu adalah niat awalnya yang mengikuti Younghyun sampai tempat ini.

Jaejoong duduk di samping Younghyun yang masih tertunduk itu. Bahkan kalau Jaejoong tadi tidak menyapanya, Younghyun tak menyadari kalau bangku yang berada di sampingnya sudah terisi oleh seseorang. Perlahan ia mengangkat kepalanya dan menoleh ke arah Jaejoong yang menatapnya serius namun dengan senyum terkembang di bibir tipisnya.

“Hyunnie, kau sudah sarapan? aku belikan makanan ya?” ucap Jaejoong masih menatap Younghyun.

“umm boleh oppa, aku belum sarapan dan aku ke sini juga ingin sarapan..” Jawab Younghyun mencoba bersikap biasa dan menghapus air matanya kembali dengan punggung tangannya. Suaranya lirih dan parau dan wajahnya terlihat semakin pucat.

Jaejoong yang mendengar hal itu segera menuju kafetaria memesan menu sarapan untuk dirinya dan Younghyun. Tidak lama Jaejoong membawa sandwich dan dua cup green tea di tangannya.

Gomawo, oppa…” Younghyun mencoba tersenyum menerima sandwich dan green tea dari Jaejoong walau terlihat raut sedih di wajahnya dengan mata yang sembab. Baru setengah sandwich, Younghyun menghentikan makannya dan membuat Jaejoong menatap Younghyun yang bersikap tidak biasa.

“Kenapa tidak kau habiskan, Hyunnie?” Tanya Jaejoong cemas. Younghyun hanya menggeleng, lalu meneguk greentea-nya.

“Mau ku belikan yang lain? Lihat wajahmu pucat begitu, kau butuh energi untuk kembali bekerja.” Lanjut Jaejoong yang ikut menghentikan makannya.

“Tidak perlu, oppa… Aku sedang tidak nafsu makan…” Younghyun kembali meneguk greentea-nya lalu menunduk mengusap perutnya.

“Apa ada yang ingin kau ceritakan?” Nada ucapan Jaejoong meningkat lebih serius, ia sangat tahu yeoja dihadapannya butuh seseorang untuk berbagi tentang kejadian tadi.

“Tadi…. Aku melihat Kau berbicara serius dengan Kyuhyun di koridor… Apa ada sesuatu?” Lanjut Jaejoong berhati-hati agar Younghyun tidak tersinggung dengan pertanyaannya.

Younghyun hanya diam, kembali wajah pucatnya menampakkan kesedihan. “Tidak ada apa-apa… Mianhae, sepertinya kami tadi mengganggu beberapa orang yang melintas, termasuk kau, oppa…” Ucap Younghyun lirih.

Jaejoong menangkap sesuatu dari ucapan Younghyun, namun ia tidak berani menanyakan lebih karena melihat kondisi Younghyun yang tidak baik hari ini. Keduanya terdiam, Jaejoong yang masih merasakan kesedihan di raut wajah Younghyun hanya ikut terdiam dan bingung harus berbuat apa.

Oppa… Sepertinya aku harus kembali ke ruanganku… Gomawo sarapannya..” Younghyun bangkit dari duduknya memecah kesunyian di antara keduanya.

“Oh,, perlu ku antar?” Jaejoong ikut bangkit melihat kondisi Younghyun yang kurang baik dari pagi tadi.

Anniyo… Kau juga harus kembali bekerja kan? ” Younghyun tersenyum lalu melangkahkan kaki-nya meninggalkan ruangan. Namun baru beberapa langkah tubuhnya limbung, Jaejoong yang menyadari hal itu langsung sigap menahan tubuh Younghyun.

“Kau sepertinya kurang sehat, sudah biar ku antar… ” Jaejoong akhirnya memutuskan untuk tetap mengantarkan Younghyun sampai ke ruangannya dengan membimbing layaknya seorang suami. Sepanjang perjalanan beberapa perawat yang melihat berbisik mengingat Younghyun dan Jaejoong yang nampak lebih akrab dari biasanya.

Sesampainya di ruangan, Jaejoong dengan hati-hati membantu Younghyun untuk duduk di kursinya. “Lebih baik kau beristirahat saja di ruangan, pasien-mu biar aku yang ambil alih… ” Ucap Jaejoong kemudian beranjak pergi meninggalkan Younghyun setelah memastikan kalau Younghyun bisa di tinggal sendiri.

Ne~ Gomawo, oppa,,, tapi nanti kalau aku sudah baikan, biar aku saja yang menemui pasienku… ” Younghyun mengukir senyum di wajah pucatnya. Ia mencoba kembali bangkit dari duduknya bermaksud untuk mengantar Jaejoong sampai ke pintu. Namun seketika ia hampir terjatuh kembali dan ia sempat menggapai lengan Jaejoong yang ada di dekatnya. Dan akhirnya Younghyun tidak sadarkan diri saat Jaejoong menahan tubuhnya.

Jaejoong berusaha tidak panik, lalu mengangkat Younghyun menuju tempat periksa pasien di ruangan itu. Jaejoong mengambil ponselnya di saku jas-nya dan berusaha menghubungi dokter. Ia menunggu dr. Kim datang sambil sesekali mencoba memeriksa keadaan Younghyun.

Tak butuh waktu lama, dr. Kim tiba di ruangan Younghyun. Jaejoong segera bergeser membiarkan dr. Kim mengambil alih Younghyun yang terbaring tak sadarkan diri itu. Ia memperhatikan raut wajah dr. Kim dengan cemas, karena beberapa kali dr. Kim menggelengkan kepalanya dan menghela nafas berat.

“bagaimana keadaan, Hyunnie?” tanya Jaejoong setelah Younghyun selesai di periksa.

“bisa kah kau membantuku membawa Younghyun ke ruang rawat dan menghubungi suaminya?” ucap dr. Kim tanpa menjawab pertanyaan Jaejoong barusan. Jaejoong mengangguk, kemudian membawa tubuh Younghyun ke ruang rawat dengan dr. Kim yang berjalan di sampingnya. Kembali para perawat yang melihat itu, mulai berbisik-bisik sebenarnya apa yang terjadi di antara mereka berdua.

Setelah mengantar Younghyun, Jaejoong segera menemui Kyuhyun yang kebetulan masih berada di ruangannya pagi itu. Tanpa menunggu sang empunya ruangan mempersilahkannya masuk, ia sudah masuk terlebih dahulu setelah mengetuk pintu ruang kerja Kyuhyun. Sudah tak ada waktu lagi menurutnya, dan keadaan sedang genting. Ia ingin segera memberitahukan kabar ini pada Kyuhyun.

hyung, aku belum mempersilahkanmu masuk… ada angin apa kau ke sini?” tanya kyuhyun dingin, setelah ia melirik siapa yang masuk ke dalam ruangannya, ia kembali berkutat dengan berkas-berkas yang berada di mejanya itu.

“ini bukan saatnya untuk menyindirku, Kyu! ini mengenai istrimu…” Balas Jaejoong santai, ia tidak ingin memancing emosi Kyuhyun.

“istriku? bukankah kau sedang bersamanya.. banyak perawat yang membicarakanmu tadi..” lanjut Kyuhyun, yang nampaknya benar-benar ingin mengibarkan bendera perang untuk Jaejoong.

“Kyu! istrimu pingsan barusan…. dan kau tidak peduli dengannya hah? ku rasa, istrimu sakit saja kau tidak mengetahuinya!” Jaejoong mengepalkan tangan kanannya.

Sontak Kyuhyun mengangkat kepalanya, dan matanya membelalak kaget. Namun saat matanya itu bertemu pandang dengan mata Jaejoong, ia mencoba merilekskan pandangannya. “Sepertinya kau lebih peduli padanya dari pada aku, hyung! aku curiga, kalau kau menyukainya..” ucap Kyuhyun sambil tersenyum seakan menyindir Jaejoong.

“apa? dengarkan aku! aku tidak ada maksud apa-apa dengan istrimu.. sudahlah aku tidak mau membuang-buang waktu denganmu…” Jaejoong melenggang pergi meninggalkan Kyuhyun tanpa pamit. “asal kau tau, Kyu.. aku mencintai saudaranya,,, Eunyoung..” lirih Jaejoong.

Kyuhyun kembali membelalakan matanya, saat mendengar kalimat terakhir Jaejoong. Segera ia beranjak dari tempat duduknya, namun Jaejoong sudah lebih dahulu menghilang dari balik pintu ruangan kerja Kyuhyun.

Hari menjelang malam, namun Younghyun masih belum menunjukan kondisinya yang membaik, ia masih tidak sadarkan diri dengan selang oksigen dan infus di tubuhnya. Kyuhyun melangkahkan kakinya memasuki ruang perawatan Younghyun. Leeteuk sedang membeli makan malam sehingga ia dengan leluasa mendekati tempat tidur Younghyun. Sebenarnya sejak mengetahui Younghyun pingsan dari Jaejoong, Kyuhyun berkali-kali mendatangi ruang perawatan Younghyun, namun ia tidak cukup berani menampakan dirinya pada Jaejoong dan Leeteuk setelah kejadian tadi pagi.

Jagi… Mianhae…” Lirih Kyuhyun yang kini sudah terduduk di samping tempat tidur Younghyun. Ia menggenggam erat tangan Younghyun, menatap tubuh lemah istrinya itu. Kyuhyun terus merutuk dirinya, merasa bersalah atas semua perlakuannya tadi pagi ditambah lagi ia tidak mengetahui kalau Younghyun sakit. Menurut dr. Kim, Younghyun mengalami anemia, asupan makanannya kurang dan ditambah lagi beban pikiran yang ikut memperburuk kondisinya.

Jagi… Kau mendengarku? Aku menyesal…. Sangat… Bangunlah… Aku berjanji akan selalu mengerti dirimu, berada di sampingmu dan akan selalu mendukungmu…” Kyuhyun terus berucap tidak terasa air matanya menetes. Ia begitu membenci dirinya dan bersalah atas semua sikapnya.

Tanpa Kyuhyun sadari, seseorang telah berdiri di depan pintu memperhatikannya dengan wajah penuh amarah. Shim Changmin, bergegas ke rumah sakit sepulang kerja. Tidak dipungkiri, Changmin masih menganggap Younghyun berharga dalam hatinya.

Changmin memutuskan menjenguk Younghyun setelah mendengar cerita dari Jaejoong melalui telfon tadi siang. Changmin terlalu kesal mendengar pertengkaran Kyuhyun dengan Younghyun. Ditambah sikap Kyuhyun yang acuh saat Jaejoong memberitahu keadaan Younghyun. Namun semua amarahnya seketika hilang melihat pemandangan di depannya. Kyuhyun tengah meratapi sikapnya sambil terus menciumi punggung tangan Younghyun dengan tatapan penuh harapan agar Younghyun terbangun dari tidurnya.

“Kyu… Benarkah kau sangat menyesal…?? Ku harap semua ucapanmu benar, aku tidak berniat lagi merebutnya darimu….” Batin Changmin sambil tersenyum kecil lalu kembali keluar dari ruangan tanpa bersuara.

—————^ Back to The Normal, and Then…… ^—————

Kyuhyun berkali-kali menengok ke ruangan rawat Younghyun untuk melihat perkembangan istrinya itu. Ia hanya mengintip dari balik kaca, tanpa berani masuk untuk menemui Younghyun. Kyuhyun tidak ingin kedatangannya, malah membuat kondisi Younghyun kembali memburuk. Karena saat Younghyun sadar dari pingsannya kemarin pagi, ia marah pada Kyuhyun yang berada di sampingnya. Rupanya Younghyun masih dilanda marah pada suaminya itu, ia tidak peduli betapa Kyuhyun sangat mencemaskannya.

Kyuhyun tersenyum kecut saat ia melihat Younghyun dari luar. Ia melihat Younghyun tersenyum senang dan mengobrol bersama Changmin di ruangan itu. Sesekali Younghyun tertawa riang saat Changmin melontarkan candaan padanya, kontras sekali perbedaannya apabila dirinya yang berada di tempat itu, Younghyun akan mendiamkannya. Tak ingin berlama-lama melihat pemandangan yang membuatnya sakit, ia lebih memilih kembali ke ruangannya. Namun saat Kyuhyun membalikan tubuhnya, tak sengaja matanya menangkap sesuatu yang membuatnya panas.

Kembali ia lihat dengan seksama objek itu sambil memicingkan matanya. Eunyoung dan Jaejoong tengah duduk di bangku kayu yang berada di taman rumah sakit. Kyuhyun segera menuju ke tempat mereka, karena ia tiba-tiba teringat akan perkataan Jaejoong beberapa hari lalu. Ia tak ingin istri dari sahabatnya itu jatuh kedalam pelukan namja yang salah.

Hyung,, aku ingin bicara padamu sekarang?” ucap Kyuhyun dingin, menghentikan perbincangan hangat antara Jaejoong dan Eunyoung.

Eunyoung cukup terkejut akan kedatangan Kyuhyun yang tiba-tiba. “oh, Kyuhyun oppa..” ucapnya sambil tersenyum menatap Kyuhyun. Namun Kyuhyun mengabaikannya, matanya masih menatap tajam Jaejoong, memberikan isyarat untuk segera menjawab ajakannya itu.

“baiklah,, Young-ah aku tinggal dulu yaa?” Ucap Jaejoong santai, lantas meninggalkan Eunyoung dan Kyuhyun mengikutinya di belakang. Eunyoung hanya mengangguk melihat Jaejoong melenggang pergi.

Jajeoong mengarahkan jalannya ke ruangannya, dan Kyuhyun yang berada di belakangnya tetap mengikutinya dengan setia. Tanpa di suruh, Kyuhyun langsung duduk di kursi yang berada di ruangan itu, menatap Jaejoong kesal yang masih bersikap santai seperti tak ada masalah sama sekali.

hyung, kuharap kau tidak mendekati Eunyoung..” datar Kyuhyun tanpa penekanan satu kata pun.

Jaejoong mengerutkan keningnya. “maksudmu apa, Kyu?” Tanya Jaejoong yang kini mendekat pada Kyuhyun dan duduk di seberang tempat duduknya.

“kau tidak usah berpura-pura tidak tahu,, atau kau memang bodoh, hyung!” kali ini Kyuhyun menaikkan intonasi suaranya, membuat Jaejoong semakin heran melihatnya. “aku tahu, kau mencintainya kan, Hyung!”

“kau tahu dari mana, kyu?” Jaejoong menutup mulutnya dengan punggung tangannya menahan tawa. Bahunya bergerak naik turun karena ia terkikik geli mendengar ucapan Kyuhyun yang terlihat sangat mencurigainya, walaupun memang benar begitu adanya. “Aku memang mencintainya, Kyu!” Jaejoong menghentikan ketawanya dan raut wajahnya berubah serius.

“apa? Benar dugaanku, kau mengucapkannya sendiri kemarin saat keluar dari ruanganku..” Kyuhyun menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya, bersiap menginterogasi Jaejoong lebih jauh.

“hei, ada apa denganmu Kyu! Aku rasa aku tidak salah dalam hal ini, toh mencintai adalah hak individu seseorang..” Jaejoong merengangkan tubuhnya sambil bersandar di bahu kursinya.

“tidak salah, katamu Hyung! Aissssh… aku kira kau selama ini mencintai istriku! Tapi aku salah dan kau malah ingin mendekati Eunyoung..” Geram Kyuhyun.

Jajeoong kembali terkikik geli melihat Kyuhyun yang bersikap seperti itu. “Kyu dengarkan aku baik-baik.. Aku memang mencintai Eunyoung, istri dari sahabatmu, Donghae dan saudara dari istrimu Younghyun dan mencintai seseorang adalah sesuatu yang wajar bukan? Tapi kau jangan salah sangka dulu, Kyu.. Aku mencintai Eunyoung dengan caraku sendiri tanpa berniat untuk menyakitinya ataupun merebutnya dari sisi Donghae… Aku mencintainya karena aku memang mencintainya… dan perasaanku bertambah mustahil ketika aku tahu Eunyoung hanya menganggapku sebagai oppa-nya yang telah tiada, jadi hubungan kami bisa di bilang sebagai seorang kakak dan adik.. Percaya padaku, Kyu!!” Ucapan Jaejoong itu sontak membuat Kyuhyun membelalakan matanya.

“benar begitu, Hyung?” Tanya Kyuhyun memastikan. Jaejoong mengangguk sambil tersenyum ke arahnya.

“kau bisa mempercayaiku… aku tidak bermaksud untuk merebut Eunyoung dari Donghae atau apalah yang kini ada di otakmu… aku akan mencintainya dengan caraku sendiri..” Lanjut Jaejoong.

“baiklah,, aku percaya padamu hyung… tapi ingat kalau kau menyakiti sahabatku itu, aku tidak akan pernah memaafkanmu..” Kyuhyun beranjak berdiri, ia rasa sudah cukup mencari solusi untuk ke khawatirannya terhadap Eunyoung dan Donghae.

“tunggu Kyu,, aku juga ingin berbicara padamu… ini mengenai Younghyun..” Sontak Kyuhyun menoleh kearah Jaejoong dengan wajah tegang. “ini mengenai kesehatannya..” ralat Jaejoong cepat.

“ada apa, hyung?” Kyuhyun kembali duduk di bangkunya.

“sebelumnya mian, saat itu aku melihat kalian bertengkar di koridor… aku lihat Hyunnie sedang tidak sehat, jadi aku putuskan untuk mengikutinya.. saat aku datang, Younghyun tengah menangis dan ia terlihat begitu sedih, aku mencoba berbicara dengannya tapi sepertinya ia tak ingin menceritakan masalahnya denganku..” Jaejoong menyilangkan kakinya masih dalam posisi merebahkan punggungnya di bahu kursi.

“oh masalah itu…” Kyuhyun terdiam sesaat, lalu kembali duduk dan menatap Jaejoong serius.

“ini semua salah ku, Hyung… aku egois tidak bisa mengerti apa yang ia rasakan… ini semua berawal saat makan malam untuk menyambutmu waktu itu, hyung… Eunyoung yang bersikap dingin dengannya membuat Younghyun tertekan, dan aku mencoba menghiburnya namun sepertinya ucapanku salah dan malah membuat Younghyun semakin tertekan.” Raut Kyuhyun berubah murung. Ia sangat menyesal akan sikapnya selama ini pada Younghyun.

“Younghyun pernah bercerita tentang masalah ini padaku… bukannya aku ingin ikut campur dalam masalah kalian.. tapi aku harap kau bisa lebih mengerti pada Younghyun, kau tahu ia sedang mengandung dan keadaan yang tertekan seperti itu bisa mempengaruhi kesehatannya bahkan janin-nya..” lanjut Jaejoong. Ia pun cemas melihat keadaan Younghyun yang seperti itu.

“aku bingung bagaimana cara membuat Younghyun tak marah lagi padaku..” Kyuhyun menunduk dan hampir menitikkan air matanya.

“mmm… begini saja, aku ada rencana untuk mengundangmu bersama Younghyun dan juga Donghae dan Eunyoung untuk berlibur ke villa ku… aku ingin lebih mengakrabkan diri dengan kalian dan sekalian mengganti acara makan malam waktu itu..” Jaejoong bangkit dari duduknya dan ia mendekat pada Kyuhyun kemudian menepuk bahu Kyuhyun berapa kali.

mianhae, hyung… kalau saja Younghyun tidak pulang..” paraunya.

gwaenchana… toh itu juga di luar rencana kalian.. nanti biar aku yang memberitahukannya pada Younghyun, Eunyoung dan juga Donghae..” Jaejoong tersenyum. “oh iya,, kau tidak datang menemui Younghyun?”

“ada Changmin di dalam… dan ku rasa Changmin bisa membuat Younghyun lebih baik dari pada aku yang melakukannya..” Dengus Kyuhyun.

“Changmin? Kau seharusnya bisa mengambil……..” Tanya Jaejoong heran dan sedikit kesal.

hyung!” ucapan Jaejoong terhenti saat ia mendengar suara yang sangat familiar di telinganya. Sontak kyuhyun dan Jaejoong yang memang berada di ruangan itu menoleh.

“ooh kau rupanya berada di sini, hah? Bagus aku tidak perlu mencarimu kemana-mana..” ucap seorang namja yang baru saja datang, ia adalah Changmin yang langsung memasang death glare-nya pada Kyuhyun. “aku ingin membuat perhitungan denganmu..”

“perhitungan apa.. dan untuk apa..??” Kyuhyun langsung terpancing emosi. Ia berdiri hendak menarik kerah baju Changmin kalau Jaejoong tidak menahannya.

“tenang, Kyu! Kau juga Changmin, datang-datang berbuat ulah di ruanganku..” marah Jaejoong pada dua namja yang berada di hadapannya itu.

hyung, dia mengabaikan Younghyun hingga membuatnya jatuh sakit seperti ini… aku sakit melihatnya, Younghyun terlalu berharga untuk disakiti suami seperti dia. hyung.. aku masih mencintainya, sangat mencintainya..” geram Changmin.

“Changmin… sepertinya kalian berdua sama-sama salah paham… lebih baik kalian membicarakannya dengan pikiran dingin… aku pergi menemui Younghyun dulu..” Jaejoong keluar dari ruangannya meninggalkan Kyuhyun dan Changmin sendiri.

Suasana menjadi hening sepeninggal Jaejoong beberapa menit yang lalu. Dua namja ini masih sama-sama terdiam, dan sibuk beragumen dengan pikirannya masing-masing. Kyuhyun yang tak berubah dari posisi berdirinya hanya diam di tempat tanpa berniat melakukan apapun. Sedangkan Changmin, ia mengambil alih tempat duduk yang tadi di gunakan oleh Jaejoong.

“Kau senang kah merebut Younghyun dari sisiku?” ucap Kyuhyun mengawali perbincangan.

“apa? kau lancang sekali berbicara seperti itu… apakah aku seburuk itu?” tanya Changmin yang tidak terima dengan pertanyaan Kyuhyun tadi.

Kyuhyun hanya mengangkat bahunya dan tersenyum kecut. “aku rasa kau memang musuh abadiku, Changmin.. kau berani bilang di hadapan Jaejoong hyung kalau kau masih sangat mencintai Younghyun… kau sama sekali tidak memandangku sebagai suaminya, Changmin ssi..” tekan kyuhyun dengan intonasi berat.

“ck, bagaimana aku bisa memandangmu sebagai suaminya… kau sendiri tidak bersikap layaknya seorang suami, bukan?..” balas Changmin. “hhh kalau saja aku tidak memandang Jaejoong hyung yang sama-sama seorang dokter di rumah sakit ini, mungkin aku sudah merebutnya dari mu, Kyu!”

“Sebenarnya apa maumu, Changmin ssi?” kesal Kyuhyun sebab sejak tadi perkataannya di balas oleh Changmin.

“kau sepertinya tahu bukan, apa kemauanku…?? aku ingin Younghyun lepas darimu..” perkataan Changmin itu sukses membuat emosi Kyuhyun memuncak. “tapi kulihat, itu tidak akan mungkin… Younghyun masih sangat mencintaimu, aku tahu itu… ia hanya membutuhkan waktu untuk sendiri dan mencari sandaran yang menurutnya bisa membantu mengurangi beban yang ada di pikirannya..” Kyuhyun diam tak bergeming. Ucapan Changmin memang benar dan ia tahu, ia yang salah dalam hal ini.

“iya itu aku tahu, Changmin-ah.. aku tidak bisa memberikan itu padanya.. aku akui aku salah dan aku tidak seharusnya berbuat seperti itu..” Kyuhyun tertunduk lesu, menatap kedua sepatunya.

Changmin mendekat dan ia merangkul bahu Kyuhyun yang tingginya hampir sejajar dengan bahu miliknya itu. “aku tahu, kau sudah menyadarinya dan aku tahu, kau adalah orang yang tepat untuknya, Kyu.. jadi aku harap kau bisa menjaga Younghyun dengan lebih baik..”

“Changmin-ah…” Kyuhyun mengangkat kepalanya, ia tatap Changmin yang tersenyum manis padanya. Ia balas senyum itu. “Gomawo!”

“kau tidak perlu berterima kasih padaku… ingat, kau harus menjaga Younghyun dengan baik… jangan membuatnya sedih apalagi sakit seperti saat ini… kalau kejadian ini terulang kembali, akan aku pastikan… aku akan merebutnya dari sisimu…” Changmin makin mengeratkan rangkulannya pada Kyuhyun.

“aku janji… kita sahabat bukan? masalah yang sudah kita lewati bersama akan lebih baik kalau kita melupakannya..” lanjut Kyuhyun sambil tersenyum pada Changmin. Changmin menganggukan kepalanya tanda menyetujui ucapan Kyuhyun.

—————^ Back to The Normal, and Then…… ^—————

Kyuhyun, Donghae, Younghyun dan Eunyoung tengah dalam perjalanan menuju villa milik Jaejoong di daerah pantai Heundae, Busan. Donghae dan Kyuhyun terlihat bersemangat, namun tidak dengan kedua yeoja yang duduk bersebelahan di kursi belakang. Sesekali Kyuhyun melihat dari kaca mobil, tampak tatapan murung Younghyun dan Eunyoung yang masih saling terdiam. Donghae dan Kyuhyun hanya bisa menghela nafas berharap rencana Jaejoong mengundangnya hari ini bisa membuat keadaan membaik.

Suasana hening dalam mobil terpecahkan dengan adanya panggilan masuk di ponsel Kyuhyun. “Hae, bisa tolong kau jawab, ini Jaejoong hyung, bilang kita sebentar lagi sampai…” Kyuhyun mengulurkan ponsel pada Donghae mengingat ia masih fokus menyetir. Donghae meraih ponsel Kyuhyun lalu segera menekan tombol jawab.

Ne hyung… Kami sebentar lagi sampai…” Jawab Donghae riang. Namun wajahnya berubah terkejut sesaat.

“…”

“Oh, jadi hyung tidak bisa ke villa,, lalu kami?” Donghae menoleh ke arah Kyuhyun dengan wajah terkejut dan bingung.

“…”

“Mm.. Baiklah, Hyung… Mian, merepotkanmu… ” Jawab Donghae masih lalu menutup sambungan telfonnya.

Oppa, ada apa?” Tanya Younghyun yang penasaran mendengar percakapan Donghae dengan Jaejoong di telfon.

“Jaejoong hyung tidak bisa ke villa, ia di tunjuk appa kalian untuk mengurus rumah sakit hari ini, karena dr. Siwon harus menghadiri pertemuan mendadak di luar negeri..” Jelas Donghae. “Oiya, Jaejoong hyung mengijinkan kita menginap di villa-nya, tapi ia minta maaf tidak bisa menemani kita..” lanjut Donghae.

Jinja? Kenapa aku tidak tahu?” Heran Kyuhyun sambil masih fokus menyetir.

“Semua mendadak, Kyu,, tadi Jaejoong Hyung bilang, appa-mu sebenarnya tidak ingin pergi, tapi ada hal penting dan mungkin mengingat kondisi Hyunnie yang masih membutuhkan dirimu, appa-mu menunjuk Jaejoong hyung untuk mengurus rumah sakit hari ini selama beliau tidak ada di Seoul..” Donghae menjelaskan. Eunyoung terdiam, dalam hatinya mungkin mengatakan ingin kembali ke Seoul karena kalau bukan undangan dari Jaejoong lebih baik ia beristirahat di rumah.

Sesampainya mereka di Villa, Donghae dan Kyuhyun dengan sigap membawa barang yang mereka bawa. Di villa itu ada seorang laki-laki paruh baya yang merupakan penjaga villa selama tidak di tempati oleh pemiliknya. Dan Jaejoong sepertinya sudah memberitahukan perihal kedatangan mereka, sehingga saat Kyuhyun dan Donghae datang mereka di sambut dengan hangat oleh penjaga villa itu, bahkan ia turut membantu barang-barang yang di bawa Kyuhyun Donghae.

Eunyoung tampak terlihat lelah dan ia memutuskan mengikuti Donghae masuk ke dalam, membiarkan Younghyun yang masih berdiri di samping kendaraan mereka, memandang laut lepas yang terhampar di depan villa yang akan mereka tempati beberapa hari kedepan.

Setelah selesai memasuki semua barang, Donghae menyusul Eunyoung ke kamar, karena tadi ia melihat Eunyoung langsung memasuki kamar setelah penjaga villa itu membagi kamar untuknya dan Kyuhyun.

oppa, aku tidak mendengar suara Younghyun… apa ia masih di luar..??” Tanya Eunyoung saat Donghae memasuki kamar mereka. Eunyoung tengah duduk di sofa panjang yang berada di depan jendela sambil meluruskan kakinya dan mengusap perutnya.

Donghae sedikit terkejut, istrinya itu menanyakan Younghyun. Ia mengulum senyum dan bersorak gembira dalam hati karena Eunyoung secara tak langsung memperhatikan Younghyun.

“oh tadi Younghyun meminta izin padaku,, katanya ia ingin jalan-jalan di pantai sambil menunggu matahari terbenam.” Donghae mendekati istrinya itu, dan ikut duduk di samping Eunyoung, kemudian ia rengkuh dari belakang bahu istrinya itu erat.

Eunyoung mengalihkan tangannya dari perutnya untuk menggenggam tangan Donghae yang melingkar hingga ke bagian dadanya. Ia sandarkan kepalanya di pundak Donghae menikmati sensasi hangat dan harum tubuh Donghae. “apa ia tidak lelah setelah menempuh perjalanan jauh dari Seoul.. aku saja lelah…” ucap Eunyoung yang kini memejamkan matanya, menerima hempasan angin laut yang menyapu wajahnya.

Donghae kembali mengulum senyum dan kembali bersorak gembira dalam hati. Eunyoung mulai mengkhwatirkan Younghyun dan mungkin itu tandanya Eunyoung sudah memaafkan Younghyun sepenuhnya.

“ah minahe mengganggu… aku hanya ingin tanya, apa kalian melihat Younghyun.. sejak tadi aku tidak melihatnya..” kikuk Kyuhyun yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar Donghae dan Eunyoung. Sebenarnya ia tidak mau mengganggu moment antara Donghae dan Eunyoung.

Donghae melepaskan pelukannya dan Eunyoung beranjak berdiri, memandang Kyuhyun dengan tatapan kesal. “oppa aku kira kau bersama Younghyun… mengapa kau ada di sini? Younghyun baru saja pulih dari sakitnya dan kau membiarkan ia berjalan-jalan di pantai sendiri.. bagaimana kau bisa berbuat seperti ini oppa..” Marah Eunyoung, tanpa sadar ia mengeluarkan kalimat yang panjang. Namun kalimat itu malah membuat Donghae yang berada di sampingnya makin melebarkan senyum yang sudah terukir manis sejak tadi.

Kyuhyun cukup terkejut, belum pernah ia melihat Eunyoung yang marah seperti ini. Dan lagi seharusnya, Eunyoung masih dalam mode marah pada Younghyun. Perlahan Kyuhyun ikut tersenyum melihat Eunyoung sama seperti Donghae. Eunyoung heran melihat dua namja ini malah saling tersenyum hingga membuat Eunyoung kikuk dibuatnya.

“Kyuhyun Oppa, lebih baik kau cepat menyusul Younghyun..” Ucap Eunyoung cepat untuk menutupi rasa kikunya.

“baiklah… aku akan menyusulnya sekarang… Gomawo Young-ah..” ucap Kyuhyun sebelum ia meninggalkan ruangan Eunyoung dan Donghae.

—————^ Back to The Normal, and Then…… ^—————

Younghyun berjalan menyusuri pantai sambil menjinjing alas kakinya, merasakan sentuhan pasir dan air laut yang langsung mengenai kulitnya. Sudah lama sekali ia tidak ke pantai, pekerjaannya yang sibuk membuatnya jarang sekali berpergian jauh. Younghyun memejamkan matanya, sesekali menghirup aroma laut yang sangat ia rindukan.

“Kau bisa kedinginan kalau di sini terlalu lama, Jagi...” Younghyun perlahan membuka mata saat ia rasakan ada seseorang yang memakaikan jaket di bahunya. Younghyun menoleh, dilihatnya Kyuhyun tengah berdiri di belakangnya.

“Indah… Sudah lama kita tidak ke sini ya, Jagi….?” Kyuhyun memposisikan dirinya berpindah ke samping Younghyun dan ikut menatap jauh ke laut. Younghyun hanya terdiam dan kembali ikut menatap jauh ke depan.

Jagiya…” Kyuhyun melingkarkan tangannya ke pinggang Younghyun. Younghyun menoleh, menatap Kyuhyun lekat, amarah-nya sedikit lenyap terbawa angin. “Mianhae… Jeongmal Mianhae...” Lanjut Kyuhyun mengeratkan tangannya, sehingga kini tubuh mereka bersisian tanpa jarak.

Younghyun masih terdiam, tidak diragukan ia menikmati kehangatan yang sudah beberapa hari menghilang dari hidupnya. Kyuhyun yang merasakan respon positif dari Younghyun, menambah kehangatan mereka dengan memeluk tubuh istrinya itu. Kyuhyun tersentak kaget saat ia merasakan Younghyun yang mulai terisak dalam dekapannya.

Jagiyaa...” Kyuhyun meregangkan dekapannya, ia genggam bahu Younghyun yang tengah tertunduk. Benar saja, saat Kyuhyun mengangkat dagu Younghyun, ia melihat tetesan air mata mulai membasahi pipi istrinya itu.

“Apa kesalahanku begitu membuatmu sedih seperti ini? Mianhae... Aku seharusnya lebih mengerti dirimu, aku tahu kau butuh sandaran menghadapi Eunyoung, tapi… Aku malah membuatmu menjauh dariku… Mianhae…” Kyuhyun menghapus air mata yang terus mengalir dari mata cantik Younghyun lalu kembali mendekap tubuh Younghyun.

“Aku yang terlalu egois, oppa… Tidak seharusnya aku marah seperti itu… Ucapanmu benar, Eunyoung masih perlu waktu, dan aku tahu kemarahannya itu karena aku, orang yang sangat ia percaya, ikut membohonginya… Aku juga salah, oppa...” Lirih Younghyun dalam dekapan Kyuhyun. “Dan aku sadar… Aku sangat merindukan kehangatan seperti ini darimu…” Younghyun mengeratkan pelukannya seakan tidak ingin melepaskan kehangatan itu pergi darinya. Kyuhyun tersenyum, ia kecup puncak kepala Younghyun lalu mengelus lembut punggung istrinya itu.

“Eunyoung…,,,tadi ia menanyakanmu pada Donghae… Dan saat ia tahu kau sendirian di sini, ia memarahiku… Ah, kalian semakin mirip…” Ucap Kyuhyun mengelus rambut Younghyun.

“Benarkah? Mm.. Biarkan waktu yang menunjukan semua perubahan Eunyoung padaku,,” ucap Younghyun bijak, tampak wajar dan tidak terlalu bersemangat mendengar perubahan sikap Eunyoung. “Aku ingin menikmati pantai lebih lama… Dan aku ingin melihat matahari terbenam..” Lanjutnya lalu menggenggam tangan Kyuhyun

“Hyunnie ku telah kembali… Saranghae!” Kyuhyun mengecup bibir manis Younghyun, lalu keduanya kembali menyusuri pantai, sambil bergenggaman tangan menikmati moment mereka ditengah suasana laut yang teduh dan damai.

Di villa, Eunyoung tengah berada di dapur menyiapkan makan malam. Sejak tiba, ia memutuskan untuk beristirahat di villa,karena kehamilannya membuatnya cepat lelah. Donghae yang dengan setia menemani Eunyoung, meskipun ia ingin sekali ke pantai.

Oppa... Apa Hyunnie dan Kyuhyun oppa belum kembali?” Tanya Eunyoung sambil fokus mengaduk masakannya di atas kompor. Donghae tidak menjawabnya, ia merangkul tubuh Eunyoung dari belakang. Senyuman tidak berhenti terukir di wajah Donghae, karena sejak tadi sampai di villa Eunyoung terlihat mengkhawatirkan Younghyun.

“Bagus bukan, kita punya waktu berdua lebih lama…” Donghae mengecup pipi kanan Eunyoung. Namun di balas tatapan heran oleh Eunyoung.

Ishh… Hyunnie baru pulih dari sakit, apa oppa tidak mengkhawatirkannya?” Eunyoung terlihat mulai kembali seperti dulu, ceria dan hangat pada semua orang di sekelilingnya, termasuk Younghyun, meskipun sulit sekali ia mengakui itu.

Donghae membalikan tubuh Eunyoung berhadapan dengannya, ditatapnya wajah istrinya itu, senyuman kembali terukir lebar di bibir tipis Donghae. “Eunyoung-ku… Tetaplah seperti ini….” batin Donghae sambil mengelus lembut pipi Eunyoung. Eunyoung masih menatap heran atas sikap Donghae padanya.

“Ehmm…” Kyuhyun berdehem, ia dan Younghyun sudah berdiri di depan pintu dapur dan tersenyum melihat Donghae dan Eunyoung yang berpelukan di depan kompor. Eunyoung yang terkejut, melepaskan diri dari pelukan Donghae dan kembali fokus pada masakannya.

“Wah… kau masak apa Young-ah…? ada yang perlu ku bantu?” Younghyun mendekati Eunyoung yang sibuk mengaduk sup di panci.

“Sup ayam ginseng… Kau baru kembali Hyunnie, lebih baik kau mandi dan hangatkan tubuhmu… sebentar lagi masakan siap..” Jawab Eunyoung dengan nada datar, namun ucapan itu cukup membuat bahagia Younghyun. Younghyun tersenyum senang dan sedikit terharu karena ucapannya menunjukkan kalau Eunyoung mulai kembali memperhatikan dirinya. Donghae yang ada di dekat mereka juga ikut tersenyum mendengar ucapan istrinya.

Malam itu, dua keluarga kecil makan malam bersama dengan hangat, walau masih terlihat ada jarak antara Eunyoung dan Younghyun. Selesai makan, Kyuhyun dan Donghae merapikan meja dan mencuci semua peralatan makan sedangkan Eunyoung dan Younghyun duduk santai di ruang tengah. Mereka masih kaku namun Younghyun tidak hentinya mengajak Eunyoung untuk mengobrol, Kyuhyun dan Donghae yang melihat dari dapur cukup senang melihat keduanya mulai kembali akrab. Mulai dari hari itu sikap Eunyoung perlahan melunak, walaupun belum sepenuhnya kembali seperti dulu.

—————^ Back to The Normal, and Then…… ^—————

Jaejoong masih sibuk dengan pekerjaan yang diamanatkan Siwon padanya. Tak bisa di pungkiri pekerjaannya menjadi dua kali lebih banyak dari biasanya. Bukan hanya mengurus bagian kejiwaan saja, namun bagian lain juga banyak ia ambil alih. Ia tidak mengeluh melakukan semua itu, baginya ini adalah sebuah tanggung jawab besar untuknya dan ini berguna untuk lebih mengasah kemampuannya di dunia kedokteran. Tak salah Siwon mempercayakan Jaejoong untuk mengurus semuanya karena ia tahu Jaejoong mengambil dua major study dan ia juga tahu bahwa Jaejoong adalah orang yang tepat.

Annyeong haseyo, hyung… Pagi-pagi seperti ini kau sudah datang..” Sapa Donghae yang kebetulan bertemu dengan Jaejoong di koridor rumah sakit pagi itu. Jaejoong sudah sibuk sambil membawa medical report di tangan kananya.

“ah, ne annyeong… kau rupanya, Donghae… bagaimana liburan kalian? Mian aku tak bisa ikut kemarin..” Jaejoong menghentikan langkahnya dan menyempatkan diri untuk mengobrol sebentar dengan Donghae yang baru saja datang.

gwaenchana, hyung! Justru kami yang berterima kasih sudah mengijinkan kami menginap di villa hyung.. pemandangannya sangat indah…” Donghae tersenyum. “oh itu apa hyung,, milik Sena?” Tanya Donghae saat melirik nama medical report yang di bawa oleh Jaejoong.

“iya milik Sena.. aku mau ke sana untuk mengontrol keadaannya… umm… pasien yang paling parah di sini sepertinya hanya dia,,,” Jawab Jaejoong, Ia sedikit berpikir mengenai psikis Sena yang belum menunjukkan hasil yang bagus.

“iya bisa di bilang seperti itu, hyung.. Hanya Hyunnie yang mampu bertahan menanganinya… katanya asal kita sungguh-sunnguh dan percaya semua masalah pasti tertangani.. Biar aku saja hyung yang mengontrol.. aku belum tau pasien-ku siapa hari ini.. hehehe..” Donghae menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal, sebenarnya ia tak mau lancang merebut pasien orang lain. Ia berbuat begitu karena ia ingin membantu Jaejoong.

“Kau mau mengontrolnya, Hae?” Tanya Jaejoong. Donghae mengangguk. “baiklah, aku serahkan padamu… Gomawo, aku jadi bisa istirahat sejenak untuk sarapan.. kau sudah sarapan?” Jaejoong tersenyum, ia sungguh senang Donghae menawarkan diri terlebih dahulu pada dirinya.

“Sama-sama, hyung.. sudah, aku sudah sarapan di rumah tadi.. baiklah hyung istirahat dulu, Sena biar aku yang urus hari ini..” Donghae mengambil medical report yang di ulurkan oleh Jaejoong.

“Oh iya, Hae!” panggil Jaejoong tiba-tiba menghentikan langkah Donghae dan ia menoleh pada Jaejoong.

“iya, ada apa hyung?” Donghae kembali berjalan mendekati Jaejoong.

“ah tidak, aku hanya ingin bertanya.. Kyuhyun dan Hyunnie tidak datang bersamamu?” Sambung Jaejoong.

“tidak hyung, aku kira mereka sudah sampai terlebih dahulu dari pada aku..” Jawab Donghae. Bersamaan dengan itu, Kyuhyun dan Younghyun datang. “oh itu mereka, hyung..” Jaejoong langsung menoleh, dilihatnya Younghyun berjalan ke arahnya dengan senyum terkembang manis sambil mengamit lengan Kyuhyun yang berjalan bersisian dengannya.

oppa annyeong haseyo..” Younghyun masih mengulum senyum saat ia sudah berhadapan dengan Donghae dan Jaejoong. Kyuhyun di sampingnya ikut mengucapkan kalimat yang sama dengan Younghyun.

“hari ini kau tampak berbeda, Hyunnie.. apa ada kabar baik..??” selidik Jaejoong, ia ikut tersenyum pada Younghyun.

ne, oppa… ini berkat dirimu,, aku dan Eunyoung sudah baikan sekarang.. senangnya..” ucap Younghyun yang makin mempererat amitan tangannya di lengan Kyuhyun. Kyuhyun yang melihat itu hanya mengangguk senang melihat istrinya sudah kembali ceria seperti dulu.

Jaejoong dan Donghae ikut tersenyum mendengar kabar baik ini. Terutama Jaejoong, ia begitu bahagia karena idenya itu benar-benar berhasil membuat Eunyoung dan Younghyun berbaikan kembali.

“ya sudah aku pergi mengontrol, Sena..” Donghae angkat suara duluan untuk kembali ke rutinitas pekerjaannya.

“Donghae oppa aku ikut… Kyuhyun oppa kau tidak usah mengantarku lagi.. kembalilah ke ruanganmu..” Younghyun melepaskan tangan Kyuhyun dan beranjak mengikuti Donghae.

“baiklah, aku ke ruanganku dulu.. kau Jaejoong hyung?” Tanya Kyuhyun melihat Jaejoong yang masih berdiri di tempatnya.

“aku ingin sarapan untuk mengisi perutku… ayo,, arah cafeteria sejalan dengan ruangamu kan?” Jaejoong berjalan terlebih dahulu, kemudian di ikuti oleh Kyuhyun yang segera menyamakan langkahnya dengan Jaejoong.

Donghae dan Younghyun bergegas menuju ruang rawat Sena, pasien kejiwaan yang sudah lama mereka tangani. Sepanjang perjalanan menyusuri koridor, Younghyun tanpa henti tersenyum riang, Donghae di sampingnya-pun sedikit heran apa sebahagia itu kah hati Younghyun pagi ini.

“Hyunnie… Bisa-bisa kau dianggap salah satu pasien di sini kalau kau tersenyum terus seperti itu…” Donghae terkikik geli sambil membuka lembaran medical report di tangannya.

Isshhhh… Oppa!” Kesal Younghyun sambil menepuk bahu Donghae. “Ini semua karena Eunyoung… Aku tahu dia akan kembali seperti dulu…” Lanjut Younghyun.

Mian, semua berawal dariku… Aku yang meminta kalian menutupi kondisi kesehatanku pada Eunyoung… Hhh…” Sesal Donghae.

“Tidak ada yang salah, aku tahu alasanmu meminta kami seperti itu, dan aku tahu alasan Eunyoung marah, ia takut kehilanganmua, oppa…” Jelas Younghyun. “Oh, iya… Bagaimana terapi nya? Berjalan lancar kan? Katakan padaku dan kyuhyun oppa kalau kau mengeluhkan sesuatu…” Younghyun berubah serius lalu menutupi perubahan rautnya dengan mengambil medical report yang berada di tangan Donghae.

“Lancar, buktinya pagi ini aku terlihat sehat kan.. Ah, berhentilah menganggapku seperti pasien di sini…” Sungut Donghae kesal dan seketika menghentikan langkahnya.

“Bukan begitu, aku menanyakannya karena kami sayang padamu, oppa… Dan berharap kau tetap sehat… Bukan begitu dr. Lee?” Younghyun ikut menghentikan langkahnya lalu tersenyum pada Donghae. Tidak dipungkiri, meskipun Donghae mulai terlihat sehat namun Younghyun merasa harus tetap memantau kondisi kesehatannya.

Donghae kembali melangkahkan kakinya, wajahnya tampak lebih serius dari sebelumnya, ia sangat tahu kekhawatiran orang di sekelilingnya pada kondisi kesehatannya. Namun Donghae tidak suka kalau ia dianggap sebagai orang sakit, karena itu akan membuatnya terlihat lemah. Younghyun hanya terdiam, ia tidak bermaksud membuat Donghae terlihat seperti itu.

Oppa… Mmm.. Bolehkah aku mengajak Eunyoung menemaniku berbelanja… Ku rasa kalian juga perlu mempersiapkan keperluan bayi kalian kan? ” Tanya Younghyun berusaha mengalihkan.

“Eunyoung cepat lelah kalau terlalu lama berjalan, jadi jangan kau buat dia kelelahan ya? Kau juga begitu, ingat kalian sedang hamil… ” ucap Donghae sebelum memasuki ruangan Sena, Younghyun tersenyum mengetahui Donghae sudah tidak marah padanya dan memperbolehkannya pergi dengan Eunyoung.

—————^ Back to The Normal, and Then…… ^—————

Younghyun tengah menyiapkan sarapan untuk Kyuhyun, hari ini mereka terlihat lebih santai dari sebelumnya. Kyuhyun yang tidak ada jadwal hari ini memutuskan berangkat agak siang. Ia masih membantu Jaejoong mengurus beberapa hal di rumah sakit selama appa-nya di luar negeri dan Younghyun memang sengaja mengosongkan jadwalnya hari ini. Rencananya Younghyun hari ini ingin mengajak Eunyoung menemaninya belanja. Younghyun meraih ponselnya, berusaha menghubungi Eunyoung.

“Yoboseyoo” sapa Younghyun riang sesaat ketika Eunyoung menjawab panggilan darinya.

“Ne Hyunnie… Ada apa?” Jawab Eunyoung di seberang telfon.

“Young-ah, hari ini kau sibuk? Aku ingin membeli beberapa kebutuhan termasuk kebutuhan baby… Kau mau menemaniku?”

“Mmm… Tapi aku belum minta izin Hae oppa…”

“Aku sudah minta izin Hae oppa kemarin, dan….Waktu itu masih banyak yang ingin kau beli, bukan? Anggaplah ini sebagai episode selanjutnya berburu keperluan baby...” Younghyun tersenyum, nadanya pun terdengar riang. Namun Eunyoung di seberang telfon terdiam sesaat.

“Sepertinya… Aku tidak enak badan hari ini Hyunnie… Lain kali saja ya… ” Ucap Eunyoung sedikit sendu, mungkin ia mengingat kegiatan belanja mereka tempo hari yang terhenti karena Donghae masuk rumah sakit.

“Oh, baiklah… Mungkin aku akan belanja sendiri, Kyu oppa, harus ke rumah sakit, dan aku tidak tahan berada di rumah seharian… Cepat sembuh, Young-ah… Jaga kondisimu, oke… Annyeong...” Younghyun memutus sambungan telfonnya dengan Eunyoung dengan raut kecewa. Kyuhyun yang baru datang ke meja makan heran melihat wajah kecewa istrinya itu.

“Lho? Kenapa dengan wajahmu? Ini masih pagi ny. Cho…” Kyuhyun menghampiri Younghyun lalu mengecup pipinya.

“Eunyoung sedang tidak enak badan, jadi ia tidak bisa menemaniku belanja hari ini… Hhhh… Padahal aku merindukan moment itu dengannya…” Younghyun masih terlihat kecewa sambil mengoleskan selai cokelat di roti untuk Kyuhyun.

“Mau ku temani? Nanti aku minta izin pada Jaejoong hyung, kalau aku tidak bisa ke rumah sakit hari ini…” Usul Kyuhyun yang tidak tega melihat raut Younghyun seperti itu.

“Tidak perlu, oppa… Aku bisa pergi sendiri… Lagipula kalau tidak ada kau di rumah sakit, Jaejoong oppa akan kesulitan..” Ucap  Younghyun yang mulai kembali tersenyum.

“Oke,, nanti biar ku antar, nanti kalau sudah selesai, akan ku jemput. Setuju ny.Cho?” Younghyun menganguk, menyetujui usul Kyuhyun. Kyuhyun terlihat senang melihat istrinya yang nampak semangat hari itu, walaupun sempat kecewa karena Eunyoung tidak bisa menemaninya.

Sebelum berangkat ke rumah sakit, sesuai usulnya, Kyuhyun terlebih dulu mengatarkan Younghyun ke pusat perbelanjaan. Agak sedikit tidak tega membiarkan Younghyun sendiri, namun mengingat tugasnya mengurus rumah sakit di rasa lebih penting ia dahulukan.

Selain membeli beberapa keperluan bayi, Younghyun berencana membeli kebutuhan untuk dapur dan rumah. Di saat ia sedang memilih beberapa peralatan, tiba-tiba ponselnya berdering. Younghyun tersenyum kecil melihat nama yang tertulis di layar ponselnya lalu menjawabnya.

“Ne~ Young-ah…” Jawabnya riang.

“Hyunnie… Kau di mana? Hari ini jadi ke pusat perbelanjaan?”

“Jadi,, ini aku sedang memilih beberapa cangkir untuk keperluan dapur… Kau di mana? Ramai sekali…” Tanya Younghyun heran, karena sepertinya Eunyoung tengah berada di keramaian sama seperti dirinya.

Klik… Sambungan telfon terputus. Younghyun mengedarkan pandangannya ke sekeliling, ia mengira Eunyoung berada di sekitar pusat perbelanjaan karena suara bising yang sama dengan suara-suara di sekelilingnya.

Younghyun ternyata benar, di lihatnya seorang yeoja hamil sambil mendorong troli menghampiri dirinya. Younghyun tersenyum melihat Eunyoung yang akhirnya menemaninya hari itu.

Baby,, omma-mu nekat sekali berpergian sendiri…” Eunyoung mengelus lembut perut Younghyun lalu tersenyum menatap Younghyun.

“Tidak, tadi Kyuhyun oppa mengantarku ke sini sebelum ke rumah sakit… Kau sendiri? Bukannya tadi kau sedang tidak enak badan, sudah lebih baik? Kau bersama Donghae oppa kan?” Tanya Younghyun yang malah lebih mengkhawatirkan Eunyoung. Eunyoung hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya, persis seperti Eunyoung yang dulu.

Akhirnya mereka berdua, berbelanja bersama, mulai dari kebutuhan baby, sampai kebutuhan dapur dan rumah. Kedua yeoja itu nampak ceria dan hangat satu sama lain. Hubungan Younghyun dan Eunyoung yang semula renggang hampir tidak nampak hari itu. Setelah lelah mencari beberapa barang, mereka memutuskan beristirahat sejenak di sebuah restoran, sekaligus untuk makan siang.

Gomawo, hari ini menemaniku,,, kau tidak lelah kan? Hhhh… Kalau kau sampai kelelahan ,Hae oppa pasti memarahiku..” Ucap Younghyun sambil meminum orange juice yang ia pesan.

“Hae oppa terlalu berlebihan,, padahal aku jarang sekali keluar rumah sendiri selain ke rumah sakit dan pergi bersamanya.” Ucap Eunyoung sambil tersenyum. Hubungan mereka kembali seperti dulu, tidak ada amarah, kesal ataupun kebencian, yang ada hanya senyuman, tawa dan kehangatan layaknya dua saudara kandung.

“Oh,iya… Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan…” Ucap Younghyun serius dan membuat Eunyoung penasaran.

“Aku berencana membuka sebuah restoran… Restoran keluarga,, Eunyoung dan Younghyun… Kita yang mengelolanya… Aku ingin hubungan kita seterusnya seperti ini, bahkan lebih baik… Aku pernah bilang kan, apapun yang terjadi aku tetap saudaramu, dan appa tetap appa-mu … Kita keluarga, jadi… Aku harap kau pun menganggapnya begitu…” Lanjut Younghyun serius. Eunyoung terdiam, dalam hati ia menyesali sikapnya selama ini pada Younghyun. Eunyoung semakin menyadari kalau Younghyun sangat menyayanginya.

“Mmm… Apa kau yakin? Aku kurang pandai dalam berbisnis…” Eunyoung terlihat ragu, karena ia rasa ini hal baru baginya.

“Yakin… Aku juga baru dalam hal ini, dan aku lebih yakin lagi kalau kita yang mengelolanya bersama… Appa dan wookie oppa juga akan membantu kita… Sudah lama aku memikirkan hal ini, dan aku sudah berdiskusi dengan Changmin oppa untuk membantu pengerjaan restoran ini… Bagaimana?” Younghyun sangat yakin dengan ide nya, memang sudah lama ia menginginkan membuat sebuah restoran. Younghyun, Appa-nya dan Ryeowook dulu sempat berfikir demikian ketika di Busan, tapi semenjak Younghyun sibuk jadi dokter, idenya ini hampir terlupakan.

“Baiklah,, aku akan membantu semampuku…” Eunyoung menyetujui ide Younghyun. “Oh, iya… Hyunnie… Mianhae, selama beberapa hari ini aku membuatmu sedih… Aku….” Eunyoung tertunduk menyesali segala sikapnya.

“Sudahlah… Aku juga minta maaf… Dan seperti yang ku katakan,, apapun yang terjadi kita tetap saudara, jadi ku harap seterusnya kita seperti ini, oke…” Younghyun menggenggam tangan Eunyoung lalu keduanya tersenyum.

Sementara Younghyun dan Eunyoung mendiskusikan masalah restoran yang akan mereka bangun dan kelola sementara. Kyuhyun tengah bersiap untuk menjemput Younghyun, perasaan cemas terus menghinggapi pikirannya sejak tadi, pasalnya istrinya itu belum menghubunginya untuk menjemputnya, padahal hari sudah hampir beranjak sore. Saat ia berada di tempat parkir ia melihat Donghae yang juga berada di sana, Kyuhyun melangkahkan kakinya ke tempat Donghae yang sedang berjalan ke arah mobilnya.

“Hae, kau mau kemana?” tanya Kyuhyun yang sudah berada di belakang Donghae. Donghae menoleh dan ia sedikit kaget karena Kyuhyun tiba-tiba berada di belakangnya.

“aku ingin menjemput Eunyoung dan istrimu.. mereka berbelanja bersama bukan hari ini?” jawab Donghae yang membuat Kyuhyun mengernyit heran. Ia teringat tadi pagi kalau Younghyun belanja sendiri.

“mereka bersama? setahuku tadi Younghyun sendirian dan aku yang mengantarnya.. dan sampai sekarang dia belum menghubungiku, aku ingin menjemputnya juga.” heran Kyuhyun menatap Donghae.

“tadi pagi Eunyoung menghubungiku, meminta izin untuk pergi bersama Younghyun.. dan baru saja ia menghubungiku lagi, untuk menjemputnya dan bilang kalau kau sibuk makanya aku sekalian menjemput Younghyun..” terang Donghae sambil memainkan kunci mobilnya yang sejak tadi ia pegang.

Kyuhyun hanya mengangguk-ngangguk saja, kecemasannya sedikit sirna dari pikirannya. Setidaknya ada Eunyoung di sana walau hingga detik ini Younghyun belum menghubunginya. “ya sudah aku juga bersiap menjemput Younghyun..” ucap Kyuhyun. Donghae memasuki mobilnya dan Kyuhyun juga sudah berjalan menuju mobilnya yang terparkir beberapa blok dari mobilnya itu.

Sesampainya di pusat perbelanjaan di mana Eunyoung dan Younghyun berbelanja bersama, Kyuhyun dan Donghae segera menuju tempat di mana istri mereka menunggu, setelah sebelumnya memarkirkan mobil mereka terlebih dahulu.

Eunyoung mengirimi Donghae pesan singkat kalau ia menunggunya di lobi bersama Younghyun. Dan mereka segera ke sana tanpa menunggu dan membuang-buang waktu lagi. Dilihatnya Younghyun sedang bersandar di bahu Eunyoung dan Eunyoung yang berada di sampingnya menatapnya cemas sambil mengipasi Younghyun yang sedikit berpeluh.

Kyuhyun dan Donghae segera mendekati mereka. Raut wajah Kyuhyun berubah cemas melihat Younghyun terlihat sedikit pucat sore itu, diusapnya peluh Younghyun dengan telapak tangannya. “kau sakit Jagi? Wajahmu pucat?” Tanya Kyuhyun sambil membantu Younghyun berdiri.

“aku tidak apa-apa, oppa… hanya lelah dan sedikit pusing…” ucap Younghyun sambil mencoba tersenyum, tidak ingin membuat Kyuhyun dan yang lainnya cemas.

“Kau baru pulih Hyunnie, mianhae Kyuhyun oppa sepertinya tadi kita berbelanja terlalu lama..” Eunyoung ikut berdiri, ia mendekati Donghae dan memeluk namja yang merupakan suaminya itu.

gwaenchana.. mungkin karena terlalu ramai di sini membuat udara menjadi panas..” balas Kyuhyun, ia tak ingin melihat Eunyoung cemas.

“kau juga lelah Jagi? aku masih trauma saat kau berbelanja dengan omma terakhir kali..” Donghae mengusap puncak kepala Eunyoung lembut. Eunyoung hanya menggeleng sambil menatap mata Donghae.

“baiklah, aku rasa aku pulang duluan dengan Hyunnie ya, Hae, Young-ah…” Kyuhyun mengangkat barang belanjaan Younghyun dengan tangan kanannya dan tangan kirinya ia pergunakan untuk merangkul pinggang Younghyun.

“iya, Kyu.. Sepertinya Hyunnie memang sedang tidak sehat.. kami juga akan pulang sekarang.. ayo Jagi..” Donghae mengikuti Kyuhyun dari belakang sambil membawa barang belanjaan Eunyoung, sama seperti apa yang di lakukan oleh Kyuhyun.

—————^ Back to The Normal, and Then…… ^—————

Younghyun sengaja meluangkan waktu makan siangnya untuk makan siang di luar bersama Eunyoung, bahkan Eunyoung-pun sudah berada di rumah sakit sejak pagi tadi. Mereka berjalan menuju restoran yang memang letaknya tidak jauh dari rumah sakit tempat Younghyun bekerja, hanya beberapa blok dan tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mencapai tempat itu.

Mereka ke restoran itu untuk bertemu dengan Changmin, sesuai dengan janjinya kemarin, Younghyun ingin bertemu di restoran itu dan Changmin menyetujuinya. Sebelum Younghyun dan Eunyoung tiba, Changmin sudah lebih dahulu sampai dan ia menunggu dua yeoja ini di meja yang berada di pojok ruangan.

Changmin melambaikan tangannya saat ia melihat sosok Younghyun yang baru masuk dan melihat ke arahnya. Younghyun dan Eunyoung pun berjalan menghampiri meja Changmin.

Annyeonghaseyoo...” Ucap Eunyoung sesaat sampai di meja. Ia membungkukan sedikit tubuhnya, karena memang Eunyoung dan Changmin belum pernah bertemu secara langsung.

“Oh, Annyeonghaseyoo… Shim Changmin, imnida..” Changmin bangkit dari duduknya lalu mengulurkan tangannya dan disambut dengan baik oleh Eunyoung. “Kita belum pernah bertemu ya? Aku hanya mengenalmu dari Jaejoong hyung dan Hyunnie… Tidak perlu terlalu formal,,” lanjut Changmin.

Aigooo… Lelah-nya berjalan.. Padahal jarak rumah sakit ke restoran ini cukup dekat…” Younghyun mengipasi wajahnya, raut lelah memang terpancar di wajahnya. Sesekali ia mengatur nafasnya yang agak tersengal.

Mianhae… Seharusnya aku menjemput kalian tadi di rumah sakit…” Ucap Changmin merasa bersalah. “Ah, iya,, kalian mau pesan apa?”

“Mm.. Apa saja, oppa… ” Jawab Younghyun. Eunyoung-pun ikut mengangguk menyetujui ucapan Younghyun. Changmin segera memanggil pelayan dan memesankan makan siang untuk kedua yeoja hamil di hadapannya.

“Jadi… Apa yang kalian inginkan untuk restoran ini…? Mm.. Maksudnya konsep restoran seperti apa..? Ku rasa aku bisa membantu masalah bangunan dan desain interiornya,,” Changmin menyesap coffee latte yang tadi sudah ia pesan sebelum Younghyun dan Eunyoung datang.

Minimalis dan homey.. Aku ingin pengunjung restoran seperti merasakan makan di rumah mereka sendiri, mmm.. Dan tentunya nyaman untuk segala acara.. Mungkin kita bisa membeli bangunan yang sudah ada, jadi hanya perlu untuk memperbaiki interior-nya..” Jelas Younghyun panjang, Eunyoung hanya mengangguk karena memang ide restoran ini sudah lama dipikirkan Younghyun.

Makan siang mereka diisi dengan obrolan santai mengenai restoran. Semua konsep restoran telah matang dipikirkan oleh Younghyun. Terlihat sekali ia memang merencanakan semua ini sejak lama. Eunyoung dan Changmin hanya mendengar dan sesekali memberikan masukan untuk rencana restoran tersebut.

Omo..!! Ssshh.. Young-ah.. ” Younghyun melepaskan garpu dan sendoknya tiba-tiba, lalu menggenggam erat tangan Eunyoung yang berada di sampingnya. Ia merasakan pergerakan kasar dalam perutnya, Eunyoung yang cemas langsung membaringkan kepala Younghyun, bersandar pada tubuhnya. Peluh mulai membasahi wajah Younghyun, dan tangan satu-nya beralih untuk mengusap perutnya.

“Hyunnie.. Gwenchana..? Apa bayinya akan segera lahir? Otthokae? Apa aku harus menelfon Kyuhyun?” panik Changmin lantas bangkit dari duduknya dan mengeluarkan pertanyaan itu dengan suara yang agak keras, sehingga menarik perhatian pengunjung dan pelayan yang ada di restoran itu.

Eunyoung berusaha tetap tenang mencoba menenangkan Younghyun yang masih meringis kesakitan. “Oppa… Bisa aku minta tolong? Tolong minta segelas air hangat, ku rasa Younghyun hanya merasakan kontraksi berlebihan…” Ucap Eunyoung tegas dan Changmin-pun langsung bergegas menemui pelayan terdekat.

“Hyunnie… Apa pergerakan bayimu sangat kasar? ” Younghyun hanya mengangguk perlahan sambil masih meringis menahan sakit yang ia rasa. Beruntung mereka duduk di meja dengan sofa panjang sehingga Younghyun dapat berbaring nyaman bersandar pada tubuh Eunyoung. “Baby… Berhentilah sayang.., kasihan omma-mu…” Ucap Eunyoung mengelus lembut perut Younghyun.

“Ini…” Changmin datang dengan segelas air hangat lalu membantu Younghyun untuk  meminumnya.

Perlahan Younghyun mulai kembali normal, rasa sakit di perutnya juga mulai berhenti. Changmin mengeluarkan sapu tangannya untuk menghapus peluh yang membasahi wajah Younghyun.

“Hhhh… Kalian membuat jatungku hampir lepas dari tempatnya… Kalau Kyuhyun tahu, ia pasti menghabisiku…” ucap Changmin bernafas lega. Younghyun dan Eunyoung hanya tersenyum mengingat betapa paniknya Changmin tadi.

Baby… Kau marah pada omma ya? Mianhae sayang… ” Younghyun menunduk sambil mengatur nafasnya dan mengelus lembut perutnya. “Ia bergerak cukup kasar tadi… Hanya itu…” Younghyun menatap Changmin dan Eunyoung bergantian bermaksud menghilangkan kekhawatiran kedua orang di dekatnya itu.

“Sudah ku bilang kau ini terlalu aktif, waktu ke pantai kau tanpa lelah bermain di pinggir pantai, padahal kau baru pulih. Dan kemarin kau memintaku menemanimu belanja hingga kau kelelahan.. seharusnya hari ini kau beristirahat di rumah… ” Eunyoung berkata panjang lebar, raut cemas dan khawatir tergambar jelas di wajahnya. Younghyun hanya tersenyum senang melihat Eunyoung yang sudah sepenuhnya kembali seperti dulu.

Gomawo, Young-ah kau sudah menghkawatirkanku,, ah senangnya…” Riang Younghyun malah memeluk Eunyoung. Changmin terlihat bingung dengan sikap Younghyun itu, namun tidak dengan Eunyoung. Ia malah mengacak-ngacak rambut Younghyun gemas.

Issh,, kau ini Hyunnie… seperti yang tadi Changmin oppa bilang, kalau ada Kyuhyun oppa di sini, aku-pun pasti akan dimarahi juga olehnya..” Eunyoung membalas pelukan Younghyun sambil tersenyum bahagia. Persahabatan dan persaudaraan mereka sudah kembali lagi seperti semula.

 

 

To be continued……

112 Comments (+add yours?)

  1. superddulz7
    May 14, 2012 @ 16:08:31

    akhir mereka baikan dech,
    Kyuhyun ma Donghae suami siaga !! hoho
    Jaejoong ma Changmin bener-bener ya. haha

    Reply

  2. weikyu
    May 14, 2012 @ 23:27:23

    masih suka seh…tp jd kyk sintron deh,crtany berlarut2,n emosiny jg krg krs..

    Reply

  3. khun ong
    May 15, 2012 @ 09:34:17

    Ahhhh senangggg nyaaa di part ini pada bahagia semua,haha

    Reply

  4. hyunsoo28
    May 17, 2012 @ 15:17:54

    akhirnya pada baikan lg deh, bisa belanja bareng lg #plak
    wkwkwkwkw
    kasian changmin gak ada yang nemenin, sinio changmin sm ak aja hahaha

    Reply

  5. heenimut26
    May 22, 2012 @ 22:24:08

    finallyyyyyyyy eunyoung dan younghyun baikannnnn, woahhhhh senangnya ^^ , dan juga Hyun couple juga baikannnnn hmmm makin mesra ajanih mereka …

    akhirnya kyuhyun sama changmin baikan dan juga jaejoong akhirnya mengakui klo dia cinta sama eunyoung sebagai oppa kepada dongsaeng tenangnyaaaa ^^ ahahahaha…

    gak nyangka kal eunyoung bakal nemenin younghyun belanja , dan juga KyuHae suami siaga untuk menjemputnya istrinya😀 hahahahahah

    woahhhh ceritanya makin seru , daebak banget deh duo authorrr !!!!!!!! ^o^

    Reply

  6. Hyun - hyun
    May 24, 2012 @ 14:35:02

    Akhirnya semua kembali normal, sama seperti judul mini nya. hehehee
    Di part ini, mataku tidak berkaca2 lagi seperti di beberapa part sebelumnya. (bernafa lega). Tapi sekarang aku malah senyum – senyum sendiri nih thor. hehe
    Gomawo thor dan ijin lanjut ya…..

    Reply

  7. princelee86
    May 27, 2012 @ 22:56:39

    ahhhhhh… akhirnya mereka baikaaannnn…. seneng deh, nggak enak kalo mereka musuhan terus, ga ada yang mesra2an lagi, terus juga persahabatan mereka nggak asik lagi, padahal mereka udah kayak saudara gitu…
    Kyu cemburuan amat ya? hahaha… tenang Kyu, hyun cuma milikmu seorang, changmin nggak bakal ngrebut dia kok ^^
    mau lanjut dulu ya author ^^

    Reply

  8. nnatia
    May 29, 2012 @ 10:12:08

    baru bisa lanjut baca lagi setelah sekian lama dibuat deg-degan ama UN -___-

    akhirnyaaaa disini semua udah baikan lagi…
    kan kalo pada akur gini enak bacanya :p

    Reply

  9. oliviaiden
    Jun 14, 2012 @ 11:07:16

    Hahaphapp
    Seneneg banget udah balik kaya semulaaa
    Seneng semuaaa ;A;

    Keep writing😀

    Reply

  10. eunhyukki
    Jun 14, 2012 @ 16:45:21

    keren banget. hwaitinggggg!

    Reply

  11. ayuu
    Jun 15, 2012 @ 00:09:09

    Waduh -_- mian nih buat author nya ,, cuma mau jujur aja saya nyah . Knp di chap ini jd seperti drama bgt yah ?? Banyak bagian yg saya skip . Padahal di chap sebelumnya konflik mereka ber6 udah di gembor2kan sekali kea nya , tp pas chapt ini konflik nya kerasa ngilang begitu saja . Tp tetep salut ama author nya lah , tetep semangat buat nulis ff yg lain . Semoga di ff selanjutnya lebuh baik lagi . Maav kalo coment saya keterlaluan , cuma ingin menyampaikan perasaan aja pas baca chapter ini .

    Reply

  12. ryeomee
    Jun 17, 2012 @ 19:56:50

    Syukur udah pada akur nih…
    baca next chap dulu dh ya

    Reply

  13. chotaehee88
    Jun 19, 2012 @ 22:56:25

    I have big interest with this storyyyyyyyyy.. Semakin lama ceritanyaaaa semakin baguuussss🙂

    Reply

  14. choihaeyong
    Jun 28, 2012 @ 20:43:56

    Akhirnya semua udah kembali seperti semula🙂
    Thor banyakin haeyoung moment dong

    Reply

  15. chikachika
    Jul 01, 2012 @ 17:43:32

    Akhirnya balik normal lagi…tp kayaknya donghae rada tersisihkan ya ..bagiannya..gpp deh..asal kyuhyun tetep banyaaaak bagiannyaaaa

    Reply

  16. irin
    Aug 14, 2012 @ 15:55:10

    finally mereka baikan..agak kawatir sm sikap eunyoung…

    Reply

  17. Rista giana
    Aug 21, 2012 @ 01:16:29

    Ah senangnya akhirnya hubungan youghyun dan eunyoung kembali seperti semula jaejoong oppa emang baik dan bijaksana krn idenya youghyun dan eunyoung berbaikan begitu pula hyun couple smg seterusnya seperti ini

    Reply

  18. fitriindriyani
    Aug 21, 2012 @ 07:23:28

    snengnya smua udh kmbali..

    Reply

  19. mendreng
    Aug 24, 2012 @ 07:09:45

    huaaa kyu oppa tulus mencintai annaenya :’) younghyun kok sering kontraksi hebat yaa? kasian TT

    Reply

  20. AnisCLouds
    Aug 30, 2012 @ 22:49:53

    .cerita d part ini manis ..
    .egk bergaLau” ria ..
    .smoga sLaLu seperti ini ..
    .Lanjuttttttttt ..

    Reply

  21. Lyn
    Sep 23, 2012 @ 10:44:34

    Mulai gak nangis lg nie bc.a!

    Reply

  22. anggiie
    Oct 25, 2012 @ 16:25:25

    So sweet banget. Akhir’a baikan juga😉

    Reply

  23. Icha_sachie
    Nov 19, 2012 @ 13:56:46

    Duh manisnya jalan critanya…

    Donghae oppa dah sembuh y???

    Reply

  24. WonKyu_ELF
    Feb 16, 2013 @ 20:05:44

    Fiuuhhh, akhirnya satu prsatu masalah ttg org ketiga clear.
    Tp ttp ga mengurangi kesedihan ttg donghae.
    Ya ampunn, tuh ibu hamil brdua bikin cemas aja..

    Reply

  25. KyuLatte
    Apr 14, 2013 @ 14:20:16

    semoga nggak terjadi apa2 sampe bayi nya lahir.. >< feeling nya kok nggak enak soal donghae oppa..

    Reply

  26. naya
    Jul 31, 2013 @ 19:11:07

    aigooo senangnya!!!
    kyu sma hae tambah romantis****
    yahhaaahaaa mkin ke sini aku mkin ska ceritanya!!!^^

    Reply

  27. HalcaliGaemKyu
    Aug 11, 2013 @ 21:39:33

    Akhirnya mereka baikan jg hahaha…
    Omo ada apa dgn younghyun? Mengapa dia terlalu sering merasakan sakit? Little worry ’bout hyunnie
    semuanya keren dan semakin seru!!!
    Lanjut ya

    Reply

  28. jangrihyun
    Aug 22, 2013 @ 23:00:52

    yeyeye… bahagia itu impian semua reader^^
    next part

    Reply

  29. ginachoi407
    Oct 10, 2013 @ 12:29:35

    akhirnya mereka baikan jg.. 🙂

    Reply

  30. ginachoi407
    Oct 10, 2013 @ 14:12:11

    akhirnya mereka baikan jg…

    Reply

  31. enkoi
    Nov 28, 2013 @ 12:00:54

    akhirnya damai juga dua2xnya…

    Reply

  32. kimsun217
    Jan 18, 2014 @ 08:09:56

    akhirnya mereka baikan juga,, senangnya,,
    changmin dan kyuhyun pun baikan,,
    si kembar mulai berulah di perut hyunyoung,, tapi lucu pasti ,,

    Reply

  33. irsya.wonkyu407
    Feb 23, 2014 @ 18:54:22

    seneng deh ahrna mreka baikan jg🙂

    Reply

  34. inggarkichulsung
    Mar 20, 2014 @ 19:46:28

    So sweet skrg eunyoung dan younghyun benar2 berbaikan dan mslh dgn Kyu oppa pun sdh sls, smg keluarga mrk berdua sll baik2 saja

    Reply

  35. vierly cornelia agustin
    Apr 14, 2014 @ 13:17:20

    Akhirnya eunyoung udh mau baikan sama younghyun , baca part sampe senyum senyum sendiri.. seru seru thor. Lanjut baca

    Reply

  36. ayieps2012
    Apr 29, 2014 @ 04:15:55

    seneng deh liat eunyeong dan younghyun berbaikan lago
    mreka ush kaya kakak-adik bnran..keke

    Reply

  37. Cho In Hyun
    May 16, 2014 @ 23:38:56

    Wow Jaejoong sm Changmin itu pria sejati mereka berani jujur kalo mereka cinta sm Eunyoung & Younghyun ke suami mereka =D Eunyoung sm Younghyun itu udah seperti kakak – adik sungguhan Love This❤

    Reply

  38. Kim Heena
    May 25, 2014 @ 08:59:18

    akhir mereka baikan dech,
    Kyuhyun & Donghae suami siaga !! antar jemput..hoho #patut ditiru
    waduhh pengagum rahasia Eunyoung & Hyunnie member DBSK; ..saingan berat..

    Reply

  39. riskaheo
    Jul 11, 2014 @ 07:29:13

    Untung deh baikan yah

    Reply

  40. Ny Kimrye
    Aug 05, 2014 @ 18:26:29

    Finally…

    Semoga Donghae sama Kyu jadi appa yang baik…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

@fanfict_palace

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Memories

January 2012
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
%d bloggers like this: