[Fanfiction] Our Love Story (Chap 6 – Tears and Happiness)

 

Tittle               : Our Love Story – Tears and Happiness

Length             : Multi chapter – chapter 6

Author             : missdorky & littleyounghae

Cast                   :

–     Lee Donghae

–     Cho Kyuhyun

–     Park Eunyoung (OC)

–     Lee Younghyun (OC)

–     etc^^

Genre               : Romance

Rated               : PG-17

Notes               : FF ini merupakan project kolaborasi pertama dari dua penulis (littleyounghae dan missdorky) . FF ini salah satu cara untuk menunjukan cara kami dalam berimajinasi dan menuangkannya ke dalam sebuah cerita…^^ Enjoy and feel the story… Happy Reading, don’t forget to give comments and We will appreciate it… ^^

Disclaimer        : Cast FF ini yang jelas bukan milik kami tapi Cerita FF ini murni dari otak kami berdua…. susah payah menggabungkan dua ide jadi satu karya, so… don’t be plagiator… and don’t be a silent reader.

 

…Tears showing the sadness,,, but sometimes tears showing the happiness too.. Everyone wants to be happy and nobody wants to feel pain, but you can’t make rainbows without any rain….

 

Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit daerah Gwangju, Kyuhyun dan Donghae cukup terenyuh melihat pemandangan di sekitar. Di beberapa tempat, air masih menggenang dan rumah penduduk hancur tertimpa pohon yang tumbang akibat angin topan. Dan mereka kembali terkejut saat sampai di rumah sakit itu, pemandangan tidak biasa dari sebuah rumah sakit. Rumah sakit itu lebih terlihat seperti tempat pengungsian, banyak tempat tidur pasien yang berada di luar koridor sedangkan para dokter dan suster berlalu lalang saat terdengar rintihan korban yang seakan memangil mereka. Donghae dan Kyuhyun yang baru sampai dengan sigap membantu ketika ada korban yang membutuhkan bantuan.

Seorang anak kecil menangis sambil memeluk jasad ibunya yang sudah terbujur kaku. Tubuhnya basah dan lengan baju-nya sedikit terkoyak memperlihatkan luka baru seperti sebuah sayatan benda tajam. Donghae mendekati anak kecil itu karena ia merasa terpanggil, ia berlutut di samping anak itu dan tangannya terulur untuk membelai rambut hitam ikal yang tengah menangisi seorang wanita paruh baya yang sudah tiada itu.

Anak kecil yang ternyata adalah seorang namja itu berhenti memeluk ibu-nya dan perlahan kepalanya terangkat untuk melihat siapa yang tengah mengusap kepalanya. Donghae seketika terenyuh hati-nya melihat mata namja kecil itu memerah dan meninggalkan jejak-jejak air mata yang masih membasahi pipi-nya itu. “ssst…. jangan menangis, biarkan omma-mu tenang berada di sisi Tuhan…” ucap Donghae sambil terus mengamati wajah sang anak kecil.

Mata itu, kembali menitikan air mata-nya bahkan kini di sertai isakan pilu yang keluar dari mulut kecilnya. Donghae langsung memeluk namja malang itu, membawanya kedalam dekapannya, memberikan spirit untuk meng-ikhlaskan omma-nya pergi. “Uljima,,, namamu siapa…??”

“Kim Jongjin, hyung…. omma sudah pergi, hyung-ku belum ku temukan…. aku tidak punya siapa-siapa lagi kalau aku tidak menemukan hyung-ku…” parau Jongjin bercerita keluh kesahnya. “aku takut, hyung juga meninggalkanku….” isaknya kembali.

“Sssst,,,yakinlah… hyung-mu pasti selamat…” hibur Donghae sambil mengusap lembut bahu Jongjin. “Apa hyung boleh tahu, bagaimana kau dan hyung-mu terpisah..??”

“Saat kejadian itu, hyung menyuruhku untuk menyelamatkan diriku dulu, dan ia berjanji akan membawa omma segera menyusulku.. namun saat aku sampai di sini ternyata omma sudah tidak ada, dan hyung-ku tidak tahu berada dimana…” Jongjin menceritakan kronologi saat kejadian beberapa waktu lalu.

“Kau bisa menunggu hyung-mu di sini Jongjin-ah… ah kau terluka, ayo hyung obati dulu lukamu…” ajak Donghae sambil menggenggam tangan Jongjin. Jongjin tampak ragu untuk emninggalkan ibu-nya sendiri, ia masih saja memandang jasad ibu-nya. “Jongjin-ah, omma-mu nanti biar diurus oleh perawat di sini jangan khawatir, ayo nanti lukamu bisa infeksi..” ajak Donghae lagi. Jongjin menurut, ia mengikuti arah genggaman Donghae di tangannya.

Donghae dan Jongjin memasuki sebuah aula rumah sakit yang dialihfungsikan untuk tempat periksa pasien. Di sana ada Kyuhyun yang sudah sibuk memeriksa pasien, Donghae mendekat dan mengambil perban dan obat pembersih luka dari kotak yang berada di meja Kyuhyun. Dengan hati-hati Donghae membersihkan luka Jongjin dan membalutnya agar luka itu tidak terkena bakteri.

“Hae , dari mana kau..??” Tanya Kyuhyun saat ia kembali ke mejanya untuk mengambil jarum suntik.

“Aku tadi bersama anak ini, aku lihat tangannya terluka..” Jawab Donghae sambil terus membalut luka Jongjin. “Okeeh, sudah selesai Jongjin-ah..”

“Gomawo, hyung…” ucap Jongjin seraya tersenyum manis pada Donghae.

“Sama-sama Jin-ah,, ah kau tunggu di sini ya.. hyung mau membantu teman hyung mengobati pasien…” Donghae mengusap rambut Jongjin kemudian ia menuju ke tempat di mana Kyuhyun sedang memeriksa pasien.

“Kyu, sini aku bantu..” Donghae mengambil alih infuse yang dipegang Kyuhyun karena Kyuhyun sedikit susah jika memegang infuse dan membalut luka dalam waktu yang sama. Keterbatasan tiang penyangga infuse membuatnya harus terus memeganginya.

Donghae memegang botol infuse itu dan Kyuhyun melanjutkan pekerjaannya kembali. Tiba-tiba Donghae merunduk dan tangan kirinya mencengkeram erat perutnya, sedikit mengerang menahan rasa sakit di perutnya yang tiba-tiba datang.

“Kyu… aku….. ssshhh…., perutku terasa diremas dengan kuat…” lirih Donghae dengan keringat yang bercucuran di wajahnya. Kyuhyun memapah Donghae dan membaringkannya di tempat tidur pasien yang kosong.

Kyuhyun bergegas mengambil obat penghilang rasa sakit, kerena keterbatasan obat yang ada di rumah sakit itu, Kyuhyun hanya memanfaatkan obat yang ada untuk membantu Donghae. Ia menyuntikan cairan penghilang rasa sakit di lengan kiri Donghae. Kyuhyun memilih cara injeksi karena obat yang dimasukkan dengan cara ini akan lebih cepat berinteraksi dengan darah dibanding dengan obat oral. Perlahan Donghae terlihat sedikit nyaman, karena rasa sakitnya berangsur hilang.

Gomawo, Kyu… Ayo kembali bekerja..” ajak Donghae yang beranjak bangun dari posisi rebahannya. Kyuhyun menahan Donghae yang ingin bangun. “Kenapa..??” heran Donghae.

“Kau harus istirahat, Hae..” jawab Kyuhyun serius. Donghae menatap Kyuhyun dengan heran, karena bukan hanya kali ini Kyuhyun bersikap berlebihan saat sakit dirasakannya datang.

“Gwenchana, aku sudah tidak apa-apa, Kyu,. Pasien di sini butuh pertolongan cepat, sedangkan tenaga medis di sini terbatas” Donghae segera bangkit dari posisi-nya kembali mencoba berdiri.

Namun pergerakan Donghae kembali ditahan, Kyuhyun menarik Donghae untuk duduk kembali di tempat tidur. “Hae, bisa dengarkan aku mulai hari ini… Kau butuh istirahat. Di sini ada aku dan yang lain, kau istirahat lah” Kyuhyun menatapnya serius dan dibalas kembali dengan tatapan heran dari Donghae.

“Apa kau begini karena sakit yang sering ku keluhkan belakangan ini?” Tanya Donghae. Kyuhyun tidak dapat menutupi wajah bingungnya karena pertanyaan Donghae. “Ah, sudahlah,, aku di sini untuk membantu, bukan untuk menambah beban medis di sini… ” Donghae kembali mencoba berdiri.

“Hae,, dengarkan aku!” Kyuhyun menahan tangan Donghae ketika Donghae mulai melangkah. “Kau… ” Kyuhyun menghentikan ucapannya.

“Ada apa denganku, Kyu?” Donghae menatap penuh penasaran.

“Kau .. Ahh… Sudahlah pokoknya kau harus istirahat..” Kyuhyun kembali menampakan wajah bingung.

“Cepat katakan ada apa denganku?” Donghae dengan sedikit membentak karena Kyuhyun terlihat menyembunyikan sesuatu darinya.

“Hae, ada sedikit masalah dengan lambungmu, waktu kau tidak sadarkan diri tempo hari, aku mengambil sampel darahmu untuk diperiksa di lab, dan hasilnya……. ” Kyuhyun menghela nafas sebelum melanjutkan ucapannya. “Ditemukan sel kanker, dan kemungkinan sel kanker menyerang lambung dan pencernaan…” Kyuhyun menunduk, berusaha tidak menitikan air matanya di depan Donghae.

Donghae yang mendengar tentang kondisinya hanya terdiam entah apa yang kini berputar di kepalanya. “Apa sudah parah? Stadium berapa? ” Ucapnya lirih namun berusaha tetap santai.

Kyuhyun membelalakan matanya melihat ekspresi Donghae yang cukup santai mendengar tentang kondisinya.

“Jawab aku Kyu!” Donghae sedikit mengagetkan Kyuhyun yang keheranan.

“Kau harus menjalani pemeriksaan lanjutan untuk mengetahuinya…” Ucap Kyuhyun lesu.

“Aku masih bisa menikahi Eunyoung dulu kan?” Sekali lagi Donghae tampak santai, dengan senyum kecil di bibir tipisnya, dan sekali lagi pula Kyuhyun menatapnya penuh rasa takjub dan heran.

“Ah, sudahlah, masih banyak yang harus kita bantu di sini, Kajja…!!” Kali ini Donghae melangkahkan kakinya kembali menuju tempat tidur beberapa pasien dan ketika Kyuhyun ingin menahannya, suara rintihan kesakitan pasien menghentikan langkahnya.

—————^ Tears and Happiness ^—————

Setiap harinya, sedikitnya lima sampai tujuh pasien bertambah untuk ditangani, karena banyak bangunan yang baru bisa dijangkau untuk menyelamatkan korban. Padahal pasien yang sudah ada belum semua tertangani dengan baik akibat kurangnya tenaga medis. Meskipun begitu, Kyuhyun meminta Donghae untuk membantu pemulihan trauma pada anak-anak saja. Dan karena itu juga Donghae akrab dengan Jongjin, anak kecil yang waktu pertama bertemu menangis tanpa henti, setelah tiga hari sudah mampu tersenyum seperti anak-anak pada umumnya.

Donghae dan Kyuhyun sudah berada di Gwangju selama tiga hari, dan hampir setiap harinya mereka selalu sibuk, karena pasien yang selalu bertambah dari hari ke hari. Bukan hanya waktu mereka yang selalu dihabiskan untuk mengobati pasien setiap harinya, namun tenaga mereka juga sedikit diporsir mengingat minimnya tenaga medis di rumah sakit itu.

Terlebih lagi Donghae, walau pekerjaannya tidak seberat Kyuhyun, ia cukup menghabiskan banyak tenaga untuk menemani anak-anak kecil yang mengalami trauma dan tak memperdulikan kesehatannya. Seperti hari ini, sejak pagi tadi rasa sakit di perutnya tidak bisa diajak kompromi. Padahal ia sudah mengkonsumsi obat yang biasa digunakan untuk mengurangi rasa sakitnya, namun tak kunjung mereda. Dan ia tetap memaksakan diri untuk mengontrol perkembangan anak-anak yang ia tangani, hingga ia akhirnya tubuhnya tidak bisa bertahan lagi.

Saat ia mengontrol Jongjin, rasa sakit di perutnya datang lagi dan kali ini tidak main-main, Donghae merasakan sakitnya tidak seperti biasanya. Ia terjatuh di atas dinginnya lantai sambil memegangi perutnya yang terasa nyeri. Donghae menggeliat, sekuat tenaga menahannya hingga wajah-nya berpeluh. Jongjin yang melihat itu mendekati Donghae..

Hyung….!!! hyung kenapa..?? paniknya sambil menguncang bahu Donghae yang masih meronta kesakitan.

Donghae tak menjawab, ia masih fokus pada rasa sakitnya. Jongjin tak henti-hentinya mengguncang bahu Donghae.. “Tolong…. pang…gil.. dokter Cho… Jong..Jin-ah…” ucap Donghae tersendat karena nafas-nya mulai tersengal-sengal.

Jongjin masih terpaku menatap Donghae, dan ia mulai meneteskan air matanya melihat hyung yang ia kenal dua hari lalu meronta kesakitan. “Tolong.. ce….pat Jongjin-ah…” ucap Donghae lagi, matanya sudah memerah dan gigi-nya bergemelutuk menahan rasa sakit.

Jongjin mengangguk seraya menyeka air mata yang membasahi pipinya. “Hyung tunggu di sini yaa..” ucapnya Kemudian ia berlari menuju aula di mana biasanya Kyuhyun berada.

“dr. Cho, Donghae hyung…” racau Jongjin sambil menangis. Kyuhyun yang melihat itu langsung membelalakan matanya, ia berpikir apa yang terjadi pada Donghae. “Donghae hyung.. arrrgh..” frustasi Jongjin, ia kehabisan kata-kata tidak tahu harus mengatakan apa pada Kyuhyun tentang keadaan Donghae. Ia tarik tangan Kyuhyun dan membawa Kyuhyun di mana Donghae berada.

“Ya Tuhan, Hae…” Kyuhyun merunduk memapah Donghae dan membawanya ke ranjang terdekat. Ia ambil stetoskop yang ada di saku jas-nya, memeriksa Donghae yang sudah setengah sadar dengan wajah pucat.

Kyuhyun mendesah, menggelengkan kepalanya, dan menghela nafas setelah memeriksa Donghae. Donghae sedang dalam keadaan yang tidak baik saat ini. Dipandangnya sahabatnya itu yang masih mengernyitkan keningnya dan meracau tak jelas. “kita kembali ke Seoul sekarang juga, Hae..” ucap Kyuhyun, sambil menyuntikan obat penghilang sakit di lengan Donghae.

hyung mau pergi ke Seoul..?” ucap Jongjin tiba-tiba, wajahnya sedikit panik saat mendengar ucapan Kyuhyun. Donghae yang sudah berangsur sadar menoleh pada Jongjin.. “mianhae Jongjin-ah, hyung sepertinya harus kembali ke Seoul..” lirih Donghae, ia sebenarnya tidak tega mengatakan itu kepada Jongjin.

hyung  yakin, hyung-mu akan datang menjemputmu.. kau harus menunggunya di sini.. maafkan hyung yang tak bisa menemanimu sampai kau bertemu dengan hyung-mu… namja harus kuat, jadi saat hyung kembali ke Seoul kau jangan menangis lagi yaa Jongjin-ah..” sambung Donghae sambil mengusap kepala Jongjin. Jongjin mengangguk ia mengerti ucapan Donghae.

“Hae, aku sudah memberi tahu dokter kepala, ia mengijinkan kita kembali ke Seoul.. kajja..” Kyuhyun membantu Donghae berjalan karena akibat serangan tadi, tubuh Donghae lemas.

Donghae mengangguk, berat rasanya meningglkan Jongjin sendiri di sini tapi ia tak punya pilihan lain. “Selamat tinggal, Jongjin-ah, hyung menyayangimu….” Donghae mencoba tersenyum. Jongjin berlari ke arahnya, ia peluk paha Donghae dan membenamkan wajahnya di perut Donghae.

Hyung… aku kan sangat merindukanmu, gomawo sudah datang ke sini… semoga kita bisa bertemu lagi..” katanya kemudian melepaskan pelukannya, memundurkan kakinya beberapa langkah ke belakang dan melambaikan tangannya diiringi dengan senyuman yang membuat Donghae semakin tak ingin meninggalkannya.

Kyuhyun mengusap kepala Jongjin, walau ia tak sedekat Donghae, ia juga menyanyangi Jongjin sama seperti Donghae. Setelah acara perpisahan yang mengharukan itu, Kyuhyun dan Donghae bergegas meninggalkan rumah sakit dan menuju Seoul.

—————^ Tears and Happiness ^—————

Serangkaian test dari CT Scan, Biopsi sampai test cairan lambung Donghae lakukan setelah ia sampai di Seoul. Kyuhyun menunggu hasilnya dengan harap-harap cemas. Tak hanya Kyuhyun yang berharap cemas, Donghae pun merasakan itu. Ia berdoa, semoga sakit di perutnya bukanlah kanker yang seperti dikatakan oleh Kyuhyun beberapa hari yang lalu. Ia tak tega meninggalkan Eunyoung sendiri jikalau benar ia menderita sakit yang parah.

Kyuhun masuk ke ruangan Donghae sore itu. Di tangannya terdapat sebuah amplop besar berwarna coklat bertuliskan, Lee Donghae. Langkahnya yang biasa gagah kini lemas seperti seluruh sendi-sendinya terlepas dari tempatnya. Sedikit ragu saat ia sudah berada di depan kamar rawat Donghae. Ia genggam erat amplop itu dan perlahan membuka  knop pintu. Siap tak siap dan mau tak mau ia harus tetap memberitahukan hasilnya pada sahabatnya itu.

Donghae menoleh saat Kyuhyun memasuki ruangannya. “Bagaimana, Kyu??” tanyanya mencoba rileks, walau dalam hatinya perasaan cemas dan takut tetap tidak bisa membuatnya rileks.

Kyuhyun hanya diam saja, ia mengambil posisi duduk di bangku di samping ranjang Donghae. Helaan nafas yang bisa mempunyai banyak arti dihembuskan oleh Kyuhyun. Kyuhyun menggeleng sebelum ia mengatakan sesuatu yang merupakan hasil dari pemeriksaan Donghae.

“Hae, kau harus menjalani pengobatan yang intensif..” ujar Kyuhyun.

“Apa aku begitu parah, Kyu… sampai harus menjalani pengobatan yang intensif..??” Kyuhyun mengangguk, ia lebih memlilih menganggukan kepalanya karena tiba-tiba lidahnya terasa kelu dan ia tidak tega memberitahukan ini pada Donghae, mengingat lusa adalah hari bahagia-nya. Sebagai sahabat tentunya Kyuhyun tak ingin merusak kebahagiaan Donghae.

“Apa..??? Tuhan……..!!!!!” Donghae seperti mendapat hujaman berpuluh-puluh pisau bahkan ratusan di jantung-nya. Entah ia harus berbuat apa, bahkan ia sendiri tidak tahu harus mengeluarkan respon dan mimik wajah yang bagaimana. Terlalu cepat dan mendadak, berita ini datang padanya.

Mianhae, Hae… aku tidak bisa menghentikannya.. Mianhae..” Kyuhyun melepaskan amplop coklat itu ke lantai, ia tutup wajahnya dengan kedua tangannya. “Mianhae, Hae… mianhae..” ia terus menggumamkan kata itu.

Donghae beranjak mendekati Kyuhyun dan menepuk pundaknya pelan. Kyuhyun mendongakkan kepalanya. “Kau menderita kanker lambung dan sekarang sudah masuk ke stadium tiga, Hae…” lirih Kyuhyun.

“Apa itu tandanya waktuku tidak banyak lagi, Kyu..?? apa itu tandanya waktuku bersama Eunyoung tidak banyak lagi.. apa itu tandanya…….”

“Ssssh……Hae… jangan bicara seperti itu… aku akan mencoba mencari cara untukmu, Hae…. aku akan meminta bantuan appa-ku dan mendiskusikan masalah ini…”

Donghae merosot, terduduk di lantai rumah sakit yang dingin. Menangis sambil berteriak.. “Aku tidak ingin mati secepat itu, Kyu…. aku masih ingin bersama Eunyoung, menikah dengannya, menikmati hidup bersama anak-anak sampai tua nanti…. Kyu!!” histeris Donghae.

“Hae, tenanglah….” guncang Kyuhyun di bahu Donghae. Ia sedih melihat sahabatnya sedih, ia juga akan menangis melihat sahabatnya menangis.

“Ijinkan aku membahagiakannya…….” lirihnya sebelum ia terkulai tak sadarkan diri di dekapan Kyuhyun. Kyuhyun menekan tombol yang berada di atas ranjang memanggil bantuan untuk membantu menangani Donghae.

Donghae tidak sadarkan diri selama beberapa jam. Kyuhyun tidak mempunyai keberanian untuk mengatakan kondisi Donghae pada orang di rumah. Namun Kyuhyun tidak sengaja bertemu dengan Younghyun di rumah sakit menceritakan semua yang terjadi hari itu. Younghyun yang kala itu tengah bahagia karena berita kehamilanya sudah dipastikan, merasakan kesedihan yang amat dalam ketika Kyuhyun menceritakan kondisi Donghae setelah mengetahui penyakitnya. Ia terlalu bingung merasakan kebahagian dan kesedihan pada saat yang sama.

Kondisi Donghae perlahan mulai pulih dan dia juga sudah mulai menerima kondisi penyakitnya. Hanya satu yang dia inginkan, bagaimanapun caranya dia harus bertahan karena dia harus membahagiakan Eunyoung. Keinginannya disambut baik oleh Kyuhyun dan Younghyun, selama tiga hari Donghae melakukan perawatan khusus sampai kondisinya membaik, meskipun hanya sementara. Selama perawatan itu, Donghae meminta agar mereka tetap merahasiakan kondisinya pada Eunyoung.

—————^ Tears and Happiness ^—————

Tiga hari berlalu, kini kondisi kesehatan Donghae sudah mulai lebih baik meskipun sebenarnya perawatan itu tidak sedikitpun mengurangi keparahan penyakitnya. Hari itu, sebelum ke rumahnya Donghae terlebih dulu menemui Eunyoung yang masih di rumah Kyuhyun sampai pernikahan esok. Mereka berdua menikmati malam terakhir mereka sebagai kekasih di atap rumah, menatap langit dan saling beperlukan  untuk menghangatkan tubuh dari dinginnya udara malam.

Oppa… Bogoshipoo…” Eunyoung mengeratkan lengannya memeluk tubuh Donghae di sampingnya.

Nado…” Donghae tersenyum kecil lalu membalas mengelus lembut punggung calon istrinya itu.

Oppa, kau sehat kan?” Donghae seketika terdiam, pertanyaan Eunyoung sedikit mengejutkannya.

“Tentu, aku sehat ,Jagi… Kau ini terlalu mengkhawatirkan diriku daripada dirimu sendiri. Kemarin Hyunnie bilang kau hampir pingsan ketika menemani Omma ku berbelanja ya?. Ah, pasti omma membawamu berkeliling terlalu lama?”

“Ah, Hyunnie terlalu berlebihan . Omma baik sekali, oppa… dan sepertinya aku sudah mengambil hatinya..” Donghae tersenyum, ia teringat saat di rumah sakit, omma-nya menceritakan Eunyoung sebagai gadis yang cantik, lembut, penuh perhatian, dan tentunya selalu mencoba membuat omma-nya bahagia.

Donghae memang menyembunyikan kondisinya hanya pada Eunyoung, karena dia tidak ingin membuatnya sedih. Semula kedua orang tuanya dan hyung-nya, Sungmin, juga sedih mendengar kondisinya, namun Donghae selalu meyakinkan semua orang didekatnya kalau dia akan bertahan demi Eunyoung. Hal itu membuat keluarganya menerima dengan baik semua keputusan Donghae dan dengan senang hati menerima Eunyoung sebagai pendamping hidup Donghae.

—————^ Tears and Happiness ^—————

Hari pernikahan pun tiba, Eunyoung yang tampak bahagia mengamati dirinya di depan cermin dengan mengenakan gaun pengantin pilihannya. Matanya berkaca-kaca mengingat keluarganya yang kini sudah di surga.

Omma, Appa, aku akan menikah… kalian tentu bisa melihatku kan?” batin Eunyoung sambil terus menatap dirinya di cermin. Younghyun dan Leeteuk lalu masuk ke dalam ruangan dan sedikit menguragi keharuan Eunyoung.

“Young-ah, sudah saatnya…” Leeteuk menggenggam erat tangan Eunyoung lalu membimbingnya untuk berpegangan pada lengannya.

“Gumawo, appa…” Eunyoung menatap Leeteuk dengan rasa penuh terima kasih karena Leeteuk sudah menganggapnya sebagai puteri kandungnya sendiri.

“Young-ah… tunjukan senyum terbaikmu… Donghae oppa menunggu mu di sana…” Younghyun menggenggam bahu Eunyoung untuk menguatkan, dan mereka mulai keluar dari ruangan.

Senyuman tidak berhenti terlihat dari wajah cantik Eunyoung, begitu pula dengan Donghae yang tampak tenang tersenyum melihat calon istrinya berjalan ke arahnya. Sesampainya di depan altar, Eunyoung dengan dibimbing kembali oleh Leeteuk, menerima uluran tangan Donghae dan mereka berdiri bersisian menghadap seorang pendeta yang akan memimpin upacara pernikahan.

Upacara pernikahan berjalan khidmat, Kyuhyun terlihat sesekali menghapus air mata yang menetes dari sudut matanya. Kyuhyun terlalu bahagia mengingat ini salah satu yang alasan Donghae agar terus bertahan dari penyakitnya. Para undangan tersenyum bahagia melihat kebahagian terpancar dari pasangan itu. Aura kebahagian penuh cinta tergambar jelas saat Donghae mulai mengelus lembut kedua pipi Eunyoung dan mulai mendekatkan wajahnya. Ciuman lembut Donghae di bibir manis Eunyoung menggambarkan semua cinta yang dia berikan pada Eunyoung. “Young-ah, aku berjanji akan terus membahagiakanmu dan akan selalu di sampingmu…” Batin Donghae.

Selesai acara, seperti biasa, diadakan makan malam bersama untuk keluarga. Malam itu, pasangan baru menikah tetap memancarkan aura cinta dan kebahagiannya. Meskipun Eunyoung terlihat lelah dari biasanya, dia tetap menemani para tamu undangan di samping Donghae.

Jagi… Kau lelah?” Tanya Donghae yang meilhat wajah Eunyoung yang terlihat pucat. Eunyoung hanya menggelengkan kepalanya dan mengukir senyum kecil di bibirnya.

Aigoo~… Hae kau sungguh beruntung, lihat adik ipar ku malam ini sangat cantik.” Ucap Sungmin yang berjalan mendekati Donghae dan Eunyoung.

Gumawo, oppa… Kapan kau menyusul kami?” Eunyoung tersenyum ke arah Sungmin. “Iya, Hyung, kapan kau menyusul? Kau tidak iri denganku dan Kyuhyun?” Tambah Donghae yang membuat Sungmin tersipu.

“Ah, itu… Lihat saja nanti… Aku akan membuat kalian terkejut, bahkan lebih mengejutkan darimu Hae…” Sungmin kembali tersipu dan mengerlingkan sebelah matanya ke Donghae dan Eunyoung.

Perbincangan Sungmin Donghae dan Eunyoung bertambah hangat, ditambah lagi Kyuhyun dan Younghyun yang kemudian datang menghampiri. Eunyoung yang merasa sedikit limbung, mencengkram kuat lengan Donghae di sampingnya. Dengan sigap, Donghae memindahkan tangannya melingkar di pinggang Eunyoung. “Jagi, Gwenchana…?” Tanya Donghae cemas. Kyuhyun, Younghyun dan Sungmin yang berada didekatnya terlihat tidak kalah cemas melihat Eunyoung yang hampir terjatuh.

“Hae, lebih baik kau antarkan Eunyoung ke kamar, sepertinya dia lelah,” ucap Sungmin yang cemas pada adik ipar barunya sambil membantu Eunyoung untuk berdiri stabil. Akhirnya Donghae menuruti saran Sungmin, dia mengantar Eunyoung ke kamar.

Belum sampai Donghae mengantar Eunyoung ke kamar, Eunyoung sudah terjatuh tidak sadarkan diri di samping Donghae. Kyuhyun dan Sungmin yang melihat hal itu langsung berlari ke arah mereka. Kyuhyun dan Sungmin tahu betul kondisi Donghae yang juga belum pulih, mengambil alih Eunyoung.

“Biar aku yang membantu membawanya ke kamar” Kyuhyun dengan sigap mengangkat Eunyoung menuju kamar diikuti Donghae, Sungmin dan Younghyun di belakangnya. Para keluarga yang semula tidak sadar keadaan Eunyoung, jadi ikut cemas ketika melihat Eunyoung yang tidak sadarkan diri. Namun Donghae sedikit menenangkan keluarga dengan mengatakan Eunyoung hanya lelah karena persiapan pernikahan yang dia lakukan sendiri kemarin.

Di kamar, Kyuhyun berinisiatif memeriksa kondisi Eunyoung. Donghae, Sungmin, dan Younghyun tidak sedikitpun mengubah raut cemas mereka melihat Eunyoung yang terbaring lemah. Kyuhyun terlihat terkejut saat merasakan sesuatu di denyut nadi yang dia tangkap.

“Kyu, Eunyoung-ku tidak apa-apa?” Donghae bertanya cemas namun Kyuhyun tidak merespon pertanyaan Donghae dan mencoba memeriksa ulang Eunyoung.

Oppa, Eunyoung kenapa? Hanya lelah kan?” Younghyun kini buka suara karena terlalu penasaran melihat Eunyoung yang begitu lemah dari biasanya.

“Eunyoung hanya kelelahan, tapi… Hae, apa sebelumnya kalian… Ah, bagaimana aku mengatakannya?” Kyuhyun yang yakin atas diagnosanya, mulai menjelaskan kondisi Eunyoung.

“Kenapa Kyu? Ada yang salah dengan Eunyoung-ku?” Donghae sedikit penasaran dengan dignosa Kyuhyun.

“Eunyoung, hamil.. Aku bisa merasakannya, sama ketika aku memeriksa Hyunnie waktu itu” Donghae terkejut bahagia mendengar diagnosa Kyuhyun. Sungmin yang berada di dekatnya terkejut bukan main, karena yang dia tahu hari ini Donghae dan Eunyoung baru menikah. Tidak ubahnya, Younghyun yang terkejut bahagia mendengar berita itu.

Ya! Lee Donghae,, aiiissshh~,, anak ini!! Kau….!!!!” Sungmin memukul kepala adiknya dengan gemas.

“Aww, Hyung!! Sakit!! Oke, aku mengaku, Eunyoung mengandung anakku. Tapi aku juga baru tahu tentang ini” ucap Donghae yang kemudian menjelaskan dengan tersipu malu. Younghyun dan Kyuhyun hanya tersenyum kecil melihat tingkah Donghae yang kebingungan menjelaskannya pada Sungmin. “Beruntung kita cepat menikah, Jagi..” Kyuhyun berbisik pada Younghyun dan dibalas dengan cubitan kecil di pinggang Kyuhyun.

“Hae, besok lebih baik kalian pastikan ini ke dokter. Setelah itu mau tidak mau kau harus mengabarkan ke seluruh keluarga.” ucap Kyuhyun. Donghae mengangguk bahagia, dia mendekati Eunyoung yang masih terbaring lemah di tempat tidur dam mengecup sekilas bibir Eunyoung.

“Hey,, Lee Donghae, kau bermaksud mengulangi perbuatanmu di depan kami??” Ucapan Sungmin sukses membuat wajah Donghae lebih merah dari sebelumnya. Malam itu, Donghae tidak henti-hentinya tersenyum dan mengucap syukur atas semua yang terjadi padanya dan Eunyoung sepanjang hari itu.

—————^ Tears and Happiness ^—————

Younghyun dan Eunyoung berjanji bertemu di pusat perbelanjaan siang itu. Karena Younghyun hari ini sedang off dan tidak ada pekerjaan yang menanti, Ia mengajak Eunyoung untuk melepas penat sekaligus berbelanja kebutuhan bayi mereka yang akan lahir kelak.

Mengingat ke dua suami mereka yang sibuk, Younghyun dan Eunyoung memilih untuk melakukannya sendiri, tidak mau membuat suami mereka sibuk di luar dari pekerjaannya yang memang sudah banyak menyita waktu mereka.

Eunyoung melambaikan tangannya saat melihat Younghyun masuk ke dalam salah satu cafe yang berada di pusat perbelanjaan. Younghyun terlambat datang karena terjebak macet, dan Eunyoung yang datang cepat lebih memilih menunggu di cafe yang bernama Love Cafe itu.

Jam sudah menunjukkan pukul dua belas siang, waktunya untuk makan siang, dan mereka memutuskan makan siang terlebih dahulu sebelum berbelanja bersama. Eunyoung seperti biasa memilih salmon steak dan Younghyun memilih chicken steak untuk menu makan siang mereka.

“waah sudah lama aku tidak makan steak seperti ini, Hyunnie..” riang Eunyoung sambil berbinar-binar menatap salmon steak yang masih mengeluarkan uap putihnya.

“iya ya, kau jarang sekali makan seperti ini kalau sedang bersama, Donghae oppa.. hanya denganku saja..” balas Younghyun yang sudah mengangkat garpu dan pisaunya.

Eunyoung mengangguk membenarkan. Wajahnya yang semula berbinar-binar berubah sedih. “aku jadi ingat, belakangan ini Donghae oppa suka sakit perut, Hyunnie..” Eunyoung menghela nafasnya.

Younghyun tak sengaja menjatuhkan garpu yang ada di tangan kirinya karena kaget akan perkataan Eunyoung barusan. “Hae.. Hae oppa kenapa, Young-ah.. aku kurang jelas mendengarnya..” gagap Younghyun mencoba mengontrol mimik terkejutnya.

“aku bilang, Hae oppa belakangan ini suka tiba-tiba sakit perut.. aku tidak tega melihatnya.. setiap aku tanya, Hae oppa selalu bilang tidak apa-apa, mungkin karena makanan yang ia makan tidak cocok..” ucap Eunyoung yang mulai memakan makananya. Tapi tidak dengan Younghyun, Ia masih terpaku mendengar ucapan Eunyoung.

Younghyun menghirup nafas dalam dan mengeluarkannya kembali, mencoba merilekskan pikirannnya. “hmm… yang aku tahu, Hae oppa memang cocok-cocokan dengan makanan yang ia makan, Young-ah.. kau tidak usah khwatir, benar kata Hae oppa.. ah aku tahu mulai sekarang kau harus lebih memerhatikan makanan yang di makan Hae oppa, perbanyak serat dan kurangi makanan yang di bakar seperti ini… seafood kedengarannya bagus dan Hae oppa juga menyukainya bukan..??” Younghyun mencoba tersenyum.

Eunyoung tersenyum membalas Younghyun. “baiklah Hyunnie, aku akan mengikuti petunjukmu.. Hae oppa memang menyukai seafood dibanding makanan lain.. nanti biar aku selingkan dengan sayur yang kaya akan serat..” sambung Eunyoung.

Setelah makan siang, Younghyun dan Eunyoung kembali ke tujuan utama mereka untuk bertemu. Mereka mulai memasuki salah satu toko yang menyediakan perlengkapan bayi. Keduanya melangkah riang melihat-lihat kereta bayi yang berwarna-warna lembut.

“cantiknya..” gumam Eunyoung berkali-kali saat menyentuh kereta bayi yang berwarna pink. “aku ingin satu yang ini..” ucapnya lagi sambil tersenyum. “hyunnie kau mau yang mana..??” tanya Eunyoung pada Younghyun yang masih bingung memilih kereta yang ia suka.

Younghyun masih memilih kereta mana yang ia akan beli. Eunyoung yang melihat itu mendekatinya. “bukankah kau suka warna biru, Hyunnie..?? ku rasa yang ini bagus..” ucap Eunyoung sambil menyentuh kereta pilihannya.

“ah iya aku suka warna biru tapi kurasa yang ini bagus.. bagaimana menurutnu, Young-ah..??” Younghyun menunjuk pilihannya, sebuah kereta bayi double berwarna biru dan pink. karena tadi yang di tunjuk oleh Eunyoung adalah kereta single.

Eunyoung terdiam masih mencerna mengapa Younghyun memilih kereta bayi untuk dua bayi. “omo!!! apa itu tandanya kau hamil anak kembar, Hyunnie??” pekik Eunyoung senang dan menatap Younghyun.

“iya, kemarin aku melaukan USG ternyata bayi-nya kembar dan sepertinya namja dan yeoja..” ucap Younghyun sambil mengelus perutnya yang sudah menggunduk sedikit karena usianya sudah empat bulan lebih.

“waah bagus, Hyunnie.. kau dan dr. Cho akan mempunyai bayi kembar… senangnya..” Eunyoung memeluk Younghyun. Ia turut senang mendengar bayi yang di kandung Younghyun adalah bayi kembar.

“aku pilih yang ini saja.. kau pilih yang itu Young-ah..” Eunyoung mengangguk, dan mereka membayar sejumlah uang sesuai dengan harga belanjaan mereka.

“gomawo, barang-nya tolong di antar ke alamat kami ya nona..” ucap Eunyoung sambil mencatat alamat tempat tinggalnya dan alamat Younghyun. “kajja Hyunnie!!” Eunyoung mengamit tangan Younghyun.

chakkaman..!!” potong Younghyun tiba-tiba saat ponselnya berdering..

yeoboseyo?? oh Kyu oppa… hmm iya aku sedang bersama Young-ah… apa?? iya aku ke sana sekarang bersama Eunyoung..”

“ada apa Hyunnie,, apa terjadi sesuatu..??” panik Eunyoung melihat Younghyun panik saat berbicara di telpon barusan.

“kita harus ke rumah sakit, Young-ah.. Kyu oppa bilang, Donghae oppa sakit..” Younghyun menggandeng tangan Eunyoung. “kau membawa mobil..?? aku tadi naik taksi kesini..”

“tidak, aku tadi di antar Wookie oppa..” Younghyun lega mendengarnya, dia dan Eunyoung berjalan sedikit cepat menuju keluar mencari taksi  dengan berhati-hati mengingat mereka sedang mengandung. Younghyun sedikit kesal karena mereka cukup lama mendapatkan taksi. Eunyoung mulai cemas, Younghyun tidak kalah cemas memikirkan bagaimana reaksi Eunyoung nanti ketika tahu penyakit Donghae sebenarnya. Di dalam taksi Eunyoung terus menggenggam erat tangan Younghyun. Tersirat wajah cemas diantara keduanya.

Sesampainya di rumah sakit, Donghae sudah dipindahkan ke ruangan perawatan. Eunyoung langsung mendekat ke arah tempat tidur di mana Donghae terbaring dan belum sadar. Younghyun langsung mendekap tubuh Kyuhyun, tangis yang dari tadi dia tahan, tumpah seketika membasahi jas putih Kyuhyun.

Oppa, bagaimana menjelaskannya pada Eunyoung?” Younghyun berhenti menangis dan berbisik  menatap Kyuhyun dengan tatapan cemas sekaligus bingung.

“Aku… Aku juga masih bingung dari mana memulainya..” Kyuhyun mengeratkan pelukannya pada istrinya, tanpa sadar air mata juga ikut menetes dari sudut matanya.

Oppa, apa yang terjadi dengan Hae oppa? Apa sakit di perutnya kambuh lagi?” Eunyoung mendekat ke arah Kyuhyun mencoba mencari tahu tentang kondisi suaminya. Kyuhyun yang masih bingung hanya bisa terdiam tanpa menjawab semua pertanyaan Eunyoung.

“Young-ah, tenanglah dulu sebentar. Duduk lah, ingat kau sedang hamil… ” Kyuhyun membimbing tubuh Eunyoung untuk duduk di kursi tepat di samping tempat tidur Donghae.

Tidak lama, Siwon, appa-nya Kyuhyun masuk ke dalam ruang perawatan. Siwon mengisyaratkan Kyuhyun untuk berbicara sebentar di luar ruangan. Eunyoung menggenggam erat tangan suaminya dalam pikirannya masih bertanya-tanya kenapa semua ini terjadi berulang kali. Younghyun yang juga masih diam dan bingung tanpa henti menenangkan Eunyoung.

“Kyu, Hae harus segera menjalani kemoterapi.. Perlahan sel kanker nya mulai menyebar. Sebelum menyebar lebih luas, kita bisa menghentikannya sementara.” Siwon menjelaskan serius mengenai kondisi Donghae. Kyuhyun masih bingung dan belum dapat mengambil keputusan apapun mengingat Eunyoung yang belum tahu tentang semua ini dari awal.

“Apa Eunyoung belum tahu semua ini?” Siwon merasa curiga dengan sikap anaknya yang tidak seperti biasanya. Kyuhyun hanya menggeleng lalu tertunduk lesu. “Hae yang memintanya, dan sampai sekarang kami belum memberitahunya”

“Tuhan… Aku kira sejak pernikahan, Donghae akan mengatakan semua pada Eunyoung.. Baiklah, Eunyoung sudah seharusnya tahu masalah ini. Terlebih lagi, Donghae membutuhkan dukungan lebih dari orang-orang yang dicintainya”

“Tapi appa….” Kyuhyun berusaha meyakinkan Siwon atas keputusannya.

“Kita tidak punya waktu banyak Kyu… Biar appa yang memberitahukan masalah ini pada Eunyoung. Kau dan Younghyun bantu menguatkannya…” Siwon lalu masuk kembali ke dalam ruangan dan berusaha menjelaskan tentang kondisi Donghae pada Eunyoung.

“Eunyoung-ssi… Ada yang harus kami beritahukan… Ini masalah Donghae… ” Siwon mulai mendekati Eunyoung dan Younghyun yang masih berada di sisi tempat tidur Donghae. Younghyun menatap Kyuhyun sekilas, memastikan tetang apa yang ingin dikatakan mertuanya. Kyuhyun hanya mampu mengangguk pasti menatap istrinya, Younghyun mencoba semampunya agar tidak meneteskan air mata lagi membayangkan reaksi Eunyoung.

“Donghae harus segera menjalani kemoterapi… Kami berharap kau dapat terus membantunya selama menjalani perawatan ini” Siwon kembali menjelaskan dengan tenang agar Eunyoung mampu mencernanya dengan baik.

“Kemoterapi?? Bukankah itu harus dilakukan oleh penderita kanker?” Ucap Eunyoung lirih menatap Siwon untuk meyakinkan bahwa analisa di pikirannya salah.

“Iya,benar, Eunyoung-ssi... Donghae menderita kanker lambung stadium 3, karena itu diperlukan kemoterapi untuk…” Siwon tidak mampu meneruskan penjelasannya lagi ketika ia lihat Eunyoung sudah tertunduk lesu lalu menatap Donghae. Air matanya kembali turun membasahi kedua pipinya. Tangisnya pecah ketika dia teringat beberapa kali Donghae menunjukan rasa sakitnya di depannya bahkan jauh sebelum dirinya pulih dari trauma.

Eunyoung masih terisak membayangkan betapa bodoh dirinya baru mengetahui semua ini. Lalu ia menatap Younghyun dan Kyuhyun bergantian, mencoba meyakinkan bahwa bukan hanya dia yang bodoh. “Apa kalian berdua sudah tahu sebelumnya?” Lirih Eunyoung menatap Kyuhyun dan Younghyun.

Younghyun hanya bisa diam, lidahnya kelu tanpa bisa berkata apapun, lalu dia memeluk Eunyoung sambil berusaha menahan tangisnya. Kyuhyun tertunduk lesu, tidak mampu menatap mata Eunyoung yang penuh kesedihan.

Mianhae… Young-ah, Hae yang meminta semua ini” Kyuhyun akhirnya membuka suaranya mencoba menatap Eunyoung sekilas. Kesedihan Eunyoung bertambah setelah mendengar hal itu dari Kyuhyun. Dia hanya mampu terdiam dengan air mata yang terus mengalir dari matanya. Pikirannya kembali mengingat semuanya, semua perlakuan Kyuhyun dan Younghyun pada Donghae, bahkan dia mengingat nasihat Younghyun beberapa jam lalu padanya ketika dia mengeluhkan kondisi Donghae. Sekejap pandangannya buram, dan tubuhnya oleng ke dalam pelukan Younghyun di sampingnya.

Kyuhyun mengambil alih tubuh Eunyoung yang tidak sadarkan diri lalu membawanya ke ruang perawatan lain. Younghyun yang masih terlihat shock dengan semuanya, hanya mampu duduk terdiam di kursi samping tempat tidur Donghae kemudian mengeluarkan tangis yang sedari tadi dia tahan.

—————^ Tears and Happiness ^—————

Mata Eunyoung perlahan terbuka, di lihatnya Younghyun tengah menangis di sisinya bersama Kyuhyun yang memeluk erat isterinya itu. Walau pandangannya masih buram dan kepalanya masih berat, ia bisa melihat dengan jelas siapa orang yang berada di sampingnya.

“Young-ah syukurlah kau sudah sadar…” ucap Younghyun lega, mencoba tersenyum di sela-sela isakannya. Matanya memerah sembab di tambah suaranya yang parau menandakan Younghyun tak henti-hentinya menangisi Eunyoung yang tak sadarkan diri.

Bukannya menjawab atau membalas tersenyum pada Younghyun, Eunyoung memicingkan matanya. Ada kilatan amarah berkobar di matanya. Mata sendu itu, mata sendu khas Eunyoung berubah menjadi mata yang penuh dengan amarah.

Younghyun mengerti maksud dari tatapan Eunyoung. Ia genggam tangan Eunyoung yang bebas dari jarum tusukan jarum infuse, mencoba meredakan amarahnya. Namun ia tersentak saat tangannya itu di tepis paksa oleh Eunyoung. Ada perasaan takut dan sedih menjalar di pikiran Younghyun, ia tak menyangka kalau respon Eunyoung jauh dari perkiraan awalnya.

“young-ah.. mianhae.. aku tahu aku salah aku tidak….” ucap Younghyun sambil mencoba memegang tangan Eunyoung kembali.

Kyuhyun yang berada di samping Younghyun tahu arti dari respon Eunyoung. Ia menyemangati Younghyun dengan mengeratkan rangkulannya. “Young-ah..” panggil Younghyun lagi.

“ku mohon lepaskan tanganmu Younghyun-sii..” Dingin Eunyoung, ada penekanan saat Eunyoung menyebut namanya dengan tambahan ‘ssi’, Ia menatap mata Younghyun dengan pandangan yang sama dinginnya

Younghyun hampir merosot dari rangkulan Kyuhyun, pandangan matanya kosong, ia hanya terpaku menatap Eunyoung yang terlihat terlihat asing di matanya. Kyuhyun menarik tangan Younghyun yang masih  ingin menggapai tangan Eunyoung.

Jagi, Eunyoung mungkin butuh waktu untuk sendiri..” bisik Kyuhyun di telinga Younghyun. “Young-ah kami keluar sebentar..” ucap Kyuhyun pada Eunyoung.

“bawa yeoja-mu itu keluar, dr.Cho.. aku tak menyangka saudaraku menyembunyikan masalah kondisi suamiku sendiri dariku, bahkan setelah aku menceritakan kekhawatiranku tadi siang kau….” ucapan dingin dan datar Eunyoung seketika terhenti dengan jari yang masih diarahkan ke Younghyun seakan menyalahkan.

mianhae, Young-ah.. aku..” Kali ini Younghyun benar-benar merosot dari rangkulan Kyuhyun, matanya terpejam dan terkulai lemas. Kyuhyun dengan sigap menggendong Younghyun yang tak sadarkan diri.

“Hyunnie… apa yang terjadi, Kyu..??” Leeteuk datang dan berpapasan dengan dengan Kyuhyun yang sedang menggendong Younghyun di depan kamar rawat Eunyoung.

“nanti aku ceritakan appa. Appa tolong tenangkan Eunyoung di dalam ya,,, keadaannya sedang tertekan..” pinta Kyuhyun dengan raut wajah panik.

“Baiklah, ku mohon , Kyu, jaga Younghyun…” Leeteuk yang bingung sekaligus cemas melihat kedua puterinya tidak dalam keadaan yang stabil. Terlebih lagi kedua puteri kesayangannya itu sedang mengandung cucu yang ia nantikan.

Leeteuk memasuki kamar Eunyoung, Ia melihat putrinya itu tengah berbaring memunggunginya. Bisa di lihat dengan jelas oleh Leeteuk, bahu Eunyoung bergetar dan isakan pilu tertangkap di indra pendengarnya.

Ia dekati putrinya itu dan mengusap kepalanya lembut dan penuh sayang, seakan ingin menyalurkan semangat untuk putri manisnya itu. Eunyoung berbalik saat merasakan kepalanya tersentuh oleh tangan yang familiar untuknya. Matanya memerah dan sembab ditambah pipinya yang masih basah dengan air mata membuatnya Leeteuk tak tega untuk tidak segera memeluknya ke dalam dekapannya.

“sayang……” peluknya erat sambil menitikkan air mata. Naluri sebagai seorang ayah membuncah di hati Leeteuk, ia terketuk untuk segera memeluk Eunyoung dengan erat. “sayang, ada appa di sini..” katanya lagi dengan suara yang bergetar.

appa…… appa.. aku.. Donghae oppa… apakah Donghae oppa akan meninggalkanku..??” lirih Eunyoung sambil terisak di dada Leeteuk. Leeteuk mengusap bahu Eunyoung lembut. “appa.. apa aku punya dosa dengan Tuhan di kehidupanku dulu…??”

“ssst jangan bilang seperti itu, Young-ah… ada appa di sini Young-ah..” suara Leeteuk semakin bergetar, bahkan suaranya sedikit tercekat saat mencoba mengambil nafas. Ada perasaan lega di hati Leeteuk, pasalnya ia mendengar kalau Eynyoung marah pada semua orang yang sudah mengetahui penyakit Donghae tapi tidak untuk dirinya, Eunyoung malah berkeluh kesah dengannya.

“kemana putri appa yang kuat… kemana putri appa yang akan selalu tersenyum walau itu sesedih apapun.. kemana purti appa yang selalu bisa meng-handle masalah seberat apapun.. kemana sayang, kemana hmm..?” ucap Leeteuk yang semakin membuat Eunyoung makin terisak dan tak ingin melepasakan dekapannya di tubuh appa-nya itu.

 

To be continued…….

145 Comments (+add yours?)

  1. ginachoi407
    Oct 10, 2013 @ 02:05:51

    nyesek bgt bacanya..
    kasian donghae oppa nya…

    Reply

  2. winy
    Nov 21, 2013 @ 09:05:54

    waaaa nyesek banget ikutan nangis…

    Reply

  3. enkoi
    Nov 28, 2013 @ 11:17:04

    duh seneng plus sedih…dua2xnya hamil tapi ko malah ada masalah…

    Reply

  4. rizmeg
    Dec 15, 2013 @ 18:14:34

    aku ikut nangis pas ngebanya T_T

    Reply

  5. kimsun217
    Jan 17, 2014 @ 13:31:16

    gmana nih,, aku juga pengen nangis ngeliat keadaan eunyoung,,, dia selalu menderita,, huaaaaa
    untung leeteuk langsung dateng,, leeteuk keren disini,, autornim bener keren bikin karakter leeteuk,,,

    Reply

  6. Ayunie CLOUDsweetJewel
    Feb 03, 2014 @ 11:10:29

    Huweeee… Nangis kejer. Nyesek banget. Penasaran banget aku, udah gak sabar sebenarnya pengen baca endingnya.

    Reply

  7. irsya.wonkyu407
    Feb 23, 2014 @ 07:07:34

    yahhhh ahirnya eunyoin tau jg penyakit hae oppa😦
    trs gmn ya itu hae oppa udh stadium 3 apa msh bsa bertahan:(

    Reply

  8. dhenifariolla88
    Feb 27, 2014 @ 16:30:20

    wahhh part ini bkin nangis bombay,,,,,,,,,,,
    nyesek bgd,,,,,,,

    Reply

  9. rahayu
    Mar 06, 2014 @ 20:37:49

    nyesek abiss
    kshn donghae ama eunyeong😥

    Reply

  10. inggarkichulsung
    Mar 20, 2014 @ 19:10:02

    Sadly story, akhirnya Eunyoung th jg tentang penyakit yg slm ini di derita donghae oppa, sbtlnya Younghyun dan Kyu oppa tdk terlalu salah krn itu merupakan amanat dari sahabat mereka kalau hal ini hrs disembunyikan dari eunyoung.. smg donghae oopa sgr sembuh dan leeteuk appa bs menenangkan eunyoung

    Reply

  11. vierly cornelia agustin
    Apr 13, 2014 @ 22:26:59

    Kasiann banget donghaenya, ganyangka bakal separah ini di part ini… kasian eunyoung , lanjut baca

    Reply

  12. ayieps2012
    Apr 29, 2014 @ 03:34:10

    arghhh terharuu..
    hae oppa cepet sembuh..😥

    Reply

  13. Cho In Hyun
    May 16, 2014 @ 22:39:40

    Duhh donghae oppa cepet sembuh pokoknya harus sembuh😦 kasian Eunyoung hidupnya penuh derita…hidup sendirian tanpa keluarga kandung :(…Jongin hiks kenapa gk diajak ke Seoul ajaa ?

    Reply

  14. Kim Heena
    May 25, 2014 @ 08:58:51

    hiks hiks nyesek banget ikutan nangis… ga bisa bayangin gimana nasib anak Hae sama Eunyoung ??

    Reply

  15. riskaheo
    Jul 11, 2014 @ 07:25:37

    Donghaeeee😦
    Nahannangis:'(

    Reply

  16. Ny Kimrye
    Aug 05, 2014 @ 16:47:58

    Hikz hikz,,, kok nyesek banget..
    Btw, author.. Apakah kalian seorang dokter.. Ani, seseorang yang dibidang kesehatan?
    FFnya nambah ilmu baget…
    Tidak terkesan asal-asalan..
    Oke. Aku lanjut baca part selanjutnya🙂

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

@fanfict_palace

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Memories

December 2011
M T W T F S S
« Nov   Jan »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
%d bloggers like this: